
Shofi terus menggerutu sendiri karena bangun kesiangan.
Ini semua karena gara-gara sang kakak yang tak pulang. Semalaman Shofi menunggu namun yang di tunggu tak kunjung pulang.
Jika tahu sang kakak tidak akan pulang Shofi tidak akan menunggunya. Hingga Shofi tak akan kesiangan seperti ini.
"Pak, tolong cepet bawa mobilnya, jangan kaya kura-kura!"
"Non ini juga udah cepet,"
Shofi mendengus kesal, sambil terus melihat jam pergelangan tangannya. Ini nih yang gak Shofi suka, sudah telat Shofi kena macet lagi.
"Pak pak ... tunggu jangan di tutup dulu!"
Ucap Shofi barengan keluar dari dalam mobil karena gerbang sekolah hampir di tutup.
Shofi menengok ke kiri siapa yang sama telat dengannya.
"Kau!"
Pekik Shofi dan Fatih terkejut karena mereka sama-sama telat.
"Aduh pak, jangan di tutup ya!"
"Tapi kalian sudah telat!"
Ketus pak Didi si penjaga gerbang. Shofi menahan gerbang itu begitu pun dengan Fatih.
"Ayolah pak, masa cuma telat lima menit!"
Mohon Shofi dengan wajah memelas membuat Fatih mendengus. Bagi Fatih bukan begitu cara memohon nya.
"Eh, pagi pak Anwar!"
"Kabur!"
Teriak Fatih ketika pak Didi terperangkap jebakan Fatih. Tanpa sadar Fatih berlari menarik lengan Shofi membuat Shofi ikut berlari dengan wajah terkejutnya.
Deg ...
Fatih langsung menghentikan langkahnya ketika pak Anwar sudah ada di depannya menatap tajam pada Fatih dan Shofi yang terengah-engah karena Fatih larinya kencang.
"Yang satu langganan telat yang satu baru telat, kenapa?"
"Kesiangan pak!"
Ucap Shofi dan Fatih barengan membuat pak Anwar tersenyum tipis.
"Janjian?"
"Tidak!"
"Terus itu,"
Fatih dan Shofi saling lirik lalu mengikuti arah pandangan pak Didi.
Akhh ...
Jerit keduanya langsung melepaskan pegangan tangan. Bahkan Shofi langsung mengibas-ngibas tangannya seperti gatal sudah di pegang Fatih.
"Kalian berdiri di tengah lapang sabil hormat pada bendera jangan berani menurunkan tangan sebelum pelajaran selesai!"
"What!!"
Pekik keduanya melotot, bagaimana mungkin pak Anwar sekejam itu. Bisa-bisa tangannya patah terus hormat ber jam-jam.
"Cepat, atau bapak tambah hukuman kalian!"
__ADS_1
Bentak pak Anwar membuat Shofi mendengus kesal. Langsung berjalan ke tengah lapang tanpa peduli Fatih.
Fatih juga pada akhirnya mengikuti Shofi berdiri di samping Shofi sambil hormat.
Fatih dari tadi tidak diam, selalu saja ada alasan untuk menurunkan tangannya membuat Fatih berdebat dengan pak Anwar.
Shofi yang di samping Fatih menjadi kesal karena Fatih terus saja mengoceh. Apalagi matahari mulai naik membuat Shofi semakin panas.
"Diam manusia purba!"
"Hey apa yang loe bilang!"
"Diam! bisa diam tidak, kau begitu cerewet seperti perempuan!"
"Berani sekali loe ngatain gue hah, loe tuh yang jelek!"
"Dasar cupu!"
"Manusia purba!"
"Jelek!"
"Tukang buli!"
Diam!!!
Bentak pak Anwar membuat Shofi dan Fatih langsung diam.
Fatih menatap tajam pada Shofi yang sudah berani mengatainya. Bahkan kini Shofi mulai berani melawannya. Fatih menelisik penampilan Shofi dari atas sampai bawah.
Rambut di kuncir kuda dengan poni bak Dora. Dan kaca mata bulat menghiasi hidung mancungnya. Tak ada yang menarik sama sekali namun kenapa gadis cupu ini sekarang begitu berani pada dirinya. Bahkan sampai mengatainya manusia purba. Tak ada tatapan polos seperti sebelumnya yang ada sekarang tatapan itu menjadi tajam.
Ya, Shofi menatap tajam pada Fatih yang sedang menelisik penampilannya.
"Apa loe lihat-lihat!"
Ketus Shofi membuat Fatih sedikit terperangah. Mendengar Shofi menyebut kata Loe dengan lantang nya seolah memang Shofi sudah terbiasa menggunakan kata itu.
Tanya Fatih serius menatap tajam Shofi membuat Shofi menautkan kedua alisnya tak mengerti.
"Jangan pura-pura be*o, gue tahu loe tidak se cupu penampilan loe!"
"Kalau loe tahu, jadi jangan pernah usik gue!"
Ketus Shofi benar-benar kesal pada Fatih, ingin sekali Shofi menendang manusia purba ini.
Plak ...
Shofi memukul tangan Fatih yang mendekat ke arah wajahnya.
Entah kenapa Fatih ingin membuktikan sesuatu. Fatih menyerang Shofi tiba-tiba membuat Shofi terkejut sampai mundur kebelakang.
Fatih tersenyum tipis melihat tangkisan cepat tangan Shofi. Hingga membuat Fatih semakin tertantang. Shofi terus menghindar ketika Fatiha akan mengambil kaca matanya.
Pak Anwar yang tadi sempat ke toilet sebentar terkejut melihat Fatih malah berkelahi dengan Shofi. Pak Anwar langsung berlari melerai keduanya.
"Apa-apa an kalian hah,"
Bentak pak Anwar menjewer telinga Fatih dan Shofi membuat Fatih meringis begitupun Shofi.
"Bapak bilang berdiri sambil hormat bukan berkelahi!"
"Kamu Fatih, karena sudah menggangu Shofi maka hukuman kamu di tambah!"
"Gak bisa gitu pak!"
Protes Fatih tak terima membuat Shofi tersenyum kemenangan.
__ADS_1
Shofi tersenyum mengejek Fatih ketika Fatih malah di suruh push up. Fatih menatap tajam kepergian Shofi.
Awas loe, gue balas ..
Geram Fatih mengepalkan kedua tangannya. gadis cupu itu benar-benar sudah berani melawannya. Sepertinya Fatih terlalu lembut mengusik gadis cupu itu.
Ini juga gara-gara Fatih bergadang menjaga orang yang dia tolong. Karena Rangga, Raja dan Moreo sudah tidur duluan membuat Fatih terpaksa berjaga takut orang yang dia tolong siuman.
Ah ...
Lega Fatih sambil menjatuhkan tubuhnya karena lelah. Bagaimana tidak lelah jika pak Anwar menyuruh dia push up 100 X.
Bahkan nafas Fatih naik turun dengan keringat bercucuran.
"Cape! makannya jangan telat lagi!"
Ucap pak Anwar langsung pergi meninggalkan Fatih. Fatih mendengus kesal karena lagi-lagi dia di hukum. Salah sendiri kenapa harus telat.
Fatih bangkit guna mencari si cupu, Fatih akan membalas perbuatan si cupu.
"Kemana gadis jelek itu!"
Ucap Fatih tiba-tiba marah-marah membuat ketiga sahabat Fatih saling pandang.
"Siapa?"
"Itu si cupu!"
"Ke kantin sama Amira dan Bunga!"
Fatih langsung pergi membuat ketiganya melongo. Datang-datang marah-marah, lalu pergi begitu saja. Dasar Fatih.
Sedangkan di kantin keadaan tegang ketika Shofi di hadang oleh Amelia.
Amelia tidak terima ketika Fatih memarahinya gara-gara dia menyakiti Shofi. Amelia akan menunjukan bagaimana sikap asli Shofi.
Cih, gadis cupu ini ternyata bukan cupu tapi dia bersembunyi dari penampilannya.
"Amelia apa-apa kamu!"
Sentak Amira ketika Amelia akan menjambak Shofi.
"Jangan ikut campur, ini urusan gue sama gadis cupu ini!"
Bentak Amelia mendorong Amira, kini Amelia tidak akan takut lagi melawan Amira. Karena Fatih sudah membentaknya membuat Amelia sakit hati maka Amelia tak akan takut lagi, walau Amira orang yang selalu Fatih lindungi. Dan, Amelia akan menyingkirkan siapa saja orang yang Fatih lindungi.
Sepertinya aku harus menunjukan siapa diriku!
"Ikut gue!"
Bentak Amelia menarik lengan Shofi, namun tak selangkah pun Shofi tergeser. Membuat Amelia terus menarik-narik lengan Shofi namun sepertinya kekuatan Shofi jauh lebih besar.
"Apa masalah loe, perasaan gue gak punya masalah dengan loe!"
Ucap Shofi dingin menatap tajam pada Amelia.
Apa masalahnya!
Memang iya, apa masalahnya, kenapa Amelia begitu membenci Shofi. Karena satu, Amelia tak suka Fatih membela Shofi. Bahkan sampai membentak dia gara-gara kejadian kemaren, Shofi tak tahu itu.
Amira dan Bunga membelalakkan kedua matanya mendengar ucapan Shofi bahkan nadanya begitu dingin. Inikah teman cupu mereka.
Rasanya Amira dan Bunga seperti mimpi saja.
"Masalah loe dengan gue!"
Deg ...
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...