Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 79 Pengorbanan


__ADS_3

Krek ...


Angel berhasil mematahkan leher salah satu penjaga bagian belakang. Dengan cepat Angel mengendap lagi.


Angel memberikan instruksi dengan gerakan tangannya. Seolah mengisyaratkan kalau keadaan aman.


Namun, siapa sangka Angel tidak tahu bahwa dia masuk kedalam jebakan Marsel.


Angel terkejut ketika keberadaannya di ketahui musuh. Angel harus hati-hati karena dia kalah jumlah dengan anak buah Marsel.


Prok ... prok ...


Suara tepuk tangan begitu nyaring hingga membuat Angel dan anak buah Davit langsung melihat ke arah sumber suara.


Di mana seorang laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah.


"Sungguh pintar, namun bodoh!"


Ucap Marsel tersenyum seringai menatap Angel yang menatapnya tajam. Seakan tak ada ketakutan sama sekali di jiwa Angel. Padahal diri nya dalam bahaya.


Marsel dengan cepat mengetahui kalau Angel yang jadi kaki tangannya ternyata sudah lama mengingat kembali ingatannya.


Marsel menyadari itu ketika penyerangan di Bali. Kenapa Davit bisa tahu kalau dirinya akan di serang. Dan, Angel ada di balik itu semua dengan penyamarannya yang sangat sempurna. Bahkan Angel juga yang memalsukan data penerbangan Davit dan Shofi yang di jadwalkan ke Jakarta malah ke China.


Sungguh pengalihan yang sangat sempurna. Marsel sudah di bodohi dengan anak buahnya sendiri. Sampai dia bak orang bodoh mencari keberadaan Davit selama enam bulan di Cina. Namun, hasilnya nihil, hingga di sanalah Marsel merasa ada ke janggalan dan semua itu karena keponakan bodoh nya.


Marsel murka mengetahui itu semua, namun menahannya karena tak mau membuat rencana gagal mendapatkan Shofi.


Bahkan Marsel sudah tak peduli lagi dengan keponakan bodohnya beserta ibu dari keponakannya itu. Karena mereka juga rencana Marsel gagal.


Walau, Marsel akui, strategi Angel dan Davit tidak di ragukan lagi. Bahkan sampai membuatnya terkecoh cukup lama. Namun, semua itu akan berakhir sebentar lagi. Karena Angel datang sendiri, seakan mau menyerahkan nyawanya.


"Lepaskan nona muda!"


Ucap Angel tegas membuat Marsel menyukai sikap Angel yang pemberani, tak ada ketakutan sama sekaki. Bahkan sekali pun pistol sudah di todongkan ke padanya.


"Baik lah, namun!"


Marsel menjeda ucapannya menyeringai menatap Angel penuh nafsu. Sudah lama Marsel menginginkan Angel, namun Angel terlalu pintar untuk menghindar dari setiap jebakannya.


"Kamu harus melayaniku dulu sayang!"


Cuih ...


Angel meludah jijik pada manusia tua di depannya yang selalu haus akan se**.


Justru tingkah Angel malah membuat Marsel semakin bernafsu dan menyukai cara Angel.


Tak ada ketakutan sama sekali di diri Angel. Angel hanya cukup mengulur waktu agar rencananya berhasil.

__ADS_1


"Kau dari dulu selalu menggemaskan ha ... ha ...,"


Ucap Marsel sambil tertawa sangat sangat menyukai tatapan Angel yang tajam. Angel orang yang tak akan pernah tunduk pada siapapun.


"Saya meminta baik-baik, lepaskan nona muda Damaresh atau anda akan menyesal!"


Ancam Angel membuat Marsel mengepalkan tangannya. Sungguh berani sekali gadis di depannya mengancam dirinya.


"Sebelum itu terjadi maka kamu akan melihat gadis kecil kesayangan mu Mati!"


Cetus Marsel santai namun terdengar menakutkan di akhir katanya.


Grep ...


Tangan Angel di tarik kuat hingga membuat tubuh Angel menubruk dada Marsel. Walau Marsel sudah tua namun badannya tetap kekar halnya anak muda.


Anak buah Davit ingin memberontak namun pistol menodong ke arah kepala mereka. Membuat Angel memberi isyarat lewat gerakan tangannya agar tetap diam. Jangan sampai rencana yang sudah ia susun gagal.


Marsel menekan kuat pinggang Angel hingga semakin menempel pada tubuhnya. Marsel mengunci satu tangan Angel ke belakang.


Tangan Marsel memegang dagu Angel lalu mengangkatnya sedikit.


"Kau begitu seksi, bagaimana kalau kita habiskan waktu panas di ranjang!"


Cup ...


Angel memalingkan wajahnya cepat hingga membuat Marsel malah mencium pipinya.


"Jangan nakal sayang, atau kau akan melihat gadis kecilmu mati!"


Angel membulatkan kedua matanya ketika layar televisi menyala. Memperlihatkan Shofi dan Fatih yang di ikat di sebuah kursi yang dalam posisi masih tak sadarkan diri. Namun, yang membuat Angel terkejut ada sebuah bom yang di pasang di tubuh Fatih dan Shofi.


Sungguh Angel tak menyangka kalau Marsel akan segila ini. Bagaimana mungkin di dunia ini ada orang sekejam Marsel.


"Lepaskan nona!"


"Sudah ku katakan, tidak semudah itu sayang!"


Marsel tersenyum penuh kemenangan melihat wajah ketakutan Angel yang di mata Marsel sangat menggemaskan.


"Lepaskan!"


"Seperti perjanjian awal!"


"Ok!"


"Nona jangan, Lord akan marah besar!"


Bentak salah satu anak buah Davit tak suka mendengar ucapan Angel. Bisa-bisa mereka di gantung hidup-hidup jika sesuatu terjadi pada Angel.

__ADS_1


"Selesaikan sekarang!"


Tegas Angel tak suka ber basa basi, dan itu tentu membuat anak buah Davit tercengang dengan keputusan Angel.


"Aku suka, gayamu sayang. Sepertinya kau tak sabar ha .. ha ..."


Tawa Marsel kembali menggema sambil meremas bokong Angel. Sekuat tenaga Angel menahan emosinya dengan senyuman kaku yang tak pernah Angel tunjukan.


Marsel menarik Angel ke sebuah kamar yang cukup luas dengan ranjang yang empuk berselimut sutra.


Bruk ...


Angel mendorong Marsel hingga terlentang di atas ranjang. Membuat Marsel terkekeh akan ke agresif pan Angel yang sangat Marsel sukai.


Sudah lama Marsel menginginkan moment ini. Bahkan Marsel terkadang diam-diam memerhatikan Angel saat latihan tembak.


Keringat yang mengkilap di leher Angel membuat Marsel tersiksa.


Srek ...


Angel membuka kasar kemeja Marsel hingga kancing bajunya terlepas. Nampaklah dada bidang Marsel yang sangat bagus karena rajin gym.


Marsel kembali terkekeh dengan tingkah Angel yang sangat Marsel sukai. Karena itu membangkitkan gairah Marsel.


"Bolehkah saya menunjukan sedikit pemanasan!"


Marsel mengangguk karena tahu apa yang akan Angel lakukan. Yaitu, Angel akan menari, meliukkan badannya halnya artis Bollywood.


Karena Marsel sering melihat Angel menari di kamarnya sambil menyetel musik kencang. Hingga dulu ketika Marsel mengintip Angel tak mengetahuinya.


Dan benar saja dugaan Marsel, Angel menyetel lagu India dengan kencang sambil menari halnya penari profesional.


Angel membuka blazer nya dan membantingnya ke arah wajah Marsel.


Hingga menyisakan kaus tipis yang Angel kenakan.


Keringat mulai bercucuran membasahi kening, leher dan dada Angel. Hingga Angel terlihat mengkilap.


Dan, sungguh pemandangan di depannya itu membuat Marsel benar-benar tak berdaya. Marsel sudah tak kuat menahannya namun Angel belum juga menyelesaikan tariannya. Bahkan Angel sengaja menambah volume musiknya agar apapun yang terjadi di luar Marsel tak akan mendengarnya.


Itulah tujuan Angel yang sesungguhnya akan di mulai dari sekarang. Walau Angel harus membuat resiko besar bagi dirinya. Yaitu kemarahan Davit, karena Davit tak setuju dengan rencananya.


Angel yakin, Davit masih sedang dalam perjalanan Jerman-Indonesia. Entah akan semarah apa Davit padanya, yang penting gadis kecilnya selamat.


Bukankah menyelamatkan orang yang kita sayangi butuh pengorbanan besar. Walau pengorbanan itu sendiri malah menyakiti hati lain.


Begitulah pengorbanan, harus ada yang sakit salah satunya. Demi menyelamatkan satunya lagi. Itulah yang sedang Angel lakukan.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2