
Entah kenapa Fatih seakan sudah terbiasa membalut sebuah luka. Bahkan Fatih tidak merasa ngeri sama sekali. Seolah-olah pekerjaan itu sering Fatih lakukan.
Merasa sudah selesai membalut luka Shofi. Fatih mengangkat wajahnya perlahan.
Deg ...
Mata mereka kembali bertemu mengunci satu sama lain. Sesaat keduanya terdiam saling menatap keindahan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.
Sedangkan di luar, Amira dan Bunga berada di depan pintu toilet. Ingin masuk namun di halangi ketika sahabat Fatih.
Amira dan Bunga begitu terkejut ketika mendengar dari anak-anak kalau Shofi mengamuk di kamar mandi sampai memecahkan kaca.
"Shofi!!!"
"Shofi!!"
"Shofi!!"
Teriak Amira dan Bunga. dari luar berharap Shofi akan mendengar suara teriakan mereka.
Dan, benar saja teriakan Amira dan Bunga menyadarkan lamunan keduanya.
Shofi langsung mundur salah tingkah. Shofi merutuki kebodohannya bisa-bisa Shofi hampir terpesona.
Sedangkan Fatih terlihat cuek dan datar sambil membereskan kotak P3K dengan cepat.
"Jangan pernah lakukan hal gila lagi, dan jangan tunjukan kelemahan loe di hadapan gue,"
Sesudah mengatakan itu Fatih langsung keluar membuat Shofi termenung. Apa maksud ucapan Fatih kenapa ucapan itu seperti menyimpan makna lain.
Melihat Fatih keluar membuat Amira langsung menatap tajam saudaranya.
"Kamu apakan Shofi hah,"
"Awas saja kalau terjadi apa-apa sama dia!"
Bentak Amira langsung menerobos masuk karena tak di cegah lagi. Begitupun dengan Bunga.
"Shofi, you're okay!"
Ucap Amira begitu terkejut melihat kaca yang hancur. Lalu mata Amira melihat pada baju Shofi yang banyak darah.
"Darah!"
Pekik Bunga terkejut melihat darah berceceran di mana-mana. Seketika Bunga merasa pusing dan mual.
Bruk ...
"Bunga!"
Kepanikan Amira menjadi ketika melihat Bunga malah pingsan. Amira lupa memberi tahu Bunga kalau ada darah. Amira jadi bingung sendiri, hingga membuat Shofi tersadar dari lamunannya ketika Amira menepuk pipi Shofi.
Shofi membelalakkan kedua matanya melihat Bunga tergeletak di lantai. Untung saja Bunga pingsan jauh dari pecahan kaca.
Niat mau menolong Shofi Amira jadi menolong Bunga.
"Bunga kenapa?"
Tanya Shofi mendekat.
"Aku lupa, Bunga phobia darah!"
Lilir Amira merasa bersalah. Mengangkat kepala Bunga ke atas pangkuannya.
"Sebentar aku akan cari bantu ...,"
Belum sempat Shofi menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Raja menerobos masuk. Dan tanpa kata langsung mengangkat tubuh Bunga.
Shofi terkejut melihat itu semua begitupun dengan Amira. Karena tak mau berasumsi Amira dan Shofi langsung mengejar langkah Raja menuju UkS.
Terlihat jelas wajah panik Raja, seakan takut terjadi apa-apa pada Bunga.
Shofi dan Amira hanya bisa saling pandang satu sama lain. Mereka merasa ada sesuatu di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Jangan risau, Bunga baik-baik saja. Dia hanya shok saja!"
Ucap dokter yang memeriksa Bunga membuat Raja bernafas lega.
Untung saja mereka belum beranjak dari toilet ketika Amira dan Bunga masuk. Hingga Raja mendengar teriakan Amira memanggil Bunga.
Raja memegang tangan Bunga erat seakan takut Bunga kenapa-kenapa. di sana juga ada Fatih, Rangga dan Moreo.
Shofi dari tadi hanya bisa menunduk dalam tak mau menatap Fatih. Walau mulutnya ingin berkata terimakasih. Karena memang tadi Shofi belum sempat mengucapkannya. Namun tertahan karena gengsi.
"Emmz ..,"
Raja langsung siaga mendengar Bunga bergumam.
Perlahan mata Bunga terbuka. Kepalanya begitu berat. Bunga belum menyadari kalau ada orang-orang di sampingnya.
"Sayang kamu gak apa-apa?"
Deg ...
Bunga langsung melirik mendengar suara orang yang begitu Bunga hapal siapa orangnya.
Glek ...
Bunga menelan ludahnya kasar melihat Amira dan Shofi melotot ke arahnya. Di sana juga ada Rangga, Moreo dan Fatih. Bunga menatap pada Raja yang menggenggam tangannya.
Seketika Bunga menarik tangannya sambil berusaha duduk membuat Raja tersentak.
"Sayang kamu kenapa! aku panik tahu melihat kamu pingsan."
Bunga menjadi serba salah dan bingung harus bersikap apa. Bunga yakin kedua temannya pasti menuntut penjelasan padanya.
Kenapa juga Raja malah memanggilnya sayang di hadapan temannya. Bunga jadi kesal sendiri pada Raja.
Melihat situasi yang tidak kondusif Fatih langsung segera menarik Amira keluar begitupun dengan Shofi yang di tarik oleh Rangga.
Hingga di ruang UKS hanya ada Raja dan Bunga saja. Bunga menatap kesal pada Raja yang tak bisa menjaga ucapannya.
"Maaf!"
Jelas Raja merasa bersalah karena tak bisa mengontrol sikapnya. Bunga menghela nafas berat, kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Bunga yakin Amira dan Shofi pasti akan menuntut kejelasan tepatnya Amira yang akan menuntutnya.
"Sayang jangan diam dong, maafkan aku!"
Rengek Raja meraih wajah Bunga yang nampak cemberut.
"Sudah terlanjur kan!"
Kesal Bunga memukul dada bidang Raja. Raja langsung memeluknya. Dan mencium kening Bunga dengan sayang.
"Kalau sayang takut, biar aku yang bicara pada Amira dan Shofi!"
"Jangan, aku saja."
"Maaf juga karena sudah buat mas takut!"
Lilir Bunga entah harus di jelaskan dari mana dulu hubungan antara dirinya dan Raja. Rasanya Bunga pusing, karena hubungan mereka terlalu rumit.
"Ya sudah, sayang istirahat biar mas panggil Amira dan Shofi,"
Cup ..
Sebelum keluar Raja mengecup bibir Bunga sekilas membuat Bunga melotot dengan apa yang Raja lakukan. Namun, rasanya Bunga tak bisa menolak itu. Bahkan Bunga malah membalasnya membuat ciuman itu menjadi panas.
"Aku keluar!"
Ucap Raja ketika sudah puas menyesap rasa manis bibir Bunga. Dengan cepat Bunga mengelap bibirnya agar tidak mengundang curiga.
Tak lama Amira dan Shofi masuk. Benar saja, Amira langsung menatap horor pada Bunga. Membuat Bunga sedikit salah tingkah.
"Jelaskan!"
Ucap Amira ketus membuat Bunga benar-benar kaku. Harus dari mana dulu dia menjelaskannya. Bunga jadi merasa bersalah karena sudah menyembunyikan ini dari temannya.
__ADS_1
"Bunga!"
Geram Amira membuat Shofi langsung mencengkal Amira supaya tenang.
"Raja suamiku!"
"What!"
Pekik Amira benar-benar terkejut, bahkan rasanya jantung Amira berhenti berdetak saking terkejutnya mendengar pakta itu.
"Dari kapan?"
Bukan Amira yang bertanya melainkan Shofi karena Amira masih diam dengan wajah shok nya.
"Tiga bulan lalu, kami di jodohkan!"
"Maafkan aku Amira, aku tak bermaksud tidak memberi tahu mu."
Sesal Bunga benar-benar merasa bersalah. Bunga memegang tangan Amira berharap Amira tak akan marah padanya. Bahkan Bunga sampai memeluk Amira.
"Apaan sih, lepas. Aku tak marah. Cuma sedikit kecewa."
"Kenapa tak cerita, tapi Rangga, Moreo dan Fatih tahu!"
Cemberut Amira karena memang kesal kenapa Bunga tak memberi tahu hal sepenting itu.
"Maaf!"
"Sudahlah, sekarang ceritakan kenapa kamu di jodohkan?"
"Ibu sama mama nya Raja itu sahabatan dari orok. Jadi memang mereka sudah merencanakan itu semua!"
"Terus kenapa kamu menerima nya, apa karena kamu mencintai Raja?"
Kini Shofi yang bertanya karena merasa penasaran dengan cerita Bunga yang nikah muda bahkan di jodohkan lagi.
"Awalnya aku menolak apalagi aku masih sekolah. Tapi Amira tahu kan aku paling tak bisa membantah ucapan ibu. Hingga aku terpaksa menerima nya. Tapi entah sejak kapan aku mulai jatuh cinta pada Raja. Tepatnya karena Raja selalu memperlakukan aku dengan kasih sayang!"
Ucap Bunga tersenyum jika mengingat bagaimana perjalanan kisah mereka.
"Tapi, bagaimana kamu bisa menikah. Usia kamu masih enam belas tahu?!"
"Kami menikah sirih dulu, mungkin ketika sudah lulus dan aku sudah punya KTP kami akan meresmikan pernikahan kami!"
"Ah .., rasanya aku juga ingin nikah muda!"
Celetuk Amira membuat Shofi dan Bunga melongo.
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
Announcement ...
Buat pemenang Give Away Filosofi Alin tinggal tiga hari lagi!!!!
Ya sabar ya para reader, siapa nih yang akan mendapatkan Top Fans Filosofi Alin, Tahun baru ini.
Di tunggu ya, Pengumuman tanggal 31 seperti yang sudah Author janjikan.
Pemenang Top Fans Filosofi Alin akan mendapatkan Pulsa gratis.
Juara satu : 20k
Juara dua : 15k
Juara tiga : 10k
Ayo buruan kasih Vote, Like, Hadiah, komen, bunga, kopi DLL Sebanyak banyak-banyak agar kalian berada di juara Top Fans Filosofi Alin.
Terimakasih ...
Sampai jumpa di tgl 31 Desember 2022
__ADS_1
Babayyyy ....