
Bunga sangat kegirangan membaca pesan dari Amira. Yang mengajaknya makan malam di rumah Fatih. Sudah lama Bunga ingin berkunjung ke sana, tapi Bunga tak cukup keberanian. Walau Raja teman Fatih tetap saja Bunga tak berani.
Bunga sudah kangen dengan adik manis Fatih, sangat lucu.
"Sayang, kenapa senyam-senyum begitu?"
Tanya Raja menghampiri istrinya.
Satu pakta yang harus reader tahu, sebenarnya Raja itu sudah berusia 22 tahun. Bahkan dia juga sudah lulus kuliah S1 jurusan otomotif. Kenapa Raja masih sekolah, karena dengan alasan awalnya Raja dulu ingin mengenal karakter bagaimana calon istri yang mama nya jodohkan.
Itulah kenapa Raja bisa menikah, karena usia Raja enam tahun di atas Bunga.
Tapi, kedua orang tua mereka sudah sepakat Bunga jangan dulu hamil karena masih sekolah. Terutama mereka belum melakukan resepsi pernikahan. Dan satu lagi, usia Bunga masih kecil dan bahaya jika hamil terlalu dini, resikonya besar.
Karena anak zaman sekarang berbeda dengan gadis-gadis zaman dulu. Mungkin karena faktor makanan, kesehatan, lingkungan, dan pergaulan juga.
"Ini loh mas, Bunga mengundang kita makan malam di rumah Al-biru, merayakan kemenangan Amira dan Fatih. Shofi juga di undang dan teman somplak mas juga!"
Raja tersenyum saja, istrinya selalu saja menamai temannya dengan kata 'Somplak' jika sedang berdua dengannya. Padahal, baru saja Raja akan memberi tahu istrinya, tapi keburu ke dahuluan.
"Ya sudah, sayang sekarang mandi gih!"
"Mau ikut!"
"Emang boleh!"
"Gak!"
Ketus Bunga sambil mengambil handuk yang menggantung.
Yes ..
Batin Raja, langsung menyusul Bunga ke kamar mandi dengan sumringah. Jika istrinya mengajak mandi berarti bulannya sudah pulang.
Hayo, mikirin apa reader!
Mending mikirin Shofi yang nampak terkejut melihat pesan dari Amira. Kalau dirinya di undang makan malah guna merayakan kemenangan Amira. Bahkan Amira juga mengirim lokasi rumahnya.
Amira sengaja sedikit berbohong, mengatakan itu alamat rumahnya. Padahal itu alamat rumah Fatih. Karena Amira takut, jika bilang acaranya di rumah Fatih Shofi gak mau datang.
Shofi terkejut karena bingung dia harus memakai apa. Karena baru kali ini Shofi di undang makan malam.
Entah baju mana yang harus Shofi pakai, apa harus formal atau santai saja.
Sebenar nya Shofi enggan datang, karena pasti di sana juga ada Fatih. Tapi, Shofi juga gak enak dengan permintaan Amira. Ini keberhasilan Amira, karena tak mau mengecewakan Amira Shofi memutuskan datang saja. Toh, itu rumah Amira, Shofi yakin Fatih tak akan macam-macam dengannya. Apalagi di sana ada juga Bunga dan tentu kedua orang tua Amira.
Shofi langsung menelepon sang kakak yang sedang menjalankan misi. Guna meminta izin ke luar, karena memang Shofi di larang keluar jika tidak dengan dirinya.
__ADS_1
"Boleh, tapi jangan pulang malam."
Hanya itu terakhir yang Davit ucapkan, Davit memang tak membiarkan Shofi pulang larut. Sesudah acara Shofi harus segera pulang dan tentu dengan penjagaan ketat.
Sesudah meminta Izin Shofi segera bersiap karena takut telat. Apalagi lokasinya sepertinya sedikit jauh.
Seperti biasa Shofi tidak akan melepas kaca mata bulatnya. Walau Shofi berpenampilan culun, tapi baju yang Shofi kenakan terlihat anggun. Apalagi baju itu barang branded.
Sesudah merasa cukup rapih dan sopan Shofi bergegas turun kelantai bawah. Di lihatlah sang bodyguard yang selalu berpakaian layaknya supir pribadi sudah siap dari tadi menunggu Shofi.
"Terimakasih pak,"
Ucap Shofi tulus sambil tersenyum pada supirnya yang sudah membukakan pintu.
Udara petang begitu tenang dengan warna langit jingga yang mulai tenggelam di ufuk barat. Suasana jalan nampak ramai dengan Kilauan cahaya kendaraan saling bertabrakan.
Sang supir hanya diam sambil mengikuti arah Google Map menunjukan arah. Di suruh ke kanan maka belok ke kanan. Di suruh ke kiri maka belok ke kiri. Hingga Shofi masuk ke kawasan elit.
Kemungkinan sebentar lagi Shofi datang. Sedangkan keluarga Al-biru sudah kumpul begitupun dengan Bunga, Raja, Rangga dan Moreo sudah pada datang. Mereka tinggal menunggu Shofi yang datang.
"Nak, apa teman kamu masih lama?"
Tanya Queen lembut karena Farhan tak sabar untuk segera menyantap makanan yang sudah tertata rapi di atas meja putar.
"Katanya sebentar lagi sampai tan, ini Rara mau ke luar untuk menjemput nya di gerbang depan Katanya takut salah rumah!"
"Ok, sana!"
"Woy, si cupu juga datang?"
Tanya Moreo pada Fatih yang sedang sibuk main game.
"Hm,"
Fatih hanya berdehem saja membuat Moreo mengerucutkan bibirnya.
"Eh, ngomong-ngomong adek loe mana. Kok belum kelihatan?"
Celetuk Rangga membuat Fatih seketika langsung menghentikan main game nya.
"Kenapa, nanya-nanya adik gue!"
"Loe sewot amat, gue cuma nanya!"
Kesal Rangga, karena dia tak boleh mendekati Aurora. Fatih memang melarang sahabatnya mendekati adiknya.
"Awas saja kalau loe macam-macam. Gue tahu maksud loe!"
__ADS_1
Glek ..
Rangga hanya menelan ludahnya kasar, belum juga pdkt sudah di larang keras oleh kakak nya.
Rangga hanya gemas saja pada Aurora, gadis itu begitu tomboy.
"Ngapain juga loe suka anak kecil!"
Ledek Moreo membuat Rangga semakin terpojok saja.
"Sialan loe!"
Kesal Rangga menjitak kening Moreo, hingga mereka saling beradu mulut.
Farhan dan Jek hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah anak-anak muda itu yang sedang membahas Aurora.
Sedang Aurora sendiri yang di omongin santai mendengarkan musik. Aurora tak suka acara kumpul-kumpul begitu. Tapi, Aurora akan keluar jika sang bunda sudah menyuruhnya.
"Lama banget!"
Ucap Amira ketika melihat Shofi turun dari mobil.
"Maaf, tadi aku menikmati pemandangan dulu!"
Amira melotot mendengar jawaban santai Shofi. Jika saja om Farhan dengar pasti sudah ngamuk. Karena sendari tadi om Farhan sudah sangat kelaparan.
"Kau ini, kirain ke jebak macet!"
"Pak, mobilnya masuk kedalam saja ya, ayo masuk!"
Amira menarik lengan Shofi masuk, seketika Shofi terperangah melihat bangunan di depannya yang begitu megah bak istana. Shofi tak menyangka kalau Amira sekaya ini. Pasti rumah ini sangat mahal harganya jika di jual.
"Ayo masuk, kenapa bengong!"
Ucap Amira membuat Shofi tersenyum kikuk. Amira membawa masuk Shofi yang sedikit terkejut dengan banyaknya orang. Amira memperkenalkan satu persatu orang tua hingga Shofi jadi tahu mana kedua orang tua Amira.
Dan, Shofi sedikit terkejut ketika Amira memperkenalkan Farhan sebagai papa Fatih. Wajah itu seperti tak asing bagi Shofi tapi Shofi tak mengingatnya. Apakah mereka pernah bertemu atau tidak.
Jika di sini ada papa Fatih berarti ibunya juga Ada. Dan, otomatis jika kedua orang tua Fatih juga ada berarti adik Fatih juga ada.
Oh my good ...
Kini Shofi kepanikan baru menyadari sesuatu. Sebelum urusannya panjang Shofi harus segera kabur sebelum semuanya terlambat dan ...
"Kakak Cantik!"
Deg ...
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...