
Shofi menatap malas kedatangan Fatih yang menatap dirinya tajam.
"Sudah gue katakan, jangan usik milik gue. Yang boleh membentaknya hanya gue!"
Ucap Fatih dingin menatap tajam pada Amelia.
Amelia mengepalkan kedua tangannya, dia benar-benar sudah di permalukan di hadapan semua orang. Niat Amelia akan mempermalukan Shofi tapi nyatanya dia yang malu. Dengan kesal Amelia pergi dari kantin di ikuti ketiga temannya.
"Dan loe!"
Tunjuk Fatih pada Shofi sambil berjalan mendekat membuat Shofi perlahan mundur.
"Gue sudah bilang, loe milik gue, jadi loe harus turutin apapun perintah gue, ngerti!"
"Lepas, aku gak mau. Kamu bukan kakak aku,"
Berontak Shofi ketika Fatih menarik tangannya. Shofi bukan milik siapa-siapa dia milik dirinya sendiri.
"Duduk!"
"Gak mau!"
"Duduk!"
"Gak mau!"
Fatih dan Shofi terus berdebat membuat Amira hanya melongo saja. Amira hanya masih tak percaya bahwa yang dia lihat adalah Shofi, sahabatnya yang culun selalu menunduk gemetar.
Tapi, lihatlah. Sekarang Shofi berani menatap lawan bicaranya dengan tatapan tajam.
"Cupu jangan buat gue marah!"
"Purba jangan buat aku kesel!"
Teriak balik Shofi menatap tajam Fatih, hingga mereka saling menatap tajam. Membuat Rangga, Raja dan Moreo tercengang melihat perdebatan dua manusia itu. Tepatnya mereka bertiga tidak menyangka Shofi seberani itu.
"Loe itu budak gue!"
"Gue bukan budak loe!"
Kesel Shofi jadi menyebut dirinya gue, bukan aku lagi.
"Baiklah, kalau loe gak mau turutin apa yang gue mau, jangan salahkan gue ...,"
"Loe mau apa!"
Potong Shofi mundur ketika Fatih mencondongkan wajahnya. Bukan menjawab Fatih malah terus mendekat membuat Shofi menjadi ketakutan.
"Ok, ok gue akan turuti apapun kemauan loe, dengan satu syarat!"
"Loe berani mengajukan Syarat!"
Geram Fatih tak percaya, Shofi berani melawan dirinya.
"Ok, katakan!"
__ADS_1
Shofi tersenyum tipis ketika Fatih menyetujuinya. Untung saja ide itu segera muncul di otak cerdasnya.
Ini demi Amira,
Batin Shofi melirik Amira dan Bunga yang jauh di meja sana.
Mungkin ini cara Shofi membalas kebaikan Amira yang sudah melindunginya awal-awal dia masuk. Biarlah Shofi sementara jadi budak Fatih, toh itu juga tak akan lama.
"Gue mau jadi budak loe, asal loe ikut olimpiade bersama Amira!"
"What!"
Pekik Fatih terkejut dengan syarat Shofi. Itu syarat yang paling Fatih benci.
Begitupun Amira langsung melotot tak percaya dengan apa yang Shofi katakan.
"Loe, bisa menyuruh gue apa saja jika loe sudah mengikuti olimpiade bersama Amira. Kalau tidak, jangan harap gua mau loe suruh!"
Tegas Shofi langsung beranjak pergi ketika Fatih masih bengong.
Shofi pergi meninggalkan kantin, yang tadi perutnya lapar jadi hilang selera makannya gara-gara ulet bulu dan manusia purba.
Amira dan Bunga langsung berlari menyusul Shofi yang keluar dari kantin.
"Shofi tunggu!"
Shofi menghentikan langkahnya ketika Amira memanggilnya. Shofi tidak tahu, apa kah Amira masih mau berteman dengan nya atau tidak. Perubahan sikapnya mungkin membuat Amira dan Bunga terkejut. Tapi, mau bagaimana lagi, Shofi tak bisa terus diam jika dia terus di rendahkan. Shofi bukan orang sesabar itu.
"Maaf!"
"Kalian boleh marah padaku, tapi, inilah Shofi yang sesungguhnya!"
"Aku tidak marah sama kamu, kami cuma cukup terkejut saja. Aku tahu, pasti ada alasan di balik kamu seperti ini!"
"Betul,"
Tambah Bunga membuat Shofi menghela nafas lega. Shofi pikir Amira dan Bunga akan marah padanya.
"Terimakasih kalian sudah mengerti!"
"Kamu boleh kok cerita sama kami, apa yang membuatmu seperti ini. Tapi, kami tak memaksa, kami cukup mengerti!"
"Tapi, aku butuh penjelasan, kenapa kamu mau menjadi budak Fatih dengan Syarat Fatih harus mau ikut olimpiade?"
"Jujur, sebagai balas Budi kebaikan kamu yang selalu melindungi aku ketika pertama kali aku masuk. Namun, aku tahu olimpiade ini harga diri kamu. Jadi apa salahnya aku membahagiakan kamu dengan cara ini!"
"Tapi, aku gak mungkin membuat kamu jadi pesuruh adik sepupu ku!"
Protes Amira, walau bagaimanapun Shofi temannya. Amira jadi merasa tak enak hati pada Shofi. Padahal dia baik bukan karena ketulusan namun cuma tak mau ada teman sekelasnya keluar lagi. Tapi, Shofi melakukan hal yang begitu besar padanya.
"Bener yang di katakan Amira, kamu harus pikirkan baik-baik."
"Kalian tenang saja, aku Shofi bisa mengatasi semuanya. Penampilan ku boleh culun namun harga diriku tidak!"
"Sombong!"
__ADS_1
Cibir Amira dan Bunga barengan, mereka bertiga berpelukan.
Setidaknya Shofi merasa lega karena masih mempunyai teman.
Shofi janji, tidak akan pernah melupakan dua teman baiknya. Dan, mungkin Jakarta tidak seburuk yang di pikirkan Shofi.
"Tunggu! tapi kenapa kamu sangat yakin sama Fatih untuk ikut olimpiade?"
Tanya Amira yang masih belum mengerti alasan apa yang membuat Shofi berani berkorban seperti ini.
"Aku hanya mempermudah rencana kamu!"
Ucap Shofi santai membuat Amira terkejut. Pasalnya memang Amira baru mau merencanakan nya. Meminta Fatih untuk ikut lomba bersamanya. Walau Amira yakin akan sedikit sulit membujuk Fatih. Namun, ternyata Shofi mempermudah jalannya walau Shofi harus bersedia jadi babu Fatih.
"Oh iya, tadi kenapa kamu telat. Gak biasanya?"
Tanya Bunga ingin tahu, karena tak biasanya Shofi telat.
"Aku bergadang menunggu kakak ku pulang. Namun, sampai sekarang kakak ku belum pulang juga, entah kemana perginya. Bahkan chat ku gak di balas!"
Shofi menjadi kesal mengingat itu. Membuat Shofi telat dan harus di hukum dengan Fatih juga. Sepertinya hari ini hari sial bagi Shofi.
Ah ... Shofi jadi tambah jengkel saja. Gak sang kakak gak Fatih selalu saja bisanya memerintah namun gak mau dengerin omongan orang.
Sedangkan Fatih masih saja bengong dengan permintaan Shofi yang terdengar lancang. Bagaimana mungkin Shofi menjadikan dirinya budak demi Fatih membantu Amira lomba olimpiade. Rasanya Fatih tak percaya itu.
"Woy, malah bengong!"
Teriak Rangga membuat Fatih tersadar dalam lamunannya.
"Gila! apa benar yang tadi itu si cupu!"
"Gue gak nyangka, berani juga dia!'
"Bahkan sampai membuat Fatih juga bengong!"
Ha .... Ha ...
Raja, Rangga dan Moreo tertawa mengingat bagaimana beraninya Shofi pada Fatih. Bahkan dari sekian murid baru kali ini ada yang berani melawan bahkan sampai menantang Fatih.
"Apa loe akan menyetujui syarat si cupu itu?"
Tanya Raja pada Fatih yang masih memikirkan semuanya.
"Kita lihat saja, sejauh mana gadis udik itu melawan!"
Ucap Fatih dingin tersenyum seringai, entah apa yang di rencanakan Fatih kali ini.
"Tapi, sepertinya si cupu itu suhu!"
seloroh Moreo, di angguki Rangga dan Raja. Sedang Fatih hanya mendengus saja.
"Mending loe ikut saja, gampangkan. Loe olimpiade dan si cupu jadi budak loe, simpel kan!"
Plak ...
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, Komen dan Vote Terimakasih ...