
Tahun ini merupakan tahun pertama Momo dan Cessa menempuh pendidikan S2 di Harvard University. Keduanya memilih jurusan yang berbeda tidak seperti ketika mereka masih di S1. Dan Momo masih melanjutkan hobinya di bidang IT dengan mengikuti komunitas IT di sekolah barunya.
“Hallo Mi, ada apa?” Kata Momo setelah mengangkat telepon dari Mami kesayangannya.
“Hallo sayang, gimana urusannya, udah beres?” Jawab sang Mami pada putri kesayangannya.
“Udah beres Mi, besok Momo udah mulai kuliah.” Jawab Momo lagi.
“Syukurlah. Jaga kesehatan ya sayang, jangan telat makan, cepet pulang. Banyak yang rindu.” Kata sang Mami pada putri yang sudah sangat dirindukannya itu.
“Iya Mamiku sayang.” Jawab Momo.
Ketika pasangan orangtua anak itu sedang asik mengobrol, ada suara berisik yang mengganggu yang ingin bergabung juga pada percakapan mereka.
“Mamiiii, Cessa in your area. Mami how are you? Kalo Cessa sih always baik, soalnya dijagain bak princess sama Momo tersayang, hehe. Mami lagi apa nih? Kangen Cessa gak? Kangenlah massa enggak? Hehe.” Kata Cessa dengan segala kecerewetannya pada Mami Momo.
“Kangen dong sayang, gimana di situ? Masih betah aja. Kapan pulang? Bilangin Momo cepet pulang.” Jawab sang Mami.
Cessa cukup akrab dengan keluarga Alexandra sejak Momo mengenalkan sahabatnya itu ke keluarganya. Nyonya Alexandra juga cukup nyaman dengan Cessa yang meurpakan anak teman bisnisnya itu.
“Tenang aja Mi, tahun depan kita pulang, hehe. Mami doain biar kita berdua cepet lagi lulusnya.” Kata Cessa lagi.
“Amin. Ya sudah, pada istirahat gih, semangat kuliahnya ya, yang lain nanti aja dipikirin, oke.” Kata sang Mami mengakhiri percakapan mereka.
Keduanya akhirnya mengobrol sebentar dan akhirnya beristirahat sambil menunggu hari esok.
Keesokan harinya keduanya berangkat ke kampus dengan menggunakan mobil Momo, dan Momo yang mengendarainya.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit akhirnya keduanya pun sampai di tempat mereka akan menempuh pendidikan selama 2 tahun ke depan. Namun mereka berencana mengambil 1,5 tahun saja agar bisa segera kembali ke tanah air.
Setelah keduanya turun dari mobil, mereka pun segera menuju ke kelas mereka masing-masing. Kebetulan, kelas keduanya searah sehingga mereka berjalan bersama.
Selama perjalanan, keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang di sana karena kecantikan dan aura keduanya.
Momo sudah terbiasa dengan hal itu. Lain halnya dengan Cessa yang masih sedikit terkejut walaupun sudah terbiasa juga.
“Gila, kemana-mana selalu jadi pusat perhatian. Susah ya jadi orang cakep.” Kata Cessa dengan narsisnya sambil cengengesan.
Momo hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu. Dia sudah sangat terbiasa dengan kenarsisan dan keberisikan sahabat satu-satunya itu.
Momo akhirnya lebih dahulu sampai di kelasnya sehingga mereka kemudian berpisah. Setelah beberapa jam melaksanakan kegiatan belajar di kelas mereka masing-masing, keduanya akhirnya bertemu kembali di kantin untuk makan siang.
Saat keduanya sedang makan, tiba-tiba mereka dihampiri oleh beberapa pemuda tampan yang ternyata mahasiswa di situ juga.
“Hey Girls, boleh gabung? Kata salah satu pria. (Anggap aja Bahasa inggris, hehe)
“Sure.” Jawab Cessa.
__ADS_1
“Boleh kenalan?” Tanya pria itu lagi.
“Hm.” Jawab Cessa lagi.
“Aku Andrew, ini Max dan Mattew. Kalian?” Kata pria itu lagi yang ternyata Bernama Andrew.
“Aku Cessa, dia sahabatku Momo.” Jawab Cessa.
Kemudian mereka mulai mengobrol dan ternyata mereka adalah senior Cessa. Mereka juga merupakan anggota dari komunitas peretas di kampus tersebut. Mereka pun mengajak Momo setelah tau Momo memang menggemari dunia percodingan. Momo dengan senang hati bergabung karena memang ingin belajar lagi ssekaligus mengembangkan skillnya.
Setelah hari itu, mereka menjadi semakin akrab. Cessa juga lumayan sering ke bace camp mereka walaupun tidak ada yang dia lakukan di sana selain melihat-lihat para hacker bekerja.
Suatu hari salah satu anggota komunitas IT yang juga teman Momo mengadakan pesta ulang tahun. Dia mengundang seluruh angkatannya dan juga senior yang dia kenali. Acara tersebut diadakan di salah satu hotel terbesar di kota tersebut. Momo sebenarnya tidak berniat pergi dan hanya memberi ucapan lewat chat grup mereka, namun Cessa memaksa sahabatnya itu untuk pergi bersama. Momo dengan terpaksa akhirnya ikut pergi menemani sahabatnya itu.
Di tengah-tengah acara, Momo dihampiri oleh seorang Pria.
"Hallo Momo, wah gua kira salah orang tadi. Lama banget gak ketemu, makin cantik aja kamu." Kata pria itu yang terlihat kenal dengan Momo.
"Sorry, siapa ya?" Jawab Momo.
Pria itu sepertinya kena mental sehingga terbatuk untuk mengurangi rasa malunya. Dia lupa sebuah fakta bahwa Momo tidak mengenalnya. Tetapi dia adalah orang yang sudah jatuh cinta pada Momo sejak mereka masih dj sekolah menengah atas.
"Ehm, gua Joy. Lawan basket Cleo dulu zaman sekolah. Ya bisa dibilang kita rival. By the way, gimana kabarnya Cleo?" Kata pria itu yang ternyata adalah...
"Koko baik." Jawab Momo singkat.
"Hm." Jawab Momo.
Dalam hati Momo ingin segera pulang karena sudah mulai kurang nyaman dengan suasana sekitar yang lebih seperti di bar. Maklum pesta orang luar negeri memang seperti itu.
"Cessa, balik." Panggil Momo pada Cessa yang sedang asik menari menikmati alunan musik nan merdu (ngawur author wkwk).
"Yah, cepet banget. Ayo deh." Jawab Cessa.
"Kita duluan ya.... See you." Pamit Cessa pada Joy.
"Oh ya, see you. Momo gua boleh minta kontak lu?" Kata Joy sebelum Momo keluar untuk pulang.
Namun Momo tidak mendengar sehingga terus berjalan keluar, dikarenakan suara musik yang cukup keras.
Sampai akhirnya Cessa memberikan kontaknya kepada Joy karena kasihan padanya.
Sejak pertemuan itu, Joy selalu mengganggu Momo dengan mengajak bertemu, makan, nonton, atau sekadar mengobrol, walaupun selalu ditolak Momo dengan alasan sibuk dengan kegiatan kuliahnya.
Bukan dia saja yang menjadi pengagum Momo, masih banyak pengagum Momo lainnya yang berakhir patah hati karena ditolak mentah-mentah oleh Momo.
Namun Joy tidak menyerah dan yakin bahwa suatu hari nanti Momo akan luluh padanya dan menjadi miliknya. Dia lupa bahwa apapun yang terjadi, Cleo tidak akan pernah mau melepaskan Momo kesayangannya.
__ADS_1
Dia terlanjur cinta mati pada Momo sejak pandangan pertama. Apalagi dengan pertemuan mereka lagi, dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, walaupun selalu ditolak oleh Momo. Setidaknya dia sudah menunjukkan ketulusannya.
Hari-hari Momo menjadi kurang tenang sejak ada gangguan dari para pengagumnya sehingga dia mempercepat studinya menjadi 1,5 tahun saja dari rencana awalnya 2 tahun agar segera kembali ke tanah air.
Setiap hari dia akan mendapatkan surat, bunga, coklat, bahkan hadiah-hadiah mahal dari para pengagumnya. Sayangnya tidak dia terima dan malah dia bagikan dan sumbangkan ke teman-teman kelas atau ke yayasan di sekitar tempat tinggalnya.
Bukannya tidak bersyukur, tapi dengan kepribadiannya, dia cukup terganggu dengan semua perhatian itu.
Tetapi untungnya tidak ada yang berlaku berlebihan seperti pada sinetron-sinetron atau drama-drama yang biasanya para pengagum wanita akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan wanita pujaannya.
Dia tidak tau saja, bahwa dirinya selalu diawasi dan dijaga oleh orang-orang kepercayaan Cleo dan Papinya sehingga tidak ada yang berani macam-macam padanya, karena mereka sudah mendapat peringatan lebih dahulu sebelum mereka bertindak.
Cleo selalu memastikan kenyamanan gadisnya walau dari jauh. Walaupun sedikit khawatir dengan keberadaan makhluk rivalnya yang ternyata sudah menyimpan perasaan pada Momo sejak sekolah. Dia takut Momo berpaling darinya.
Setiap harinya setelah menyelesaikan kelas, Momo akan segera ke base camp untuk menghindari para pengganggu, sekaligus mengembangkan skillnya disana. Setelah puas disana, dia akan segera pulang ke apartemen. Dia juga selalu fokus mengembangkan bisnisnya.
Begitulah kegiatan Momo setiap harinya.
Flashback Off
Momo akhirnya kembali ke dunia nyata setelah mengenang kembali masa-masanya di negri orang.
Walau tidak banyak kenangannya, tetapi banyak hal yang dipelajari Momo sampai bisnis baru yang dibangunnya berkat ketekunannya.
Penasaran kelanjutannya?
Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
.
.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.
.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.