
Satu minggu telah berlalu sejak Momo menginap di apartemen
Cleo karena menemani pria itu yang sedang sakit saat itu. Hari-hari keduanya
pun kembali seperti biasanya, hanya saja Cleo semakin rutin untuk menelepon
Momo atau sekedar mengirim chat untuk gadis kesayangannya. Namun tidak ada yang
berubah dari hubungan antara Kevin dan Cessa. Semuanya hanya kembali pada
rutinitas sehari-hari masing-masing.
Selama seminggu itu pula, Momo sudah berhasil menemukan akar
masalah yang menimpa salah satu restorannya karena ulah culas sekertaris
restoran itu. Hanya saja Momo belum berniat membereskan masalah utamanya karena
dirasanya keadaan belum mendesak, dan hanya meminta manager restoran itu untuk
lebih berhati-hati dan berpura-pura tidak tahu apapun. Momo juga sudah
memberikan project kecil pada si sekertaris itu seperti yang disarankan oleh
Cleo. Momo berniat menyelesaikan semuanya sekaligus ketika project itu sudah
diselesaikan oleh si sekertaris.
Sedangkan Cleo hanya kembali seperti hari-hari biasanya,
fokus pada pekerjaannya dan juga big project kolaborasi perusahaannya dengan
perusahaan Alexandra, dan menambah satu jadwal penting di rutinitas
kesehariannya, yaitu menelepon atau mengirim chat kepada Momo.
Kembali ke hari ini, dimana Cleo dan Kevin akan keluar kota
untuk bertemu klien penting untuk membahas perpanjangan kontrak kedua
perusahaan. Cleo harus turun tangan langsung tanpa mengirim perwakilan seperti
biasanya, karena ini adalah salah satu klien yang benar-benar penting dan juga
investor nomor tiga perusahannya.
Mereka berdua akan pergi dengan menggunakan pesawat
perusahaan, dan segala persiapan sudah dilakukan dengan sempurna oleh Kevin,
sehingga Cleo hanya perlu berangkat saja. Cleo bahkan tidak membawa satu
koperpun dan hanya membawa handphone, dompet, dan sebuah tas berisi laptop dan
buku agendanya. Untuk pakaian ganti akan dia beli saja di kota B nanti. Berbeda
dengan Kevin yang membawa satu koper berisi segala macam keperluan pribadinya seperti
biasanya orang yang ingin keluar kota, dan juga berkas-berkas penting yang
perlu dibawanya untuk perjalanan penting kali ini.
Cleo sudah mengabari Momo bahwa dirinya akan keluar kota
untuk urusan pekerjaan, jaga-jaga jika Momo mencarinya. Dan Kevin, tentu saja
tidak akan mengabari Cessa karena keduanya memang tidak memiliki hubungan
apapun selain pertemanan. Kevin memang jatuh cinta pada Cessa, hanya saja dia
masih perlu meyakinkan dirinya untuk maju selangkah karena Cessa sendiri tidak
menunjukkan ketertarikan khusus padanya, sehingga dia tidak ingin salah langkah
dan menyesalinya nanti. Lagipula, masih banyak pekerjaan yang lebih penting
daripada urusan asmara pikirnya.
Saat ini, Cleo dan Kevin baru saja tiba di bandara dan
langsung menuju ke pesawat perusahaan CM Corp. yang akan membawa keduanya ke
kota B. Perjalanan mereka cukup cepat, hanya selama kurang lebih dua jam lima
belas menitan untuk sampai ke kota B. Begitu turun dari pesawat, keduanya sudah
dijemput oleh beberapa pria kekar berpakaian serba hitam, yang sudah jelas
anggota mafia milik Cleo yang bertugas di kota tersebut.
__ADS_1
Mereka keluar dari bandara lewat jalur VVIP dan langsung
menuju hotel tempat tinggal sementara Cleo dan Kevin selama di kota tersebut.
Dan tentu saja, hotel yang menjadi pilihan adalah salah satu hotel milik Cleo.
Setelah tiba di hotel, Cleo dan Kevin berpisah menuju kamar
masing-masing, Cleo menuju kamar pribadi miliknya, dan Kevin di salah satu
kamar VVIP di hotel tersebut yang hanya berbeda satu lantai di bawah lantai
kamar Cleo.
Di kamarnya, Cleo langsung menelepon Momo untuk memberi tahu
gadis itu bahwa dirinya sudah tiba dengan selamat.
“Halo, Koko udah sampai?” Tanya Momo setelah menjawab
telepon dari Cleo.
“Udah Ayy, ini udah di hotel. Ayy lagi ngapain? Koko ganggu
gak?” Jawab Cleo lalu bertanya lagi.
“Syukurlah. Ini lagi di restoran bareng Cessa, ngecek-ngecek
aja daripada gabut di rumah.” Jawab Momo.
“Oh. Udah makan siang?” Tanya Cleo karena sekarang adalah
jam makan siang di kota Jakarta.
“Belum, bentar lagi abis meriksa laporan. Koko berapa lama
disitu?” Tanya Momo.
“Seharusnya seminggu selesai, tapi lihat sikon lagi nanti.
Kenapa? Ada yang mau kamu titip?” Jawab Cleo dan bertanya lagi.
“Em, kalau Koko sempat, tolong belikan Momo beberapa
perlengkapan PC di salah satu toko di situ, soalnya disini lagi kosong, dan
katanya harus nunggu sebulan lagi baru ada stoknya, dan sekarang masih ada sisa
“Oh, boleh. Kirimkan aja nama dan serinya, nanti Koko beliin.”
Kata Cleo membuat Momo senang mendengarnya.
“Asik, thank you Koko. Kalau gitu udah dulu ya Ko, Momo mau
makan siang dulu bareng Cessa. Koko hati-hati disitu, jaga kesehatan paling
penting.! Bye Ko” Kata Momo.
“Oke tuan putri. Bye.” Balas Cleo.
Panggilan telepon keduanya lalu diputuskan oleh Momo yang
sudah selesai dengan pekerjaannya dan akan makan siang bersama Cessa. Keduanya
tidak kemana-mana untuk makan siang, karena makanan mereka sudah diantarkan
oleh manager restoran tersebut. Mereka tidak sedang di restoran pusat, tetapi
di salah cabang di kota Jakarta.
“Moy, kalian gak ada rencana jadian aja gitu? Udah saling
sayang tapi masih belum official aja, kan aku yang greget.” Tanya Cessa yang
merasa gemas pada hubungan sahabatnya dan pria itu.
“Entah. Aku masih nyaman kek gini.” Jawab Momo.
“Hadeh, nanti diembat orang baru kamu nangis. Nih ya Moy aku
kasitau. Kokomu tuh perfect, banyak cewek-cewek di luar sana yang pasti bakal
jatuh cinta, trus missal nih, amit-amit tapi ya, Kokomu suka balik, gimana
nasibmu coba. Jangan terlalu nyaman sendiri Moy, kasian tahu Ko Cleo udah
nunggu kamu bertahun-tahun.” Nasihat Cessa dengan serius. Dia merasa harus
bergerak menyadarkan sahabat tersayangnya itu.
__ADS_1
“Termasuk kamu?” Tanya Momo bercanda. Dia tidak merespon
kata-kata Cessa namun kalimat itu berhasil menyadarkannya dan membuatnya mulai
kepikiran. Rasa sakit muncul di dadanya ketika memikirkan kemungkinan Koko yang
selalu hanya memperhatikannya tiba-tiba mulai memberi perhatian pada gadis
lain. Dia tidak ingin hal itu terjadi.
“Yee, sembarangan. Ya walaupun aku emang suka sama Ko Cleo,
secara siapa yang gak bakal suka sama cowok seperfect dia, aku juga masih waras
kali, ya kali aku nikung sahabat yang paling aku sayang ini. Gak usah
jauh-jauh, Kokomu bahkan gak pernah lirik cewek lain selain kamu yang bisa
masuk ke matanya, Moy.” Balas Cessa yang merasa lucu pada Cleo yang selalu
dingin dengan perempuan lain selain Momo, termasuk pada dirinya.
Momo hanya tersenyum dan mengangkat bahunya tidak peduli sebagai
jawaban. Dan Cessa hanya mencubit pipi Momo dengan gemas namun tidak menyakiti
gadis itu.
“Apa lagi yang perlu kamu pikirin, tinggal sat set sat set
jadian, udah, gampang kan.” Kata Cessa lagi.
“Makan.” Balas Momo yang sudah tidak ingin membahas masalah
asmara itu lagi.
Cessa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ketidak
pedulian Momo, dan keduanya mulai makan dengan lamunan masing-masing, lebih
tepatnya Momo yang mulai kepikiran dengan ucapan Cessa, sedangkan Cessa yang
notabennya tidak bisa diam, terus berbicara selama makan.
Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, keduanya
kembali ke rumah masing-masing karena tidak ada kegiatan lain lagi hari ini.
Berkat ucapan Cessa tadi, sekarang Momo menjadi sedikit
pendiam ketika di rumah. Dia bahkan tidak makan malam bersama orangtuanya dan hanya
diantarkan oleh Mbak Naya ke kamarnya. Keanehannya dirasakan oleh orang rumahnya,
hanya saja tidak ada yang bertanya dan membiarkan Momo menyelesaikan
kegundahannya sendiri. Semua orang tahu bahwa Momo tidak suka dicampuri urusan
pribadinya.
Malam harinya Momo ingin menghubungi Cleo, namun takut
mengganggu pria itu. Diapun mengurungkan niatnya dan memilih memikirkan masalah
ini dengan serius dan mulai merencanakan sesuatu yang hanya diketahui oleh
dirinya sendiri.
‘Aku benar-benar harus ngelakuin itu.’ Batin Momo sebeluma
akhirnya menuju dunia mimpi dengan pikiran yang terus mengganggunya.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting
jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk
author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.