Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 104 We love mom, forever


__ADS_3

Tak henti-hentinya Fatih tersenyum sambil bersenandung ria. Bahkan wajahnya berseri seakan Fatih sudah mendapatkan hadiah.


Aurora pulang bersama Moreo, karena Fatih tadi menyuruh Moreo menjemput Aurora.


"Kakak!"


"Iya Bun,"


Jawab Fatih langsung memeluk sang bunda dengan senyuman lebar di bibirnya.


Sedangkan Aurora terlihat kesal pada sang kakak karena menyuruh orang menjemput nya. Harusnya Fatih yang menjemputnya karena dia sudah janji.


"Aisst, adek kenapa cemberut gitu kaya bebek!"


Canda Fatih sambil mengacak-acak rambut Aurora. Membuat Aurora tambah kesal saja.


"Hiks .., bunda lihat. Kakak bukannya minta maaf malah menghina adek!"


Rengek Aurora mengadu pada Queen. Membuat Queen hanya tersenyum saja. Queen merasa ini waktu yang tepat memberi tahu kabar bahagia pada putra putrinya.


"Kakak adek, sudah jangan bertengkar!"


Lerai Queen sambil duduk di antara kedua anaknya.


"Sudah diam, bunda mau ngasih kejutan pada kalian!"


"Apa bun?"


Girang Aurora, karena kalau tentang hadiah maka Aurora jagonya.


"Ini, buka saja!"


Ucap Queen tersenyum bahagia, sambil meletakan sebuah kado di atas meja. Queen yakin, kedua anaknya pasti senang dengan kabar gembira ini.


Aurora dan Fatih saling rebut membuka kado itu. Namun, tentu Fatih yang menang.


Fatih membukanya dengan tak sabaran begitupun Aurora yang langsung naik ke atas shopa guna melihat apa isi kado itu.


Seketika senyum di bibir Fatih dan Aurora sirna. Seperti sinar matahari yang menghilang begitu saja tertutup awan tebal, yang sebentar lagi akan ada badai.


"Kami gak mau punya adik!"


Deg ...


Queen terkejut dengan reaksi kedua anaknya. Bahkan Fatih langsung menjatuhkan kotak itu.


Queen benar-benar terkejut dengan reaksi itu, Queen pikir kedua anaknya akan senang jika mereka mempunyai adik.


"Kakak, adek!"


Panggil Queen namun tak di gubris oleh Fatih dan Aurora.


Fatih langsung berlari menaiki anak tangga, sedangkan Aurora langsung masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai bawah tak jauh dari kamar Queen sendiri.


Queen menjatuhkan tubuhnya dengan air mata yang keluar membanjiri pipinya. Queen tak menyangka, kalau kedua anaknya tak menyukai kabar gembira ini.


Di usia Queen yang tiga puluh tujuh, Queen di nyatakan hamil lagi. Ini sebuah keajaiban, pasalnya enam tahun lalu Queen dinyatakan tak akan punya anak lagi karena paska keguguran rahim Queen mengalami masalah.


Namun, takdir Tuhan begitu indah. Ketika tuhan menakdirkan seseorang pergi maka tuhan hadirkan yang lain.

__ADS_1


Bukankah di dunia ini manusia memang akan silih berganti pergi dan datang. Itulah yang di rasakan Farhan. Ketika Farhan bersedih akan kepergian sang mama Tuhan balas dengan kebahagiaan hadirnya malaikat kecil di rahim istrinya.


Queen memegang dadanya yang terasa sesak. Lalu memungut lembaran hasil USG dan lembaran kertas hasil pemeriksaan.


Queen pergi ke kamarnya lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Queen benar-benar tak menyangka akan reaksi kedua anaknya. Jika begini Queen harus bagaimana.


"Sayang, bee pulang!"


Teriak Farhan girang tak sabar bertemu istri tercintanya.


Farhan merasa aneh, karena tak menemukan istrinya menyambut dirinya.


Dengan cepat Farhan masuk ke dalam kamar, berharap istrinya ada di sana.


Deg ...


Farhan terkejut melihat istrinya menangis sambil memeluk lututnya.


"Sayang, kau kenapa?"


Panik Farhan langsung berjongkok di hadapan sang istri. Queen mendongak kan kepalanya melihat sang suami dengan derai air mata.


Bruk ...


Queen memeluk sang suami dan semakin menangis kencang di pelukan sang suami. Membuat Farhan bingung apa yang terjadi pada sang istri.


"Sayang kenapa, apa ada yang sakit!"


"Anak-anak kita bee, mereka tak menginginkan adik!"


Farhan memejamkan kedua matanya ketika mendengar aduan sang istri. Queen pasti merasa sedih akan penolakan kedua anaknya.


Queen semakin menangis dan mengedarkan pelukannya pada sang suami. Farhan berkali-kali mencium puncak kepala sang istri dan mengelus-elus punggung sang istri berharap sang istri tenang.


Menjelang malam, suasana nampak sepi. Harusnya mereka sudah selesai makan malam, namun nyatanya Aurora dan Fatih tak keluar-keluar dari kamar. Bahkan sudah di ketuk beberapa kali juga Fatih dan Aurora tetap gak keluar.


Membuat Queen semakin nampak sedih. Tapi, Farhan berusaha menenangkan sang istri agar tak terlalu stress.


Hingga pagi menjelang pun, tetap saja Fatih dan Aurora tak mau keluar kamar. Jika pun keluar kamar. Aurora dan Fatih malah memilih berlari pagi mengelilingi komplek.


Farhan yang melihat istrinya murung dan menangis terus tak kuasa.


Untung saja ini hari Minggu hingga Farhan bisa menemani sang istri. Jika bukan, Farhan tak bisa membayangkan sang istri sendirian di cuekin sama kedua anaknya.


Karena tak mau membuat istrinya terus bersedih Farhan mengajak sang istri jalan-jalan supaya pikirannya tenang.


Awalnya Queen menolak, namun Farhan terus membujuknya hingga Queen mau.


Farhan mengajak Queen jalan di taman yang tak jauh dari cafe.


"Bee, apa Queen sudah gak pantas lagi mempunyai anak?"


Ucap Queen sendu sambil menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


"Kamu masih pantas sayang, lihat, walau kamu sudah mengandung tiga kali tapi sayang tetap cantik dan fresh,"


"Tapi kenapa Kakak dan adek tak mau punya adik!"


"Sudah jangan di pikirkan, mungkin ke dua anak itu masih shok saja!"

__ADS_1


"Kita makan yuk, sayang dari pagi belum makan,"


"Queen gak mau bee!"


"Di cafe katanya ada penyanyi baru, kita coba sambil nikmati masa muda!"


Mau tak mau Queen mengangguk saja membuat Farhan tersenyum.


Dan benar saja ada penyanyi baru, bahkan suaranya juga enak di dengar, menghayati setiap alunan nadanya.


Suasana di cafe membuat Queen sedikit bisa kembali membangkitkan nafsu makannya.


"Baiklah, ini lagu kedua teruntuk wanita hebat sangat sangat hebat hingga sulit untuk menjabarkannya. Sehat selalu untuk tetep menemani setiap langkahku!"


Hu ... hu ....


Sorak ria pengunjung cafe membuat suasana semakin hidup.


Petikan gitar sudah di mainkan.


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh ...


Deg ...


Queen langsung melirik ke depan ketika mendengar suara yang sangat Queen hafal siapa pemiliknya.


Bibir Queen bergetar dengan mata berkaca-kaca melihat kedua anaknya ada di atas panggung.


Seperti udara


Kasih yang engkau berikan


Tak mampu ku membalas Ibu


Ibu


"Bee!"


Lilir Queen gemetar menatap sang suami. Farhan hanya tersenyum saja sambil memegang tangan sang istri.


Ingin ku dekap ....


Queen semakin menangis mendengar bait demi bait lagu yang kedua anaknya nyanyikan. Membawakan lagu Ibu yang di nyanyikan penyanyi legendaris. Iwan Fals, musisi yang Queen sukai lagu-lagu nya.


Prok ... prok ....


Riuh tepuk tangan menggema di setiap penjuru cafe. Bahkan ada juga yang menitipkan air mata karena melihat penampilan Fatih dan Aurora yang sangat menghayati lagunya.


"Teruntuk Bunda, we love you. Thank you for being present in our life. Happy birthday and welcome to our little brother into this world. we love mom, forever...,"


Prok ... prok ...


Semua orang bertepuk tangan dengan suasana menjadi haru.


"Bee!"


"Kejutan baby, happy birthday, i love you!”


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2