
Setelah sampai di bandara negara I Cleo dijemput oleh orang kepercayaan Grandpanya di sana yang sering mereka panggil Jack.
Jack berusia 30an tahun namun belum berkeluarga karena masih ingin mengabdikan diri di keluarga Grissham.
Mereka kemudian menuju kediaman Grissham lebih tepatnya kediaman Kakek Cleo.
Setelah sampai dan disambut oleh Kakeknya serta mengobrol sebentar, Cleo segera menuju kamarnya untuk beristirahat.
Sebelum beristirahat, dia terlebih dahulu mengabari orang-orang di Indonesia bahwa dia telah sampai.
“Aku sudah tiba di kediaman Grandpa.” Pesan singkatnya yang dikirim ke Orangtuanya, dan grup yang berisi teman-temannya.
Lalu dia menelpon seseorang.
“Halo.” Jawab orang di seberang telpon dengan suara khas orang baru bangun tidur karena di tempat tinggalnya waktunya masih subuh dan dia terpaksa bangun karena mendengar suara telpon.
“Ayy, Koko ganggu ya?” Kata Cleo pada orang di seberang yang ternyata adalah Momo.
Dia merasa sedikit bersalah karena mengganggu tidur Gadisnya, namun apa daya rindunya sudah tidak bisa dibendung lagi.
Mendengar panggilan tersebut, seketika membuat Momo kehilangan rasa kantuknya. Dia sudah sangat merindukan orang yang memiliki suara tersebut.
“Eyo udah sampai? Momo miss you.” Kata Momo dengan nada sedih.
“Udah Ayy, baru saja. Miss you more Bebe.” Jawab Cleo sambil menitikkan air mata sedihnya, padahal mereka baru berpisah sehari.
“Ya sudah Koko istirahat ya, ingat pesan Momo. Ohiya, jangan telat makan, jangan sering begadang, dan yang paling penting jangan sering melamun. Koko harus fokus sama belajar Koko supaya cepat lulus. Oke?” Kata Momo dengan segala petuahnya yang membuat Cleo tersenyum.
“Siap Tuan Puteri. Hamba akan melaksanakan segala perintah dengan baik, hehe.” Jawab Cleo.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun mengakhiri obrolan mereka. Momo melanjutkan tidurnya karena masih ada waktu 1 jam sebelum bersiap-siap ke sekolah. Dan Cleo segera beristirahat karena besok harus mengurus berkas-berkas dan keperluan untuk masuk ke perguruan tinggi tujuannya.
Keesokan harinya Cleo segera menuju tempat yang menjadi wadah belajarnya selama beberapa tahun kedepan alias kampusnya untuk menyerahkan berkas-berkas yang harus dikumpulkan sebagai calon mahasiswa baru.
Di sana dia menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang tampan dan aura kebangsawanannya yang membuat siapa saja ingin melihatnya terus menerus, namun hanya diabaikannya karena dia sendiri sudah terbiasa dengan hal-hal itu.
Ditambah dengan pesan gadisnya, dia menjadi lebih dingin dari biasanya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan urusannya, dia segera menuju ke kantor cabang Daddynya untuk melakukan pengecekan mewakili Daddynya yang tidak bisa hadir karena harus berada di kantor pusat.
Sehari sebelum keberangkatannya dia dan sang ayah sudah bersepakat bahwa dia akan memegang kendali perusahaan cabang ayahnya yang berada di sana. Itu juga sebagai pembelajaran dan menambah pengalaman kerjanya, sehingga nanti tiba saatnya dia mewarisi segala perusahaan ayahnya, dia sudah siap dan matang.
Hari-hari selanjutnya Cleo lewati dengan berat karena tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Momo. Perbedaan waktu kedua negara bahkan benua itu yang menghambat komunikasi mereka.
Kesibukan masing-masing juga menjadi faktor yang menyebabkan tidak adanya komunikasi antar keduanya.
Setiap ada waktu luang, Koko ingin menghubungi Momo namun waktunya selalu kurang tepat, karena di tempat tinggal Momo waktunya malam hari. Begitu juga dengan Momo.
Kadang Momo sengaja begadang untuk menghubungi Cleo tetapi nomor tujuannya selalu tidak aktif. Hal itu dikarenakan Cleo selalu mematikan telponnya saat siang hari atau jam kerja. Dia terlalu malas meladeni Mommynya yang selalu menelpon tiap 5 menit untuk menanyakan kabarnya.
Komunikasi terakhir Cleo dan Momo adalah hari tibanya Cleo di negara I. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi diantara keduanya.
Setiap harinya Cleo akan mendengar rekaman telponnya dengan Momo sebelum memulai harinya atau sebelum tidur. Hal itu membuat dia merasa dekat dengan Gadisnya dan sedikit mengurangi rasa rindunya.
Hari-hari berlanjut dengan penuh kehampaan yang dirasakan oleh Cleo. Namun mengingat dia disana untuk menyelesaikan pendidikannya, dia mulai menyesuaikan keadaan tanpa Gadisnya.
Dia menjadi lebih dingin sehingga tidak ada yang berani mendekatinya. Bahkan di kantor dia sangat disegani karena ketegasannya.
Dia akan langsung memecat karyawan yang melakukan kesalahan walau sedikit tanpa toleransi. Itu merupakan tindakan pelampiasannya akan kekesalannya karena tidak berkomunikasi atau bertemu dengan Momo yang menjadi mood boosternya. Namun dia tidak pernah melewati batas dan menyalahgunakan kekuasaannya, dia hanya berlaku kejam pada karyawan yang benar-benar pantas dipecat.
Namun itu semua tidak membuat dirinya puas, karena dia hanya akan bahagia apabila bersama Momo. Sedikit berlebihan memang, tapi itulah sang tuan muda bucin.
Di hari liburnya, dirinya terpaksa tidak pulang ke tanah air karena harus mengurusi kantor Daddynya. Momo juga tidak bisa mengunjunginya karena sibuk dengan kegiatannya. Itu membuat Cleo hampir gila karena harus menahan rindunya lebih lama lagi.
Dia merasa marah kepada Daddynya, namun itu sudah menjadi kesepakatan mereka sehingga dia hanya bisa menjalaninya.
Cleo selalu menanyakan kabar Momo lewat orangtuanya ataupun orang kepercayaannya di sana. Dan mereka selalu mengabari Cleo mengenai Momo. Itu membuat Cleo sedikit tenang.
Dia juga mulai merintis perusahaannya sendiri yang diberi nama CM Corp. Perusahaannya bergerak di bidang IT. Dengan dibantu koneksi Daddynya dan program-program yang ditawarkan perusahaannya, usahanya menjadi cepat berkembang dalam waktu yang singkat.
Dia juga mengajak Kevin sahabatnya yang kebetulan berkuliah di negara yang sama hanya saja berbeda kampus. Kevin dengan senang hari ikut bergabung dengan sahabatnya itu.
Kevin diberi posisi General Manager sekaligus asisten pribadi Cleo. Dia tidak ingin orang lain yang mengambil posisi tersebut karena tidak ada yang dia percaya selain Kevin. Selain itu dia merasa orang yang akan bertahan dengan kepribadiannya hanyalah Kevin.
Kevin dengan sedikit keterpaksaan menerima posisi tersebut. Menurutnya dia belum pantas memegang posisi GM karena pengalamannya masih sedikit, namun Cleo meyakinkannya sehingga dia akhirnya menerima posisi tersebut.
__ADS_1
Cleo juga mempekerjakan seorang sekertaris pria yang direkrutnya dari kantor Daddynya. Sekertarisnya bernama Bram, seorang yang berkebangsaan Australia.
Tugasnya adalah mengatur jadwal Cleo, mengurus berkas-berkas perusahaan sebelum diberikan ke Cleo dan membantu Kevin.
Ya, tugas sekertaris pada umumnya, namun gajinya sangat tinggi membuat dia bersyukur dengan dirinya karena bisa menarik perhatian Boss jeniusnya sehingga merekrutnya.
Dia sangat menghormati Cleo dan Kevin, karena keduanya sangat membantunya dalam pekerjaan dan loyal. Dia juga diberi appartmen pribadi yang dekat dengan kantor karena dia tidak memiliki rumah dan hanya tinggal di rumah sewa.
Itu membuatnya merasa sangat bersyukur mendapat boss yang baik sehingga dia tidak pernah mengeluh untuk pekerjaannya.
Setelah merasa cukup sukses, Cleo memberanikan diri untuk mengembangkan sayapnya di bisnis property dan mendapat dukungan penuh dari Daddy dan Grandpa juga keluarga Alexandra.
Dia melakukan semua itu untuk mengalihkan rasa rindunya yang semakin besar pada gadis yang dicintainya sejak kecil.
Perusahaannya juga diatasnamakan Gadisnya tanpa sepengetahuan siapapun kecuali Kevin dan Bram yang merupakan orang kepercayaannya.
Hal itu dilakukannya karena usahanya tersebut terinspirasi dari Momo. Dia berharap segala urusannya cepat selesai agar bisa segera bertemu dengan gadisnya.
Penasaran kelanjutannya?
Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.