Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Menginap 2


__ADS_3

Cleo menjadi tenang dan tersenyum semakin lebar melihat ekspresi


Momo karena dengan begitu, dia bisa tahu bahwa gadisnya khawatir padanya dan


tidak lagi terpaksa untuk menginap dan menemaninya malam ini.


Namun di balik bahagianya, Cleo merasa sedikit bersalah pada


Momo karena insiden menginap itu sebenarnya karena skenario dadakan yang dia


buat tadi setelah meminta manager butik untuk mengantarkan pakaian untuk Momo.


Memikirkan perbuatannya tadi membuatnya tersenyum menang karena rencananya


berhasil.


Flashback On


Setelah menghubungi manager butik, Cleo sebenarnya tidak


langsung keluar dari kamarnya lalu ke ruang tamu untuk menemui Momo. Dia


memutuskan untuk menelepon Mami Via karena tiba-tiba dirinya terpikirkan sebuah


ide menarik.


“Halo Cleo, ada apa sayang?” Tanya Mami Via setelah menerima


panggilan telepon dari Cleo.


“Halo Mi, bisa bantu Cleo sesuatu?” Kata Cleo.


“Bisa dong, bantu apa Ko? Ohiya, kata Momo kamu sakit,


gimana keadaanmu sekarang?” Tanya Mami Via. Mami Via dan suaminya serta


orangtua Cleo memang lebih suka memanggilnya Koko seperti panggilan Momo dibanding


memanggil namanya langsung.


“Cleo udah agak mendingan Mi, tapi masih lemas dikit. Aku


mau minta tolong sekaligus izin ke Mami buat bilangin ke Momo biar dia nginep


dulu disini malam ini buat nemenin aku. Boleh gak Mi? Kalau gak boleh gak papa,


nanti aku minta seseorang buat nganterin Momo pulang.” Kata Cleo dengan


berhati-hati.


Mami Via yang mendengar ucapan Cleo akhirnya paham dengan


maksud putra sahabatnya itu. Dia tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya


karena permintaan Cleo yang sudah pasti akan dia lakukan.


Mami Via yang terdiam membuat jantung Cleo berdetak dengan


kencang karena takut dimarahi karena permintaannya. Cleo menjadi berkeringat


dingin karena menunggu jawaban dari Mami Via.


“Hm, boleh sayang, nanti Mami telpon Momo buat bilangin ke


dia. Gimana, Koko udah tenang?” Jawab Mami Via sekaligus menggoda Cleo.


Cleo akhirnya tersenyum dan menghela napas lega setelah


mendengar jawaban Mami Via dan sekaligus menjadi salah tingkah karena digoda


oleh calon mertuanya (Cleo sudah menganggap orangtua Momo sebagai calon


mertuanya sejak dulu).


“Hehe, makasih banyak Mi.” Kata Cleo yang merasa bersyukur


karena Mami Via selalu mendukung tindakannya selama ini.


“Iya Koko, sama-sama. Ya udah, Mami masih sibuk ini, nanti Mami


bilangin ke Momo.” Balas Mami Via dan langsung mengakhiri panggilan keduanya.


Cleo tersenyum senang dan melompat dengan kegirangan karena


berhasil meminta izin pada Mami Via untuk mengizinkan Momo menginap di


apartemennya malam ini. Dia tidak memiliki niat buruk, dia hanya ingin menjadi


lebih dekat dengan gadis kesayangannya agar semakin cepat dia meresmikan


hubungan keduanya.


Setelah menenangkan diri dari kebahagiaannya, Cleo akhirnya


keluar dan menghampiri Momo yang sedang serius dengan handphonenya.


Flashback Off


Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah


tingkah setelah memikirkan tindakan berlebihannya tadi membuat Momo yang

__ADS_1


melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


Tidak lama kemudian, bunyi bel dari luar pintu apartemen


Cleo terdengar. Cleo ingin keluar namun dihentikan oleh Momo karena dirinya


sedang sakit, sehingga Momo akhirnya keluar untuk melihat orang yang datang.


“Ada apa ya?” Tanya Momo pada pemuda yang datang itu.


“O.oh, maaf mengganggu Mba. Saya diminta manager saya untuk


mengantarkan paket ke alamat ini. Silahkan ditandatangani terlebih dahulu


sebagai bukti terima.” Jawab pemuda itu dengan terbata karena terpesona dengan


wajah dan aura dari Momo. Pemuda itu yang ternyata adalah karyawan yang


mengantar pesanan Cleo tadi.


“Terima kasih.” Balas Momo lalu menandatangani bukti terima


dan menerima paket itu.


“Terima kasih kembali, kalau begitu saya permisi.” Pamit


pemuda itu dan segera pergi dari apartemen bosnya setelah merasakan aura dingin


dari dalam apartemen itu, dia tersadar dengan peringatan dari managernya tadi


bahwa jangan saampai menyinggung gadis bosnya jika ingin hidup damai.


Sedangkan Momo langsung menutup kembali pintu apartemen itu


dan kembali ke ruang tamu untuk memberikan paket itu pada Cleo. Cleo tidak


menerima paket itu dan berkata.


“Oh, itu pakaian ganti untuk Ayy. Sana mandi, udah sore biar


seger lagi.” Kata Cleo.


“Oh, thank you Koko. By the way, kamar mandi mana yang bisa


Momo pakai?” Tanya Momo.


“Pakai aja kamar mandi di kamar yang ada di sebelah kamar


Koko.” Jawab Cleo menunjuk kamar yang dimaksud.


Momo mengangguk lalu meninggalkan Cleo dan langsung menuju


Momo lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena kepalanya masih terasa


sakit.


Momo yang masuk ke kamar itu merasa takjub dengan desain


kamar yang kebetulan sama dengan seleranya (padahal mah sengaja disiapkan sama


Cleo). Dia meletakan paket berisi pakaian itu di kasur lalu menuju ke kamar


mandi di dalam kamar tersebut, Di kamar mandi, ternyata sudah tersedia segala


macam kebutuhan mandi dari sabun, shampoo, sampai handuk dengan gaya dan wangi


yang biasa dia gunakan, namun tidak membuatnya curiga pada Cleo dan hanya menganggap


itu sebuah kebetulan.


Setelah selesai membersihkan diri, Momo keluar dari kamar


mandi lalu membuka paket berisi pakaian itu untuk dia kenakan. Melihat ternyata


ada pakaian dalam juga di paket itu, membuat Momo malu dan wajahnya pun


memerah. Dia tidak menyangka Kokonya akan mempersiapkan semuanya sampai ke


detail terkecil. Momo hanya bisa menghela napas kasar dan tidak bisa berkata apa-apa


lagi pada tindakan Kokonya itu. Namun tidak dipungkiri, dirinya bahagia dengan


segala bentuk perhatian yang diberikan oleh Koko tersayangnya.


Dia lalu mengenakan pakaian itu yang ternyata sangat pas di


badannya dan segera keluar dari kamar.


Karena tidak menemukan Cleo di ruang tamu, Momo pun


memutuskan untuk memasak makan malam untuk keduanya. Dia mulai memasak nasi


untuknya, sekaligus bubur untuk Cleo. Namun kali ini, bubur yang dia masak


dicampur dengan berbagai sayuran seperti wortel dan lainnya agar tidak terlalu


monoton dan hambar juga agar lebih berwarna.


Momo juga memasak sayur dan lauk untuknya juga ikan yang dia


panggang untuk Cleo. Dia tidak memanggang daging untuk Cleo karena daging

__ADS_1


terlalu berlemak dan tidak baik untuk proses pemulihannya.


Momo selesai masak tepat di jam 07.00 malam dan sangat pas


untuk waktu makan malam. Cleo yang akhirnya bangun dan keluar dari kamarnya,


mencium sesuatu yang sangat memanjakan hidungnya dan ternyata berasal dari


dapur. Setelah di dapur, ternyata Momo yang sedang menyiapkan hidangan makan


malam untuk keduanya di meja makan. Dia tersenyum hangat melihat pemandangan


indah di depannya lalu berjalan mendekati gadis cantiknya.


“Hm, dari baunya udah pasti rasanya akan sangat enak, pas


banget ini perut udah laper. By the way, Ayy kenapa gak manggil Koko buat


bantuin?” Tanya Cleo.


“Koko masih harus banyak istirahat, lagian ini juga gak


bikin Momo capek kok. Masak itu menyenangkan.” Jawab Momo dengan senyum ceria


yang hanya ditunjukkan untuk orang-orang terdekatnya khususnya Cleo.


“Koko gak pernah menang kalau sama Ayy.” Balas Cleo.


Momo hanya tersenyum lalu mengambilkan makanan untuk Cleo


dan dirinya. Setelah itu, keduanya makan sambil mengobrol ringan. Selesai


makan, Cleo meminum obat yang diberikan Momo lalu membantu Momo membereskan


piring dan kawan-kawannya, tapi untuk mencuci piring hanya Momo yang melakukannya


karena Momo tidak membiarkan Cleo melakukannya.


Selesai dengan urusan di dapur, keduanya menuju ke ruang


tengah (ruang tamu) untuk menghabiskan waktu sebelum tidur. Cleo mengambil


laptopnya untuk dipakai Momo bekerja, sedangkan dirinya membantu Momo ketika gadis


itu bertanya. Mereka juga mengerjakan pekerjaan Momo sambil mengobrol dan


bercanda tawa berdua.


Malam ini benar-benar membuat Cleo bahagia karena hubungan


keduanya menjadi semakin dekat. Momo yang menceritakan pengalamannya selama di


luar negeri, begitu pula sebaliknya Cleo juga menceritakan kehidupannya selama


beberapa tahun terakhir tanpa Momo. Tidak ada sedikitpun detail yang keduanya


lewati, mulai dari keseharian, teman-teman, lingkungan, pengangum, komunitas,


pengalaman, dan lain-lainnya yang keduanya alami selama ini. Cleo bahkan


menceritakan bagaimana kesulitannya karena tidak pernah bertemu bahkan


berkomunikasi langsung dengan Momo, dan Momo yang mendengar itu hanya bisa


tertawa konyol dan sedikit merasa bersalah karena benar-benar memutus


komunikasi keduanya.


Tepat setelah jam sebelas malam dimana Momo sudah menyelesaikan


pekerjaannya dan keduanya juga sudah puas mengobrol dan bercanda tawa, akhirnya


keduanya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


‘Benar-benar hari yang indah.’ Batin Cleo dengan wajah


bahagia sebelum akhirnya menyusul Momo yang sudah lebih dahulu tenggelam dalam


dunia mimpi.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2