Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 77 Kejadian tak terduga


__ADS_3

"Oh, sittt!"


Umpat Amira ketika melihat ponsel Shofi ketinggalan.


Dengan cepat Amira menyambarnya, semoga Shofi belum jauh.


"Sayang kenapa?"


Tanya Jek melihat putrinya terburu-buru menuruni anak tangga.


"Yah, Shofi keluar meninggalkan ponselnya!"


"Apa! bersama siapa?"


Amira diam karena tak tahu sama siapa Shofi pergi. Soalnya Shofi tak menelepon bodyguard sang ayah.


"Berikan ponsel nya, kamu kembali ke kamar!"


Amira dengan bingung memberikan ponsel Shofi pada sang ayah. Apa yang terjadi, kenapa sang ayah bisa se panik itu. Amira yakin, ada sesuatu yang di sembunyikan.


"Mau kemana dia?"


Gumam Fatih ketika melihat Shofi berlari masuk ke dalam Taxi. Fatih langsung mengikuti taxi yang Shofi tumpangi.


Tadinya Fatih ingin mengajak Shofi jalan, tapi melihat Shofi keluar terburu-buru membuat Fatih mengikutinya.


Namun, Fatih merasakan ada hal yang tidak beres. Ketika ada beberapa mobil hitam mengintai juga dari arah belakang.


Fatih menambah kecepatan lajunya ketika di depan jalan sana sedikit ramai dan lampu merah.


Tok ... tok ...


"Keluar!"


Shofi terkejut ketika mendapati Fatih mengetuk pintu mobil taxi. Shofi langsung menurunkan kaca mobilnya.


"Cepat keluar!"


"Aku tak mau,"


"Philo jangan sampai gue menyeret loe!"


Bentak Fatih membuat Shofi terkejut. Tak biasanya Fatih membentak dirinya. Shofi terpaksa keluar ketika sang supir taxi menyarankan keluar agar tak membuat keributan di jalan.


Fatih langsung memakaikan helm pada Shofi dengan mata waspada.


Dengan cepat Fatih bersiap melajukan motornya di saat lampu sudah hijau.


Shofi dengan refleks memeluk pinggang Fatih ketika Fatih membawa motornya kencang.


"Kamu kenapa sih, kenapa bawanya kencang-kencang!"


Teriak Shofi benar-benar terkejut belum siap dalam situasi seperti ini.


"Apa loe be*o hah, dari arah belakang tiga mobil mengikuti loe!"


Bentak Fatih kesal kenapa Shofi tak menyadari itu.


Deg ...


Shofi terkejut mendengar bentakan Fatih, Shofi langsung melihat ke belakang. Alangkah terkejutnya Shofi melihat tiga mobil hitam mengikuti dirinya. Kenapa Shofi tak menyadari itu, sungguh Shofi merutuki kebodohannya sendiri.


Fatih menekan tombol jam tangannya entah apa kegunaan jam tangan itu. Yang pasti itu akan membantu Fatih.


Fatih berusaha tenang memacu kuda besinya jangan sampai terjadi sesuatu.


Fatih memang sudah lama menyadari kalau Shofi sedang di ikuti terus. Ketika Fatih mengajak Shofi pergi ke danau. Fatih pikir orang-orang itu sedang mengincar dirinya. Namun, ketika Fatih keluar sendiri dia tak merasakan hal aneh namun jika bersama Shofi pasti orang-orang itu ada.


"Oh sittt,"


Umpat seseorang mengerem mobilnya ketika jalan di halangi oleh pembatas besi, sedang Fatih bisa lolos karena menggunakan celah yang cukup motor doang.


"Target ke arah timur!"


Ucap seseorang itu memberi tahu pada temannya. Tak lama dia membuat mobilnya mencari jalan lain.

__ADS_1


Fatih tersenyum seringai, ternyata kerja anak buahnya berhasil. Seolah-olah jalan yang Fatih gunakan di tutup untuk mobil.


Namun, Fatih tak mudah lolos dari kejaran, masih ada lagi yang mengikutinya dari arah samping kiri.


Siapa sebenarnya loe, Philo. Kenapa dirimu di incar!


Batin Fatih bingung, terlalu misterius untuk Fatih semakin dalam menyelam ke dalam kehidupan Shofi.


"Sial!"


Umpat seseorang lagi ketika ia harus terjebak macet. Sedang Fatih lolos dari kemacetan.


Tak lama seseorang itu juga memberi tahu pada temannya kemana motor itu pergi.


"Target ke arah selatan, sepertinya ini sebuah jebakan!"


Ucap seseorang itu memberi tahu temanya yang lain.


Merasa aman Fatih mengurangi kecepatan motornya.


"Sebenarnya loe mau kemana?"


Tanya Fatih ketika sudah merasa aman dari kejaran.


"Ke Rumah kamu!"


"What! kangen ya!"


"Isstt, kau ini pede sekali. Aku ingin bertemu om Farhan!"


"Bilang saja loe mau ketemu gue!"


"Bukan!"


"Ngaku saja!"


"Gak!"


"Ngaku!"


Pekik Shofi ketika ada sebuah mobil hitam dari arah berlawanan ingin menabraknya.


Fatih terkejut dengan kejadian barusan hingga refleks Fatih berbelok hingga menabrak pembatas jalan. Untung Fatih masih bisa mengerem membuat depan motor Fatih hanya lecet sedikit.


Dengan cepat Fatih langsung menghidupkan kembali motornya ketika ada satu mobil lagi yang ingin menabrak kearah dirinya.


Untung saja Fatih sudah ahli dengan mudah dia memperlihatkan skill nya memutar motor hingga motornya tak tertabrak.


"Kejar mereka, jangan sampai lolos!"


Teriak seseorang berbadan kekar kembali mengejar Fatih. Hingga aksi kejar mengejar pun terjadi.


Entah ini keberuntungan atau apa, jalanan Jakarta begitu macet membuat Fatih terpaksa turun meninggalkan motornya. Dan, menarik Shofi untuk berlari melintasi kemacetan.


Tak tinggal diam, orang-orang yang berada di mobil pun keluar. Mereka mengejar Fatih dan Shofi yang masih menggunakan helm.


Jika tadi mereka terjebak aksi mengejar dengan kendaraan sekarang mereka kejar mengejar dengan berlari.


"Mau kemana kalian hah,"


Bentak seseorang yang tak Shofi kenal. Shofi dan Fatih sudah terkurung oleh orang-orang berbadan besar.


Namun, Fatih menyeringai sambil membuka helm.


Bugh ...


Fatih membanting helm yang dia pakai lalu menarik kembali tangan Shofi.


"Siapa kalian, jangan halangi kami!"


Bentak seseorang itu ketika jalannya di hadang oleh Rangga, Raja dan Moreo begitu dengan anak-anak lain.


"Kalian sudah mengusik teman kami!"


"Sitt, habisi anak-anak ingusan itu!"

__ADS_1


Perintah seseorang menyerang anak-anak Black Ghost.


Walaupun mereka masih remaja namun jangan di ragukan lagi kemampuan. Segitu cukup untuk mengimbangi lawan yang sudah profesional.


Orang-orang pembunuh bayar di bagi menjadi dua.


Sebagian mengejar Fatih dan Shofi sebagian lagi terlibat perkelahian.


Pepatah mengatakan, sehebat-hebatnya penggiat jika dia tak cerdik maka tetap akan kalah dengan lawan.


Ya, anak-anak Black Ghost membentuk formasi menyerang secara bertubi-tubi hingga membuat para pembunuh bayaran terpental mundur.


"Tidak bisa di remehkan, selesaikan sekarang!"


Bentak salah satu pembunuh bayaran sambil mengeluarkan pisau lipat.


Anak-anak black ghost harus hati-hati karena lawannya membawa senjata.


"Kemana kalian hah,"


"Sitt,"


Fatih mengupat karena dia malah masuk ke jalan buntu. Fatih dan Shofi tak bisa lari lagi. Sepertinya mereka harus melawan lima orang yang mengejarnya.


"Tetap di belakang gue!"


Perintah Fatih langsung menarik Shofi kebelakang punggungnya.


"Habisi bocah itu!"


Fatih membuat kuda-kuda, karena Fatih yakin. Orang-orang ini bukan orang sembarangan. Terbukti dari auranya yang begitu kelam.


Hingga perkelahian pun terjadi di mana Shofi di serang oleh dua orang dan Fatih sendiri menghadapi tiga orang berbadan kekar.


Sulit bagi Fatih mengalahkan orang dewasa ini. Apalagi kekuatan Fatih tidak seimbang begitupun dengan Shofi.


Bugh ...


Shofi terpental ke belakang cukup jauh, bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Fatih yang melihat Shofi terpental menjadi tak fokus.


Bugh ...


Kini giliran Fatih yang tersungkur akibat tak fokus melihat keadaan Shofi.


"Philo loe gak apa?"


Ucap Fatih cemas menghampiri Shofi, padahal keadaan Fatih juga tak memungkinkan untuk bangkit.


"Loe pergi, biar gue yang tangani!"


"Tidak, bagaimana mungkin aku pergi membiarkan mu terluka sendiri!"


"Pergi, loe target mereka. Biar gue yang menghadang!"


"Tidak!"


"Pergi,"


Bugh ...


Fatih berusaha menahan serangan lawan dengan sisa tenaganya. Mata Shofi sudah berkaca-kaca melihat keadaan Fatih namun dia juga bisa apa.


"Berhenti, atau kepala bocah ini meledak!"


Shofi menghentikan langkahnya melihat Fatih sudah terkapar tak berdaya. Sungguh, Shofi berada di situasi yang sangat sulit.


"Pergi!!"


Uhuk ...


Fatih mengeluarkan darah akibat tendangan keras para pembunuh bayaran. Shofi membulatkan kedua matanya ketika melihat pistol itu di tarik pelatuknya.


"Stop!!"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2