Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 51 Baru sadar, bahwa loe itu lemah!


__ADS_3

Sekolah ...


"Lepas!"


Bentak Shofi memberontak kuat karena tak terima Fatih malah mendorongnya kembali masuk ke dalam UKS dan Fatih meminta Amira dan Bunga keluar lalu memerintahkan jangan ada satu orangpun yang mendekat ke ruang uks.


Awalnya Amira dan Bunga ragu, namun melihat tatapan tajam Fatih membuat Amira langsung menarik Bunga keluar.


"Kenapa kau menguncinya sialan! aku harus pergi!"


Bentak Shofi memukul dada bidang Fatih dengan kekuatan penuh. Hingga tubuh Fatih di buat mundur sampai menggebrak pintu yang sudah Fatih kunci.


Amira dan Bunga saling pandang satu sama lain dengan perasaan cemas mendengar perkelahian di dalam sana.


"Cepat buka pintunya!"


Shofi terus menghajar Fatih dan berusaha mengambil kunci pintu UKS yang ada di saku celana Fatih. Namun, tak semudah itu Shofi bisa mendapatkannya karena Fatih terlalu kuat untuk ia lawan.


"Aku membencimu, sialan, manusia purba aku membencimu!"


"Buka pintunya, aku harus pergi!"


"Kalau terjadi sesuatu pada kakak ku kamu orang pertama yang akan ku bunuh, hikss ..,"


Shofi terus memberontak ketika Fatih malah memeluknya erat. Shofi membenci dirinya sendiri karena tak bisa berbuat apa-apa di saat kakak nya dalam bahaya. Dia hanya bisa bersembunyi dan bersembunyi.


"Tolong buka, aku harus menolong kakak ku!"


Ucap Shofi mulai melemah, bahkan pukulan tangan Shofi mulai tak terasa apa-apa di dada bidang Fatih.


"Dengan cara apa loe menyelamatkannya!"


Deg ...


Seketika Shofi terdiam mendengar ucapan ketus Fatih. Ya, dengan cara apa Shofi menolongnya bahkan kekuatan Shofi belum ada apa-apa nya. Dan, Shofi juga tidak tahu di mana keberadaan sang kakak.


Shofi hanya bisa menangis sejadi-jadinya karena merasa tak berguna di saat seperti ini. Bahkan Shofi hanya bisa menyusahkan sang kakak saja.


"Sudah sadar, bahwa loe itu lemah!"


"Jangan jadi sok pahlawan!"


Ucapan demi ucapan ketus Fatih sungguh membuat Shofi sakit hati. Shofi memejamkan kedua matanya ketika ucapan ketus dan hinaan Fatih terus terngiang di kepalanya membuat Shofi mengepalkan kedua tangannya erat.


Di dalam dirimu mengalir darah Damaresh!


Entah ada kekuatan dari mana Shofi mendorong Fatih kuat dan


Bugh ...


Bruk ...


Fatih tersungkur akibat Bogeman tiba-tiba dari Shofi cukup kuat bahkan sampai membuat dirinya tersungkur.


Fatih mengusap lembut bibirnya yang mengeluarkan darah segar akibat pukulan kuat Shofi. Fatih menyunggingkan senyum seringai sambil berdiri menatap Shofi yang menatapnya tajam dan napas memburu.


Fatih melihat kobaran amarah, benci dan dendam terpancar di mata kebiruan Shofi yang indah.

__ADS_1


"Lumayan! namun kau tetap lemah!"


Ejek Fatih membuat kobaran amarah Shofi semakin besar. Shofi menyerang Fatih dengan amarahnya sedang Fatih menangkis serangan Shofi dengan tenang tanpa terpancing sama sekali.


Dengan mudah Fatih menangkisnya membuat amarah Shofi semakin menggebu.


Philo ...


Ingat sayang! jangan jadikan amarah menguasai diri kamu nak, karena itu akan membahayakan kamu sendiri.


Jadilah kuat seperti air yang mengalir begitu tenang dan angin yang menyejukkan. Kamu akan menemukan kekuatan mu sendiri jika kamu menguasai itu.


Ini tahap dasar, lihat lah Daddy, Daddy akan mencontohkannya seperti ini.


Belajarnya seperti kamu mengingat kode-kode yang Daddy ajarkan. Walau rumit tapi kamu menguasainya.


Putri Daddy kuat, gak lemah. Philo Daddy bisa ayo sayang semangat!


Gerakan lah kaki kamu seperti angka satu, menunjukan kekokohan berdiri tegak gak tergoyahkan. Bergeraklah seperti angka dua, lemaskan tubuh kamu supaya kekuatan alam menyatu dengan diri kamu.


Ayo sayang Philo Daddy pasti bisa!


Pasti bisa!


Deg ...


Bayang-bayang Shofi bersama sang Daddy belajar ilmu bela diri berputar kembali di ingatannya. Dan, itu berkat Fatih yang memancingnya hingga tanpa sadar Shofi malah mengingat sepangkal kenangan bersama sang Daddy.


Fatih yang melihat Shofi terdiam menautkan kedua alisnya. Fatih mendekat ketika Shofi memegang kepalanya dengan langkah mundur.


"Kamu gak apa?"


Shofi menatap Fatih yang menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Pikiran Shofi menjadi gamang.


Shofi tak mengerti dengan sikap Fatih, kadang Fatih menjadi sosok mengerikan. Kadang kala menjadi lembut, kadang kala membuatnya jengkel dan kadang kala membuatnya marah dan merasakan rasa yang aneh.


Pikiran Shofi jadi campur aduk ketika Shofi kembali mengingat sepangkal kenangan yang hampir Shofi lupakan. Dan, lagi-lagi Fatih jadi alasan ingatan itu kembali. Entah ada kekuatan apa yang Fatih miliki kenapa bisa seperti itu membuat perasaan Shofi campur aduk.


Shofi membenci rasa yang tak ia mengerti.


"Kenapa kamu lakukan ini?"


Tanya Shofi Lilir menatap mata Fatih dengan tatapan entah.


Fatih yang mendapat pertanyaan tersebut menautkan kedua alisnya bingung.


"Kenapa kamu lakukan ini, aku tak mengerti. Kadang kalanya kamu menjadi alasan aku membenci. Kadang kala kamu membuatku marah. Kadang kala kamu membuat aku kuat dan kadang kala kamu membuat hatiku gamang! kenapa?"


"Kenapa?"


Lilir Shofi frustasi dengan keadaannya sendiri. Bahkan Shofi sampai berjongkok di hadapan Fatih dengan tangan mengepal erat.


"Gue benci orang lemah!"


Shofi mendongakkan kepalanya menatap Fatih yang menatapnya datar. Seketika Shofi berdiri membuat Fatih terkejut.


"Apa ini sakit!"

__ADS_1


"Maaf!"


Deg ...


Fatih terdiam kaku ketika Shofi mengelus lembut luka bibirnya yang berdarah akibat pukulan kuat Shofi. Ada rasa aneh yang menyelinap masuk ketika tangan Shofi menyentuh bibirnya.


Biasanya Fatih akan menepis siapa saja yang akan menyentuh tubuhnya. Tapi, apa yang Shofi lakukan malah membuat Fatih diam saja bahkan tak menepis tangan Shofi sama sekali.


"Maafkan aku,"


Sesal Shofi lalu Shofi mencari kotak P3K, dan menarik tangan Fatih untuk duduk di salah satu kursi.


Fatih masih tak bergeming membiarkan Shofi mengobati lukanya. Fatih hanya sibuk memerhatikan wajah Shofi yang serius mengobati lukanya.


Tak ada ringis an sama keluar dari mulut Fatih. Malah Shofi sendiri yang meringis melihat sudut bibir Fatih yang robek. Sekeras itukah Shofi memukul Fatih. Bahkan pelipis Fatih juga sedikit memar.


Fatih memegang lengan Shofi yang akan mengobati memar di pelipisnya. Membuat Shofi menatap Fatih hingga mereka saling memandang satu sama lain.


Amira dan Bunga yang menjaga di luar begitu sangat khawatir terjadi apa-apa sama Shofi. Pasalnya dari tadi mereka mendengar keributan dan pertarungan hebat sampai terdengar suara benda berjatuhan tapi kali ini sangat hening. Tak terdengar apa-apa lagi.


Saking khawatir nya Amira dan Bunga menempelkan telinganya di daun pintu, namun tak terdengar apa-apa.


Karena Fatih dan Shofi masih dalam posisi sama saling pandang satu sama lain.


Kini giliran Fatih yang mengobati memar di punggung tangan putih Shofi.


"Fatih!"


"Hm,"


"Jangan baik padaku!"


"Gue hanya menolong orang lemah!"


"Apapun itu, jangan baik padaku!"


Fatih menatap tajam Shofi dimana Shofi menatap Fatih takut, ada rasa takut yang tak bisa Shofi jelaskan.


"Gue mohon!"


"Tapi gue gak peduli!"


"Ini perintah, mulai sekarang gue melarang loe baik padaku!"


"Gak ada yang bisa mengatur gue, termasuk loe cupu!"


Kesal Fatih langsung berdiri dan membuka pintu UKS lalu menutupnya dengan kencang.


Brak ...


Shofi terkejut sambil menatap nanar kepergian Fatih. Sedangkan Amira dan Bunga terkejut dengan apa yang Fatih lakukan. Amira dan Bunga langsung menerobos masuk takut terjadi apa-apa pada Shofi.


"Shofi kamu gak apa?"


"Kamu menangis?"


Deg ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2