
Kediaman Al-biru ...
Queen dari tadi bulak balik sambil menatap layar ponselnya. Queen kesal karena putranya dari tadi tak mengangkat teleponnya. Bahkan sudah malam putranya belum pulang.
Farhan dan Aurora merasa pusing melihat tingkah Queen yang sendari tadi bolak balik bak setrikaan.
"Bun, duduk dong! emang gak cape apa terus bolak balik!"
"Tapi, sayang. Kakak kamu belum pulang, ini sudah jam sembilan malam. Biasanya kalau pulang telat dia ngabarin!"
"Iya, tapi bunda duduk dong. Adek pusing lihatnya!"
Queen ingin protes namun urung karena mendengar suara motor memasuki halaman rumahnya.
"Itu pasti kakak!"
Ucap Queen cepat, ia langsung membuka pintu. Dan, benar saja Fatih baru turun dari motor.
Fatih hanya tersenyum melihat tatapan tajam sang bunda. Fatih yakin, sang Bunda akan mencerca berbagai pertanyaan padanya.
"Bun, jangan di sini ya marah-marah nya. Kita masuk!"
Ucap Fatih cepat sambil memeluk Queen dan mengiringnya masuk kembali ke dalam.
"Bunda duduk ya, baru bicara. Kakak pasti akan jawab!"
Huh ....
Queen menghela nafas berat melihat putranya yang malah santai. Dari tadi dia sudah sangat khawatir.
"Kenapa baru pulang?"
"Tanya saja ke papa, papa pasti tahu semuanya!"
Jawab santai Fatih menyeringai. Queen langsung menatap Farhan tajam seakan menghakimi.
Membuat Farhan jadi salah tingkah. Aurora yang melihat perdebatan di depan matanya mendelik an bola matanya malas. Aurora memilih masuk ke dalam kamarnya dari pada melihat drama di depan matanya.
"Bee!"
"Kenapa jadi bee sayang, kan Fatih yang harus menjelaskan!"
"Apa ada sesuatu yang aku tak tahu!"
Cetus Queen menatap tajam suaminya. Farhan mendengus kesal menatap horor Fatih yang malah santai saja.
"Lebih baik bunda tanya papa, kalau kakak yang jawab takut di kurangi atau di lebihkan!"
Cup ...
Seloroh Fatih santai sambil mencium pipi Queen.
"Hey, dia istri ku!"
Bugh ...
Farhan melempar Fatih dengan majalah karena sudah berani mencium istri tercintanya.
"Dia bundaku!"
"Bee!"
Kesal Queen malah sengaja mengalihkan pembicaraan. Fatih terkekeh melihat sang papa langsung diam.
Karena tak mau menjadi sasaran, Fatih langsung kabur saja. Kini tinggal Farhan dan Queen di ruang tamu.
"Jelaskan!"
"Apanya yang di jelaskan sih,"
"Bee!"
Queen benar-benar kesal dengan suaminya.
"Jelaskan atau tidur di luar!"
__ADS_1
Ketus Queen langsung beranjak meninggalkan Farhan yang menganga. Farhan langsung mengejar langkah sang istri. Bisa pusing jika Farhan harus tidur di luar.
"Jangan cemberut gitu dong, bee akan jelaskan!"
Ucap Farhan sambil mendudukkan istrinya di atas pangkuan Farhan.
Queen hanya diam saja dengan wajah yang tetap datar.
"Ihhh ... malah diam, jelaskan!"
Kesal Queen benar-benar ingin menghajar wajah suaminya. Namun, terlalu sayang untuk melakukannya.
"Apa sayang masih ingat Alexander?"
Queen menautkan kedua alisnya bingung, Queen seakan mengingat-ingat nama itu. Namun, detik berikutnya tangan Queen mengepal erat seakan ada emosi di dalamnya ketika mengingat satu nama itu.
"Dia yang sudah membuat bee tak bisa menemaniku melahirkan Fatih!"
"Lalu apa hubungannya dengan Fatih?!"
Tanya Queen masih bingung membuat Farhan jadi gemas saja.
"Shofi putri Alexander!"
"Apa!"
"Bu-bukankah putrinya juga meninggal dalam pembunuhan itu!"
Pekik Queen terkejut bahkan Queen sampai menutup mulutnya tak percaya. Bagaimana bisa Queen tak menyadarinya.
"Dia masih hidup, namun nyawanya dalam bahaya!"
"Terus selama ini siapa yang melindungi nya?"
"Davit! namun malam ini Davit harus kembali ke Jerman menyelesaikan kekacauan di sana untuk mengalihkan perhatian saudara tirinya dan ibu tiri nya!"
"Ya ampun, malang sekali nasib gadis itu!"
Lilir Queen iba, walau Queen tidak terlalu berteman dengan Alexander karena kejadian di masa lalu.
Namun Alexander jadi tunduk pada Farhan karena Farhan sudah menaklukannya. Bahkan Alexander sendiri malah menjalin kerja sama dalam salah satu bisnis halalnya hingga mereka berteman.
Itulah kenapa Alexander bisa di bilang musuh, bisa di bilang teman. Bahkan Farhan dan Queen pun terbang ke Jerman menghadiri acara pemakaman Alexander dan keluarganya di mana keluarga Alexander di bunuh dalam perampokan.
Hanya orang bodoh lah yang mempercayai jika keluarga Alexander meninggal karena perampok kan. Namun tidak dengan Farhan yang tak mempercayai itu. (Yang sudah baca novel Gadis Dingin pasti mengerti ya. Bagaimana sepak terjang seorang Alexander)
"Jadi, tadi putra kita sedang melindungi Shofi?"
"Ya!"
"Bukankah Kakak tak menyukai Shofi!"
"Mungkin!"
"Bee!"
Plak ...
Kesal Queen memukul dada bidang suaminya karena kesal akan jawaban singkat suaminya.
"Terus sekarang anak itu tinggal sama siapa kalau Davit ke Jerman?"
"Shofi aman di rumah Jek!"
"Apa! jadi selama ini Shofi tinggal bersama Amira!"
"Kenapa gak di rumah kita saja bee, lebih aman!"
"Sayang!"
Tegas Farhan menatap tajam istrinya. Bagaimana mungkin Farhan mengizinkan Shofi tinggal di rumahnya sedang ada Fatih. Walau Farhan tahu Fatih suka keterlaluan pada Shofi namun Farhan bisa melihat ada tatapan berbeda dari Fatih akhir-akhir ini.
"Tap..,"
"Bee sudah menyuruh anak buah bee menjaga kediaman Jek!"
__ADS_1
"Apa putra kita jatuh cinta padanya!"
"Bee gak tahu sayang, ini yang terbaik. Kita pantau saja dari kejauhan, namun bee berharap Fatih tak mempunyai rasa sama sekali!"
"Kenapa seperti itu bee!"
"Perjalanan Fatih masih panjang, untuk sekedar mengenal cinta. Bee hanya takut Fatih kecewa!"
Ucap Farhan ambigu dengan banyak pemikiran matang-matang. Farhan tak mau putranya menjadi sosok berbeda suatu saat nanti.
Queen menatap wajah suaminya lekat-lekat. Queen tahu suaminya tidak akan pernah bicara sembarangan kalau bukan dengan perhitungan matang-matang.
"Aku percaya bee pasti punya alasan kuat bicara seperti ini!"
"Apapun itu aku percaya bee ingin yang terbaik untuk semuanya!"
"Terimakasih sayang sudah mau mengerti!"
"Bagaimana kalau Fatih menyukainya! apa bee akan melarang!"
Farhan menggelengkan kepala tanda bahwa Farhan tak akan pernah melarang ataupun mengekang Fatih untuk mencintai siapapun.
"Namun, Fatih harus siap di tinggalkan!"
Queen terdiam mendengar jawaban tegas suaminya. Apa hubungan mereka serumit itu hingga tak bisa bersatu suatu hari nanti.
"Sudah sayang jangan bahas lagi, sudah malam waktunya bobo!"
Potong Farhan ketika Queen akan bicara lagi membuat Queen refleks memukul lengan suaminya.
Farhan langsung menggendong istrinya lalu di rebahkan hati-hati di atas ranjang.
Kemudian Farhan juga ikut berbaring dan menarik sang istri kedalam dekapannya.
Bukannya tidur Queen malah meraba-raba perut sixpack Farhan membuat Farhan merasa geli.
"Bee,"
"Hm,"
"Gak jadi ah ...,"
"Kenapa!"
"Tidak!"
"Katakan!"
"Sudah ah, tidur!"
Farhan perlahan membuka kedua matanya kembali. Lalu sedikit mendorong sang istri supaya bisa dengan jelas melihat wajah Queen.
"Apa yang membunuh kedua orang tua Shofi adalah kakak dan ibu tirinya?!"
"Iya!"
Deg ...
Queen membekam mulutnya tak percaya dengan itu semua. Bagaimana mungkin ada orang sekejam itu.
Entah bagaimana jika berada di posisi Shofi, membayangkan nya saja membuat Queen sakit.
Apalagi kisah Shofi hampir sama dengan Queen sendiri. Namun, Jek tak segila itu. Walau posisi Queen dan sang mama dulu berada di posisi menjadi ibu dan saudara tiri Jek, ayah Amira.
Suasana kembali hening dan Farhan kembali memejamkan kedua matanya. Namun, mata Farhan kembali terbuka ketika sang istri kembali memanggilnya.
"Bee!"
"Hm,"
"Pengen!"
Deg ...
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...