Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Jalan-Jalan


__ADS_3

Hari yang mendebarkan dan ditunggu-tunggu oleh Tuan Muda Grissham membuatnya sangat bersemangat, lihat saja dirinya yang sedang memilah-milah pakaian mana yang harus dia gunakan hari ini. Ya, pria itu adalah Cleo yang melakukan aktivitas paginya seperti biasa mulai dari bangun lalu bersemedi dan membaca buku kemudian berolahraga, sebelum akhirnya sekarang sedang berdiri di depan lemari dan menatap kain-kain yang tergantung rapi di dalam lemari tersebut.


Cleo terlihat sangat serius menatap baju-baju di hadapannya sambil menimbang mana yang cocok untuk dia gunakan. Kelakuannya saat ini malah terlihat seperti seorang gadis yang akan berkencan untuk pertama kalinya bersama pasangangannya. Padahal, semua baju yang ada di hadapannya saat ini memiliki model yang mirip dan hanya terdiri dari warna-warna netral dan gelap, lalu apa sebenarnya yang membuatnya bingung. Entahlah, tidak ada yang bisa menebak pikirannya selain dirinya sendiri atau orang yang benar-benar memahaminya, mungkin.


Setelah memilih beberapa baju, Cleo lanjut membuka lemari berisi celana yang biasa dia gunakan untuk keluar rumah kecuali ke kantor atau bertemu klien. Sama seperti saat memilih baju yang akan digunakan, saat ini Cleo dengan ekspresi serius terlihat menimbang mana celana mana yang akan dia pakai nanti. Beberapa saat kemudian, Cleo sudah menenteng beberapa baju dan beberapa celana untuk dicocokannya sambil berdiri di depan cermin, sudah seperti seorang gadis yang sedang mencocokan outfit yang akan dia gunakan saja.


AKhirnya Cleo menjatuhkan pilihan pada kemeja berwarna putih dan celana kain casual berwarna hitam untuk dia gunakan nanti. Puas dengan pilihannya, Cleo dengan semangat lalu bergegas membersihkan diri karena sebentar lagi dia sudah harus berangkat untuk menjemput gadis kesayangannya. Memikirkan mereka akan ‘berkencan’ saja sudah membuat Cleo merona dan bersemangat, padahal itu tidak bisa disebut benar-benar kencan.


“Gua emang ganteng dari lahir,ck ck.” Ucap Cleo saat bercermin setelah memakai pakaian pilihannya tadi. Benar-benar narsis, namun kenyataan.


Cleo benar-benar puas dengan penampilannya yang terlahir tampan sehingga meningkatkan kepercayaan dirinya. Andai saja Kevin ada di sini dan melihat kelakuan Cleo, dia pasti akan memuntahkan darah segar karena syok dengan pemandangan tersebut. Siapa yang tidak tahu Cleo adalah manusia es balok yang sangat dingin dan kejam, sehingga tidak aka nada yang berpikir dia memiliki sisi narsis dalam dirinya. Mungkin hanya keluarganya dan keluarga Alexandra saja yang tahu fakta tersebut.


Setelah selesai bersiap-siap, Cleo segera menuju ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu. Dia lalu menikmati sarapan yang diantar oleh petugas apartemen yang biasanya mengantar makanan untuknya. Selesai sarapan, dia memeriksa jam tangannya dan ternyata sudah pukul 09.30 sehingga dia segera bergegas turun ke parkiran untuk mengambil mobil dan bergegas menuju kediaman Alexandra untuk menjemput gadis kecilnya.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman Alexandra, Cleo tidak berhenti tersenyum dengan jantungnya yang berdebar-debar karena bahagia. Benar-benar, hanya Momo yang mampu membuat Cleo sebahagia ini dan menjadi seperti bukan dirinya sendiri mengingat citranya yang kejam dan dingin.


Ketika tiba di kediaman Alexandra, ternyata Momo sudah menunggunya di ruang keluarga. Momo menggunakan kaos putih polos dengan celana hitam panjang dipadukan dengan sneaker yang membuat dirinya terlihat cantik, imut, dan elegan di waktu yang sama. Rambutnya ditata sedemikian rupa dan setengahnya dibiarkan tergerai benar-benar gaya anak muda.


Begitu melihat Cleo, Momo segera berdiri untuk menyambutnya dengan senyum hangat yang dapat menggetarkan jiwa. Cleo Nampak berhenti sejenak Ketika melihat seyuman itu karena terpesona, dia melihat penampilan gadis kesayangannya yang selalu cantik dan menjadi lebih cantik dan menawan setiap harinya. Dia bahkan berpikir untuk mengurung gadis itu hanya untuk dirinya sendiri karena akan terlalu menarik perhatian para pria di luar sana.


Melihat Cleo yang hanya berdiri dengan bengong, Momo segera menghampirinya dan membuat Cleo kembali ke dunia nyata.


“Ayo pergi, Koko.” Ucap Momo menyadarkan Cleo dan langsung berjalan mendahuluinya menuju ke mobil Cleo yang diparkir di depan rumahnya.


“O..oh, iya. Papa dan Mami mana? Koko harus menyapa mereka dahulu.” Balas Cleo gagap sambil mengikuti Momo dari belakang.


“Papa sama Mami udah berangkat kerja dari tadi.” Jawab Momo santai.


Cleo menganggukan kepala menanggapi jawaban Momo dan bergegas membuka pintu mobil ketika keduanya berada di depan rumah Momo tepatnya di samping mobil Cleo yang terparkir. Momo pun masuk ke mobil setelah memberikan senyuman manis kepada Cleo atas perhatiannya dan membuat Cleo balas tersenyum dengan jantung berdebar kencang. Dia segera menyusul masuk ke mobil setelah menutup pintu mobil di samping Momo dan bergegas masuk ke mobil juga. Keduanya pun akhirnya meninggalkan kediaman Momo untuk melaksanakan agenda jalan-jalan mereka.


“Ke mana kita pergi?” Tanya Momo pada Cleo.

__ADS_1


“Lihat aja nanti, Ayy pasti suka tempatnya.” Jawab Cleo sambil tersenyum misterius.


Momo mengangguk tanpa membalas lagi dan memilih untuk tidur sejenak, karena sejujurnya dia cukup lelah dan merasa kurang istirahat. Cleo tidak mempermasalahkannya dan membiarkan gadisnya tidur dengan damai.


Momo segera dibangunkan Cleo setelah keduanya sampai di tempat tujuan yang ternyata adalah taman bermain yang sebenarnya telah dikosongkan oleh Cleo hari itu karena keduanya kurang menyukai keramaian. Itu juga karena mempertimbangkan keselamatan keduanya, siapa tahu saja ada musuh yang bergerak apabila ada keramaian. Cleo tidak mau mengambil resiko apapun jika berhubungan dengan gadis kesayangannya.


Keduanya pun turun dari mobil dan segera masuk ke area bermain itu. Di dalam, mereka disambut oleh Kevin, Jabby, dan dua orang lainnya yang merupakan tangan kanan Cleo Bernama Ery dan Kylo. Mereka menyapa keduanya dan yang lain memperkenalkan dirinya pada Momo karena belum saling mengenal, hanya Kevin dan Jabby yang sudah mengenal Momo.


Sebenarnya ketika melihat Momo, mereka tidak bisa menutupi kekaguman di mata mereka karena kecantikan dan aura dingin yang dipancarkan Momo, namun mereka tidak berani menatapnya terlalu lama karena takut akan kemarahan bos besar, siapa yang tidak tahu hukuman apa yang akan ditanggung jika membuat pria kejam itu tidak senang. Mereka juga diam-diam sadar bahwa keduanya sangat cocok saat berdampingan dan berharap tidak akan ada pengganggu dalam hubungan keduanya.


Tiba-tiba, ada suara teriakan yang familiar terdengar. Momo mengernyit ketika sosok itu datang dari arah toilet, dan terlihat marah?


“Ya, Momo! Jahat banget sih gak ngajak-ngajak. Untung Kak Kevin nelpon aku tadi pagi. Kalau gak, aku bakal melewatkan jalan-jalan berharga ini.” Teriak orang itu yang ditujukan ke Momo dengan ekpresi marah dan lucuk sekaligus.


“Lupa.” Balas Momo menanggapi kemarahan orang itu setelah dia berada didepannya.


Mendengar ucapan singkat Momo, dia tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi dan memukul Kevin yang berada di sampingnya untuk melampiaskan kemarahannya.


Ery dan Kylo tidak bisa menahan tawa karena melihat pemandangan itu. Akhirnya ada gadis yang dengan berani memukul Kevin yang terkenal anti sentuhan itu. Kevin adalah orang yang mirip dengan Cleo jika menyangkut lawan jenis, sehingga mereka terkejut dan kagum dengan keberanian Cessa.


“Diam! Bosan hidup kalian?! Siap-siap kerjakan misi S kalo gak diam.!” Kevin menggertak keduanya karena malu ditertawakan, dan cukup efektif karena mereka langsung diam dan menutup mulut masing-masing dengan cepat. Misi S terlalu menakutkan dan membosankan pikir keduanya.


Cessa menjadi tertawa karena keduanya yang langsung patuh setelah gertakan Kevin. Sedangkan Momo dan Cleo tetap tenang sejak awal menonton mereka tanpa mengatakan apapun.


Acara bersenang-senang pun akhirnya dimulai. Mereka sama-sama menikmati hampir seluruh wahana yang ada kecuali yang berhubungan dengan air karena tidak ingin basah. Semuanya tampak bahagia dan tertawa bersama, bahkan Momo juga ikut bersenang-senang sambil menarik Cleo yang tetap tenang mengikuti gadis kesayangannya. Dia sudah cukup bahagia melihat senyum bahagia Momo.


Wahana terakhir yang akan mereka kunjungi adalah rumah hantu.


“Kak Kevin, ntar jangan nangis ya pas di dalam. Aku gak punya permen.” Kata Cessa dengan sombongnya dan terlihat menyepelekan rumah hantu.


“Lihat siapa yang ngomong. Mending kamu siapin batin dan mentalmu daripada nanti nangis kejer ketakutan.” Balas Kevin pedas.

__ADS_1


Momo berada di depan untuk memimpin, diikuti Cleo di belakangnya lalu Kevin, Momo, Ery, dan terakhir Kylo. Kylo ditempatkan di belakang karena dia tidak takut pada hantu-hantu bohongan dan segala fasilitas di dalam rumah hantu, juga untuk menjaga barisan dari belakang.


Selama melewati setiap rintangan di dalam rumah hantu, hanya Cessa yang akan berteriak histeris ketika dikagetkan dengan hantu atau suara-suara lainnya. Yang menyedihkan adalah Kevin yang selalu menjadi sasaran Cessa ketika kaget. Rambut, tangan, bahu, sampai perut Kevin akan menjadi sasaran empuk Cessa ketika dirinya kaget.


“Aaaaaaaaa! Hantu gila, bodoh, babi, dungu, s*alan, bego.” Teriak Cessa dengan segala sumpah serapah yang dikeluarkan Cessa ketika kaget dan refleks memukul Kevin.


“Ya, kaget sih kaget, tapi jangan mukul juga elah. Hancur lebur ini badan setiap dekat manusia gila ini.” Keluh Kevin yang selalu menjadi sasaran empuk Cessa.


Di belakang Ery dan Kylo tertawa menikmati momen-momen itu. Bahkan Momo pun ikut tersenyum dengan kekonyolan keduanya, hanya Cleo yang tidak peduli dan hanya memperhatikan Momo dari awal sampai akhir.


Setelah berhasil keluar dari rumah hantu, penampilan Cessa dan Kevin benar-benar berantakan. Cessa bahkan perlu menenangkan diri sejenak untuk mengembalikan kewarasannya. Siapa tadi yang menyombongkan dirinya dan meremehkan rumah hantu, pada akhirnya dia yang paling takut dan kacau.


Kevin memilih ke toilet untuk merapikan penampilannya yang acak-acakan dengan kesal. Ketika kembali, dia berhenti sebentar saat melihat stand ice sream dan membelinya sesuai jumlah mereka.


Cessa akhirnya tenang setelah makan ice cream dan memperbaiki penampilannya, sebelum akhirnya mereka melannjutkan jalan-jalan. Sebelum itu, mereka menyempatkan ke salah satu restoran milik Momo untuk makan siang setelah menghabiskan kurang lebih dua jam di area bermain sebelumnya.


Mereka melanjutkan sesi jalan-jalan setelah makan. Tujuan selanjutnya adalah bioskop. Momo semobil dengan Cleo, Kevin bersama Cessa juga semobil, sedangkan Ery dan Kylo masing-masing menggunakan mobil sendiri dan mengawal di depan dan di belakang. Semua sudah diatur Cleo sebelumnya dan mereka tinggal menikmati. Bioskop saat itu hanya berisi mereka berenam tetapi sangat ramai karena kehadiran Kevin dan Cessa.


Selesai menonton film yang berdurasi hampir tiga jam, waktu sudah sore. Mereka masih punya satu agenda terakhir sehingga akhirnya melanjutkan tujuan selanjutnya yaitu pantai untuk menikmati senja dan suasana damai pantai. Inilah yang paling disukai Momo.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2