
Pagi yang indah disambut dengan senyum cerah dari Cleo yang sedang berbunga-bunga. Cleo bangun seperti biasanya di jam lima subuh, lalu membaca buku, kemudian berolahraga, lalu bermeditasi, yah rutinitas wajib setiap pagi yang selalu dia lakukan.
Selesai dengan rutinitasnya, Cleo tidak langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tetapi malah mengambil
handphonenya.
“Telpon gak ya?” Tanya Cleo pada dirinya sendiri. Dia sedang dilema antara harus menghubungi kekasihnya atau
tidak, mengingat sekarang masih sangat pagi, dan menurut kebiasaan gadisnya, seharusnya dia belum bangun sekarang.
“Chat ajalah.” Lanjut Cleo setelah berpikir keras.
‘Pagi sayang, jangan lupa sarapan. Love you’ Isi pesan Cleo yang dikirimkan pada Momo.
Setelah mengirim chat tersebut, Cleo baru akhirnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu bersiap-siap
untuk bekerja. Karena Kevin masih berada di Kota B, Cleo terpaksa harus mengendarai mobilnya sendiri menuju ke perusahaan.
Tiba di kantor, kali ini Cleo memilih untuk masuk lewat pintu utama kantor, tidak seperti biasanya dimana dia akan menuju ruangannya menggunakan lift pribadinya. Semua karyawan yang melihatnya merasa takjub dan terheran heran karena ini pertama kalinya bos besar mereka memasuki kantor lewat jalur umum, apalagi tanpa didampingi oleh asisten Kevin.
“Eh, aku gak salah liat kan? Itu bos? Wah tumben banget tuan bos lewat jalur umum, biasanya lewat jalur khusus. Sumpah, ini keberuntungan seumur-umur kerja disini.” Kata salah satu karyawan dengan ekspresi takjub.
“Oh my God. Pak bos ganteng banget ya ampun, inginku menjadi bidadari surganya walau mustahil.” Timpal karyawan wanita di sebelahnya.
“Halu tuh jangan berlebihan, ntar nangis.” Balas temannya sinis dengan kehaluannya.
“Yee, sirik aja kamu. Mimpi aja dulu ye kan, siapa tahu jadi kenyataan. Indahnya dunia perhaluan ini.” Balas wanita
itu lagi.
Yah, begitulah reaksi para karyawan yang heboh melihat Cleo. Mereka bahkan tidak mempedulikan aura Cleo yang berbeda sedikit cerah dibandingkan sebelum-sebelumnya karena terlalu terpesona dengan wajah dan kelangkaan kejadian tersebut. Sepertinya kejadian ini akan menjadi trending topic di kalangan para karyawan pusat CM Corp. hari ini. Ini akan menjadi kabar baik dan buruk bagi mereka, baiknya adalah mereka akan sering mencuci mata dengan melihat ketampanan bos besar mereka, sedangkan buruknya adalah mereka tidak akan bisa sesantai dulu lagi karena takut ditegur. Padahal sebenarnya mereka tidak santai, hanya saja para karyawan CM Corp. cenderung perfeksionis jika dihadapkan dengan atasan, kecuali untuk orang-orang yang bekerja dengan culas, mereka akan takut bertemu Cleo dan menunjukkan kecurigaan.
Cleo tiba di ruangannya dengan aura dan perasaan yang sangat baik, karena dia sudah bisa mengangkat batu yang selama ini menekan hatinya. Gadis yang dicintainya sudah menjadi miliknya, kekasihnya, sehingga tidak ada lagi yang perlu dia cemaskan. Sepertinya dia harus menaikkan gaji para karyawan sebagai perayaan hari baiknya pikirnya.
Meninggalkan Cleo yang sedang bekerja dengan perasaan bahagia, Momo saat ini masih saja setia dengan
tidurnya. Entah apa yang sedang dimimpikan gadis itu sehingga membuatnya tersenyum dalam tidur cantiknya. Tidak ada yang berniat mengganggu atau membangunkannya, karena dia adalah kesayangan rumah ini. Yah, semua hanya berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang aneh, karena memang sudah menjadi kebiasaan dimana Momo akan bangun cukup siang karena gadis itu terbiasa bekerja di malam hari, apalagi kemarin dia sudah menghabiskan energinya untuk menempuh perjalanan pulang pergi Jakarta-puncak, sudah pasti melelahkan untuknya. Maka dari itu, semua orang sudah yakin bahwa Nona Muda Alexandra itu tidak akan bangun pagi lagi hari ini.
Mbak Naya yang sudah hafal dengan kebiasaan nona mudanya tentu saja tetap menyiapkan sarapan untuknya, sehingga ketika Momo bangun nanti, dia tinggal memanaskannya. Sedangkan tuan dan nyonya Alexandra sudah pergi sejak subuh keluar kota untuk urusan pekerjaan alias perjalanan bisnis. Itu adalah urusan bisnis Tuan Alexandra, dan tentu saja istrinya atau Nyonya Alexandra akan menemani suami tercintanya. Mereka hanya
menitipkan pesan pada Mbak Naya karena putri tercinta masih tidur nyenyak ketika mereka pergi.
Sudah jam sepuluh pagi sekarang, dan Mbak Naya saat ini sedang berbincang dengan salah satu pembantu rumah tangga di rumah itu. Mereka membicarakan banyak hal, dan lebih banyak membahas sinetron yang sedang ramai saat ini.
Di kamar Momo.
__ADS_1
Drrrttt, drrrttt, drrrttt…
Handphone Momo yang bergetar di atas meja berhasil membangunkan gadis itu. Setelah mengambil handphone dan melihat layarnya, ternyata itu adalah pesan dari manager restoran pusatnya.
‘Selamat pagi Mba Momo, mohon maaf ganggu. Mba jadi ke restoran hari ini?’ Isi pesan dari GM Eka.
(GM singkatan dari general manager)
Momo pun tersadar dirinya berjanji akan ke restoran hari ini untuk menyelesaikan beberapa masalah, walaupun bukan masalah restoran pusat, namun harus dia selesaikan dari sana, agar ketika dia ke kota cabang restoran untuk menyelesaikan masalah itu, semuanya akan jadi lebih mudah.
‘Ya.’ Balas Momo singkat.
Momo langsung meletakkan kembali handphonenya ke atas meja tanpa mengecek isi chat lain, padahal salah satu isi chat itu adalah dari Cleo. Dia segera bangkit dari tempat tidurnya lalu melakukan stretching atau peregangan, kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai membersihkan diri dan bersiap-siap, Momo segera turun ke lantai satu dan menuju ruang makan untuk
sarapan.
Mbak Naya yang melihat nona mudanya menuju ruang makan, segera memanaskan makanan lalu menyiapkannya untuk sarapan Momo.
“Pagi non cantik, mau sarapan ya pasti, sebentar ya Mbak Naya panasin dulu.” Sapa Mbak Naya pada Momo.
“Pagi Mbak Nay.” Sapa Momo balik.
“Hm, Momo udah dikasitau Papa kemarin lusa.” Kata Momo tidak kaget lagi.
“Non Momo udah rapih gini mau ke restoran ya?” Tanya Mbak Naya.
“Iya Mbak Nay, Momo udah janji sama manajer disana buat datang hari ini. Mbak Nay gausah masak makan siang
buat Momo ya, nanti Momo makan di restoran aja.” Jawab Momo.
“Oke non. Silahkan menikmati sarapan nikmat dari Mbak Naya yang kalah cantik dari non Momo, hehe.” Kata Mbak
Naya sambil memberikan piring kepada Momo dan meletakkan berbagai makanan di meja makan untuk Momo.
“Makasih Mbak Nay pujaan hati Mang Ujang.” Balas Momo.
“Si non mah bisa ae.” Kata Mbak
Naya.
Keduanya pun tertawa bersama. Setelah itu, Momo mulai menikmati sarapannya, sedangkan Mbak Naya kembali ke dapur untuk lanjut bergosip dengan temannya.
Selesai makan Momo kembali ke kamar untuk mengambil tas berisi dompet dan latpopnya, dan juga handphonenya. Kemudian, dia berpamitan pada Mbak Naya sebelum akhirnya meninggalkan kediamannya menuju
__ADS_1
ke restoran dengan diantar oleh Mang Ujang, supir pribadinya. Momo tidak mengemudikan mobilnya sendiri karena Mang Ujang yang sudah mulai protes karena jasanya tidak digunakan tetapi selalu dibayar full gajinya, sehingga dia merasa seperti makan gaji buta. Oleh karena itu, Momo terpaksa meminta tolong untuk mengantarnya ke restoran pusat.
Di tengah perjalanan, Momo kembali mengecek handphonenya untuk melihat kabar terbaru dari manager restoran
cabangnya. Setelah membaca email dari manager tersebut, Momo akhirnya menyadari ada beberapa pesan dari kontak prioritas yang belum dibacanya, dan salah satunya adalah Cleo.
Setelah membuka dan membaca isi chat tersebut, Momo akhirnya tersadar bahwa sesuatu telah berubah, hubungan diantara dirinya dan Cleo telah berubah menjadi pasangan kekasih sejak kemarin. Menyadari hal tersebut membuat Momo tersenyum dengan wajah merona karena mengingat kejadian kemarin. Dia segera membalas pesan dari Cleo.
‘Pagi Koko.’ Isi pesan balasan yang Momo kirim pada Cleo.
Mang Ujang yang jarang melihat Momo tersenyum seperti itu pun menjadi heran dan merasa ada yang salah dengan nona mudanya, namun tidak berani bertanya dan memilih diam. Menurutnya dia tidak pantas menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi pada nona mudanya, cukup melihatnya aman dan bahagia saja sudah cukup, dan dia hanya perlu mengerjakan pekerjaannya dengan baik pikirnya. Bukan karena memiliki perasaan, hanya saja dia sudah lama menjadi supir pribadi Momo, sehingga ada ikatan tersendiri darinya dengan Momo dan keluarga Alexandra, sehingga dia sangat menghormati dan menghargai mereka, walaupun terkadang dia tetap bercanda dengan Momo.
Setelah tiba di restoran, Momo meminta Mang Ujang untuk kembali ke rumah saja dan datang lagi nanti malam
untuk menjemputnya.
Momo langsung disambut oleh GM Eka, lalu keduanya menuju ruangan Momo untuk membahas masalah yang harus segera diselesaikan.
Di kantor Cleo.
Cleo yang mendengar bunyi notifikasi khas segera membuka chat tersebut karena itu dari kekasihnya Momo.
Melihat jawaban chat singkat itu, Cleo tersenyum tipis karena merasa Momo tetap saja Momo, cuek seperti biasanya. Dia tidak berdaya dan tidak berniat mengubah kepribadiannya itu selama itu adalah gadis kesayangannya. Dia segera membalas chat tersebut.
‘Ini hari pertama kita,
semangat sayangku.’ Isi balasan Cleo
Penasaran kelanjutannya?
Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1