Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 48 Shofi asli bukan Shofi cupu!


__ADS_3

Pagi-pagi sekali seseorang datang ke sekolah, entah apa tujuannya. Yang jelas terlihat bahwa orang itu tergesa-gesa menuju ruang UKS.


"Sial!"


Umpat orang itu ketika melihat pintu UKS sudah terbuka. Berarti Fatih dan Shofi sudah keluar dari ruangan ini.


Orang itu mengepalkan kedua tangannya karena rencananya gagal. Di mana ia akan mempermalukan Fatih dan Shofi.


Entah dendam apa orang itu sehingga niat menjebak Fatih dan Shofi. Namun, sayang rencananya gagal.


***


Shofi sudah putuskan ia akan merubah penampilannya. Dan itu sudah di setujui Davit. Karena Shofi terus merengek tak mau terus berpenampilan seperti itu lagi.


"Kak, bagaimana Shofi bisa menghadapi berbagai bahaya jika Shofi masih bersembunyi!"


Itulah yang Shofi katakan hingga membuat Davit mengizinkannya. Yang di katakan Shofi memang benar, Davit harusnya tak membuat Shofi seperti ini. Harusnya Davit membebaskan Shofi agar Shofi kuat bukan malah menekan Shofi menjadi lemah.


Ya, Davit harus melepas kebebasan Shofi dimana waktu itu tiba dan ini waktunya. Shofi yang meminta sendiri. Berarti Shofi sudah siap dengan segala sesuatunya. Davit hanya bisa melindungi Shofi dan memantau Shofi dari kejauhan.


Davit harus lera itu, karena bagaimana pun Shofi harus kuat dengan jati dirinya sendiri.


"Baiklah, lakukan apa yang kamu ingin lakukan. Tapi, berjanjilah jangan terluka!"


Dan, hanya itu jawaban Davit ketika Shofi mengutarakan keinginannya. Shofi berjanji akan mengingat itu, sudah cukup empat tahun Shofi bersembunyi. Ada kalanya Shofi lelah terus seperti ini. Ada kalanya Shofi harus menghadapinya sendiri.


Shofi tidak lagi memakai kaca mata bulat nan tak lagi di kuncir kuda dengan rambut berponi.


Walau masih ada poni yang menghiasi kening Shofi tapi kali ini rambut indahnya tidak di kekang lagi. Sekarang sudah bebas tergerai semaunya. Ini lah Shofi yang sesungguhnya.


Namun penampilan Shofi tidak se culun dulu atau feminim nan anggun. Namun, Shofi bergaya tomboy karena itulah Shofi. Jati dirinya sendiri dimana tak ada seragam yang di masukan ke dalam rok namun Shofi mengeluarkannya dengan jas yang pergelangan nya di lipat sedikit. Tas ransel yang sengaja Shofi kaitkan di satu pundaknya bukan dua lagi.


Shofi keluar dari mobil dengan menampilkan berbeda. Membuat satu sekolah geger.


Banyak pasang mata yang menatap Shofi berbeda-beda. Ada yang kagum ada juga yang aneh ada juga yang menatapnya tajam dan tentu ada juga yang sinis.


Namun Shofi gak peduli akan semua tatapan itu karena Shofi sudah terbiasa dengan para tatapan aneh itu. Apalagi anak cowo yang langsung banyak mengajaknya berkenalan.


Cih,


Sudah hampir dua bulan Shofi sekolah namun tak ada yang mau mengajaknya kenalan kecuali dua temannya, Amira dan Bunga.


Tapi, lihatlah ketika Shofi mengubah penampilannya. Semuanya mendekat dan meminta kenalan, sungguh munafik bukan.


Walaupun Shofi berpakaian tomboy tapi tak mengurangi kadar kecantikan Shofi yang mempunyai wajah barat dengan bola mata ke biru an. Campuran darah Eropa dan Asia, sungguh maha karya Tuhan yang luar biasa.


Anak-anak cowo kecewa karena tak ada satupun dari mereka yang di terima perkenalannya oleh Shofi.


Amelia and the geng menatap sinis ke arah Shofi. Tepatnya tak suka melihat Shofi jadi pusat perhatian. Hanya boleh dia Queen kecantikan di sekolahnya gak ada yang boleh menggesernya.


Sedang Amira dan Bunga menatap aneh penampilan Shofi. Tepatnya terkejut, apa ini teman mereka.


"Gak panas!"


Celetuk Bunga menempelkan punggung tangannya pada dahi Shofi.


"Emang aku sakit!"

__ADS_1


"Kirain sakit, habis penampilan kamu berbeda!"


"Gak suka ya!"


"Keren!"


Ucap Amira dan Bunga barengan membuat Shofi tersenyum tipis.


"Tapi, aku gak ngerti deh. Sebenarnya siapa kamu sih?"


Tanya Amira karena Amira merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dari Shofi. Mulai dari penampilan terus kekuatan dan sekarang penampilan Shofi yang berubah. Entah apa lagi yang akan berubah dari Shofi.


"Maaf, sebenarnya inilah Shofi asli yang sesungguhnya bukan Shofi cupu. Tapi, maaf aku belum bisa menjelaskan alasannya!"


Sesal Shofi karena Shofi merasa kedua temannya tak boleh terlibat dalam masalahnya.


Namun, Shofi tak sadar bahwa dengan cara dia menunjukan jati dirinya Shofi sudah membuat kedua temannya dalam bahaya.


"No problem, kami mengerti ko, tapi kalau kamu butuh apa-apa bilang saja. Kami siap membantu!"


"Iyakan Nga!"


"Iya dong, kita kan teman!"


"Benar gak Shof!"


Amira dan Bunga menghentikan langkahnya ketika tak mendapat respon dari Shofi. Amira dan Bunga saling pandang satu sama lain lalu berbalik.


Deg ....


Sedang orang yang di cari Amira dan Bunga sedang di tarik oleh seseorang sambil membekam mulutnya supaya tak berteriak.


Seseorang itu membawa Shofi keruang kosong.


"Embb .. MMM .."


Shofi terus bergumam tak jelas karena mulutnya di bekam.


"Akhhh .. sialan!!!"


Teriak Shofi ketika seseorang itu melepaskan bekapannya. Shofi langsung berbalik dengan perasaan marah.


Deg ..


Shofi terkejut mengetahui siapa yang membawanya.


"Manusia purba!"


Ucap Shofi datar, yang tadinya ingin marah namun Shofi urungkan ketika melihat tatapan Fatih yang menatapnya tajam. Bahkan bola mata Fatih sampai memerah membuat Shofi tertegun.


Ya, Dari tadi ketika Shofi jadi pusat perhatian Fatih menatap Shofi tajam bahkan sampai mengepalkan kedua tangannya.


"Awas aku mau keluar!"


Sentak Shofi kesal karena Fatih malah terus menatapnya tajam. Bahkan kini menghalangi jalannya.


Shofi berusaha lewat namun Fatih malah mendorong nya hingga punggung Shofi mentok dinding.

__ADS_1


"Awwss ... apa-apa an sih, lepas!"


Bentak Shofi yang merasa aneh dengan tatapan Fatih.


Bukan nya melepas Fatih malah semakin mengungkung Shofi dengan kedua tangannya hingga Shofi menahan dada bidang Fatih supaya jangan merapat.


"Pakai ini!"


Deg ...


Shofi terkejut ketika Fatih mengeluarkan kaca mata pertama Shofi yang hilang.


"Gak mau!"


Tolak Shofi, bahkan sampai Shofi menggeleng-gelengkan kepala ketika Fatih akan memakai kan kaca matanya.


Grep ..


Fatih menangkup pipi Shofi dengan kedua tangan besarnya. Membuat Shofi seketika menegang.


"Pakai!"


"Aku gak mau, kenapa kau selalu maksa!"


"Pakai!"


"Gak mau!"


"Pakai!"


"No, Ancient human, have you gone mad!"


Fatih semakin mencengkram pipi Shofi dengan mata menatap tajam Shofi. Fatih maju satu langkah hingga wajah mereka berdekatan. Bahkan Shofi bisa merasakan nafas bau mint Fatih menerpa hidung mancungnya.


Jika sudah begini Shofi tak bisa berbuat apa-apa dan sialnya Shofi malah tenggelam ke dalam bola mata hitam Fatih. Seakan bola mata itu menghipnotis kesadaran Shofi hingga diam.


Fatih semakin mendekatkan wajahnya hingga refleks Shofi memejamkan kedua matanya kuat.


Cup ...


Deg ...


Lagi-lagi jantung Shofi seakan mau loncat dari tempatnya. Ketika benda kenyal nan lembut menempel di kelopak mata kirinya.


Kecupan itu begitu lembut sama persis seperti Fatih mencium kelopak mata kanannya waktu di UKS.


Perlahan Fatih menjauhkan bibirnya hingga dengan refleks Shofi membuka matanya. Hingga tatapan mereka bertemu saling mengunci satu sama lain.


"Ingat! loe milik gue! jadi jangan berani-berani nya loe memperlihatkan kedua mata ini pada siapapun. Hanya boleh gue yang menatapnya!'


"Jangan sampai di lepas, loe akan tahu akibatnya!"


Shofi memegang jantungnya yang tidak baik-baik saja sambil menatap kepergian Fatih yang meninggalkannya. Dengan kaca mata yang sudah terpasang di hidung mancung Shofi.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2