
Cleo menjadi tenang dan tersenyum semakin lebar melihat ekspresi
Momo karena dengan begitu, dia bisa tahu bahwa gadisnya khawatir padanya dan
tidak lagi terpaksa untuk menginap dan menemaninya malam ini.
Namun di balik bahagianya, Cleo merasa sedikit bersalah pada
Momo karena insiden menginap itu sebenarnya karena skenario dadakan yang dia
buat tadi setelah meminta manager butik untuk mengantarkan pakaian untuk Momo.
Memikirkan perbuatannya tadi membuatnya tersenyum menang karena rencananya
berhasil.
Flashback On
Setelah menghubungi manager butik, Cleo sebenarnya tidak
langsung keluar dari kamarnya lalu ke ruang tamu untuk menemui Momo. Dia
memutuskan untuk menelepon Mami Via karena tiba-tiba dirinya terpikirkan sebuah
ide menarik.
“Halo Cleo, ada apa sayang?” Tanya Mami Via setelah menerima
panggilan telepon dari Cleo.
“Halo Mi, bisa bantu Cleo sesuatu?” Kata Cleo.
“Bisa dong, bantu apa Ko? Ohiya, kata Momo kamu sakit,
gimana keadaanmu sekarang?” Tanya Mami Via. Mami Via dan suaminya serta
orangtua Cleo memang lebih suka memanggilnya Koko seperti panggilan Momo dibanding
memanggil namanya langsung.
“Cleo udah agak mendingan Mi, tapi masih lemas dikit. Aku
mau minta tolong sekaligus izin ke Mami buat bilangin ke Momo biar dia nginep
dulu disini malam ini buat nemenin aku. Boleh gak Mi? Kalau gak boleh gak papa,
nanti aku minta seseorang buat nganterin Momo pulang.” Kata Cleo dengan
berhati-hati.
Mami Via yang mendengar ucapan Cleo akhirnya paham dengan
maksud putra sahabatnya itu. Dia tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya
karena permintaan Cleo yang sudah pasti akan dia lakukan.
Mami Via yang terdiam membuat jantung Cleo berdetak dengan
kencang karena takut dimarahi karena permintaannya. Cleo menjadi berkeringat
dingin karena menunggu jawaban dari Mami Via.
“Hm, boleh sayang, nanti Mami telpon Momo buat bilangin ke
dia. Gimana, Koko udah tenang?” Jawab Mami Via sekaligus menggoda Cleo.
Cleo akhirnya tersenyum dan menghela napas lega setelah
mendengar jawaban Mami Via dan sekaligus menjadi salah tingkah karena digoda
oleh calon mertuanya (Cleo sudah menganggap orangtua Momo sebagai calon
mertuanya sejak dulu).
“Hehe, makasih banyak Mi.” Kata Cleo yang merasa bersyukur
karena Mami Via selalu mendukung tindakannya selama ini.
“Iya Koko, sama-sama. Ya udah, Mami masih sibuk ini, nanti Mami
bilangin ke Momo.” Balas Mami Via dan langsung mengakhiri panggilan keduanya.
Cleo tersenyum senang dan melompat dengan kegirangan karena
berhasil meminta izin pada Mami Via untuk mengizinkan Momo menginap di
apartemennya malam ini. Dia tidak memiliki niat buruk, dia hanya ingin menjadi
lebih dekat dengan gadis kesayangannya agar semakin cepat dia meresmikan
hubungan keduanya.
Setelah menenangkan diri dari kebahagiaannya, Cleo akhirnya
keluar dan menghampiri Momo yang sedang serius dengan handphonenya.
Flashback Off
Cleo menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena salah
tingkah setelah memikirkan tindakan berlebihannya tadi membuat Momo yang
__ADS_1
melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tidak lama kemudian, bunyi bel dari luar pintu apartemen
Cleo terdengar. Cleo ingin keluar namun dihentikan oleh Momo karena dirinya
sedang sakit, sehingga Momo akhirnya keluar untuk melihat orang yang datang.
“Ada apa ya?” Tanya Momo pada pemuda yang datang itu.
“O.oh, maaf mengganggu Mba. Saya diminta manager saya untuk
mengantarkan paket ke alamat ini. Silahkan ditandatangani terlebih dahulu
sebagai bukti terima.” Jawab pemuda itu dengan terbata karena terpesona dengan
wajah dan aura dari Momo. Pemuda itu yang ternyata adalah karyawan yang
mengantar pesanan Cleo tadi.
“Terima kasih.” Balas Momo lalu menandatangani bukti terima
dan menerima paket itu.
“Terima kasih kembali, kalau begitu saya permisi.” Pamit
pemuda itu dan segera pergi dari apartemen bosnya setelah merasakan aura dingin
dari dalam apartemen itu, dia tersadar dengan peringatan dari managernya tadi
bahwa jangan saampai menyinggung gadis bosnya jika ingin hidup damai.
Sedangkan Momo langsung menutup kembali pintu apartemen itu
dan kembali ke ruang tamu untuk memberikan paket itu pada Cleo. Cleo tidak
menerima paket itu dan berkata.
“Oh, itu pakaian ganti untuk Ayy. Sana mandi, udah sore biar
seger lagi.” Kata Cleo.
“Oh, thank you Koko. By the way, kamar mandi mana yang bisa
Momo pakai?” Tanya Momo.
“Pakai aja kamar mandi di kamar yang ada di sebelah kamar
Koko.” Jawab Cleo menunjuk kamar yang dimaksud.
Momo mengangguk lalu meninggalkan Cleo dan langsung menuju
Momo lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat karena kepalanya masih terasa
sakit.
Momo yang masuk ke kamar itu merasa takjub dengan desain
kamar yang kebetulan sama dengan seleranya (padahal mah sengaja disiapkan sama
Cleo). Dia meletakan paket berisi pakaian itu di kasur lalu menuju ke kamar
mandi di dalam kamar tersebut, Di kamar mandi, ternyata sudah tersedia segala
macam kebutuhan mandi dari sabun, shampoo, sampai handuk dengan gaya dan wangi
yang biasa dia gunakan, namun tidak membuatnya curiga pada Cleo dan hanya menganggap
itu sebuah kebetulan.
Setelah selesai membersihkan diri, Momo keluar dari kamar
mandi lalu membuka paket berisi pakaian itu untuk dia kenakan. Melihat ternyata
ada pakaian dalam juga di paket itu, membuat Momo malu dan wajahnya pun
memerah. Dia tidak menyangka Kokonya akan mempersiapkan semuanya sampai ke
detail terkecil. Momo hanya bisa menghela napas kasar dan tidak bisa berkata apa-apa
lagi pada tindakan Kokonya itu. Namun tidak dipungkiri, dirinya bahagia dengan
segala bentuk perhatian yang diberikan oleh Koko tersayangnya.
Dia lalu mengenakan pakaian itu yang ternyata sangat pas di
badannya dan segera keluar dari kamar.
Karena tidak menemukan Cleo di ruang tamu, Momo pun
memutuskan untuk memasak makan malam untuk keduanya. Dia mulai memasak nasi
untuknya, sekaligus bubur untuk Cleo. Namun kali ini, bubur yang dia masak
dicampur dengan berbagai sayuran seperti wortel dan lainnya agar tidak terlalu
monoton dan hambar juga agar lebih berwarna.
Momo juga memasak sayur dan lauk untuknya juga ikan yang dia
panggang untuk Cleo. Dia tidak memanggang daging untuk Cleo karena daging
__ADS_1
terlalu berlemak dan tidak baik untuk proses pemulihannya.
Momo selesai masak tepat di jam 07.00 malam dan sangat pas
untuk waktu makan malam. Cleo yang akhirnya bangun dan keluar dari kamarnya,
mencium sesuatu yang sangat memanjakan hidungnya dan ternyata berasal dari
dapur. Setelah di dapur, ternyata Momo yang sedang menyiapkan hidangan makan
malam untuk keduanya di meja makan. Dia tersenyum hangat melihat pemandangan
indah di depannya lalu berjalan mendekati gadis cantiknya.
“Hm, dari baunya udah pasti rasanya akan sangat enak, pas
banget ini perut udah laper. By the way, Ayy kenapa gak manggil Koko buat
bantuin?” Tanya Cleo.
“Koko masih harus banyak istirahat, lagian ini juga gak
bikin Momo capek kok. Masak itu menyenangkan.” Jawab Momo dengan senyum ceria
yang hanya ditunjukkan untuk orang-orang terdekatnya khususnya Cleo.
“Koko gak pernah menang kalau sama Ayy.” Balas Cleo.
Momo hanya tersenyum lalu mengambilkan makanan untuk Cleo
dan dirinya. Setelah itu, keduanya makan sambil mengobrol ringan. Selesai
makan, Cleo meminum obat yang diberikan Momo lalu membantu Momo membereskan
piring dan kawan-kawannya, tapi untuk mencuci piring hanya Momo yang melakukannya
karena Momo tidak membiarkan Cleo melakukannya.
Selesai dengan urusan di dapur, keduanya menuju ke ruang
tengah (ruang tamu) untuk menghabiskan waktu sebelum tidur. Cleo mengambil
laptopnya untuk dipakai Momo bekerja, sedangkan dirinya membantu Momo ketika gadis
itu bertanya. Mereka juga mengerjakan pekerjaan Momo sambil mengobrol dan
bercanda tawa berdua.
Malam ini benar-benar membuat Cleo bahagia karena hubungan
keduanya menjadi semakin dekat. Momo yang menceritakan pengalamannya selama di
luar negeri, begitu pula sebaliknya Cleo juga menceritakan kehidupannya selama
beberapa tahun terakhir tanpa Momo. Tidak ada sedikitpun detail yang keduanya
lewati, mulai dari keseharian, teman-teman, lingkungan, pengangum, komunitas,
pengalaman, dan lain-lainnya yang keduanya alami selama ini. Cleo bahkan
menceritakan bagaimana kesulitannya karena tidak pernah bertemu bahkan
berkomunikasi langsung dengan Momo, dan Momo yang mendengar itu hanya bisa
tertawa konyol dan sedikit merasa bersalah karena benar-benar memutus
komunikasi keduanya.
Tepat setelah jam sebelas malam dimana Momo sudah menyelesaikan
pekerjaannya dan keduanya juga sudah puas mengobrol dan bercanda tawa, akhirnya
keduanya kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
‘Benar-benar hari yang indah.’ Batin Cleo dengan wajah
bahagia sebelum akhirnya menyusul Momo yang sudah lebih dahulu tenggelam dalam
dunia mimpi.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1