Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Hari Kelulusan Sang Tuan Muda


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat.


Hari ini adalah hari kelulusan Cleo Grissham, Tuan Muda Keluarga Grissham sekaligus pemilik SMA Internasional Grissham.


Sang Tuan Muda tampak tampan dengan balutan jas yang dikenakannya.


"Mommy, aku berangkat." Pamitnya pada Mommynya.


"Hati-hati Boy." Jawab sang Ibu.


Cleo pun menuju ke garasi untuk mengambil motor kesayangannya. Ya, dia sudah memiliki surat izin mengemudi (SIM) karena sudah berusia 17 tahun.


Setelah memanaskan mesin motornya, dia kemudian melajukan motornya menuju sebuah alamat.


Setelah sampai di alamat tujuannya, dia pun segera masuk setelah dipersilahkan oleh pengurus rumah tersebut.


"Nona Muda masih bersiap-siap, Tuan Muda bisa menunggu sebentar." Kata pengurus tersebut yang diketahui namanya Mbak Naya.


Setelah beberapa saat, Nona Muda yang ditunggu pun akhirnya turun dari lantai 2 dimana kamarnya berada. Dia mengenakan pakaian seragam SMA kebanggaannya.


Gadis itu adalah Momo. Ya, Cleo menjemput gadisnya karena itu sudah merupakan rutinitasnya setelah memiliki SIM. Setiap harinya dia akan menjemput dan mengantar Momo.


“Mbak Nay, Momo langsung berangkat ya, sarapannya nanti di sekolah aja.” Kata Momo kepada pelayan setianya sejak dia masih di bangku SMP.


“Iya Non. Ini Nona bekalnya sudah Mbak siapkan. Jangan lupa dimakan ya Non, ingat pesan Tuan Papi jangan makan sembarangan.” Jawab Mbak Naya dengan segala petuahnya.


“Terimakasihhhhh Mbak Nay pacarnya Mang Ujang.” Kata Momo dengan segala candaannya yang membuat Mbak Naya merasa gerah sendiri dan hanya menggelengkan kepalanya.


Momo kemudian berjalan menuju pintu depan rumahnya untuk segera berangkat diantar oleh supirnya.


Namun saat melewati ruang tamu, dia kaget karena ternyata Kokonya sudah datang untuk menjemputnya. Dia pikir Kokonya tidak bisa menjemputnya karena harus bersiap-siap untuk hari kelulusannya.


“Koko?” Panggil Momo menyadarkan Cleo yang kelihatannya sedang melamun.


“Oh, Ayy, sudah siap? Berangkat sekarang?” Tanya Cleo balik.


“Iya. Momo kira Koko gak bisa datang menjemput Momo karena harus mempersiapkan kelulusan Koko. By the way, Koko ganteng banget hari ini.” Kata Momo sambil tersenyum memperhatikan Cleo yayng tampak berbeda hari ini.


“Hmm, ayo Ayy gak boleh telat. Panitia harus datang terlebih dahulu dari peserta.” Kata Cleo.


Dalam hatinya Cleo sangat bahagia mendengar pujian Momo padanya.


Dia menjadi lebih bersemangat hari ini. Namun di sisi lain dia juga sedih karena sebentar lagi dia dan Momo akan berpisah karena dia harus ke luar negeri untuk meneruskan pendidikannya.


Mereka berdua pun segera keluar sambil bergandengan tangan, lebih tepatnya Cleo yang menggandeng tangan Momo.


Bucin tetaplah bucin.


Setelah memakaian helm untuk Momo, merekapun kemudian berangkat ke sekolah. Cleo melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena ingin menghabiskan waktu berdua di sisa-sisa waktu sebelum mereka berpisah.


Mereka berdua membicarakan banyak hal selama perjalanan dan itu membuat Cleo sedikit melupakan kesedihannya.


Lima belas menit kemudian mereka akhirnya sampai di sekolah. Setelah memarkirkan motor Cleo, mereka pun menuju aula tempat acara wisuda sekaligus pelepasan siswa kelas 12 dilaksanakan.


Selama perjalanan Cleo selalu menggandeng tangan Momo tanpa mau melepaskannya yang membuat Momo hanya bisa pasrah dengan kelakuan Kokonya.

__ADS_1


Mereka berdua menjadi pusat perhatian karena Cleo yang tampak sangat tampan dengan balutan jas yang dikenakannya, dan Momo yang tampak manis semakin harinya.


Mereka berdua tidak mempedulikan orang-orang yang memperhatikan keduanya. Keduanya bahkan mendapat julukan Sweety Ice Couple karena sangat dingin terhadap orang-orang yang tidak dekat dengan keduanya namun terlihat manis ketika bersama. Dan Momo hanya akan ceria apabila bersama Cleo dan orang rumahnya serta Daddy dan Mommy orangtua Cleo.


Setelah mengantar Momo ke tempat berkumpulnya panitia, Cleo segera menuju ke teman-temannya, ya siapa lagi kalau bukan tim basketnya. Dia hanya berteman dengan mereka dan yang bisa akrab dengan Cleo pun hanya Kevin karena mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Bisa dibilang, Kevin adalah satu-satunya sahabat Cleo.


Setelah beberapa saat, acara pun akhirnya dimulai karena semua peserta beserta orangtuanya dan yang berkepentingan dalam acara sudah hadir.


Sampai tiba saatnya pengumuman siswa terbaik, Cleo mendapat juara 1 umum dengan predikat lulusan terbaik untuk angkatannya, Kevin di posisi kedua dan seorang siswi bernama Maya di posisi ketiga.


Cleo sebagai lulusan terbaik diminta memberikan sedikit sambutan dan motivasi untuk adik-adik kelasnya agar bisa termotivasi untuk berprestasi seperti dirinya.


Setelah mengucapkan syukur dan salam, dia pun memulai kalimatnya.


“Saya berterima kasih kepada Tuhan yang senantiasa menyertai saya dalam segala urusan dan belajar saya. Juga terima kasih untuk para guru yang membantu saya dalam belajar, orangtua saya, teman-teman sekalian, dan seseorang yang paling spesial di hati saya. Terima kasih juga untuk panitia yang sudah menyelenggarakan acara yang luar biasa. Terakhir untuk adik-adik yang masih berjuang di sekolah ini, segera temukan apa yang menjadi tujuanmu dan berusahalah untuk mencapainya. Terima kasih.”


Itulah sambutan singkat dari Cleo. Dia merupakan orang yang malas berbicara banyak, sehingga yang diucapkannya hanya kalimat penting saja namun cukup bermakna.


Semua orang memberikan tepuk tangannya dan merasa luar biasa bisa mendengar suara Sang Ice King yang jarang berbicara itu. Tidak ada sesi tanya jawab karena selesai berbicara, Cleo langsung turun dari panggung sehingga membuat MC kebingungan. Untungnya salah satu MC langsung mengalihkan ke acara berikutnya.


Setelah selesai acara, merekapun kembali ke kediaman masing-masing. Berbeda dengan Cleo dan Momo, mereka pergi ke pantai untuk mrnghabiskan waktu berdua sekaligus merayakan kelulusan Cleo. Mereka sama-sama tipe orang yang tidak suka keramaian sehingga memilih pantai karena suasananya yang cenderung tenang.


Mereka berjalan menyisiri pantai sambil mengobrol.


“Ayy,” panggil Cleo.


“Hm?” Jawab Momo.


“Tunggu Koko ya, jangan kasih hatimu untuk orang lain selain Koko. Boleh?” Kata Cleo yang membuat Momo terdiam.


“Ayy, Koko hanya punya Ayy. Sebentar lagi Koko pergi dan kita akan berpisah untuk waktu yang cukup lama. Koko sepertinya tidak bisa jauh-jauh dari Momo.” Kata Cleo lagi dengan raut wajah yang sedih sambil melihat Momo.


Momo lalu menangkup wajah Cleo dengan kedua telapak tangannya.


“Kan bisa pulang saat liburan. Atau Momo yang berlibur ke sana. Makanya Eyo jangan lama kuliahnya jadi bisa cepat pulang.” Jawab Momo sambil tersenyum. Dia juga sedih tapi menyembunyikan kesedihannya.


Keduanya bertatapan cukup lama sampai akhirnya Cleo memeluk Momo dengan erat. Rasanya dia tidak ingin melepaskan Momo. Momo membalas pelukan Kokonya sambil mengusap punggung kekar Kokonya.


Cleo menyandarkan kepalanya di bahu Momo sambil memejamkan matanya menikmati aroma gadisnya yang akan selalu dirindukannya.


“Eyo,” panggil Momo.


“Hm?” jawab Cleo.


“Momo sayang Yeyo. Yeyo disana gak boleh berteman terlalu dekat dengan perempuan ya. Gak boleh beri perhatian juga. Eyo harus jadi orang yang super cuek, dingin, savage. Eyo gak boleh ikut-ikutan pergaulan yang kurang baik di sana ya. Eyo punya Momo.” Kata Momo mencurahkan segala isi hatinya yang jarang dia ucapkan.


Dia hanya takut kehilangan orang yang paling mengerti dirinya sehingga memberikan sedikit peringatan pada Cleo. Momo memeluk Cleo erat setelah mengatakan kata-kata tersebut.


Cleo sangat bahagia mendengarnya dan balas memeluk Momo sama eratnya. Dia mencium pucuk kepala Momo dan juga kening Momo dengan sayang.


“Momo juga hanya punya Koko” Jawab Cleo.


Keduanya pun berpandangan cukup lama, saling mengungkapkan perasaan masing-masing lewat tatapan mata keduanya.


Mereka lalu menikmati sunset berdua lalu akhirnya pulang.

__ADS_1


Selama perjalanan keduanya hanya diam memikirkan apa yang akan mereka lakukan nanti setelah berpisah. Tidak ada percakapan.


Momo hanya memeluk Cleo dan menyandarkan kepalanya di punggung Cleo. Dia sengaja tidak menggunakan helm karena ingin bersandar. Mereka melewati perkampungan dan gang-gang perumahan sehingga tidak akan terkena tilang.


Cleo hanya memegang tangan Momo yang memeluknya dan sesekali menciumnya, menyalurkan perasaannya yang begitu mendalam berharap akan tersampaikan ke hati Momo.


Dalam bahagianya dia masih punya perasaan takut apabila Momonya menemukan seseorang yang lebih baik darinya. Dia hanya berharap keduanya berjodoh.


Setelah sampai di rumah Momo, Cleo langsung pulang ke rumahnya karena ada sesuatu yang harus dilakukannya.


“Koko pulang ya Ayy.” Pamitnya pada Momo


“Hm, hati-hati di jalan. Kabari Momo kalau sudah sampai.” Jawab Momo.


Cleo menganggukan kepalanya lalu melajukan kembali motornya menuju kediamannya.


Keesokan harinya keduanya menghabiskan waktu dengan bermain di wahana bermain dan berbelanja di Mall milik keluarga Grissham.


Mereka membatasi jumlah pengunjung pada hari itu. Jangan lupakan mereka berdua yang kurang menyukai keramaian. Semua bisa dilakukan apabila memiliki uang.


Seminggu kemudian, Cleo berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Dia diantar oleh orangtua dan teman-temannya. Momo tidak ikut mengantar karena bertepatan dengan hari ujiannya.


Namun dia sudah lebih dahulu mengucapkan perpisahan sehari sebelumnya dan memberikan kenang-kenangan berupa gelang berwarna hitam sebagai tanda kepemilikannya yang langsung dia pakaikan di tangan Cleo.


“Aku berangkat.” Pamit Cleo pada para pengantarnya.


“Hati-hati Boy.” Jawab orangtuanya.


“Take care bro. Kabari kalau sudah sampai.” Kata Kevin dan teman-temannya.


Setelah berpamitan Cleo segera menuju pesawat yang akan membawanya menuju tempat dimana dia akan melanjutkan pendidikannya.


“Tunggu Yeyo, Ayy. I love you more than you know.” Ucap Cleo dalam hatinya sambil memejamkan matanya mengingat kembali hari-harinya bersama Momonya.


Hari-harinya akan terasa berat karena harus jauh dari penyemangatnya.


Penasaran kelanjutannya?


Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan yang paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2