
Di sisi lain, si pelaku yang merupakan bos sekaligus pemilik PT MC yang menerima pesan anonim tadi yang berasal dari Cleo cukup panik, namun berusaha menghilangkan pikiran negatifnya karena bisa saja itu pesan dari penipu ulung pikirnya. Dia tidak tahu saja, kehancurannya sudah di depan matanya saat ini karena sudah berani menyentuh garis kekuasaan Cleo dan bahkan membuat Momo yang merupakan kesayangan Cleo ikut terlibat.
‘Mungkin hanya penipu. Bajingan itu belum memberi kabar apapun dari tadi. Sudahlah, lebih baik aku tidur agar siap mendengar kabar baik besok.’ Batin orang itu yang sejak tadi menunggu kabar dari managernya namun belum ada kabar apapun, sehingga dia pun segera tidur dan berharap mendengar kabar baik besok pagi.
Meninggalkan si dalang dibalik dua penyerangan terhadap Cleo dan perusahaan CM Corp., si manager PT MC sedang gelisah menunggu kabar dari orang-orang yang dibayarnya untuk membunuh Presdir CM Corp. berdasarkan perintah atasannya. Dia terus jam dan hpnya berharap ketua pembunuh itu segera menelpon atau mengirimi pesan padanya. Selagi dia menunggu, tiba-tiba telponnya berdering yang membuat dia dengan semangat segera mengangkatnya. Sayang sekali, ternyata itu dari salah satu kepala divisi perusahaan yang ingin bertanya terkait pekerjaan padanya. Dia menjadi sangat kesal karena yang menelpon ternyata bukan yang dia harapkan sehingga dia segera memutuskan panggilan mereka setelah memarahi si kepala divisi yang tidak bersalah itu.
“Bukankah seharusnya mereka sudah ngasih kabar? Ini bahkan sudah tengah malam. Apa mungkin mereka gagal? Gak mungkin, mereka yang banyak itu gak mungkin kalah sama satu orang kan? Hah, mending aku nunggu bentar lagi, siapa tahu ketua brengsek itu lupa ngasih kabar.” Kata si manager dengan gelisah sambil berjalan mondar-mandir tidak jelas di kamarnya.
Manager itu tidak tahu mengapa karena perasaannya tiba-tiba menjadi gelisah dan perasaan seperti akan mendapat masalah besar sebentar lagi. Dia menjadi sedikit takut karena memikirkan kemungkinan terburuk dari rencana yang sudah dia dan bosnya laksanakan, namun dia buru-buru menyingkirkan prasangkanya tersebut karena orang-orang yang dia bayar itu cukup kuat dan memiliki reputasi di dunia bawah sehingga memiliki kemungkinan besar bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik. Dia segera menenangkan dirinya setelah berusaha berpikir bahwa orang-orang itu akan berhasil dengan tugasnya, lalu diapun memutuskan untuk tidur dan berharap besok pagi saat dirinya bangun sudah mendapat kabar baik, agar tidak mendapat amukan dari bosnya.
Di markas besar mafia milik Cleo, nasib para penjahat yang menyerang Cleo, Kevin, dan Momo sangat buruk. Mereka disiksa dengan sangat kejam oleh bawahan Cleo yang bertugas menginterogasi tahanan yang bernama Jake. Keadaan mereka sangat buruk dengan wajah yang sudah tidak berbentuk karena luka robek akibat pukulan Jake yang penuh tenaga. Kaki dan tangan mereka bahkan sudah patah dan sekarang mereka sudah seperti orang cacat. Mereka sangat menyesali perbuatan mereka setelah mendapat nasib buruk itu. Seandainya mereka tidak menerima bayaran orang itu untuk menyerang presdir CM Corp., mereka tidak akan berada pada posisi sekarang. Banyak penyesalan yang mereka pikirkan, namun mereka sadar bahwa mereka tidak akan bebas sehingga yang bisa mereka lakukan hanyalah pasrah dan berharap Cleo dan orang-orangnya tidak menyiksa keluarga mereka. Terutama si ketua mereka yang sejak penyiksaan awal tadi sudah terlihat menyesal dan putus asa. Hanya karena tergiur dengan bayaran mahal yang diberikan orang itu, mereka tidak akan terjebak di situasi sekarang. Dia benar-benar menyesal tidak menyelidiki target terlebih dahulu dan malah meremehkannya. Memikirkan itu dia merasa kata ‘seandainya’ sudah tidak ada guna lagi, sehingga dia hanya bisa pasrah pada keadaan. Dia hanya menyimpan dendam yang besar pada orang yang membayarnya. Seandainya dia bisa keluar dari tempat ini, dia akan mencari orang itu dan menghabisinya dengan tangannya sendiri.
Keesokan harinya, Kevin dan Jabby bangun sangat pagi dan begitu bersemangat untuk melakukan eksekusi seperti yang biasa mereka lakukan pada para pengganggu Cleo maupun perusahaan atau organisasi mafia mereka sebelum-sebelumnya. Para bawahan lain juga sudah bangun dan berolahraga seperti rutinitas mereka biasanya.
Setelah membersihkan diri, Kevin segera memanggil Jabby di kamarnya lalu bersama-sama menuju ruang eksekusi. Ruangan itu merupakan ruangan rahasia yang hanya bisa dimasuki oleh Cleo dan orang-orang kepercayaannya. Saat memasuki ruangan yang berisi komputer dan segala teknologi maupun senjata dan penunjang lainnya. Isi ruangan itu sedikit mirip dengan isi ruangan rahasia Cleo di apartemennya, yang berbeda hanya ruangan rahasia markas lebih besar karena sekaligus merupakan brankas untuk menyimpan segala hal penting dan uang hasil kerja organisasi disimpan di brankas ruangan itu.
“Sekarang momen yang paling gua tunggu-tunggu. Saatnya beraksi, hehehe.” Kata Kevin dengan penuh semangat.
“Lu urus bosnya, gua urus managernya, gimana?” Tanya Jabby.
“Oke, kita basmi ampe tuntas. Berani-beraninya nyenggol CM Corp. dan Devil Blood (nama organisasi mafia milik Cleo). Tangan gua udah gatal dari semalam buat ngasih kejutan ke bajingan gak tahu diri itu.” Jawab Kevin dengan semangat dan emosi, ekspresinya sangat dingin dan penuh kemarahan.
“Hm. Orang baru yang gak ngenalin lawan tapi malah berani nyenggol gini emang harus digoreng ampe gosong.” Balas Jabby yang malah membuat Kevin tertawa mendengar perumpamaan ngawur Jabby.
“Hahaha, bisa gitu ya lu. Sekalian aja tumis atau rebus ampe hancur.” Balas Kevin lagi sambil tertawa.
“Biasalah. Udah, mulai beraksi aja kita, jangan buat bos nunggu lama.” Kata Jabby yang langsung diangguki oleh Kevin.
__ADS_1
Keduanya kemudian membuka komputer masing-masing dan langsung melakukan eksekusi pada dalang penyerangan dan si manager bodoh yang melibatkan diri itu. Kevin bertugas menghancurkan perusahaan dan pemiliknya, sedangkan Jabby bertugas menghancurkan karir si manager bodoh. Mereka melakukan dengan serius sehingga tidak ada waktu untuk mengobrol lagi atau sekedar bercanda.
Kevin mulai dengan membeli seluruh saham PT MC dan kemudian menghancurkannya, dia juga mengirim bukti-bukti kejahatan yang dilakukannya ataupun perusahaannya kepada polisi dan kejaksaan untuk ditindaklajuti dan media sosial untuk menghancurkan citra orang itu. Bukan hanya itu, namanya juga sudah diblaklist sehingga kedepannya dia tidak akan bisa membuka bisnis lagi atau bahkan mendapatkan pekerjaan. Untuk keluarganya tidak dibasmi karena hanya dia yang mencari masalah, namun jika ada keluarganya yang ikut-ikutan mencari masalah maka tidak akan ada ampun lagi. Kevin bersenang-senang mengerjakan semua itu dengan hati yang bahagia. Dia sangat puas melihat kehancuran semut itu.
Di lain sisi, Jabby juga memulai tugasnya dengan menghancurkan karir si manager bodoh dan juga mengirim bukti ketelibatannya dalam kejahatan-kejahatan yang dilakukan bosnya kepada kepolisian dan kejaksaan bersamaan dengan bukti kejahatan bosnya. Dia menghancurkan manager itu sampai ke akar-akarnya sehingga kedepannya, manager itu tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dimanapun, dan masa depannya akan benar-benar hancur. Jabby mengerjakan tugasnya dengan lebih tenang dibandingkan dengan Kevin yang begitu bersemangat, karena dia cenderung tenang saat mengerjakan misi dan tugasnya, sangat berbeda ketika dirinya sedang tidak bekerja.
Mereka berdua akan langsung memberi kabar pada Cleo setelah selesai dengan tugas masing-masing.
Di saat yang sama, Cleo yang baru saja bangun dan minum air putih pun segera berolahraga sebelum mandi dan bersiap-siap menuju kantornya untuk bekerja. Selesai mandi, dia ingin menelpon Momo untuk mengucapkan selamat pagi namun takut mengganggu istirahat gadisnya sehingga dia mengurungkan lagi niatnya dan lanjut bersiap-siap untuk bekerja. Hari ini Cleo berangkat sendiri tanpa Kevin karena sahabatnya itu masih melakukan tugasnya. Cleo juga sudah memberi kabar lewat SMS pada Kevin bahwa dia akan berangkat sendiri dan meminta Kevin langsung ke kantor jika sudah selesai dengan tugasnya.
Setelah mengambil mobil sport kesayangan yang jarang dia gunakan, Cleo segera melajukannya menuju kantornya. Di tengah perjalanan, Cleo mendapat pesan dari Kevin mengenai tugas mereka.
“Done bos. Orang-orang itu sudah kami hancurkan sampai ke akar-akarnya.” Pesan dari Kevin yang sudah selesai dengan tugasnya dan juga Jabby.
Cleo tersenyum sinis sambil menganggukkan kepalanya setelah membaca pesan dari Kevin. Dia tidak membalas pesan itu dan hanya membiarkannya. Ekpresinya sangat tenang, dan dia cukup puas dengan kinerja tangan kanannya yang selalu cepat melakukan eksekusi. Mereka memang tidak pernah mengecewakannya.
Beberapa saat kemudian, dia sudah sampai di kantornya dan langsung menuju ruangannya. Mobilnya dia biarkan pada karyawan yang bertugas memarkirkan mobil orang-orang penting di perusahaan. Semua orang membungkukkan badan dan menyapa ketika bos besar mereka lewat. Namun mereka merasa heran karena Cleo datang sendiri tanpa Kevin. Setelah sampai di ruangannya, Cleo langsung bekerja.
“Beres. Gua tinggal bro, gua harus siap-siap ke kantor.” Kata Kevin pada Jabby setelah mengabari Cleo.
“Oke. Hati-hati, awas diterkam tante-tante di depan, hahaha.” Balas Jabby dan langsung lari setelah mengejek Kevin.
“Wah, kurang asem, sini lu gua tabok.” Teriak Kevin yang melihat Jabby melarikan diri setelah mengejeknya. Dia bergidik ngeri membayangkan tante-tante jadi-jadian yang selalu nongkrong di jalan yang pasti dilewati setelah keluar dari markas. Akan benar-benar sial jika bertemu mereka, dan Kevin berharap perjalanannya lancar.
Setelah bersiap-siap, Kevin segera berangkat ke kantor menggunakan mobil kantor yang dia bawa sebelumnya. Setelah keluar dari markas, dia benar-benar bersyukur karena tidak bertemu tante-tante gila yang biasanya sudah nongkrong sejak pagi.
“Untung gak ketemu orang-orang gila itu, bisa sial gua ketemu mereka.” Ucap Kevin sambil mengelus dadanya lega.
__ADS_1
Perjalanannya pun lancar sampai dia tiba di perusahaan. Setelah memarkirkan mobil, Kevin segera masuk ke gedung kantor itu dan menuju ruangan ruangan Cleo untuk melapor secara langsung. Berhubung dia datang lebih telat hari ini, sehingga suasana kantor sangat sepi karena semua orang sibuk bekerja, sehingga tidak ada yang menyapanya kecuali satpam dan petugas lain yang bekerja di sekitar lobby perusahaan.
Setelah sampai di lantai ruangan Cleo berada, dia menyapa Bram sebelum mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Cleo.
“Bos, berita kehancuran PT MC sudah keluar. Bener-bener heboh, hahaha. Gimana kinerja kita?” Lapor Kevin sekaligus menanyakan pendapat Cleo.
“Good job.” Puji Cleo singkat.
“Asik, dapat pujian, hehe. Terima kasih bos, itu semua juga berkat didikan bos.” Balas Kevin dengan ekspresi berlebihannya.
Kevin yang dipuji Cleo merasa bahagia dan bangga karena bosnya itu sangat jarang memuji. Dia tidak lupa merekam percakapan mereka sejak dia masuk ke ruangan Cleo tadi berharap kata-kata pujian dari Cleo agar bisa dia kirimkan kepada Jabby. Untung saja tindakannya kali ini membuahkan hasil yang sesuai. Sedangkan Cleo hanya menggelengkan kepalanya dan mengusir Kevin dari ruangannya. Sahabatnya itu selalu berlebihan jika berhubungan dengan dirinya ataupun perusahaan.
“Rasanya bagaikan menang lotre, hahaha.” Teriak Kevin dengan gila saat keluar dari ruangan Cleo untuk menuju ruangannya.
Bram yang melihat Kevin merasa heran dan ingin tertawa karena menurutnya tindakan Kevin sangat lucu tetapi ditahannya karena takut diamuk Kevin. Kevin yang sedang bahagia itu tidak menghiraukan Bram dan langsung menuju ruangannya.
Sesampainya di ruangan, dia segera membuka laptop untuk memeriksa kabar terkini tentang kehancuran PT MC. Dia tersenyum puas setelah melihat berita-berita yang sangat heboh dan dilebih-lebihkan tersebut. Itu menjadi hiburan tersendiri untuknya. Dia tidak sabar menyaksikan reaksi pemilik dan manager bodoh PT MC itu.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.