
Rumah sakit Bunda Husna ...
Kejadian beberapa jam lalu di Villa milik Marsel yang berada di daerah Tangerang. Membuat anak buah Davit dan juga anak buah Marsel yang terluka di bawa ke sana. Dengan penjagaan ketat pihak kepolisian. Bahkan pihak kepolisian Jerman pun sudah di beri tahu akan kasus penangkapannya Marsel. Tahanan yang kabur enam tahun yang lalu dengan cara membunuh sipir yang berjaga malam.
Angel juga di bawa ke sana untuk di periksa dan di jahit luka tembak di lengan kirinya. Di dampingi Davit yang dari satu jam lalu sudah sampai di Indonesia.
Davit menatap datar sang istri, ya Angel adalah istri dari Davit Anggara Damaresh. Davit masih sangat marah dengan apa yang sang istri lakukan. Walau itu hanya dalam sebagian rencana tapi tetap saja Davit tak suka akan rencana sang istri.
Davit tidak bisa membayangkan bagaimana Marsel sialan itu menyentuh satu inchi kulit istrinya. Bahkan sampai berani mencium pipinya.
Tentu saja Davit tahu karena di anting yang sang istri pakai terdapat cctv. Jadi dengan jelas Davit tahu apa yang terjadi. Bahkan di sepanjang perjalanan Davit terus mengupat dan menghancurkan barang-barang yang ada di pesawat pribadi nya.
Bahkan anak buahnya nya pun hanya bisa diam melihat kemarahan lord nya yang sudah tak bisa di tahan lagi.
"Saya heran, baru kali ini mendapat pasien yang tak berekspresi apapun saat saya jahit!"
Seloroh dokter wanita yang menjahit luka tembak Angel.
Angel hanya diam saja tak tahu harus bicara apa. Karena dia sudah biasa mendapatkan luka seperti itu. Tepatnya, Angel tak mau menjawab, karena merasakan aura kelam sang suami saja membuat Angel bingung. berpikir dengan cara apa menenangkan kemarahan sang suami.
Melihat ketegangan antara dua manusia di hadapannya membuat sang dokter langsung izin undur ketika sudah selesai melakukan tugasnya.
Hening ...
Di antar dua manusia itu tak ada yang mau bicara duluan. Sungguh dua-duanya sangat gengsi untuk memulai. Mereka begitu kuat dengan egonya masing-masing.
Grep ...
Davit membawa Angel ke dalam pelukannya di mana Davit dengan posisi berdiri dan Angel duduk di bibir brankar.
"Jangan ulangi lagi, aku bisa gila!"
Angel ingin bicara namun bibirnya dengan cepat di bungkam oleh Davit. Membuat tangan kanan Angel langsung mencengkram kerah jaket Davit.
Davit menyesap sebanyak-banyaknya rasa manis yang begitu sangat ia rindukan setiap saatnya.
"Kali ini aku harus menghukum mu!"
Ucap Davit ketika tautan mereka terlepas. Lalu Davit mencium pipi kiri kanan sang istri dengan sedikit jilatan, seakan Davit ingin menghapus jejak manusia sialan itu. Davit tak mau ada sedikitpun bekas bajingan itu di tubuh istrinya. Walau Davit tahu, sang istri bisa menjaga dirinya sendiri.
"Sitt, emmz ... sayang ..,"
__ADS_1
Lilir Angel mendesah ketika Davit menurunkan ciumannya ke leher jenjang mulusnya.
Angel mendorong dada sang suami agar tak melakukan hal lebih.
"Kenapa?"
Ucap Davit datar tak terima sang istri menghentikan aksinya.
"Jangan sekarang ya menghukumnya, ini rumah sakit. Bagaimana kalau ada yang masuk!"
"Jangan di ulangi lagi!"
Ucap Davit Lilir kembali memeluk sang istri lembut.
"Iya, maaf!"
Ucap Angel merasa bersalah karena sudah membuat suaminya marah. Karena itu adalah satu-satunya cara menjebak Marsel agar masuk dalam perangkapnya.
Walau resikonya sangat besar dan membahayakan dirinya. Bahkan ada dua anak buah Davit yang terbunuh di sana.
"Bagaimana keadaan adik kecil ku?"
"Shofi masih belum sadarkan diri, tapi dia baik-baik saja!"
Ya, saat Marsel mengarahkan pistol yang Marsel sembunyikan di balik celana punggungnya. Dengan cepat Shofi berlari melindungi Farhan hingga punggung Shofi yang mendapatkan tembakan.
Kejadian itu begitu cepat sampai tak ada yang menyadarinya. Hanya Shofi yang menyadarinya karena memang Shofi dari tadi memerhatikan ucapan dan kemarahan Marsel pada Farhan.
"Aku ingin melihat nya!"
"Baik lah!"
Davit memakaikan jaket dirinya pada sang istri lalu menggandeng tangan sang istri menuju ruang rawat Shofi.
Di mana di dalam ada Farhan dan Fatih yang menjaga Shofi.
Posisi Shofi menyamping dengan mata masih terpejam. Karena lukanya di punggung membuat Shofi tidak bisa berbaring. Melainkan menyamping di bantu sebuah alat.
Angel diam mematung melihat adik kecilnya terlihat tak berdaya. Empat tahun mereka berpisah, empat tahun juga Angel hanya bisa menatap Shofi dari kejauhan. Melindungi sang adik tanpa harus menyapa.
Kini sang adik masih belum sadar karena pengaruh obat bius. Padahal dua jam yang lalu selesai operasinya.
__ADS_1
"Dek, maafkan Schwager ya!"
Lilir Angel mengelus pipi sang adik yang begitu ia sayangi. Angel masih ingat kejadian empat tahun lalu di mana pembunuhan itu terjadi.
Dia ingat betul ketika ia bermain petak umpat bersama Shofi dan tiba-tiba sekelompok orang menyerang.
Hingga dirinya beradu perkelahian sampai jatuh dari lantai atas ke lantai bawah. Namun, siapa sangka ketika dia di sangka sudah mati karena benturan di kepala cukup keras. Tapi, siapa sangka dia masih hidup dan di bawa ke rumah sakit. Entah siapa yang membawanya Angel tidak tahu sampai dia mengalami koma enam bulan dan hilang ingatan selama dua tahun.
Ketika dia hilang ingatan, dia di manfaatkan kan oleh Marsel dan kedua ibu tiri dan saudara tiri untuk membunuh Shofi.
Namun, ketika Angel menyerang di Singapura dan beradu jotos dengan suaminya sendiri hingga dia mendapat benturan cukup keras. Bahkan waktu itu Davit akan membunuhnya karena memang Angel menggunakan penutup wajah ketika menjalankan penyerangan.
Akibat benturan itu lah Angel mengingat siapa dirinya sebenarnya. Dan, dengan cepat Angel meminta bantuan pada Farhan agar melindungi Davit dan Shofi saat mengetahui keduanya bersembunyi di Indonesia.
Karena Angel dulu adalah anak buah Farhan yang Farhan tugaskan membantu Jek di perusahaan. Hingga di mana Angel bertemu dengan Davit karena kontrak kerja sama perusahaan, di situlah awal mula mereka menjalin cinta sampai menikah dan Davit membawa Angel menetap di Jerman.
Waktu itu ketika usia Fatih, Amira dan Shofi masih kecil. Jadi wajar jika Fatih tidak mengingat Angel, apalagi karena jarang bertemu dulu.
Angel buru-buru menghapus air matanya ketika melihat buku mata lentik Shofi mengerjap. Pertanda bahwa Shofi sebentar lagi akan membuka kedua matanya.
Dan benar saja dugaan Angel, Shofi perlahan membuka kedua matanya. Hal pertama yang Shofi lihat wajah Angel yang sedang menatapnya dengan mata kembali berkaca-kaca.
"Schwager ..,"
Lilir Shofi lemah berusaha meraih wajah Angel.
"Kenapa punggungku sakit dan kaku!"
Lilir Shofi lagi ingin menggerakkan badannya karena tak enak dengan posisi menyamping.
"Jangan banyak bergerak dulu dek, apa kamu lupa. Kamu tertembak akibat menyelamatkan tuan Farhan!"
Deg ...
Shofi terdiam langsung menatap ke sekeliling di mana ada Davit, Fatih dan Farhan yang berdiri tak jauh dari brankar Shofi.
Seketika bayangan kejadian itu terekam jelas di ingatan Shofi. Hingga mata Shofi menatap pada Farhan yang diam dengan wajah datarnya.
Kini Shofi bisa tahu, kepada siapa dia bertanya tentang masa lalu sang Daddy.
Farhan tahu, tatapan dari gadis penyelamat nya itu. Farhan faham betul tatapan itu, di mana Shofi ingin tahu akan semua nya.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....