Filosofi Alin

Filosofi Alin
Bab 38 Olimpiade II


__ADS_3

Anak-anak yang lolos ke sesi kedua mereka dengan penuh ektra berdiskusi dengan guru pembimbing mereka masing-masing.


Begitupun dengan Amira yang begitu serius mempelajari persoalan-persoalan matematika yang sangat sulit di pecahkan. Karena Amira yakin, pertanyaan itu akan muncul.


Sedangkan Fatih jangan di tanya, anak itu malah santai nya tertidur ketika guru pembimbing mereka menjelaskan karena waktu mereka hanya satu jam lagi sesi kedua di mulai.


Amira mendengus kesal melihat Fatih malah enak-enakan tidur. Entah apa yang di lakukan Fatih semalam sampai pagi begini malah Tidur.


Amira jangan di tanya lagi, gadis itu sepulang dari acara dia tak melakukan banyak pekerjaan dan malamnya Amira langsung istirahat karena Amira tak mau sampai ngantuk di acara.


Amira ingin sekali Shofi dan Bunga ikut menyaksikan dirinya dan Fatih. Namun sayang hanya orang-orang dari OSIS dan beberapa anak kelas X dan XII yang ikut.


Sedangkan Jek dan Melati begitu terkejut melihat putri nya bersama Fatih yang naik. Pasalnya Jek dan Melati tahu bagaimana Fatih.


Namun, kemaren melihat bagaimana Fatih menjawab membuat Jek dan Melati sekarang faham dengan apa yang di lakukan Fatih selama ini.


"Fatih bangun, acaranya mau di mulai!"


Fatih menggeliat dengan wajah bantalnya. Untung saja Fatih tidak ileran. Kalau sampai ileran bisa hancur reputasi Fatih sebagai orang tampan.


"Ayo!"


"Aisstt, kau cuci muka dulu!"


Amira menarik Fatih ke arah wastafel guna mencuci muka. Dengan telaten Amira mengeringkan wajah basah Fatih dengan sapu tangannya.


Kelakuan Amira seperti sepasang kekasih saja. Membuat sepasang mata mengepalkan kedua tangannya.


Bahkan ada beberapa peserta lain yang lewat mereka berbisik melihat keromantisan Amira dan Fatih.


Tapi, mereka tidak tahu bahwa sepasang manusia itu hanya sebatas saudara. Bahkan Amira lebih tua tiga bulan dari Fatih. Tapi, badan Fatih lebih tinggi dari Amira, Amira hanya sebatas dada Fatih saja.


"Sudah ayo!"


Amira kembali menarik lengan Fatih, entah kenapa hari ini Fatih tidak menolak atau ngeselin. Yang ada Fatih menerima apa saja yang Amira lakukan pada dirinya.


"Ingat! kalian harus fokus. Semoga berhasil!"


Semangat guru pembimbing Amira dan Fatih yang tak lain adalah Bu Intan sendiri. Guru yang pernah menjadi salah sasaran kejahilan Fatih.


Semua Perseta sudah berada di tempatnya masing-masing begitupun dengan pada juri.


Sang moderator pun sudah membuka acaranya dan memulai mengacak kembali grup manakah yang pertama menjawab jawaban sesi ke dua dengan sepuluh pertanyaan.


Layar Pun sudah menampilkan deretan grup hingga memutar lalu berhenti.


"Grup 4, SMAN 28 Jakarta! apa kalian sudah siap!"


Tanya moderator pada grup 4 yang perwakilannya cewe semua. Salah satu dari mereka menjawab siap.


"Baiklah, kita lihat pertanyaan pertama, apa kalian bisa menjawab atau tidak!"


Sebuah layar memutarkan soal-soal acak hingga berhenti di satu soal.


Suatu pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 9 bulan oleh 300 orang pekerja. Banyaknya tambahan pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam waktu 6 bulan adalah....


"Silahkan grup 4 untuk menjawab!"


"150 orang!"


Jawab cepat grup 4 seperti ragu-ragu. Karena terlalu tegang membuat grup empat menjawab terburu-buru.


"150 orang, kita lihat apa jawaban grup 4 benar atau tidak!"

__ADS_1


Dua peserta itu harap-harap cemas menatap layar besar itu hingga jawabannya keluar.


troleng ...


"Sayang sekali jawabannya salah, berarti di lempar pada grup 1!"


"180 orang!"


"Ok, kita lihat apa jawaban grup 1 benar apa salah!"


troleng ...


"Sayang sekali masih kurang benar, kita lempar jawabannya pada grup 3!"


"200 orang!"


troleng ...


"Wow, ternyata benar. Jawabannya adalah 200 orang Banyaknya tambahan pekerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 6 bulan."


Grup 3 bersorak gembira karena ia mendapat nilai dari sesi lempar.


Hingga soal-soal selanjutnya di perlihatkan. Ada juga yang terjawab ada juga yang di lempar di setiap grup. Hanya dua grup yang menjawab pertanyaan nya dengan benar dan berikut di tambah nilai sesi lempar.


Hingga grup yang sudah terlihat bahwa mereka sudah kalah hanya bisa pasrah. Sedangkan ada lima grup yang pasti lolos dengan nilai sama dan hampir sama. Dan dua di antaranya mereka harus mundur mengikuti lima kelompok tadi.


"Baiklah, kita lihat siapa tiga grup yang akan lolos dan siapa yang akan pulang!"


Ketegangan semakin menghantui para peserta begitupun dengan Amira. Hanya Fatih lah satu-satunya orang yang sangat santai.


"Grup 14 dan grup 4 maaf, kalian harus pulang!"


"Dan selamat pada grup 13 SMAN 78 jakarta, grup 10 SMAN 10 Jakarta dan grup 8 SMAN 8 Jakarta kalian lolos ke sesi terakhir, yaitu sesi perebutan."


Prok ...


Prok ...


Semua bertepuk tangan dengan berbagai macam ekspresi.


Anak-anak yang lolos beristirahat sejenak untuk menjernihkan pikirannya. Dan jam 13:30 sesi ketika akan di mulai.


Dan sang juara akan akan menang dengan pergabungan nilai dari sesi satu dan dua. Jadi sesi rebutan ini, mereka harus cepat menjawab dan mendapatkan nilai tinggi.


Rasanya ini benar-benar melelahkan, Fatih ingin segera pulang dan istirahat.


Farhan dan Queen memang tidak ikut, bukan tak mau mendukung putranya tapi Farhan dan Queen lebih tahu dari itu.


"Fatih, please ya. Jangan suruh aku terus yang bicara, nanti harus kamu!"


Ucap Amira memelas, karena dari sesi pertama Fatih selalu memberikan jawabannya pada Amira walau Amira juga sudah tahu jawabannya. Tapi, Amira malah gagal fokus karena Fatih tidak butuh menghitung tapi jawaban Fatih tepat sekali dengan hitungan Amira.


"Gue males, loe aja!"


"Tapi Fatih, aku gak fokus. Bahkan tadi saja hampir aku menjawab salah jika kamu tak menyadarkan aku!"


"Pokonya kamu ya kamu, jangan memaksa!"


Putus Fatih tak mau di ganggu gugat, membuat Amira menghela nafas kasar.


"Kau ini menyebalkan, bagaimana jadinya Shofi jika harus berurusan dengan kamu. Benar yang di katakan Shofi, kau manusia purba!"


"Amira!"

__ADS_1


Kesal Fatih karena Amira malah menghina nya dengan julukan manusia purba. Ini semua gara-gara Shofi. Fatih jadi tidak sabar menunggu hari esok dan Fatih pastikan Fatih tidak akan pernah melepaskan Shofi.


"Cepat, kalian harus kembali. Acara akan segera di mulai!"


Ucap bu Intan pada Amira dan Fatih yang malah berdebat.


Kini malah Amira yang terlihat lesu sedang Fatih terlihat semangat 45, mungkin Fatih gak sabar menunggu hari esok.


Kini ketiga grup itu membentuk segi tiga dengan sang moderator diam di tengah-tengah.


"Apa kalian sudah siap!"


"Siap!"


Jawab ketiga grup itu, membuat para penonton bersorak ria karena ini sesi terakhir yang menentukan siapa sang juara paling tercepat dan tepat akan jawabannya.


"Ok, baiklah kita mulai! di sini nanti akan ada dua puluh pertanyaan. Sebelum pertanyaan belum selesai di bacakan kalian jangan dulu menekan tombol itu. Kalau sudah maka tekan, mengerti!"


Nilai x + y dari himpunan penyelesaian 2x + y \= 12 dan 3x – 2y \= 25 adalah....


Tet ...


Fatih langsung menekan tombol hijau itu.


"Iya grup 10, silahkan jawab Nilai x + y dari himpunan penyelesaian 2x + y \= 12 dan 3x – 2y \= 25 adalah....?"


"5,"


"5, kita lihat. Apa jawabannya benar atau tidak!"


Layar besar itu langsung menyala.


Ting ...


"Wow, jawabannya benar!"


Sorak tepuk tangan menggema membuat Amira tersenyum tipis. Ternyata memancing menyebut nama Shofi tadi membuat Fatih semangat dan menunjukan skill-nya. Inilah yang Amira inginkan!


Indah rutin menabung setiap bulan selama satu tahun. Pada bulan pertama ia menabung Rp.300.000,00, pada bulan kedua Rp.325.000,00. Pada bulan ketiga Rp.350.000,00 dan seterusnya dengan penambahan uang yang ditabung setiap bulan selalu tetap. Jumlah tabungan Indah setelah satu tahun adalah ....


Tet ...


Lagi-lagi Fatih langsung menekan tombol membuat grup 13 dan 8 kesal, Fatih begitu cepat sekali menekan tombol. Bahkan para juri pun terkejut.


"Rp.5.250.000,00!"


"Wow, cepat sekali menjawabnya bahkan tanpa menghitung. Tapi, kita lihat, apa jawaban kamu benar atau tidak!"


Tet ....


"Benar!"


Lagi-lagi jawaban Fatih benar membuat para Juri saling pandang satu sama lain.


Hingga berlanjut ke pertanyaan ke tiga.


Dalam suatu deret aritmatika, diketahui bahwa suku tengah dari deret tersebut ialah 32. Jika total n pada suku pertama adalah 672, Berapakah banyak suku yang ada pada deret tersebut?


Tet ...


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ..

__ADS_1


__ADS_2