
Momo sudah hilang dari pandangannya, namun dia yang adalah Tuan Muda Grissham itu masih melihat kea rah hilangnya pujaan hatinya. Dia masih tidak menyangka dengan pertemuan tiba-tiba ini, sehingga membuat suasana hatinya menjadi jauh lebih baik.
Sang asisten pribadinya pun ikut merasakan aura Bossnya yang membaik sejak beberapa saat lalu, namun dia tidak tau apa yang membuat bossnya mendadak memiliki suasana hati yang baik. Jarang sekali melihat bosnya seperti itu, sehingga dia cukup terkejut dan penasaran. Dia hanya menebak-nebak alasannya tetapi tidak berani bertanya lebih, karena takut mendapat ‘hadiah’ dari bos dinginnya itu.
“Akhirnya aku melihatmu, Bebe.” Batin Cleo sambil menarik kedua ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman indah dan menawan yang sangat jarang muncul.
Kevin, sang asisten yang melihat senyum boss sekaligus sahabatnya itu terkejut bukan main, mulutnya menganga dengan lebar sambil mematung beberapa saat. Dia sangat terpesona dengan senyuman itu sampai tidak tau harus berbuat apa. Pikirannya tiba-tiba kosong. Ini bukan terpesona karena jatuh cinta, tetapi lebih kepada kekaguman akan sesuatu yang langka terjadi. Dia merasa sepertinya dia mengalami mimpi indah kemarin sehingga bisa menikmati kejadian langka ini.
“Liurmu akan segera tumpah.” Kata Cleo membangunkan kesadaran asistennya.
“Eh, oh, ah iya, hehe.” Kata Kevin dengan gagap dan salah tingkah sambil perlahan menutup mulutnya yang menganga sejak tadi. Dia sangat malu dengan keadaanya yang seperti baru saja mendapat sebuah hadiah besar dan langka.
Cleo menggelengkan kepala melihat kelakuan asistennya dan kemudian berjalan masuk ke lift khusus untuk menuju lantai tujuannya dan bertemu Papa Alex (Panggilan khususnya) untuk membicarakan bisnis Kerjasama kedua perusahaan mereka.
Sang asisten dengan setia mengikuti bosnya tanpa berbicara karena masih terpana dengan kejadian barusan. Dalam tebakannya, dia berharap itu benar agar dia bisa mengurangi intensitas kemarahan dan ‘hadiah’ dari bosnya yang terkadang marah tanpa alasan. Dia akan sangat bahagia jika tebakannya ternyata benar.
“Huh, sebentar lagi, selamat tinggal hari-hari menyedihkan. Ha ha ha ha.” Batinnya dengan penuh kebahagiaan dan drama.
Setelah beberapa saat, pintu lift terbuka dan mereka segera keluar dan berjalan menuju ruangan yang bertuliskan “Meeting Room”. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Kevin kemudian membuka pintu untuk bosnya, lalu dia pun ikut masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan, mereka sudah ditunggu oleh Tuan Alxandra dan asistennya.
“Selamat siang Pah.” Sapa Cleo pada Papa Alex.
“Siang Tuan Muda tampan kita. Bagaimana harimu? Menyenangkan?” Kata Papa Alex membalas sapaan Cleo.
Mereka memang tidak menggunakan Bahasa formalitas walaupun berkaitan dengan pekerjaan karena Tuan Alexandra sendiri yang mengatakan untuk tetap bersikap santai walaupun terkait bisnis sekalipun untuk menjaga hubungan tetap dekat dan tidak tebatasoleh hal-hal kecil yang tidak berpengaruh. Oleh karena itu, mereka akan selalu bersikap santai dalam kondisi apapun, kecuali jika dengan orang lain.
“Papa bisa aja. Yah, hari ini cukup membahagiakan.” Jawab Cleo menjawab pertanyaan sang Papa.
“Tumben sekali suasana harimu bagus. Apa yang terjadi?” Tanya Papa Alex penasaran.
Cleo hanya membalas dengan senyum, sehingga membuat Tuan Alexandra menjadi penasaran.
Namun beliau tidak bertanya lagi untuk menghargai privacy putranya itu. Namun dia berharap semuanya adalah hal baik setelah melihat senyum tulus yang jarang dari Cleo putranya itu.
“Kalau begitu, kita mulai meetingnya.” Kata Papa Alex sambil memberi isyarat kepada asistennya untuk memulai rapat dan membagi berkas yang menjadi materi rapat mereka.
“Baik Pah.” Jawab Cleo.
Rapat berjalan cukup lancar namun cukup lama sekitar satu setengah jam sampai akhirnya mereka menemukan kesepakatan.
Ini merupakan rapat penting karena berkaitan dengan Kerjasama kedua perusahaan besar dengan proyek utama yang sangat penting. Proyek yang akan menggemparkan dunia dan akan sukses besar jika tidak ada halangan dalam prosesnya.
“Selamat atas Kerjasama kita. Papa berharap banyak pada proyek ini. Jangan kecewakan kedua keluarga.” Ucap Tuan Alexandra sambil menjabat tangan Cleo dan memeluknya sayang. Dia bahagia dan percaya pada kemampuan putranya sehingga menunjuk Cleo sebagai penanggung jawab.
“Siap Pah, Cleo gak akan kecewakan Papa dan keluarga.” Jawab Cleo dengan yakin sambil membalas pelukan Papa Alex.
__ADS_1
“Ayo ke ruangan Papa, ada yang ingin Papa bicarakan.” Kata Papa Alex.
“Baik Pah.” Jawab Cleo.
Mereka kemudian keluar dari ruangan rapat dan menuju ke ruangan Papa Alex. Sesampainya disana, mereka masuk dan duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Kevin sang asisten menunggu di luar ruangan karena menurutnya apa yang akan dibicarakan bos dan calon mertua bosnya adalah sesuatu yang tidak pantas dia ketahui karena bersifat pribadi. Cleo juga tidak mempermasalahkan pengabdian sang asisten sekaligus sahabatnya itu.
Setelah menuangkan teh untuk keduanya, sang Papa akhirnya memulai percakapan.
“Momo sudah kembali. Baru saja tadi dia di sini. Seharusnya kalian sempat bertemu?” Kata Papa Alex memulai percakapan.
“Ya, tadi aku melihatnya, tapi gak sempat menyapa. Momo terlihat buru-buru. Harusnya aku menjemputnya, sayang sekali aku masih di luar kota kemarin.” Jawab Cleo santai namun tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya.
“Masih banyak waktu. Pasti akan ketemu.” Kata Papa Alex sambil tersenyum melihat senyum bahagia Cleo yang sangat jarang ditunjukkan itu.
“Besok malam ajak Papi dan Mamimu ke rumah. Kita akan merayakan kepulangan Momo. Luangkan waktumu. Papa juga sudah ketemu Papimu dan membicarakannya.” Kata Papa Alex.
“Siap Pah, gak ada yang lebih penting dari Bebe bagiku.” Jawab Cleo.
“Good boy.” Kata Papa Alex tersenyum puas dengan jawaban Cleo.
Mereka kemudian mengobrol santai sambil bercanda. Kebanyakan adalah masa-masa Momo saat masih di sini dan momen kebersamaan mereka. Tidak lupa mereka membahas masalah politik dan persaingan bisnis yang terjadi belakangan, serta proyek-proyek menjanjikan saat ini. Benar-benar pengusaha sejati.
Setelah lama mengobrol, Cleo pun pamit untuk Kembali ke kantornya.
“Kalau begitu, Cleo pamit dulu Pah, masih ada beberapa urusan di kantor.” Pamit Cleo setelah merasa tidak ada lagi pembicaraan mereka sambil mencium tangan Papa Alex.
“Siap Pah” Jawab Cleo kemudian keluar dari ruangan.
Setelah memanggil asistenya, mereka kemudian Kembali ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditunda.
“Lu happy banget bos hari ini.” Kata Kevin memulai percakapan sambil menyetir mobil menyusuri jalan menuju kantor mereka.
“Hm.” Jawab Cleo singkat sambil memejamkan mata mengingat wajah cantik gadisnya Ketika bertemu tadi. Dia tidak bisa menghilangkan wajahnya dari pikirannya.
“Elah, dingin amat lu. Gini terus ya lu, biar gua ga sial mulu nerima kemarahan lu.” Kata Kevin lagi sambil bercanda.
“Diusahakan.” Jawab Cleo sengaja membuat Kevin kesal.
Dia senang ada Kevin sahabatnya yang menjadi asistennya, karena hanya Kevin yang mengerti dirinya dan bisa menangani kemarahannya. Sehingga dia selalu membawa Kevin kemanapun mereka pergi. Kevin juga tidak mempermasalahkan itu, karena sahabatnya itu selalu membantunya di saat-saat sulit tanpa banyak berpikir. Orangtua Cleo juga sangat menyayanginya dan menganggapnya sebagai putra mereka sendiri, sehingga dia kadang-kadang pergi ke rumah keluarga Grissham hanya untuk menikmati dimanja oleh Mami Clarissa. Cleo hanya geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan Kevin.
Kevin sendiri tidak kekurangan kasih sayang di rumahnya, namun karena dia adalah anak pertama, sehingga dia harus bersikap dewasa di rumah dan menjadi panutan untuk kedua adiknya. Oleh karena itu, dia jarang bermanja dengan Mamanya. Setelah mengenal Cleo, dia kemudian merasakan dimanja oleh Mami Clarissa seperti anak kandung, kebetulan dia lebih muda beberapa bulan dari Cleo. Kadang dia berpikir, apakah dia menjadi orang baik di kehidupan sebelumnya sehingga mendapat keberuntungan di kehidupan ini setelah bertemu Cleo dan keluarganya.
“Gua denger Momo udah balik ke sini. Lu happy karna itu?” Kata Kevin.
“Keknya lu kurang kerjaan sampai punya waktu bergosip.” Jawab Cleo.
“Eh, hehe. Ga sengaja denger obrolan karyawan kantor Om Alex tadi.” Kata Kevin dengan gugup karena dia tau maksud kurang kerjaan yang dikatakan Cleo walaupun bosnya itu hanya bercanda.
__ADS_1
“Hm. Kosongkan jadwal besok malam, ikut gua ke rumah Momo.” Kata Cleo.
“Siap bos. Momo pasti tambah cakep sekarang, jadi penasaran.” Kata Kevin berbasa basi. Dia cukup penasaran dengan Momo, gadis pujaan sahabatnya.
Tiba-tiba dia merasakan kedinginan di belakang punggungnya dan tersadar dengan kalimat bodohnya yang spontan. Dia mengutuki kebodohannya yang membangunkan harimau yang sedang tidur. Dia segera mengalihkan pembicaraan untuk mengurangi kegugupannya.
“Bos, ga mau mampir dulu?” Tanyanya yang membuat Kevin mengernyit bingung.
“Sepertinya lu butuh liburan.” Jawab Cleo sambil tersenyum miring menakutkan.
“Canda bos, serius amat.” Kata Kevin salah tingkah.
Cleo tidak menanggapi lagi dan Kembali memikirkan gadisnya. Dia sangat tidak sabar menunggu hari esok, dimana akan bertemu cintanya.
Sepuluh menit kemudian, mereka akhirnya tiba di kantor CM Corp.
Mereka melanjutkan pekerjaan sampai selesai. Ketika selesai, jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Cleo merapikan mejanya dan bersiap untuk pulang. Kevin selalu setia menunggu bosnya kemudian mereka pun pulang bersama. Kevin akan mengantar Cleo terlebih dahulu ke rumah keluarga Grissham baru kemudian Kembali ke apartemennya. Begitulah kebiasaannya setiap hari. Cleo dengan senang hati menikmati pelayanan sahabatnya sehingga dia tidak perlu repot-repot mengendarai mobil sendiri. Untuk Bram, sang sekertaris itu sudah pulang sejak jam pulang kantor tadi sehingga hanya tersisa Cleo dan Kevin serta beberapa security yang bertugas jaga malam.
Sebelum Cleo diantar, mereka terlebih dahulu makan malam di salah satu restoran favorit Cleo yang adalah restoran gadisnya.
Setelah makan malam, Cleo pun diantar dan Kevin Kembali ke apartemennya. Dia harus segera istirahat agar tidak terlambat menjemput Cleo besok pagi untuk ke kantor.
Cleo segera masuk ke rumah. Setelah menyapa Mami dan Papinya yang sedang bersantai di ruang keluarga, dia kemudian pamit untuk beristirahat.
Sesampainya di kamarnya, Cleo segera mandi terlebih dahulu sebelum tidur untuk menyambut hari esok yang mendebarkan untuknya. Sebelum tidur, dia melihat foto-foto Momo dan kebersamaan keduanya sambil tersenyum.
“Akan ada lebih banyak foto yang akan memenuhi galeri hp ini kedepannya. Yeyo menantikan itu Ayy, semoga Ayy juga sama.” Batinnya sambil memeluk foto Momo dan akhirnya tertidur dengan damai.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
.
.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.