
Dari kejadian di UKS membuat Shofi semakin jadi pendiam. Bahkan Shofi tak menanggapi ucapan Amira dan Bunga.
Ketika Amira bertanya pun apa yang telah terjadi. Shofi hanya bungkam dengan tatapan kosongnya.
Amira memutuskan membawa Shofi ke rumahnya. Karena gak mungkin Shofi tinggal bersama Bunga, sedang Bunga sudah menikah. Ya, jalan satu-satunya Shofi Amira bawa kerumahnya.
Apalagi dari tadi Shofi tak bicara apapun dan tak mungkin juga membiarkan pulang sendiri ketika supir yang biasanya menjemput tidak ada.
Amira tak lupa memberi tahu ayah dan mama nya mengenai Shofi. Amira berharap Shofi aman di kediamannya.
Amira memang selalu membawa mobil sendiri ke sekolah. Dan selalu bareng pulang pergi bersama Bunga ke sekolah karena apartemen Bunga terletak di jalan yang di lewati Amira.
Namun, Bunga meminta izin pada Raja untuk menginap di rumah Amira karena Shofi keadaannya sangat membutuhkan dirinya.
Raja mengizinkan saja toh menginap di rumah Amira.
Shofi hanya diam sepanjang perjalanan dan tatapannya melirik ke luar jendela.
Di pikiran Shofi saat ini hanya bagaimana keadaan sang kakak dan Fatih.
Yah, Shofi juga memikirkan Fatih, Shofi memikirkan banyak hal setelah apa yang terjadi antara dirinya dan Fatih.
Shofi memang menjadikan Fatih objek meluapkan perasaannya. Namun, bukan cinta melainkan ke kebencian. Itulah kenapa alasan Shofi tak ingin Fatih berbuat baik padanya. Karena Shofi sedang menjadikan Fatih objek kebenciannya. Dengan begitu Shofi bisa meluapkan amarahnya terutama kepingan-kepingan puzzle mulai teringat kembali di ingatan Shofi.
Karena setiap kali Shofi berurusan dengan Fatih maka ada sesuatu yang memicu Shofi untuk bangkit. Apalagi ucapan Fatih yang selalu kasar padanya.
"Shofi kita sudah sampai!"
Shofi tersentak ketika Bunga memegang pundaknya. Sendari tadi memang Shofi banyak diam dan melamun hingga Shofi tak sadar bahwa mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti. Dan berhenti tepat di sebuah ruangan membuat Shofi menyerngit bingung.
"Ayo turun!"
Ucap Bunga lagi sedang Amira sudah terlebih dulu turun. Shofi ikut turun dan melihat sekeliling. Ada begitu banyak barang-barang, namun yang menjadi pusat perhatian Shofi adalah sebuah motor yang begitu gagah dan beberapa barang antik lain nya. Tentu, semua itu milik ayah Jek.
Shofi mengikuti langkah Amira dan Bunga di mana mereka menaiki anak tangga.
Unik!
Batin Shofi melihat desain rumah Amira. Di mana tempat parkirnya bukan di depan rumah melainkan bawah tanah. Dan, ketika mau ke ruang utama harus menaiki anak tangga dulu.
Kedatangan ketiga gadis itu di sambut hangat oleh mama Melati. Bahkan Melati memeluk Shofi dan juga Bunga.
__ADS_1
Amira memang tidak menceritakan detail nya pada sang mama kenapa Shofi menginap di rumahnya.
Amira hanya menceritakan bahwa Shofi butuh perlindungan dari kejaran seseorang dan rumah Amira lah yang paling aman.
"Kalian ganti baju dulu sana, jangan lupa mandi dulu!"
"Siap mah,"
"Ayok!"
Amira mengajak kedua temannya masuk kedalam kamarnya. Kamar yang cukup luas sama seperti kamar Shofi.
Amira mengeluarkan beberapa setel baju untuk di pilih mana yang Shofi suka dan nyaman di pakaian nya. Sedang Bunga ia hanya santai saja karena suaminya nanti yang akan mengantarkan pakaian gantinya.
"Terimakasih,"
Ucap Shofi sambil mengambil satu stel baju lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sesudah Shofi selesai kini giliran Amira yang mandi.
Shofi duduk di atas shopa samping Bunga. Mata Shofi menelisik setiap sudut kamar Amira. Kamar yang bernuansa cat berwarna hijau. Sangat cocok dengan karakter Amira. Ada lemari buku dan berjajar beberapa piala dan piagam dari berbagai macam lomba dari mulai dari TK-SMAN.
Bahkan di kamar Amira juga di hiasi berbagai macam Poto. Sudut bibir Shofi tertarik ketika melihat Poto waktu kecil Amira dan seorang bocah laki-laki tampan. Shofi yakin ia adalah Fatih waktu kecil. Ada juga Poto Amira dan Aurora.
Namun bukan bocah laki-laki itu ataupun Amira yang jadi pusat perhatian Shofi. Namun, seorang wanita yang tersenyum sambil merangkul kedua bocah itu.
"Dia om ku, adik dari Tante Queen!"
Ucap Amira tiba-tiba membuat Shofi terperangah. Karena terkejut akan ke hadiran Amira tiba-tiba.
"Di mana Bunga?"
"Keluar sebentar, katanya ngambil baju!"
"Oh,"
"Ini kakek Angga dan nenek Murni, kedua orang tua ayah. Yang ini nenekku juga, Laila ibu dari mama sebelahnya om ku adik mama. Kalau yang ini yang ini nenek Dinda sama kakek Fandi, tepatnya mama Tante Queen dan ini adiknya om Alam. Kalau yang ini Oma Adelia mama dari om Farhan, Omanya Fatih.
"Bukankah kamu dan Fatih sepupu Han, tapi Tante Queen dan om Jek memiliki kedua orang tersendiri?!"
Ucap Queen bingung dengan semua orang yang ada di Poto ini.
"Kata mama, dulu nenek Dinda istri keduanya kakek Angga. Lalu mereka bercerai dan nenek Dinda menikah kembali dengan kakek Fandi yang tak lain adik dari nenek Murni!"
__ADS_1
Shofi menyerngit bingung mendengar hubungan keluarga ini yang begitu rumit. Bagaimana bisa seperti itu dan itu membuat Shofi pusing.
"Sudah jangan di pikirkan, aku saja mendengarnya sangat pusing!"
Kekeh Amira menepuk nepuk bahu Shofi yang masih saja menelisik satu persatu Poto yang terpasang rapi di dinding kamarnya. Namun, yang jadi pusat perhatian tetap satu orang yaitu wanita paru baya yang sedang tersenyum.
Wanita itu seakan Shofi mengenalnya, namun Shofi sedikit lupa siapa dia.
Oma Adelia!
Batin Shofi mengingat-ingat apa kah mereka pernah bertemu atau tidak. Namun, Shofi sulit mengingatnya kepalanya malah sakit sendiri.
"Lama amat!"
Ketus Amira ketika melihat Bunga baru nongol. Bunga hanya tersenyum kikuk saja tak menanggapi ocehan Amira.
"Kakak kamu belum ngasih kabar?"
Tanya Bunga ketika melihat Shofi malah melamun sambil melihat ponselnya.
"Iya, Ku takut kakak kenapa-kenapa!"
"Aku bingung ada apa sebenarnya, apa yang sedang kamu hadapi. Apa serumit ini!"
"Kamu banyak sekali menyimpan rahasia yang tak kami mengerti, namun kami juga tak bisa memaksa kamu bercerita!"
Shofi menghela nafas berat sangat berat untuk menceritakan semuanya. Namun,. Shofi juga tak mau membuat kedua temannya terus merasa penasaran sedang Shofi sendiri meminta bantuan kedua temannya.
"Sebenarnya, aku sama kak Davit mau di bunuh oleh kakak tiriku. Inilah alasan kenapa aku dan kak Davit bersembunyi dari negara satu ke negara lain!"
Amira dan Bunga refleks menutup mulutnya tak percaya dengan mata membola sempurna. Amira dan Bunga tak menyangka dengan apa yang Shofi katakan. Bahkan cerita Shofi sangat memilukan dan mengerikan ketika menceritakan secara detail pembunuhan kedua orang tuanya.
Kenapa ada di dunia ini saudara membunuh saudara nya sendiri hanya karena tahta dan harta. Amira dan Bunga benar-benar tak percaya dengan jalan kehidupan Shofi yang sangat rumit. Amira pikir silsilah keluarganya saja yang rumit. Namun, kisah Shofi yang terlalu rumit Amira percayai sama seperti nama Shofi sendiri yang unik.
"Jadi ini alasan kamu mau meretas data Daddy kamu, karena kamu yakin di dalam data itu ada semua kejahatan keluarga tiri kamu?!"
Shofi hanya mengangguk lemah dengan keadaan ini.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1