
"Bun, Fatih nginap di rumah Rangga ya!"
"Kenapa?"
"Ada tugas kelompok, besok di kumpulkan!"
"Ya sudah, hati-hati di jalan. Jangan ngebut bawa motor. Satu lagi! titip salam buat orang tua Rangga!"
"Siap Bun, muachh ..,"
Fatih menghela nafas lega karena sang bunda tak banyak tanya. Dan, mengizinkannya keluar.
Sesudah mencium pipi sang Bunda Fatih langsung bersorak ria berangkat.
"Kakak mau kemana Bun?"
Tanya Aurora ketika melihat kakak nya keluar memakai jaket kulit.
"Katanya mau mengerjakan tugas,"
"Ya, padahal adek mau minta tolong bantuin adek menyelesaikan tugas Matematika!"
Kesal Aurora mengerucutkan bibirnya.
"Sini sama bunda saja!"
"Beneran Bun!"
"Iya!"
"Ok, adek ngambil dulu bukunya. Bun, minta papa pulang bawakan ikan bakar ya,"
Teriak Aurora berlari ke kamarnya. Queen hanya menggeleng saja melihat tingkah putri cantiknya.
Kesukaan Queen memang turun pada Aurora, dimana dulu Queen juga menyukai ikan bakar. Sedangkan Fatih sama persis seperti Farhan apa-apa pasti nasi goreng.
Ting nong ... Ting nong ...
Suara bel terdengar membuat Queen beranjak dari duduknya. Siapa sore-sore yang bertamu, Jika saudara pasti akan mengabari terlebih dahulu.
Cklek ...
Queen membuka pintu, seketika senyum Queen mengembang melihat siapa yang bertamu.
"Tante, kangen!"
Ucap Amira berhambur memeluk Queen yang juga membalasnya.
"Tumben ke sini gak bilang-bilang,"
Ucap Queen ketika mereka sudah duduk di atas shopa.
"Kejutan Tan, Amira mau ketemu Fatih!"
"Em, baru saja anak itu ke luar. Katanya mau mengerjakan tugas kelompok!"
Yes, ini kesempatan aku ..
Sorak Amira dalam hati, karena ini yang dia mau. Amira memang memutuskan usulan Bunga agar Amira pergi saja ke rumah Fatih dan mengambil salah satu buku catatan Fatih, lalu bandingkan.
Ternyata tidak sia-sia juga Amira datang ke sini. Karena Fatih tidak ada, jika ada Amira yakin Fatih tidak akan mengizinkannya masuk ke dalam kamarnya.
Karena tadi di sekolah gagal, jadi sekarang Amira harus cepat bereaksi.
__ADS_1
Jika benar itu tulisan Fatih berarti tebakan Shofi benar dan Amira gak perlu pusing-pusing lagi mencari temannya untuk ikut olimpiade.
"Oh iya, betul itu Tan!"
Bohong sedikit gak apa lah ..
"Sebenarnya Rara mau ngambil buku Rara yang di pinjam Fatih tadi. Tadi Fatih di suruh di ambil di kamar!"
Queen menautkan kedua alisnya bingung, pasalnya Fatih melarang siapa saja masuk ke dalam kamarnya. Kecuali dirinya, Farhan dan Aurora saja yang boleh masuk. Selain itu Fatih melarangnya, bahkan pada ketiga temannya juga Fatih tidak akan mengizinkannya masuk. Kalaupun berkunjung Fatih akan mengajak mereka diam di gazebo belakang rumahnya di mana ada tanaman buah-buahan di sana.
Tapi, Queen menepisnya mungkin Fatih memang mengizinkannya.
"Wah ada kak Rara!"
Pekik Aurora berlari menghampiri kakak sepupu nya.
"Hey gadis manis,"
Amira menyambut pelukan Aurora. Amira memang dekat sekali dengan adik sepupu nya yang satu ini.
"Kakak mau nginap di sini?"
"Gak sayang, kakak cuma mau ngambil buku kakak saja yang di pinjam kak Fatih!"
Aurora mengerucutkan bibirnya gemas, Aurora pikir Amira akan menginap. Sudah lama sekali kakak sepupu gak menginap.
"Yah, nginep saja kak, sudah lama kakak gak nemenin Rora tidur!"
Ucap Aurora memelas membuat Amira gemas.
"Lain kali saja, mending sekarang antar kakak ke kamar kak Fatih ngambil buku kakak!"
"Ya sudah, Bun Adek nemenin kak Rara dulu!"
"Iya!"
Untung saja waktu di sekolah Amira sangat cerdik. Memasukan salah satu buku catatan nya di tas Fatih. Amira yakin Fatih tidak akan memeriksanya.
Wow ..
Amira begitu takjub melihat kamar Fatih yang rapi. Amira pikir kamar Fatih akan berantakan secara Fatih laki-laki.
Ada banyak buku-buku yang berjajar rapi di lemari, Amira seakan tak menyangka Fatih banyak mengoleksi buku-buku.
Amira memang baru sekarang masuk ke kamar Fatih. Dulu pernah masuk ketika Amira masih SD jadi Amira gak tahu se banyak apa perubahan Fatih.
"Rapih juga ya ternyata kamar kak Fatih,"
Celetuk Amira sambil menelusuri buku-buku lalu meja belajar Fatih di mana di sana ada komentar.
"Kak Fatih memang selalu rapih, tapi kalau sudah mood nya buruk kamar ini akan jadi sasarannya bahkan akan lebih parah dari tempat sampah!"
Ha ...
Amira tertawa mendengar lelucon Aurora, mana mungkin seperti itu. Tapi, kenyataannya memang seperti itu. Itulah kebiasaan buruk Fatih yang jarang di ketahui orang dan hanya keluarganya saja yang tahu karena Aurora dan Queen sering masuk ke kamar ini.
"Buku kakak yang mana?"
Tanya Aurora sambil duduk di bibir ranjang Fatih yang empuk.
"Sebentar, kakak cari dulu. Ini buku terlalu banyak!"
Alibi Amira, padahal nyatanya Amira sedang mencari buku yang ada tulisan Fatih.
__ADS_1
"Mungkin masih di tas kak Fatih kali, coba Aurora bantu cari!"
Aurora langsung beranjak menuju tempat di mana tas Fatih menggantung.
Aurora langsung mengambil dan membukanya. Lalu melihat-lihat buku mana yang tak di kenali Aurora. Karena Aurora tahu yang mana buku milik Fatih.
"Kak yang ini bukan!"
Ucap Aurora sambil mengangkat satu buku yang bersampul hitam.
Sial, aku belum menemukan buku Fatih lagi.
"Ah, iya itu!"
"Tapi kok, ada catatan kakak Fatih yah di sini!"
Deg ...
Amira terkejut dengan ucapan Aurora, apa benar itu memang tulisan Fatih, batin Aurora.
"Masa sih!"
Elak Amira seolah-olah tak tahu apapun, lalu menghampiri Aurora.
"Iya ini, kalau yang ini sih gak tahu mungkin ini tulisan Kak Rara. Tapi, kalau yang ini tulisan kak Fatih. Aurora tahu karena kak Fatih selalu membantu Aurora mengerjakan tugas matematika."
"Ah ..., kak Fatih iseng banget nulis di buku kakak. Tadi bilangnya pinjam doang!"
Akting Amira supaya terlihat real saja, jangan sampai Aurora curiga kalau dia hanya mau membandingkan saja. Tapi, nyatanya keberuntungan berpihak padanya.
.
Sedangkan Fatih dia bukan pergi ke rumah Rangga untuk mengerjakan tugas. Tapi, pergi ke markas Black Ghost di mana nanti malam akan ada balapan.
Fatih akan membalas perbuatan Axel tempo hari di mana dia sampai masuk rumah sakit. Dan, Fatih akan membalasnya di jalan bukan di pertarungan.
Akan Fatih tunjukan siapa dia, dan siapa Axel. Jika Axel bisanya main curang maka Fatih akan tunjukan permainan yang cantik memalukan tanpa harus keluar darah. Karena ini tentang harga diri bukan tentang siapa yang babak belur.
"Kalian pantau saja di setiap sudut tikungan, gue yakin Axel tak akan menyerah!"
Perintah Fatih, penuh aura kepemimpinan dan kearoganan. Fatih tahu siapa Axel yang penuh dengan otak liciknya. Yang sendari dulu ingin mendepak Fatih dari julukan King of the road.
Siapa yang tidak tahu, skill-Skill Fatih dalam balapan liar.
"Siap King!"
Ucap anak buah Fatih yang memang memanggil Fatih dengan sebutan King jika Fatih berada di markas.
"Apa kalian sudah dapat, siapa legendaris pembalap yang sering di bangga-banggakan oleh Om Riko?"
"Belum king, sang legendaris sepertinya memang merapat jati dirinya!"
Huh ...
Fatih membuang nafas kasar, sudah lama Fatih ingin tahu siapa sang legendaris itu. Om Riko selalu membangga banggakan orang itu.
Kamu akan menemukan mereka di sini.
Fatih memegang dadanya ketika mengingat perkataan Om Riko sebelum pergi entah kemana. Dan, om Riko menunjuk dadanya.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1