
"Kau!"
Pekik Shofi terkejut ketika Fatih tiba-tiba mengambil mangkuk baksonya. Lalu dengan santainya Fatih memakan Bakso milik Shofi.
"Loe, lupa! loe akan menuruti semua perintah gue kalau gue mau ikut olimpiade!"
"Loe juga lupa! perjanjian itu berlaku ketika olimpiade selesai!"
Ketus Shofi mengambil kembali mangkuk yang tadi sempat Fatih rebut. Tapi, Fatih malah menahannya. Hingga terjadilah rebut merebut. Amira dan Bunga hanya bisa melongo melihat pertikaian kecil itu. Begitupun ketiga teman Fatih. Bahkan Shofi dan Fatih yang ribut tapi kepala mereka yang sakit.
Fatih tersenyum seringai menatap Shofi yang menatapnya sengit.
Burrrr ...
"Oh my good!!"
Pekik Shofi melotot ketika Fatih melepas pegangannya membuat isi kuah bakso tersebut menyiram baju Shofi. Fatih langsung tertawa terbahak-bahak melihatnya membuat Shofi menggeram kesal.
Burrr ....
Fatih menghentikan tawanya ketika Shofi menyiram wajah Fatih dengan jus dirinya. Fatih mengusap wajah tampannya dengan perlahan lalu menatap tajam pada Shofi.
Hingga mereka berdua jadi saling tatap tajam satu sama lain.
"Apa! impas bukan!"
Ketus Shofi langsung pergi, Fatih tak akan pernah membiarkan Shofi lolos begitu saja.
"Hey, mau kemana kau,"
Teriak Fatih kesal, Shofi yang merasa dirinya di kejar langsung berlari menghindar bahkan ada beberapa anak yang di tubruk Shofi dan Fatih.
Shofi terus berlari menghindar dari Fatih, entah harus kemana Shofi berlari. Tanpa sadar Shofi berlari ke arah tangga yang menuju atap gedung sekolah.
Sial ..
Geram Shofi ketika dia salah jalan, sedangkan Fatih sudah ada di belakangnya dengan air yang Fatih pegang.
"Mau kemana loe, loe tidak akan bisa lari dari gue!"
Fatih tersenyum seringai berjalan mendekati Shofi yang sudah terpojok. Shofi berusaha mencari celah agar bisa menghindari dari air yang ada di tangan Fatih. Dan, sialnya Shofi benar-benar terpojok.
Di atap gedung sekolah Shofi hanya bisa terus berlari menghindari dari Fatih hingga Shofi terdiam karena sudah tak bisa lagi menghindar.
Fatih semakin mendekat dengan Shofi yang semakin mundur hingga punggung Shofi mentok di tembok.
"Fatih jangan ya, aku minta maaf!"
"Habisnya salah siapa, kamu yang mulai duluan!"
"Lihat baju aku kotor juga gara-gara kamu!"
Cerocos Shofi sambil memajukan tangannya agar Fatih tak mendekat. Namun, Shofi tak bisa mengelak lagi karena Fatih sudah ada di depannya.
Shofi memejamkan kedua matanya pasrah saja jika bajunya harus basah. Karena tangan Fatih sudah di angkat siap menumpahkan air yang ada di dalam botol.
__ADS_1
Fatih menatap Shofi yang sedang memejamkan kedua matanya takut. Kini, Fatih bisa melihat jelas wajah Shofi dari dekat.
Bulu mata lentik dengan hidung mancung, dan bibir merah alami bak ceri baru matang.
Apa Fatih sudah pergi ..
Shofi yang tidak merasakan apa-apa perlahan membuka kedua matanya.
Deg ...
Shofi terkejut ketika mendapati wajah Fatih tepat di depan wajahnya. Bahkan wajah mereka sangat dekat.
Hingga kedua pasang mata itu saling bertemu satu sama lain. Sesaat mereka tenggelam ke dalam bola mata masing-masing.
Bola mata Shofi yang ke biru-biru an membuat Fatih seakan tenggelam kedalam lautan samudra.
Sedang bola mata Fatih begitu hitam ke cokelat-cokelat an membuat Shofi seakan tertarik masuk kedalam nya. Membuat jantung ke duanya seakan berhenti berdetak.
Perlahan tangan Fatih terulur mengambil kaca mata bulat yang Shofi kenakan. Hingga terlihat jelas mata indah Shofi yang begitu cantik hingga membuat Fatih semakin tenggelam kedalamnya. Apalagi mata itu di hiasi bulu mata lentik yang sangat mempesona.
Fatih semakin tenggelam dalam kesadarannya ketika bulu mata itu perlahan mengedip-ngedip gemas. Karena terpaan angin yang begitu kencang membuat Shofi tak bisa jika tak mengedip.
Cantik!
Tanpa sadar Fatih mengucapkan itu, namun hanya di dalam hati.
Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata menatap mereka marah.
Siapa lagi kalau bukan Amelia yang tadi diam-diam menyusul Fatih bersama ketiga sahabatnya. Karena Amelia ingin melihat apa yang akan di lakukan Fatih. Namun, apa yang Amelia lihat bukan kepuasan tapi malah kebakaran. Panas karena api cemburu melihat Fatih.
"Fatih!"
Lilir Shofi karena merasa tak nyaman dengan posisi seperti itu. Jantung Shofi tak baik-baik saja. rasanya jantung itu akan meledak jika Fatih terus menatapnya. Karena tak mau mempunyai penyakit jantung Shofi mendorong Fatih namun bukannya terdorong tangan Shofi malah di cekal oleh Fatih.
"Lepas!"
Berontak Shofi membuat Fatih kesal karena Shofi sudah menggangu fantasinya.
Lagi-lagi Amelia semakin kepanasan melihat Fatih seakan terlihat sedang memaksa Shofi.
"Ini tidak bisa di biarkan!"
Kesal Amelia benar-benar kepanasan sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Apa yang sedang kalian lakukan!!!"
Teriak Amelia membuat Fatih dan Shofi langsung menoleh. Shofi yang melihat Fatih tak fokus menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
Awwss ...
Jerit Fatih ketika Shofi menginjak kakinya membuat Fatih refleks langsung mundur.
Shofi berlari kencang sekencang mungkin kabur dari Fatih yang sedang mengumpatnya.
"Cupu beraninya kau!"
__ADS_1
Teriak Fatih mengejar Shofi namun langkahnya langsung di hadang oleh Amelia.
"Minggir!"
Bentak Fatih menatap tajam pada Amelia.
"Apa yang loe lakukan, loe mencium si cupu?
"Itu bukan urusan loe!"
Sentak Fatih menyenggol tubuh Amelia hingga Amelia langsung tergeser dan memberi ruang bagi Fatih.
"Fatih!!"
Teriak Amelia frustasi, kenapa Fatih selalu menolaknya. Dan semua ini gara-gara si cupu itu. Apa Fatih gak salah, menyukai gadis cupu itu. Apa sekarang selera Fatih sudah berubah.
"Awas kau cupu, gue gak akan biarkan siapapun merebut Fatih dari gue!"
Geram Amelia mengepalkan kedua tangannya.
Amelia kembali mengejar Fatih, karena Amelia yakin Fatih sedang mengejar Shofi.
Jadi main kejar-kejaran!
Sedangkan yang di kejar sedang bersembunyi karena Shofi yakin, Fatih masih mengejarnya.
Dan benar saja, Fatih masih mengejar Shofi, entah kemana perginya Shofi. Gadis itu cepat banget hilangnya.
"Dimana si cupu?"
Tanya Fatih pada Amira karena Fatih yakin Amira pasti tahu kemana larinya Shofi.
"Bukankah tadi kamu yang mengejarnya. Dari tadi aku juga sedang mencari kalian. Di mana Shofi?"
Ketus Amira, kini Amira yang balik bertanya membuat Fatih mendengus kesal.
Fatih kembali mencari Shofi, gadis cupu itu sudah berani menginjak kakinya. Bahkan Fatih masih merasa ngilu. Entah kekuatan apa yang Shofi miliki, kuat sekali menginjaknya.
Fiuhhh ...
Shofi menghela nafas lega ketika Fatih tak menemukannya. Shofi keluar dari tempat persembunyiannya sambil mengelus dada.
"Thank, suda membantu ku!"
Gumam Shofi masih ngos-ngosan karena dari tadi lari mulu.
"Santai saja, Fatih sudah pergi!"
Balas Amira sambil tersenyum. Entah berapa lama Shofi akan menjadi babu Fatih, belum apa-apa saja Shofi sudah seperti ini. Amira jadi merasa bersalah.
Tapi, walaupun Shofi tidak jadi babu pun Fatih pasti akan tetap mengerjai Shofi sampai Shofi tunduk padanya.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1