
Mata Shofi memerah karena semalaman bergadang. Hingga membuat Shofi sepertinya kesiangan masuk sekolah.
Bagaimana Shofi gak ke siangan dari semalam Shofi terus berpikir kode-kode yang pernah sang Daddy beri tahu. Namun, Shofi tak satupun kode yang Shofi ingat yang ada malah kepala Shofi semakin sakit. Bahkan mata Shofi sedikit membengkak.
Sedangkan Fatih terus melirik gerbang bak orang bodoh, namun tak ada tanda-tanda Shofi muncul.
Fatih berdecak langsung masuk ke dalam kelas. Rangga hanya menggelengkan kepala melihat tingkah aneh Fatih yang tak biasanya Fatih bersikap seperti itu.
Fatih semakin kesal karena Shofi belum juga masuk. Padahal ini sudah waktu pelajaran di mulai.
Fatih mengira Shofi tak masuk karena takut padanya. Fatih paling benci orang yang tak menepati janjinya.
Tidak hanya Fatih yang mencari Shofi, ternyata Amira dan Bunga juga heran kenapa Shofi gak masuk.
Padahal orang yang mereka tunggu-tunggu sedang di hukum di lapangan karena telat masuk.
Shofi di hukum pak Anwar berkeliling lapangan karena Shofi telat sudah dua puluh menit waktu mulai belajar. Padahal harinya Shofi pulang saja, dari pada di hukum.
Tapi, Shofi memaksakan masuk dan siap di hukum. Karena Shofi ingat, ini awal dia akan jadi babu Fatih. Shofi tak mau di tuduh tak menepati janji.
Karena Shofi sudah benci di katakan hal-hal buruk oleh Fatih. Shofi akan buktikan bahwa dia tak ingkar janji.
Tapi, apa yang Shofi lakukan malah menyiksa dirinya sendiri. Bahkan Shofi melewatkan sarapannya. Sudah tahu perutnya sensitif jika tak di masuki asupan apa-apa. Bahkan segelas susu pun yang sudah Davit siapkan Shofi tinggalkan.
Huh ...
Shofi terengah-engah dengan nafas memburu. Rasa lelah Shofi rasakan, bahkan Shofi duduk di bibir lapangan ketika Shofi sudah menyelesaikan hukuman larinya. Dengan kaki yang sengaja di buat selonjoran.
Shofi pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya yang panas karena kelelahan. Shofi membasuhnya ketika keringatnya sudah kering dan tak terlalu panas.
Merasa sudah fresh Shofi keluar, tujuan Shofi sekarang hanya kantin. Shofi sangat kelaparan apalagi sebentar lagi waktu istirahat. Dari pada mengikuti pelajaran yang hampir habis lebih baik Shofi ke kantin sambil menunggu kedua temannya.
Tak lupa Shofi memberi tahu pada Amira kalau dirinya ada di kantin tak masuk kelas ke satu karena di hukum.
Namun, sepertinya ini hari buruk Shofi karena ponsel Amira sedang di rampas Fatih.
Fatih memang meminjam ponsel Amira memastikan jika Shofi tak akan macam-macam padanya. Karena Fatih yakin Shofi akan memberi tahu Amira.
Awalnya Amira tak mau namun bukan Fatih namanya jika tak mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dan tepat ketika Fatih mengambilnya pesan dari Shofi masuk.
Fatih menyunggingkan sudut bibirnya ketika tahu ternyata Shofi masuk. Tapi apa yang membuat Shofi bisa telat masuk sampai di hukum. Kenapa Fatih peduli!
"Pak, izin ke toilet?"
Ucap Fatih tiba-tiba sambil mengacungkan tangannya. Amira menatap curiga pada Fatih. Amira yakin Fatih tak izin ke toilet. Dan benar saja, Amira membulatkan kedua matanya ketika melihat pesan Shofi yang sudah di baca Fatih.
Amira ingin mencegah Fatih namun, Fatih sudah keburu keluar ketika Fatih mengembalikan ponsel Amira.
__ADS_1
Kini Amira yang di buat bingung, Amira ingin mengetik pesan pada Shofi namun namanya malah di panggil di suruh mengerjakan soal di depan.
Sial!
Batin Amira kesal, di saat seperti ini Amira tak bisa membantu Shofi. Amira berharap pelajaran usai. Amira gak mau Fatih berbuat lebih pada Shofi.
Hingga lima belas kemudian jam istirahat datang membuat Amira bernafas lega. Amira tak membuang kesempatan, Amira langsung menarik Bunga keluar kelas bahkan sampai menabrak Amelia membuat Amelia menggeram kesal karena tubuhnya jatuh.
"Up sorry!"
Ucap Amira langsung meninggalkan Amelia begitu saja. Amelia tak akan membiarkan Amira pergi setelah apa yang Amira lakukan.
Deg ...
Amira mematung melihat apa yang Shofi lakukan. Dan, tentu itu ulah Fatih yang malah duduk enak memerintah Shofi sesuka hatinya.
Bagaimana Amira tidak terkejut jika Shofi di suruh menyiapkan beberapa mangkuk bakso di setiap meja yang ada di kantin. Tepatnya Fatih menyuruh Shofi menyiapkan lima mangkuk Bakso di taruh di setiap meja. Sedangkan di kantin luas itu ada seratus meja yang tersedia. Tinggal reader kalikan ya, berapa ratus mangkuk yang harus Shofi siapkan. Sedang ini baru 3/4 nya saja.
Dan tentu Fatih melarang siapa saja masuk ketika ada meja yang belum terisi. Fatih akan mengizinkan anak-anak masuk dan menyuruh makan bakso yang sudah tersedia.
Gila!
Ini gila!
Tepatnya Fatih sudah gila!
Tapi, Shofi tetap melakukannya padahal Shofi sudah merasa lelah dan tak kuat. Bahkan sudah berapa ratus kali perutnya berbunyi meminta di isi.
Amelia yang ingin marah pada Amira menghentikan amarahnya ketika melihat bagaimana Fatih menyiksa Shofi. Amelia senang itu dan menyukai itu.
"Mau apa!"
Cegah Fatih mencengkal tangan Amira yang akan menghampiri Shofi.
"Lepas, kau keterlaluan!"
Bentak Amira merasa bersalah melihat Shofi yang sialnya malah tersenyum tipis pada Amira.
"Jangan ikut campur! ini perjanjian yang si cupu buat sendiri!"
Tegas Fatih mencengkal lengan Amira yang terus memberontak.
"Shofi hentikan, apa kau sudah gila. Jangan turuti kemauan manusia purba ini!"
Shofi lagi-lagi tersenyum mendengar gerutuan Amira. Yang membuat Shofi senang ketika Amira memanggil Fatih manusia purba.
Sedangkan Bunga hanya bisa diam tak bisa berbuat apa-apa duduk di kursi biasa menatap mangkuk bakso yang Shofi siapkan. Bunga enggan menyentuhnya sama sekali.
Fatih memperlakukan Shofi bukan hanya menjadi babunya tapi juga menjadi babu anak-anak lain. Di mana Shofi harus melayani mereka.
__ADS_1
"Shofi hentikan!"
Amira terus memberontak, menatap Shofi merasa bersalah. Namun, Amira menautkan kedua alisnya ketika melihat wajah Shofi yang pucat.
"Shofi sudah cukup! kamu butuh istirahat!"
Ira terus berusaha membujuk Shofi untuk menghentikan semuanya. Namun Shofi tak mendengarkannya.
Shofi harus melakukan itu agar rencananya berhasil.
Namun, tiba-tiba kepala Shofi mulai terasa berat bahkan jalan pun sempoyongan.
Dan
Prang ...
Mangkuk bakso yang Shofi bawa terjatuh hingga mengotori baju kakak kelasnya.
"Maaf!"
Lilir Shofi merasa bersalah, Shofi mundur dengan kepala yang semakin berat. Bahkan pandangan Shofi mulai blur.
Shofi seakan melihat seseorang berlari ke arahnya.
Bruk ...
"Shofi!!"
Pekik Amira dan Bunga melihat Shofi pingsan.
Untung saja Fatih dengan cepat berlari hingga Shofi tak sempat jatuh.
"Kau memang lemah!"
Umpat Fatih, dalam keadaan begini saja Fatih masih mengupat. Sambil membawa Shofi ke UKS. Amira dan Bunga mengejar Fatih yang membawa Shofi.
Namun sayang, Amira dan Bunga tak bisa masuk karena Fatih menguncinya dari dalam.
"Cih, bagaimana kau bisa menghadapi hal yang lebih rumit. Jika loe masih saja lemah!"
"Orang lemah akan tetap lemah!"
Fatih terus saja menggerutu melihat wajah pucat Shofi.
Sepertinya Fatih benar-benar sudah gila! Fatih membenci orang lemah!
Bersambung ....
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1