Filosofi Alin

Filosofi Alin
Extra prat 2


__ADS_3

"Buang, jangan menggunakan ponselnya!"


"Siap!"


Seseorang memerintahkan pada sang bodyguard yang mengawal Shofi untuk membuang ponsel Shofi.


Jangan sampai Shofi melihat apa yang terjadi. Shofi harus melupakan semuanya, jangan sampai dia kembali.


Sedangkan Shofi sendari tadi hanya menatap ke luar jendela pesawat. Hatinya begitu resah sekali. Kenapa tiba-tiba hatinya begitu sesak dan tanpa Shofi sadari, air matanya keluar.


"Fatih!"


Lilir Shofi menyebut satu nama yang membuat hatinya tiba-tiba sakit. Apa yang terjadi, kenapa Shofi merasakan sesak.


Shofi mencari ponselnya, namun Shofi tak menemukan dimana ponselnya berada. Shofi semakin cemas, kemana ponselnya. Kenapa tidak ada di saku maupun tasnya.


Shofi bertanya pada Lucky namun Lucky tidak melihatnya. Padahal di sana banyak kenangan dia bersama kedua sahabatnya terutama kenangan bersama Fatih yang tak mau Shofi lupakan.


Namun, Shofi tak bisa bergerak bebas karena ia berada dalam pesawat.


.


Rumah sakit Bunda Husna ...


Farhan bernafas lega ketika melihat istrinya sudah sadar.


"Sayang!"


"Bee,"


Lilir Queen berkaca-kaca, kepalanya nampak pusing. Namun, ingatan akan putranya membuat Queen kembali sedih.


"Putra kita baik-baik saja, percayalah!"


Queen kembali menangis di pelukan Farhan. Sedang Aurora berada di luar ruangan bersama Amira, Jek, Melati dan yang lainnya.


Berkali-kali Amira menelepon nomor Shofi namun tidak aktif. Amira tahu, Shofi masih berada dalam pesawat.


Amira tak kehabisan akal, ia mengirim pesan memberi tahu keadaan Fatih. Amira yakin, jika Shofi sudah sampai Shofi akan membaca pesannya.

__ADS_1


Semua keluarga berharap-harap cemas dengan keadaan Fatih. Seorang dokter paru baya masuk ke ruang di mana Queen berada.


"Dokter Bara!"


"Sayang tenang!"


Cegah Farhan ketika istrinya beranjak. Farhan mencegah sang istri untuk tetap diam dan tenang.


"Syukurlah kalau sudah sadar, tapi saya harap nyonya tenang. Karena itu akan mempengaruhi janin anda!"


Lagi-lagi Queen lupa jika dia sedang mengandung. Refleks Queen mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit.


"Maafkan bunda nak!"


Sesal Queen, Farhan menarik sang istri kedalam pelukannya. Farhan faham akan apa yang di rasakan sang istri. Queen pasti jauh lebih terpukul di bandingkan dirinya. Karena Queen seorang ibu, ibu yang melahirkan anaknya.


"Saya baik-baik saja, katakan apa yang terjadi pada putraku!"


Dokter Bara terdiam, dia melirik Farhan yang mengangguk saja.


"Tuan muda mengalami patah tulang di bagian punggung dan lengan kanannya. Dan, yang paling parah bagian kepala!"


Tapi, Farhan mengisyaratkan untuk tetap melanjutkan.


"Bagian kepala mengalami pendarahan yang cukup serius. Namun, saya belum bisa memastikan apakah tuan muda baik-baik saja atau sebaliknya. Namun, kemungkinan besar tuan muda akan ke hilang sebagian memorinya!"


Deg ...


Farhan memejamkan kedua matanya sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri yang kembali tak sadarkan diri.


Ini sungguh menyakitkan bagi keluarga Al-biru.


Sesudah menyelesaikan penjelasannya dokter Bara undur diri memberikan ruang bagi sahabatnya.


Melihat dokter Bara keluar ruangan, Jek langsung masuk di ikuti yang lainnya.


"Adikku kenapa lagi?"


Tanya Jek menghampiri Farhan yang sedang menidurkan Queen.

__ADS_1


"Pingsan lagi!"


Semua orang terdiam dengan suasana semakin mencengkram.


Farhan tak tahu harus berbuat apa, melihat istrinya pingsan lagi saja membuat hati Farhan sesak.


"Queen shok kembali, ketika dokter Bara menjelaskan. Kemungkinan besar Fatih akan mengalami hilang ingatan!"


Semua orang menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar. Bahkan Aurora sampai menggigit lengannya agar tangisan itu tak keluar.


Sungguh malang nasib Fatih, kenapa ini harus terjadi.


Bahkan Fatih sampai saat ini ia belum sadarkan diri. Membuat semua keluarga harap-harap cemas.


Bahkan Dinda dan Fandi langsung terbang dari Jerman-Indonesia ketika mendengar kabar bahwa cucu laki-laki mengalami kecelakaan.


Dinda tak bisa membayangkan bagaimana sedihnya Queen. Dinda ingin segera sampai ke Indonesia, membawa sang putri ke dalam pelukannya.


Sungguh kejadian ini membuat Farhan benar-benar terpukul.


Belum putranya yang sendari kemaren belum sadarkan diri di tambah keadaan istri ya yang drop bahkan hampir saja ke guguran.


Kejadian yang begitu cepat membuat semuanya hancur.


Bahkan Amira menjadi kesal sendiri kenapa sampai saat ini belum juga ada balasan dari Shofi. Bahkan ponselnya masih belum aktif.


"Apa kamu benar-benar ingin melupakan semuanya. Lihatlah, sepupu ku terbaring kaku dan dia belum sadar-sadar. Apa kau sengaja mematikan ponselmu karena tak mau lagi mendengar kabar tentangnya!"


Monolog Amira terlihat sangat kesal pada Shofi. Kenapa sampai saat ini tak ada telepon balik atau balasan dari Shofi.


Sungguh kejam, jika Shofi benar-benar sengaja melakukannya.


Selesai ....


.



(Kisah Amira dan Alam)

__ADS_1


__ADS_2