Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Ke Luar Kota


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak Momo menginap di apartemen


Cleo karena menemani pria itu yang sedang sakit saat itu. Hari-hari keduanya


pun kembali seperti biasanya, hanya saja Cleo semakin rutin untuk menelepon


Momo atau sekedar mengirim chat untuk gadis kesayangannya. Namun tidak ada yang


berubah dari hubungan antara Kevin dan Cessa. Semuanya hanya kembali pada


rutinitas sehari-hari masing-masing.


Selama seminggu itu pula, Momo sudah berhasil menemukan akar


masalah yang menimpa salah satu restorannya karena ulah culas sekertaris


restoran itu. Hanya saja Momo belum berniat membereskan masalah utamanya karena


dirasanya keadaan belum mendesak, dan hanya meminta manager restoran itu untuk


lebih berhati-hati dan berpura-pura tidak tahu apapun. Momo juga sudah


memberikan project kecil pada si sekertaris itu seperti yang disarankan oleh


Cleo. Momo berniat menyelesaikan semuanya sekaligus ketika project itu sudah


diselesaikan oleh si sekertaris.


Sedangkan Cleo hanya kembali seperti hari-hari biasanya,


fokus pada pekerjaannya dan juga big project kolaborasi perusahaannya dengan


perusahaan Alexandra, dan menambah satu jadwal penting di rutinitas


kesehariannya, yaitu menelepon atau mengirim chat kepada Momo.


Kembali ke hari ini, dimana Cleo dan Kevin akan keluar kota


untuk bertemu klien penting untuk membahas perpanjangan kontrak kedua


perusahaan. Cleo harus turun tangan langsung tanpa mengirim perwakilan seperti


biasanya, karena ini adalah salah satu klien yang benar-benar penting dan juga


investor nomor tiga perusahannya.


Mereka berdua akan pergi dengan menggunakan pesawat


perusahaan, dan segala persiapan sudah dilakukan dengan sempurna oleh Kevin,


sehingga Cleo hanya perlu berangkat saja. Cleo bahkan tidak membawa satu


koperpun dan hanya membawa handphone, dompet, dan sebuah tas berisi laptop dan


buku agendanya. Untuk pakaian ganti akan dia beli saja di kota B nanti. Berbeda


dengan Kevin yang membawa satu koper berisi segala macam keperluan pribadinya seperti


biasanya orang yang ingin keluar kota, dan juga berkas-berkas penting yang


perlu dibawanya untuk perjalanan penting kali ini.


Cleo sudah mengabari Momo bahwa dirinya akan keluar kota


untuk urusan pekerjaan, jaga-jaga jika Momo mencarinya. Dan Kevin, tentu saja


tidak akan mengabari Cessa karena keduanya memang tidak memiliki hubungan


apapun selain pertemanan. Kevin memang jatuh cinta pada Cessa, hanya saja dia


masih perlu meyakinkan dirinya untuk maju selangkah karena Cessa sendiri tidak


menunjukkan ketertarikan khusus padanya, sehingga dia tidak ingin salah langkah


dan menyesalinya nanti. Lagipula, masih banyak pekerjaan yang lebih penting


daripada urusan asmara pikirnya.


Saat ini, Cleo dan Kevin baru saja tiba di bandara dan


langsung menuju ke pesawat perusahaan CM Corp. yang akan membawa keduanya ke


kota B. Perjalanan mereka cukup cepat, hanya selama kurang lebih dua jam lima


belas menitan untuk sampai ke kota B. Begitu turun dari pesawat, keduanya sudah


dijemput oleh beberapa pria kekar berpakaian serba hitam, yang sudah jelas


anggota mafia milik Cleo yang bertugas di kota tersebut.

__ADS_1


Mereka keluar dari bandara lewat jalur VVIP dan langsung


menuju hotel tempat tinggal sementara Cleo dan Kevin selama di kota tersebut.


Dan tentu saja, hotel yang menjadi pilihan adalah salah satu hotel milik Cleo.


Setelah tiba di hotel, Cleo dan Kevin berpisah menuju kamar


masing-masing, Cleo menuju kamar pribadi miliknya, dan Kevin di salah satu


kamar VVIP di hotel tersebut yang hanya berbeda satu lantai di bawah lantai


kamar Cleo.


Di kamarnya, Cleo langsung menelepon Momo untuk memberi tahu


gadis itu bahwa dirinya sudah tiba dengan selamat.


“Halo, Koko udah sampai?” Tanya Momo setelah menjawab


telepon dari Cleo.


“Udah Ayy, ini udah di hotel. Ayy lagi ngapain? Koko ganggu


gak?” Jawab Cleo lalu bertanya lagi.


“Syukurlah. Ini lagi di restoran bareng Cessa, ngecek-ngecek


aja daripada gabut di rumah.” Jawab Momo.


“Oh. Udah makan siang?” Tanya Cleo karena sekarang adalah


jam makan siang di kota Jakarta.


“Belum, bentar lagi abis meriksa laporan. Koko berapa lama


disitu?” Tanya Momo.


“Seharusnya seminggu selesai, tapi lihat sikon lagi nanti.


Kenapa? Ada yang mau kamu titip?” Jawab Cleo dan bertanya lagi.


“Em, kalau Koko sempat, tolong belikan Momo beberapa


perlengkapan PC di salah satu toko di situ, soalnya disini lagi kosong, dan


katanya harus nunggu sebulan lagi baru ada stoknya, dan sekarang masih ada sisa


“Oh, boleh. Kirimkan aja nama dan serinya, nanti Koko beliin.”


Kata Cleo membuat Momo senang mendengarnya.


“Asik, thank you Koko. Kalau gitu udah dulu ya Ko, Momo mau


makan siang dulu bareng Cessa. Koko hati-hati disitu, jaga kesehatan paling


penting.! Bye Ko” Kata Momo.


“Oke tuan putri. Bye.” Balas Cleo.


Panggilan telepon keduanya lalu diputuskan oleh Momo yang


sudah selesai dengan pekerjaannya dan akan makan siang bersama Cessa. Keduanya


tidak kemana-mana untuk makan siang, karena makanan mereka sudah diantarkan


oleh manager restoran tersebut. Mereka tidak sedang di restoran pusat, tetapi


di salah cabang di kota Jakarta.


“Moy, kalian gak ada rencana jadian aja gitu? Udah saling


sayang tapi masih belum official aja, kan aku yang greget.” Tanya Cessa yang


merasa gemas pada hubungan sahabatnya dan pria itu.


“Entah. Aku masih nyaman kek gini.” Jawab Momo.


“Hadeh, nanti diembat orang baru kamu nangis. Nih ya Moy aku


kasitau. Kokomu tuh perfect, banyak cewek-cewek di luar sana yang pasti bakal


jatuh cinta, trus missal nih, amit-amit tapi ya, Kokomu suka balik, gimana


nasibmu coba. Jangan terlalu nyaman sendiri Moy, kasian tahu Ko Cleo udah


nunggu kamu bertahun-tahun.” Nasihat Cessa dengan serius. Dia merasa harus


bergerak menyadarkan sahabat tersayangnya itu.

__ADS_1


“Termasuk kamu?” Tanya Momo bercanda. Dia tidak merespon


kata-kata Cessa namun kalimat itu berhasil menyadarkannya dan membuatnya mulai


kepikiran. Rasa sakit muncul di dadanya ketika memikirkan kemungkinan Koko yang


selalu hanya memperhatikannya tiba-tiba mulai memberi perhatian pada gadis


lain. Dia tidak ingin hal itu terjadi.


“Yee, sembarangan. Ya walaupun aku emang suka sama Ko Cleo,


secara siapa yang gak bakal suka sama cowok seperfect dia, aku juga masih waras


kali, ya kali aku nikung sahabat yang paling aku sayang ini. Gak usah


jauh-jauh, Kokomu bahkan gak pernah lirik cewek lain selain kamu yang bisa


masuk ke matanya, Moy.” Balas Cessa yang merasa lucu pada Cleo yang selalu


dingin dengan perempuan lain selain Momo, termasuk pada dirinya.


Momo hanya tersenyum dan mengangkat bahunya tidak peduli sebagai


jawaban. Dan Cessa hanya mencubit pipi Momo dengan gemas namun tidak menyakiti


gadis itu.


“Apa lagi yang perlu kamu pikirin, tinggal sat set sat set


jadian, udah, gampang kan.” Kata Cessa lagi.


“Makan.” Balas Momo yang sudah tidak ingin membahas masalah


asmara itu lagi.


Cessa hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ketidak


pedulian Momo, dan keduanya mulai makan dengan lamunan masing-masing, lebih


tepatnya Momo yang mulai kepikiran dengan ucapan Cessa, sedangkan Cessa yang


notabennya tidak bisa diam, terus berbicara selama makan.


Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, keduanya


kembali ke rumah masing-masing karena tidak ada kegiatan lain lagi hari ini.


Berkat ucapan Cessa tadi, sekarang Momo menjadi sedikit


pendiam ketika di rumah. Dia bahkan tidak makan malam bersama orangtuanya dan hanya


diantarkan oleh Mbak Naya ke kamarnya. Keanehannya dirasakan oleh orang rumahnya,


hanya saja tidak ada yang bertanya dan membiarkan Momo menyelesaikan


kegundahannya sendiri. Semua orang tahu bahwa Momo tidak suka dicampuri urusan


pribadinya.


Malam harinya Momo ingin menghubungi Cleo, namun takut


mengganggu pria itu. Diapun mengurungkan niatnya dan memilih memikirkan masalah


ini dengan serius dan mulai merencanakan sesuatu yang hanya diketahui oleh


dirinya sendiri.


‘Aku benar-benar harus ngelakuin itu.’ Batin Momo sebeluma


akhirnya menuju dunia mimpi dengan pikiran yang terus mengganggunya.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting


jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk


author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2