Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Baru ku mulai, tapi sudah berakhir.


__ADS_3

Lim mendongakkan kepalanya. Meraih tangan itu dan mengeluarkannya dari sana. Tangan itu di genggam, lalu Lim membalik tubuhnya dan menatap wanita itu.


"Astaga, ini benar-benar mirip. Al, itukah kau?" panggil Lim, dengan mata yang nanar.


Tangan Al meraih wajah itu, di belainya dengan penuh kelembutan. Ia tahu, Lim seolah kehilangan nyawa ketika Ia ada dihadapannya.


"Ini aku, sayang. Aku Almiramu. Aku gadis yang selama ini kau cintai, yang selalu ingin bermanja denganmu."


Ia memdekatkan wajah nya pada Lim, bibirnya pun mengecup bibir Lim beberapa kali. Bahkan tangan nakal itu, sengaja mendekatkan tangan Lim ke dada yang terlihat membusung.


"Ini semua adalah Almira. Apa, kau menginginkannya?" godanya.


Lim semakin gemetar. Bahkan nyaris lunglai dan jatuh ke lantai. Air matanya telah membasahi pipi, mengalir dengan deras mengingat akan semua kenangan mereka.


"Tidak, itu bukan kau." lirihnya.


Jantung itu pun berdetak dengan begitu kencang. Terasa sakit, seolah tak tertahan. Tapi Al palsu itu tak perduli. Ia justru menunjukkan semua foto manis mereka, dengan segala kenangan yang ada.


"Kau ingat, kala kita bersenang-senang berdua di pantai? Kau ingat, kalau kau memanjakan aku dengan segala kasih sayangmu untukku? Lim, aku sangat mencintaimu. Maka dari itu, aku kembali padamu."


Al tampak bahagia, melihat Lim yang semakin tertekan dan menangis. Tawanya menyeringai, dan Ia memeluknya dengan erat. Ia pun tak lupa, menhmgambil sebuah foto mesra mereka dari Hpnya.


"Tenanglah sayang, aku disini. Aku akan memelukmu erat. Jantungmu sakit, bukan? Aku akan membuatnya tenang." rayunya.


Lim seolah setengah sadar, tenggelam dalam pelukan mematikan itu.

__ADS_1


Braaakkk!! Pintu didobrak dengan paksa, membangunkan belaian Lim dari wanita itu.


" Kakaaaaaaak!" teriaknya, membangkitkan Lim dan menunjukkan senyumnya.


"Gadis kecilku." lirih Lim.


Almira melirik, matanya memerah karena semua amarahnya.


"Kenapa kau bisa kemari! Jalaaang!"


"Kau yang ******, karena telah menggoda suami orang." sergah Ais.


Almira berdiri, tertawa terbahak-bahak dengan sergahan Ais.


"Kau palsu...." Lim berdiri dan mengusap air matanya.


"Lim?"


"Ya, Kau palsu. Dari awal aku tahu kau palsu. Dan hari ini, aku semakin yakin akan kepalsuan itu, Ayu."


"Aaaaarrrrggghhhh!" Almira palsu itu semakin terpojok.


"Rencana yang telah aku susun dengan matang, dan menunggu sempurna selama satu tahun dalam kesakitan. Kenapa seperti ini?"


"Karena kau, salah menjebak orang. Kenapa harus Al?" tanya Lim..

__ADS_1


"Karena kau mencintainya! Aku mencintaimu, tapi bahkan kau tak pernah menatapku!"


"Salah, jika kau memakai Al disekujur tubuhmu. Aku tak akan percya, karena Al sudah meninggal. Jantungnya pun, ada disini." Lim memegangi dadanya.


Almira terduduk lemah. Menangis dan meraung sejadi-jadinya. Amukannya membuat semua orang datang ingin melihat. Termasuk Dimas dan Nisa yang baru saja datang.


" Kak Dim, dia kenapa?" Nisa merinding takut karenanya.


" Jangan dilihat, jika kau takut." Dimas mendekapnya, dan menutup matanya. Nisa tersipu, tersanjung, dan semua rasa bercampur aduk menjadi satu dihatinya.


Beberapa satpam menenangkan. Mereka berusaha membawa ayu ke tempat yang lebih aman. Lim menghampiri Ais, dan memeluknya dengan erat, serta mengecup dahinya dengan penuh cinta.


Ayu melihatnya. Ia benci dengan pemandangan penuh cinta yang memuakkan itu.


"Jika kau sedih, bahkan depresi ketika kehilangan Al. Maka, akan ku buat kau semakin gila karena kehilangan gadis kecilmu itu."


Ayu meraih pistol dari saku sang satpam. Ia mengarahkan tembakan pada Ais. Tapi, Nisa melihatnya.


"Ais, awaaaas!" Nisa berlari, mendorong Ais hingga jatuh. Dan tembakan itu, tepat mengenai Nisa.


"Nisaaaaa!" teriak Lim, menyaksikan gadis itu jatuh dengan penuh darah, tepat di depan matanya.


*Mampir yuk, ke kisah Zaolin. 👍👍🙏😍


__ADS_1


__ADS_2