
Tiga gadis itu benar-benar menghabiskan waktu lima jam di dufan. Berbagai permainan mereka naiki walau tak semuanya karena waktu di Dufan sudah habis.
Mereka bertiga meluncur ke carnaval ancol. Mengabadikan momen di sana dengan berfoto di setiap tempat yang menurut mereka bagus di buat SUT poto.
Rasa lelah dan lapar mulai menghampiri ke tiganya. Apalagi waktu sudah sore.
Ketiga gadis itu mulai istirahat dan makan dulu di Le Bridge, salah satu restoran yang ada di ancol di mana lestoran itu menyajikan makanan bernuansa Paris.
Mereka bertiga menikmati makanan mereka sambil menikmati pemandangan yang sangat indah dengan langsung melihat laut lepas.
Mereka tidak langsung menghabiskan makanan, namun di bumbui dengan obrolan ringan yang mengundang canda tawa ketiganya.
Sedangkan sang bodyguard hanya memantau saja dari kejauhan kemanapun nona mereka melangkah. Selagi Marsel belum di lakukan eksekusi mati Davit tetap menjaga ketat kemanapun Shofi pergi. Apalagi adiknya pergi ke area banyak orang. Davit hanya jaga-jaga takut ada musuh lain yang mengincar adiknya.
Dan, memanfaatkan situasi ramai untuk melakukan aksinya. Davit tak mau kecolongan lagi. Berharap setelah eksekusi mati Marsel selesai Davit tinggal mengurus Gresela dan Stephen. Davit belum menentukan hukuman apa yang pantas bagi dua manusia itu yang sudah membunuh orang tua angkatnya.
"Ah ..., aku pasti akan merindukan momen ini!"
Cetus Bunga tersenyum lebar. Begitupun Shofi dan Amira.
"Jangan lupakan kami ya, nanti kalau ada waktu berkunjung lagi ke Indonesia?"
Ucap Amira serius.
"Tenang saja, itu janjiku!"
"Tapi, kamu akan datang kan di acara resepsi pernikahan ku?"
Cetus Bunga cemberut karena Shofi besok harus pergi.
"Itu pasti, aku akan datang. Aku tak mungkin melewatkan hari bahagia kamu!"
"Oh so sweet banget!"
Sumringah Bunga memeluk erat Shofi membuat Shofi terkejut.
"Jangan lupa beri aku keponakan banyak!"
Plak ...
"Isstt, kau ini Ra!"
Kesal Bunga memukul lengan Amira sambil menahan malu. Tentu saja Bunga malu jika harus membahas itu.
Walau Bunga sedikit bar-bar dan ceroboh tapi yakinlah. Bunga mempunyai sipat ke ibuan di antar Shofi dan Amira. Itulah kenapa Bunga mudah menerima pernikahannya di usinya yang muda. Bahkan Bunga sendiri yang tak sabar mempunyai anak di usia muda. Bunga yang seorang anak tunggal tentu kesepian jika tak ada teman. Untuk itu Bunga memutuskan akan langsung punya anak banyak. Karena Bunga merasa jika punya anak akan kasihan seperti apa yang Bunga rasakan. Tak bisa berbagi, tak bisa berantem tak bisa saling jahil.
"Ya iyalah, kamu kan di antara kami yang sudah menikah. Kalau aku gak tahu kapan, aku akan melanjutkan kuliah sampai S3 baru akan menikah. Dan Shofi juga dia pewaris kerajaan keluarganya pasti Shofi akan sibuk!"
Ujar Amira membuat Bunga mengerucutkan bibirnya.
"Itu betul, bahkan aku gak tahu bagaimana sibuknya aku!"
Lanjut Shofi membuat Bunga tambah masam.
"Iya .. iya .. aku akan memberikan kalian keponakan banyak, bahkan sebelas biar jadi pemain sepak bola!"
Cetus Bunga membuat Shofi dan Amira kembali tertawa.
__ADS_1
Ketiga gadis itu tak peduli akan orang-orang di sekitarnya yang memerhatikan tingkah konyol mereka. Bagi mereka di sana hanya mereka bertiga tak ada yang lain.
"Ihhh ... kalian ngeselin!"
Bunga benar-benar di buat kesal dengan kejahilan dua sahabatnya yang terus menggoda dirinya, jika terus di goda masalah anak membuat Bunga malu sendiri.
"Sudah .. sudah .. waktunya kita naik perahu, menikmati sunset!"
Deg ...
Shofi seketika menghentikan tawanya bahkan hampir sada tersedak. Sungguh ucapan Amira bak panah yang menembus jantungnya.
"Shofi, kamu gak apa?"
Tanya Amira yang aneh melihat perubahan wajah Shofi yang menegang.
"Kamu takut naik perahu?"
Tanya Bunga ketika melihat Shofi masih diam.
"Kalau kamu takut, lebih baik gak jadi. Kita main pasir saja!"
"Ahh .. enggak, aku baik-baik saja. Aku gak takut!"
Ucap Shofi cepat tak mau mengecewakan kedua sahabatnya. Shofi hanya teringat saja waktu dia bersama Fatih menikmati sunset di danau.
Kenapa juga Fatih tiba-tiba muncul di benaknya membuat Shofi jadi kesal sendiri.
"Beneran?"
Tanya Amira memastikan membuat Shofi mengangguk mantap.
Ucap Shofi langsung menarik lengan Amira dan Bunga. Mereka berjalan cukup jauh menuju tempat yang ada perahunya.
Sesekali Bunga mengabadikan momen itu di tempat yang menurut bunga bagus untuk berfoto.
"Shofi, beneran kamu naik, gak sedang pura-pura baik-baik saja kan?"
Tanya Amira memastikan karena takut Shofi malah pusing dan mual atau apalah ketika nanti sudah naik.
"Beneran, gak percaya aku naik nih duluan!"
Ucap Shofi meyakinkan, Shofi naik terlebih dahulu lalu duduk di kursi depan.
"Nih aku sudah naik, ayo!"
Ujar Shofi sambil melambaikan tangan pada Amira dan Bunga. Namun Shofi malah di buat heran oleh seseorang yang malah naik kemudian nahkoda mulai menjalankan perahunya.
"Loh loh, pak kedua teman saya belum naik!"
Panik Shofi beranjak dari duduknya lalu berjalan ingin turun. Namun, langkah Shofi terhenti ketika Amira berteriak.
"Nikmatilah waktu kalian berdua!"
Teriak Amira sambil melambaikan tangan membuat tubuh Shofi seketika menegang.
Nikmatilah waktu berdua, batin Shofi bingung dengan ucapan Amira. Dengan ragu Shofi melirik ke arah samping dengan tangan gemetar.
__ADS_1
Deg ...
Shofi membulatkan kedua matanya melihat siapa yang sedang tersenyum ke padanya. Jantung Shofi terpacu lebih cepat dari sebelumnya. Perlahan Shofi mundur karena terkejut dengan apa yang dia lihat hingga Shofi hampir saja jatuh jika tidak lengan kekar menahan pinggangnya.
"Hati-hati loe bisa jatuh!"
Ucap Fatih tersenyum melihat raut wajah Shofi yang masih shok.
Fatih mengiring Shofi untuk duduk kembali karena jika berdiri bahaya.
Shofi masih diam saja dengan kejadian barusan. Kenapa Fatih bisa ada di sini, batin Shofi bertanya-tanya. Apa ini semua di sengaja.
"Hey, kenapa bengong!"
Ucap Fatih sambil melambaikan tangannya di depan wajah Shofi.
"Kenapa ke sini sih, ganggu saja!"
Ketus Shofi yang mulai bisa me rileks kan keterkejutannya. Namun, bukannya tersinggung Fatih hanya tersenyum tipis saja sambil menatap ke depan.
Shofi di buat bingung dengan reaksi Fatih yang santai. Biasanya Fatih akan menyahuti setiap ucapannya. Dan, bahkan Fatih juga tidak marah ketika dia tak memakai kaca mata.
"Gue hanya ingin menikmati sunset bersama loe, sebelum loe benar-benar pergi!"
"Bagaimana kau tahu aku akan pergi!"
Cetus Shofi, seingatnya Shofi sudah melarang Bunga ataupun Amira memberi tahu keberangkatan dia. Tidak mungkinkan Amira tak menepati janjinya.
"Jangan marah pada Amira atau Bunga, mereka tidak memberi tahu!"
Potong Fatih ketika Shofi akan bersua, sudah Fatih duga ternyata Shofi benar-benar tak ada niat memberi tahunya untuk sekedar pamit saja.
Miris bukan!
"Terus kamu tahu dari mana?"
"Aku tahu sendiri, bahkan aku tahu alasan loe menyuruh gue tak jatuh cinta!"
Kini Shofi terdiam, bingung harus bagaimana. Bagaimana Fatih bisa tahu sedang dia tak bicara apa-apa. Atau jangan-jangan Fatih mendengarkan percakapan waktu itu di rumah sakit. Tidak mungkin, bukankah Fatih sudah pergi, batin Shofi bingung bercampur takut.
"Loe melarang gue masuk karena loe tahu loe akan pergi kan. No problem, jangan takut gue akan kecewa, walau nyatanya sudah. Tapi, loe jangan takut, gue tak akan menuntut Loe apa-apa. Karena semua salah gue, gue yang sudah tanpa izin memaksa masuk ke hidup loe bahkan sudah loe larang. Inilah resikonya patah sebelum berjuang!"
Ucap Fatih tanpa jeda, Fatih tak membiarkan Shofi ikut bicara. Cukup Fatih yang bicara mengeluarkan segala perasaan yang ada.
"Dari pada gue gak dapat hati loe, gue harus dapat pertemanan seperti yang loe katakan,"
"Mari berteman!"
Ucap Fatih sambil mengangkat jari bungsunya dengan senyuman tipis.
Shofi dengan ragu menatap Fatih, Shofi tak bisa membaca apa Fatih serius atau bercanda. Tatapan itu datar seperti pertama kali Shofi melihat ya. Tak ada tatapan sakit dan kecewa seperti tatapan dua Minggu lalu.
"Apa loe menolak pertemanan juga!"
"Mari berteman!"
Jawab cepat Shofi sambil mengaitkan jari bungsunya di jari bungsu Fatih. Seketika bibir Fatih tersenyum lebar, sangat manis dan coll bahkan sampai membuat Shofi terpesona.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih .....