Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 110 Perubahan Angel


__ADS_3

Raja tersenyum melihat istrinya yang tertidur. Masih terbayang di ingatan Raja apa yang di lakukan istrinya terhadap dirinya.


Niat menggoda malah Bunga sendiri yang di buat kewalahan akan ulah Raja.


Padahal Bunga merengek sambil menangis meminta berhenti tapi Raja tak mendengarkannya. Malah terus menggempur hingga Bunga kelelahan dan tertidur.


Jika sepasang suami istri itu menghabiskan siang panjangnya di ranjang. Berbeda dengan Shofi dan Amira yang sedang berlatih menembak.


Di rumah Shofi memang ada ruang khusus menembak tempat Davit dulu.


Amira begitu menikmati latihannya. Bahkan Amira terlihat sangat semangat sekali membidik targetnya. Walau berkali-kali gagal Amira tetap melakukannya lagi dan lagi hingga ia berhasil.


Sedang Shofi duduk di salah satu kursi yang ada di ruang sana sambil memerhatikan Amira berlatih.


"Harusnya kamu memberi tahu aku dari lama, mungkin aku setiap hari akan menginap di sini!"


Ucap Amira menghampiri Shofi, terlihat Amira kelelahan.


"Mana berani aku, kak Davit tak akan mengizinkan!"


"Oh iya, kakak mu itu sangat dingin sekali, tapi dia tampan!"


"Kau ini, yang tampan tahu saja!"


He ... he ...


Dua gadis itu terkekeh dengan obrolan mereka sendiri.


Mereka kembali mengobrol sambil memakan cemilan yang sudah Shofi siapkan.


Hingga obrolan mereka terhenti ketika ada salah satu bodyguard yang masuk.


"Maaf, nona ada telepon dari tuan!"


Shofi mengambil ponsel milik bodyguard itu. Padahal Shofi sengaja mematikan ponselnya agar sang kakak tak menelepon terus. Tapi nyatanya, Shofi lupa kalau masih ada bodyguard.


"Iya kak!"


"Ya ampun dek, kamu kemana saja. Puluhan kali kakak telepon. Ponsel kenapa gak aktif, ada apa! apa terjadi sesuatu!"


Shofi menghela nafas berat mendengar rentetan ocehan sang kakak. Belum genap satu hari ia mematikan ponsel tapi sang kakak seheboh itu.


"Kakak ku tersayang, adik mu ini baik-baik saja!"


"Tapi, kenapa ponselnya di matikan!"


"Aku sedang latihan menembak!"


"What! Sho--"


Tut ... Tut ...


"Hallo ... Shofi ... Shofi ...,"


"Sitt!"


Davit mengupat karena sang adik malah mematikan teleponnya. Padahal Davit sudah sangat khawatir akan keadaan Shofi tapi Shofi malah mematikan ponselnya. Dan, apa! latihan menembak.


Shofi benar-benar membuat Davit khawatir, pasalnya memang Davit tak mengizinkan Shofi latihan jika bukan ia sendiri yang mengajarinya.


"Ada apa sih, kenapa marah-marah!"


Ucap Angel menghampiri sang suami dengan segelas jus di tangannya.


"Sayang, kamu tahukan aku khawatir akan Shofi, tapi anak itu malah sengaja mematikan ponselnya karena sedang latihan menembak!"


"Biarkan saja, kenapa se cemas itu. Bahkan adikku sudah besar sekarang!"

__ADS_1


Ketus Angel sedikit cemburu, pasalnya Davit segitunya mengkhawatirkan Shofi.


"Kok marah, aku cuma khawatir sayang. Dia adikku satu-satunya!"


"Tapi, caranya berlebihan. Membuatku cemburu!"


Kesal Angel kenapa suaminya gak peka sama sekali.


"Ya Tuhan, sayang, kau ini ada-ada saja. Masa cemburu pada adik sendiri!"


Kekeh Davit merasa sangat lucu akan kelakuan istrinya. Pasalnya selama ini Angel tak pernah marah sedikit pun apapun yang dirinya lakukan pada Shofi.


"Hiks .. kau jahat, aku membencimu!"


Deg ...


Davit terkejut akan ucapan sang istri yang benar-benar marah padanya. Bahkan sampai menangis, membuat Davit benar-benar bingung.


Tak biasanya Angel bersikap kekanakan seperti itu, tapi kenapa sekarang bilang begitu.


Davit mengejar sang istri yang pergi begitu saja.


"Sayang, kamu beneran marah. Buka pintunya!"


Dengan konyolnya Davit malah bertanya, padahal dia jelas tahu kalau Angel marah. Bahkan sampai mengunci pintu kamarnya.


Davit benar-benar tidak peka sama sekali. Wajar kalau Angel marah jika Davit terlalu berlebihan mengkhawatirkan Shofi. Karena bagaimana pun Shofi bukan adik kandung Davit.


Davit mengambil kunci cadangan kamarnya, berhasil.


Deg ...


Davit lagi-lagi di buat terkejut melihat istrinya membereskan baju-baju ke dalam koper. Dan, yang lebih terkejut lagi Angel benar-benar menangis. Davit pikir Angel hanya bercanda seperti biasanya.


"Sayang, kau ini apa-apa sih. Kenapa beresin baju-baju!"


"Hey, kau ini kenapa. Aku cuma khawatir gak lebih!"


"Kau tak menyayangi ku lagi, perhatian mu hanya Shofi dan Shofi!"


Grep ...


Davit mencengkal lengan Angel kuat dengan mata memerah menatap tajam sang istri. Tak biasanya Angel bersikap seperti ini, kenapa Angel seolah membenci Shofi.


Padahal, bukankah mereka sudah delapan tahun bersama. Kenapa Angel berubah dalam sekejap. Padahal Angel yang lebih tahu bagaimana dirinya.


"Lepas kau menyakitiku!"


"Katakan siapa dirimu!"


"Kau jahat, aku benci you!"


Bentak Angel menghempaskan tangannya kasar. Bahkan Angel menyerang Davit dengan brutal.


Hingga suami istri itu terlibat perkelahian membuat kamar mereka berantakan.


Davit benar-benar di buat bingung akan apa yang terjadi pada Angel, kenapa semarah itu.


Davit terus menghindar dari serangan sang istri dan tak mau melawannya. Karena Davit tahu, sang istri sedang di kuasai amarah.


Bruk ...


Davit terpelanting ke dinding ketika Angel menendang perutnya. Angel kembali akan menyerang.


Akhhh ...


Angel menggeram kesakitan sambil memegang perutnya. Membuat Davit terkejut dengan apa yang Angel rasakan.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?"


Davit mendekat panik melihat sang istri kesakitan seperti itu.


Bruk ...


Dengan sigap Davit memeluk sang istri yang malah pingsan. Dengan cemas Davit menggendong sang istri ke luar sambil berteriak.


"Siapkan mobil!"


"Lucky ... Siapkan mobil!"


Lucky langsung berlari menyiapkan mobil ketika melihat lord nya menggendong istrinya.


Jantung Davit berdetak sangat kencang merasa seperti ada sesuatu yang basah di tangannya.


"Lucky cepat sialan. Istri ku berdarah!"


Bentak Davit terkejut bahkan jantungnya seakan mau copot saja. Melihat darah di tangannya.


Davit tak mengerti kenapa sang istri bisa pendarahan seperti ini. Ini bukan darah palang merah, Davit tahu itu. Tapi, ini darah yang berbeda. Davit benar-benar cemas, sebenarnya apa yang terjadi pada istrinya kenapa bisa seperti ini.


Melihat siapa yang datang, dokter dan suster langsung mendekat.


Siapa yang tidak tahu Davit, semua orang tahu itu.


"Dok selamatkan istri ku!"


Teriak Davit benar-benar frustasi tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Angel tiba-tiba mengalami pendarahan.


Lucky hanya bisa diam karena tak tahu juga apa yang terjadi. Kenapa bisa istri lord nya bisa pendarahan seperti itu.


Davit terus mondar mandir sambil melirik pintu UGD. Berharap pintu itu segera terbuka.


Kejadian ini begitu cepat membuat Davit tak mengerti dengan apa yang terjadi. Apa Angel mempunyai penyakit yang Davit tidak tahu atau bagaimana.


Cklek ...


Davit menghentikan langkahnya ketika mendengar pintu di buka.


"Dok, katakan apa yang terjadi pada istri ku. Kenapa dia seperti itu. Apa ada penyakit yang berbahaya!"


Rentetan pertanyaan Davit kontrakan membuat sang dokter terdiam sambil menghela nafas berat. Sepertinya memang Davit tak tahu apa-apa tentang istrinya.


"Lord, tenang. Biarkan dokter menjelaskan!"


Ucap Lucky berusaha menenangkan sang lord agar tak menghajar dokter.


"Katakan!"


"Istri lord mengalami pendarahan, tapi, Untung saja lord membawa nya dengan cepat. Sehingga baby yang ada di dalam perutnya bisa selamat!"


"Pendarahan, baby! maksudnya apa!"


Bentak Davit belum mengerti dengan apa yang di katakan dokter. Lucky kembali menenangkan sang lord agar bisa lebih tenang jangan sampai membuat dokter semakin ketakutan.


"Baby!"


"Iya, istri lord sedang hamil delapan Minggu. Lord tak usah khawatir, baby kuat dan istri lord juga baik-baik saja!"


Kata baik-baik versi dokter, ketika seorang pasien tak mengalami hal serius. Berbeda dengan Davit yang sudah sangat sesak nafas saja mendengarnya.


"Kau bilang istriku baik-baik, tapi dia disini. Dasar bodoh!"


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1


__ADS_2