Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Cleo Sedang Kasmaran


__ADS_3

Setelah mengirim balasan chat kepada Momo, Cleo bergegas ke ruangan meeting untuk melakukan rapat bersama divisi perencanaan terkait proyek baru yang akan dikerjakan selanjutnya.


Di sisi Momo, gadis itu sedang serius membahas rencana penyelesaian masalah bersama GM Eka, sampai tidak sempat lagi untuk mengecek handphonenya.


“Jadi apa rencanamu?” Tanya Momo pada GM Eka.


“Begini bos. Karena pelaku sebenarnya adalah orang itu, sebaiknya kita perlu segera bergegas kesana secepat mungkin, karena menurut saya, dia akan semakin mengkambing hitamkan orang lain lagi jika bos tidak segera bertindak. Dan juga berdasarkan laporan dari manager di sana, orang itu belum melakukan gerakan lagi, namun terlihat sedikit mencurigakan belakangan ini, khawatirnya dia akan melakukan sesuatu yang lebih buruk dari korupsi.” Jelas GM Eka.


“Hm, atur jadwal secepat mungkin untuk kita berangkat ke sana. Mba Eka dan Ray harus ikut bersamaku untuk menghindari kecurigaan.” Kata Momo.


“Baik bos. Akan saya sampaikan pada Ray. Kalau gitu saya permisi bos.” Jawab GM Eka sekaligus pamit meninggalkan Momo untuk kembali bekerja.


Momo mengangguk lalu mengambil laptop di dalam tasnya untuk dia pakai bekerja. Dia perlu mengecek pergerakan pasar saham dan bermain disana. Yah, profesi lain Momo adalah seorang investor yang suka bermain saham, dan dia sangat lihai di bidang tersebut, sehingga cukup disegani oleh pemain saham lainnya bahkan para pebisnis, namun tidak ada yang mengetahui identitasnya selain keluarga dan orang-orang yang dia percayai.


Puas bermain saham, ternyata sudah waktunya makan siang, sehingga Momo segera mematikan laptopnya dan menikmati makanan yang diantar oleh salah satu pegawai restorannya. Sambil makan, Momo kembali mengecek


handphonenya dan menemukan chat balasan dari Cleo.


‘Ini hari pertama kita, semangat sayangku.’ Isi balasan Cleo


Momo tersipu malu setelah membaca pesan tersebut dan tidak membalas lagi karena bingung harus memberi jawaban seperti apa. Tatapannya lalu terfokus kembali pada salah satu nama pengirim chat lain yang termasuk dalam kontak prioritasnya, entah siapa.


‘Moy, aku dan anak-anak akan ke negaramu tiga hari lagi. Jemput kami, oke!’ Isi chat dari orang itu.


Momo mengernyitkan dahinya heran dan cukup senang membacanya. Dia heran karena mereka begitu tiba-tiba ingin ke negaranya, pasti ada yang tidak beres. Namun di sisi lain, dia senang karena akan bertemu kembali dengan mereka, dan dia harus segera memberi tahu Cessa.


‘Ok.’ Balas Momo pada orang itu.


Lalu Momo mengirim pesan kepada Cessa.


‘Ce, mereka mau ke sini.’ Pesan Momo yang dikirim kepada Cessa sahabatnya.


Setelah mengirim chat pada Cessa, Momo meletakkan handphonenya ke meja di samping laptop lalu melanjutkan makan siang dengan tenang.


Sedangkan Cleo yang baru saja selesai melaksanakan rapat, segera kembali ke ruangannya bersama Bram yang  menggantikan tugas Kevin untuk sementara. Setelah memastikan bos besarnya masuk ke ruangannya, Bram segera menelepon orang kantin untuk mengantarkan makan siang.


Sepuluh menit kemudian, dua orang karyawan kantin datang mengantarkan dua paket makanan kepada Bram.


“Sekertaris Bram, ini makanannya.” Kata salah satu karyawan.


“Oh ya, terima kasih.” Balas Bram.


Setelah menerima makanan tersebut, Bram segera mengantarkan salah satu paket makanan kepada bos besarnya Cleo, lalu kembali ke mejanya untuk menyantap makan siangnya sendiri.


Di ruangan Cleo, pria itu segera menikmati makan siang yang telah diantar oleh Bram. Dia sejak tadi terus melihat handphonenya berharap ada balasan dari gadisnya, namun sepertinya harapannya tidak akan terwujud.


Cleo merasa sangat kesal sekarang, dia ingin bertemu gadisnya sekarang, namun hari ini dia sangat sibuk dan tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, sehingga dia hanya bisa mengubur keinginannya dalam-dalam. Lagipula Momo juga pasti sedang sibuk di restorannya. Masih ada hari esok pikirnya.


Padahal ini adalah hari pertama mereka resmi menjadi pasangan kekasih, seharusnya mereka berdua merayakan kebahagiaan ini, namun apa boleh buat, keduanya memiliki kesibukan dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

__ADS_1


Cleo hanya bisa menghela napas panjang karena pasrah.


Dan hari pertama mereka berakhir begitu saja, keduanya sibuk dengan urusan masing-masing. Bahkan tidak ada waktu untuk sekedar menelepon, padahal sebenarnya Cleo yang tidak ingin mengganggu istirahat gadisnya. Bagaimana tidak, dia baru saja pulang ke apartemennya di jam sebelas malam karena harus bekerja lembur, dan menurutnya Momo sudah tidur jadi dia tidak ingin mengganggu tidur gadisnya. Di saat-saat seperti itu, Cleo benar-benar kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah beristirahat sejenak, Cleo lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan kemudian menyusul gadisnya menuju dunia mimpi. Besok dia akan menebus hari ini.


Keesokan harinya, seperti biasa Cleo bangun pagi-pagi sekali untuk menjalankan rutinitas wajibnya, sedangkan Momo masih setia dengan tidur nyenyaknya karena kelelahan.


Setelah mandi dan bersiap-siap, Cleo segera berangkat ke perusahaannya untuk bekerja. Hari ini dia tidak akan sesibuk kemarin, sehingga dia bisa meluangkan waktunya untuk berpacaran dengan gadisnya.


Sekarang sudah jam 09.35 pagi, dan akhirnya gadis cantik itu pun bangun dari tidur nyenyaknya. Ya, gadis cantik itu adalah nona muda Alexandra, Momo.


Bangkit dari kasurnya, Momo melakukan peregangan untuk menyegarkan kembali tubuhnya, lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tadi malam dia tidak sempat mandi karena terlalu lelah dan langsung tidur,


sehingga dia harus membersihkan dirinya sekarang sebelum turun untuk sarapan.


Pagi ini Momo masih sarapan sendirian, karena kedua orang tuanya masih di luar kota. Dia juga belum memberitahu siapapun termasuk orang tuanya terkait hubungannya dengan Cleo sekarang, karena menurutnya mereka akan tahu sendiri nantinya, biarkan saja semuanya mengalir seperti biasanya.


Mbak Naya seperti biasa dengan senang hati dan penuh semangat menyapa dan menyiapkan sarapan untuk nona mudanya. Suasana rumah itu selalu hangat seperti biasanya, tidak ada yang berubah.


Selesai sarapan, Momo kembali ke kamarnya. Hari ini dia tidak memiliki urusan di luar rumah, sehingga dia akan tetap berada di rumahnya. Momo lalu mengecek handphonenya dan melihat balasan chat dari Cessa.


‘Asikkk, aku ikut jemput mereka, oke, deal, no debat. Akhirnya setelah sekian lama mereka datang juga. Kangen banget ama mereka, apalagi sin arsis, pasti makin narsis tuh orang sekarang. Kabarin aku ya Moy kapan


jemputnya, love you babycuu.’ Isi balasan chat dari Cessa dengan emot kiss di akhir membuat Momo mengernyitkan dahi saat membaca dan melihatnya.


Karena bosan, Momo menelepon Cleo.


Di ruangan meeting CM Corp.


Pria itu kaget dengan dering ponsel yang berbunyi, apalagi setelah melihat nama penelepon, Cleo hampir berteriak karena bahagia. Bagaimana tidak bahagia, dia sudah sangat merindukan gadisnya, dan sekarang gadis itu berinisiatif menghubunginya duluan. Tanpa bas abasi, Cleo segera mengangkat telepon gadis tercintanya.


“Halo sayang.” Sapa Cleo dengan nada lembut dan senyum lebar yang menambah tingkat ketampanannya walaupun Momo tidak melihatnya karena berada di tempat yang berbeda.


Semua orang di ruangan itu sangat kaget mendengar nada lembut penuh kasih sayang serta senyum manis dari sang bos. Ini adalah pemandangan yang sangat sangat langka dan pertama kalinya mereka menyaksikan itu.


‘Buset, bos dingin nan galak ini ternyata bisa selembut itu. Wah, sungguh mengejutkan.’ Begitulah kira-kira isi hati mereka saat ini.


Semua orang sangat takjub, termasuk Bram yang tetap saja kaget walaupun sudah pernah menyaksikan hal seperti ini.


“Koko sibuk?” Tanya Momo yang sepertinya mulai terbiasa dengan panggilan baru dari Cleo.


“Gak sibuk sayang, kenapa?” Tanya Cleo santai.


Semua orang lagi-lagi syok dengan ucapan Cleo. Jelas-jelas mereka sedang meeting dengan pembahasan serius, tetapi Cleo dengan santainya mengatakan dirinya sedang tidak sibuk, ini benar-benar bukan kepribadian bos besar mereka. Mereka bahkan lebih penasaran dengan identitas si penelepon, walaupun mereka sudah punya tebakan sendiri.


“Gak, Momo bosen aja. Koko lagi ngapain?” Tanya Momo lagi.


“Ke kantor Koko aja, atau mau Koko jemput sekarang?” Tawar Cleo tanpa menjawab pertanyaan Momo.

__ADS_1


“Hmmmm, boleh deh. Momo siap-siap dulu. Momo matiin ya.” Kata Momo yang setuju dengan tawaran Cleo.


“Oke sayang, love you.” Balas Cleo senang.


“Love you too.” Balas Momo lalu memutuskan panggilan telepon


keduanya.


Jantung Cleo berdebar karena sangat bahagia mendengar balasan cinta dari Momo, dia langsung berdiri untuk meninggalkan ruangan.


“Rapat ditunda.” Kata Cleo santai lalu meninggalkan ruangan dengan perasaan bahagia, senyum terus terukir di bibir seksinya, membuat semua orang terpana.


Setelah Cleo hilang dari pandangan, semua orang baru tersadar dan hanya bisa menghela napas pada bos besar mereka yang tengah kasmaran itu. Mereka lalu membubarkan diri dan mulai bergosip. Yang lain bahkan mengerumuni Bram dan menyerangnya dengan berbagai pertanyaan.


“Sekertaris Bram, tuan bos udah punya pacar ya? Atau tunangan?” Tanya salah satunya.


“Nona Muda Momo ya?” Tanya yang lain.


“Udah pasti nona Momo, gak mungkin ada gadis lain yang bisa meluluhkan es batu macam bos. Wah, mereka pasti jadi couple goals masa depan, duh so sweet banget. Gak sabar liat anak mereka yang udah pasti bakal good


looking semua.” Kata yang lain lagi menanggapi dengan segala kehaluannya.


Bram hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan mereka dan berusaha melarikan diri.


Cleo saat ini tengah mengendarai mobilnya dengan perasaan bahagia menuju kediaman kekasih hatinya. Dia tidak sabar bertemu gadis kesayangannya. Saking kasmarannya, Cleo bahkan berkali-kali memperbaiki rambut dan kerah kemejanya agar terlihat tampan dan rapi, padahal dirinya sudah tampan sejak lahir. Namun karena ingin terlihat sempurna di depan gadisnya, tindakan itu secara alami dilakukannya.


Tiba di kediaman Momo, Cleo segera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah megah itu setelah menyapa Mang Ujang sebentar. Jantungnya sejak tadi sudah berdetak tidak karuan karena gugup dan tidak sabar


untuk bertatap muka dengan Momo, kekasih yang sangat dicintainya sejak usianya lima tahun.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2