Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Bulan Madu 1


__ADS_3

"Nisa, Ais berangkat dulu, ya? Hati-hati di rumah," toel Ais pada sahabatnya itu, dan melirik Dimas yang ada didekatnya.


"Apaan Ais, iiiih! Ais tuh, yang hati-hati dengan kakak suami." Nisa balik menggoda.


Saat itu Lim dan Dimas masih saja mengurus pekerjaan mereka, padahal sudah ada di Bandara dan tinggal menunggu keberangkatan saja. Ya, namanya gila kerja.


Hingga panggilan datang untuk para penumpang pesawat, dan Ais langsung menarik tangan Lim untuk segera masuk. Ia tak ingin bulan madu dan jalan-jalannya batal untuk kesekian kali hanya karena hal yang sebenarnya bisa ditunda.


"Daah... Nisa," ucap Ais melambaikan tangannya, dan ia segera masuk untuk naik pesawat menuju tempat tujuan mereka_Bengkulu.


Tak lama mereka naik pesawat, bahkan tak sampai Satu jam dan mereka sudah sampai. Ais senang sekali sejak tadi karena yang ia lihat adalah pemandangan laut yang biru dan begitu indah. Bahkan ia membuat kesepakatan dengan suaminya saat itu untuk ke pantai berdua menikmati bulan madu yang ada.


"Pokoknya, iya! Awas nanti kalau kakak kerja terus. Ais matiin laptopnya," ancam Ais, berusaha merebut perhatian sang suami dari dunianya itu.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Kau ini, kenapa makin lama makin cerewet saja?" gemas Lim, mencubit hidung Ais hingga kemerahan.


Keduanya keluar dari Bandara, dan saat itu langsung melihat papan nama dari seorang pria yang menjemput mereka berdua dari Vila yang telah Lim sewa.


Pria itu langsung menyambut ramah ketika Lim mendatangi dan langsung membawakan koper mereka berdua. Ia juga mengajak Lim segera masuk kedalam mobil, berjalan menuju vila yang cukup jauh dari lokasi Bandara.


Sepanjang jalan, Ais tampak takjub dengan pemandangan yang ada. Sengaja sang supir melewati pinggiran kota agar Ais dan Lim dapat melihat semua pemandangan pantai sepanjang jalan itu. Pantai Panjang namanya.


Dan mereka sampai di Vila. Tak terlalu besar karena hanya berisi mereka berdua disana.


"Terimakasih, Bang Buyung." Lim menerima kunci itu dan membuka Vilanya. Sudah bersih dan begitu rapi, Ais saja sampai langsung berlari dan rebah di sofa bed yang tersedia disana. Namun berdiri lagi, membuka horden dan melihat kolam renang disana dengan pemandangan pantai begitu indah.


"Aarrrhhh... Cantik!" pekik Ais yang lagi-lagi takjub karenanya.

__ADS_1


Hingga ia tak sadar jika Lim ada dibelakangnya saat itu. Lim langsung memeluk Ais dari belakang yang menceburkan tubuh mereka berdua didalam kolam. Otomatis Ais terkejut dan nyaris gelagapan karenanya.


" Kakaaaaak!" pekik Ais, tapi Lim langsung menyumpal bibir basahnya saat itu juga.


Cup! Ais tersenyum, lalu ia mengalungkan tangan ke leher suaminya dan mempertemukan kening mereka berdua.


Tangan Lim melingkar dipinggang Ais saat itu, tersenyum dan mengecupnya kembali beberapa kali hingga justru mengangkat tubuh Ais tinggi-tingi.


"Hey... Ais pakai kaos putih!"


"Apa? Yang melihatnya cuma aku, dan hanya aku pemiliknya." Ais hanya tertawa, lantas meloncat turun berenang menjauh dari Lim hingga pria itu mengejarnya.


Ais yang telah berada ditepian itu lantas diapit tubuhnya oleh Lim, lalu berbalik memandang pantai yang biru begitu indah nan luas itu.

__ADS_1


" Ais sepertinya betah,"


"Sayangnya kita tak bisa berlama-lama disini." Lim mengecupi tengkuk Ais dari belakang, merusak konsentrasi Ais karena sekujur tubuhnya meremang.


__ADS_2