
Hari ini adalah hari kelulusan Momo dan Cessa. Keduanya tampak cantik dengam balutan kebaya modern yang mereka kenakan.
Momo dengan didampingi oleh Tuan dan Nyonya Alexandra, dan Cessa didampingi orangtuanya nampak berkharisma.
Setelah berbagai rangkaian acara, akhirnya tiba saatnya pengumuman lulusan terbaik, dan tentu saja Momo menjadi lulusan terbaik di angkatannya.
Cessa juga menjadi salah satu lulusan terbaik.
Orangtua mereka sangat bangga terhadap anak-anaknya yang juga menjadi harapan mereka.
"Congrats sayang, Pagi dan Mami bangga sama kamu." Kata sang Papi.
"Thank you Pi, Mi." Jawab Momo.
"Ciee, Congrats sayangnya Cessa. Emang gak pernah gagal banggain gua ya lu, hehe. Akhirnya balik kampung juga setelah sekian lama." Kata Cessa kepada Momo dengan segala kelebayannya.
"You too." Jawab Momo.
Keduanya pun berpelukan saling memberi selamat.
Setelah menyampaikan pidato lulusan terbaik, Momo segera kembali ke tempat duduknya dan mengikuti rangkaian acara wisuda sampai selesai.
Setelah acara selesai, keluarga Momo dan keluarga Cessa pergi ke salah satu restoran ternama di sana untuk merayakan kelulusan kedua Nona muda tersebut. Mereka tampak harmonis dan kompak.
Selesai acara, semua kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat.
Keesokan harinya orangtua Momo kembali ke tanah air terlebih dahulu karena urusan bisnis yang tidak bisa ditinggal lama-lama. Momo mengantar keduanya ke bandara dan mengatakan akan segera menyusul.
"Take care Mi, Pi. Momo akan segera pulang setelah selesai mengurus berkas kelulusan." Kata Momo.
"Iya sayang, kamu baik-baik di sini. Cepat pulang." Jawab Mami.
Mereka kemudian mengobrol sebelum akhirnya Tuan dan Nyonya Alexandra itu naik ke pesawat yang akan mengantar mereka kembali ke tanah air. Mereka menggunakan pesawat pribadi agar tidak repot dan lebih cepat sampai.
Setelah kepulangan orangtuanya, Momo kembali ke apartemennya. Malam harinya dia bersama Cessa pergi berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan sekaligus bersenang-senang melepas segala kepenatan dan drama perkuliahan, sekaligus menikmati momen-momen terakhir mereka sebelum kembali ke tanah air.
"Gak kerasa Udah mau balik aja kita. Lu bakal kangen disini Ga Moy? Gua sih bakal kangen." Kata Cessa.
"Gak." Jawab Momo.
"Lu mah gak asik. Abis ni nonton dulu yuk sebelum balik." Ajak Cessa.
"Hm." Jawab Momo.
Setelah puas bermain mereka kembali ke apartemen. Cessa ikut menginap di apartemen Momo karena orangtuanya juga sudah lebih dulu kembali ke tanah air.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka ke kampus untuk menyelesaikan beberapa urusan kelulusan. Setelah selesai dengan urusannya, mereka kembali ke apartemen masing-masing untuk mengurus kepulangan mereka ke tanah air.
Seminggu telah berlalu, segala urusan kelulusan Momo sudah ia selesaikan. Tiba saatnya dia akan segera kembali ke tanah air.
Saat ini Momo dan Mbak Naya sedang berkemas karena besok mereka akan kembali ke tanah air.
Cessa belum bisa pulang bersama karena masih ada beberapa urusan yang belum dia selesaikan. Dia hanya menitipkan pesan agar sahabatnya berhati-hati dan menunggunya kembali juga ke tanah air. Dia tidak bisa mengantar karena sedang ada urusan. Dan Momo tidak keberatan.
"Non, akhirnya kita pulang juga ya. Mbak ruh kangen banget sama Indonesia. Di sini mah gak asik." Kata Mbak Naya kepada Momo.
"Iya Mbak. Mbak pasti kangen sama Mang Ujang, hehe. Jangan rindu, berat." Jawab Momo sambil bercanda pada Mbak tersayangnya itu.
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju bandara. Sesampainya di bandara, keduanya disambut oleh orang-orang kepercayaan keluarga Alexandra.
Momo kembali ke tanah air dengan pesawat pribadi keluarganya, karena alasan tidak repot.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Momo sampai di Jakarta.
"I'm back. " Kata Momo dalam hati.
Momo segera turun dari pesawat dan menghirup udara kota kelahirannya yang sudah dirindukannya.
Dia dijemput oleh orang kepercayaan Tuan Alexandra.
"Selamat datang kembali Nona Muda. Tuan dan Nyonya sudah menunggu di rumah." Kata orang itu yang bernama Boby.
Boby merupakan salah satu orang yang juga dekat dengan Momo. Dia selalu menemani Momo saat masih bersekolah dulu.
Sesampainya di rumah, Momo disambut oleh keluarga Alexandra serta seluruh orang di kediaman keluarga Alexandra.
Setelah mengobrol beberapa lama, Momo pamit untuk beristirahat.
"Momo pamit istirahat Pi, Mi, semuanya. Makanannya diabisin ya, jangan malu-malu, hehe." Pamit Momo sambil bercanda pada penghuni rumah.
"Selamat istirahat sayang." Kata sang Mami.
"Selamat istirahat Non. Mimpi indah." Kata para Mbak/Mbok/Mang yang bekerja di kediaman Alexandra.
Momo segera naik ke lantai 2 menuju tempat tertanam di rumahnya yaitu kamarnya.
Pertama kali membuka pintu, Momo melihat kondisi kamarnya yang tidak berubah sedikitpun karena selalu dibersihkan oleh Mbak rumah.
"Besok jalan-jalan ke kantor Papi kali ya. Daripada garut di rumah, sekalian becek restoran." Ucap Momo dalam hati merencanakan kegiatannya esok hari.
Dia kemudian mengambil handphonenya lalu menghubungi salah satu kontak yang ada.
__ADS_1
"Hallo." Ucap orang di seberang telepon.
"Hallo, gua udah nyampe." Jawab Momo to The point seperti biasanya.
"Wah, syukurlah. Tunggu gua di situ. Lusa gua balik. Lu jemput ya, gak mau tau dan gak menerima alasan. Oke Nona Muda?" Kata orang itu lagi.
"Iya bawel." Jawab Momo pada orang itu yang ternyata adalah Cessa sahabat berisiknya.
"Hehe, gimana di situ?" Tanya Cessa.
"Seperti biasa, gak banyak perubahan." Jawab Momo.
"Ya udah, istirahat sana. Jangan lupa jemput gua lusa. Gua bakal ngambek kalau gak lu jemput. Bye sayangku. Mimpi indah." Kata Cessa mengakhiri percakapan keduanya.
Setelah selesai bercakap dengan sahabatnya, Momo sedikit bernostalgia dengan kamarnya, lalu Momo pun akhirnya tertidur dengan nyamannya setelah sudah tidak bisa menahan rasa kantuk dan lelahnya.
Kepulangan sang nona muda Alexandra itu ternyata sudah terdengar sampai ke telinga Cleo.
Cleo sangat bahagia mendengar berita tersebut. Dia menyesal tidak ikut menyambut Kepulangan gadisnya karena ada urusan di luar kota dan baru kembali tengah malam.
Dia berharap bisa segera bertemu gadis yang sangat dirindukannya itu. Dia penasaran apakah Momo merindukannya atau tidak. Dia hanya berharap tinjunya tidak bertepuk sebelah tangan. Dia cukup pesimis karena mereka sudah lama tidak berkomunikasi ataupun berhubungan. Tetapi dia berharap semuanya baik-baik saja dan bisa kembali seperti dulu.
Penasaran kelanjutannya?
Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
.
.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.
.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.