Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Kegemparan


__ADS_3

Di rumah pemilik PT MC atau dikenal dengan Mr. Ben karena berasal dari negara I terjadi kehebohan karena berita buruk yang dia terima. Dia baru saja terbangun karena ditelpon oleh managernya yang mengabari bahwa perusahaannya mengalami kebangkrutan.


“Bagaimana?” Tanya Mr. Beni pada managernya setelah mengangkat telpon. Dia baru terbangun setelah mengangkat telpon dari managernya.


“Bo.. bos, ada berita buruk. Saham perusahaan tiba-tiba jatuh dan sekarang perusahaan mengalami kebangkrutan. Saya dan karyawan tidak tahu apa penyebabnya karena terjadi dengan tiba-tiba. Tidak diketahui siapa yang membeli semua saham bahkan membuat bangkrut perusahaan, sekarang masih kami selidiki.” Jawab manager itu.


“Apa? Kau bercanda? Bagaimana bisa perusahaan bangkrut secara tiba-tiba. Bagaimana saja pekerjaan kalian, apa kalian mau bermain-main dengan saya?!” Marah Mr. Ben pada managernya.


“I..itu bos, mohon tenang dulu. Sekarang kami masih menyelidiki penyebabnya, dan juga bos untuk sementara sebaiknya jangan memeriksa media sosial dahulu.” Kata manager itu pada Mr. Ben.


“Brengsek! Dasar tidak berguna.” Amuk Mr. Ben dan langsung memutuskan panggilan telpon mereka.


Dengan kemarahan yang meluap-luap, dia segera memeriksa kondisi perusahaannya dan juga berita-berita online. Setelah melihat kondisi perusahaannya, dia sangat syok dan bertambah marah karena perusahaan yang dibangunnya dengan susah payah benar-benar berakhir dengan kebangkrutan total. Dia bertambah syok setelah melihat berita-berita yang sedang ramai dimana yang diberitakan adalah mengenai kejahatan-kejahatan yang dia lakukan, mulai dari tindakan pelecehan, penggelapan pajak, penganiayaan karyawan, dan kejahatan lainnya. Dia sangat kalut karena semua yang diberitakan adalah benar.


“Sial. Siapa bajingan gila yang melakukan ini! Akan kubunuh jika berani muncul didepanku, sialan. Ahhhhhhh.!!!” Teriak Mr. Ben dengan perasaan marah bercampur takut dan penuh dendam hingga membangunkan istri dan anak-anaknya yang masih tertidur. Dengan segala emosi yang bercampur di dadanya, dia melempar semua barang yang berada di hadapannya membuat keributan yang menggemparkan seisi rumah.


“Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kau sangat marah?” Tanya sang istri yang mendekati suaminya.


“Diam. Perusahaan sudah bangkrut, tidak ada lagi yang tersisa.” Teriak Mr. Ben sambil menangis karena marah bercampur takut. Dia harus segera melarikan diri sebelum ditangkap, itu yang dipikirkannya saat ini.


“Cepat bereskan berkas-berkas penting, kita harus segera pergi dari sini.” Lanjutnya memerintah sang istri.


Segera dia menelpon bawahannya untuk menjemput dia dan keluarganya untuk kabur dari kota ini. Tiba-tiba anak-anaknya datang sambil berteriak marah.


“Daddy, apa yang kau lakukan selama ini di belakang kami?! Daddy benar-benar keterlaluan.” Ucap salah satu anaknya dengan teriakan penuh kekecewaan setelah dia mengecek sosial medianya yang berisi berita kejahatan ayahnya. Selama ini dia mengira ayahnya adalah orang yang jujur dan lurus, tetapi setelah melihat bukti-bukti yang beredar yang sangat terbukti keasliannya, dia sangat marah dan kecewa. Kehancuran memang pantas mereka dapatkan karena kejahatan ayahnya itu. Dia merasa sedih dan kasihan pada Mommynya yang tidak tahu apa-apa mengenai perbuatan Daddy mereka itu.


“Diam. Ini semua karena kalian yang tidak becus jadi keluarga.” Teriak Mr. Ben yang menampar anaknya itu. Dia sudah terlalu kalut sehingga tidak sadar dengan apa yang dilakukannya.


Semua orang syok melihatnya menampar anaknya, terutama sang istri. Padahal selama ini dia selalu lembut pada keluarganya, tapi hari ini dia terlihat sangat berbeda. Semua orang menjadi diam dan takut padanya. Sementara Mr. Ben sendiri sudah jatuh terduduk dengan pikiran koson karena kehancuran ini benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi.


Belum sempat mereka melarikan diri, polisi sudah datang menyergap kediamannya. Mr. Ben langsung ditangkap tanpa perlawanan maupun pembelaan dari keluarganya. Istri dan anak-anaknya sudah terlalu kecewa padanya dan bersyukur mereka tidak pernah terlibat dalam perbuatannya walaupun mereka juga sedih dengan kondisinya. Dia menuai apa yang dia tanam pikir mereka. Rumah dan seluruh hartanya disita tanpa perlawanan, sehingga istri dan anak-anaknya terpaksa keluar dan mencari tempat tinggal yang baru dengan mengandalkan uang sang istri dan gaji anak-anaknya. Mereka juga tidak berniat membela Mr. Ben karena kejahatannya terlalu keji dan pantas dihukum. Mereka menyerahkan semuanya ke pihak yang berwajib.


Di sisi lain, sang manager dan beberapa orang yang terlibat dengan kejahatan-kejahatannya semuanya juga telah ditangkap bersamaan tanpa ada perlawanan. Para keluarga mereka juga tidak memiliki kuasa untuk membela mereka atas perbuatan mereka, kondisi yang sama seperti bos mereka. Tidak ada yang lolos dari kasus itu. Siapa suruh mereka berani menyenggol seorang Tuan Muda Grissham yang terkenal dengan kekejaman tanpa ampunnya pada orang yang mengganggu kehidupan ataupun perusahaannya. Benar-benar kasihan.


Drama kehancuran PT MC itu benar-benar menggemparkan seisi tanah air. Seluruh kegiatan penangkapan disiarkan langsung sehingga bisa ditonton oleh semua orang. Siapa yang mengira perusahaan baru dan cukup besar itu mengalami kehancuran sepenuhnya hanya dalam semalam. Dunia bisnis pun mengalami sedikit perubahan pasar saham akibat kejadian itu. Mereka semua sangat penasaran mengenai orang dibelakang kejadian ini, yang menghancurkan perusahaan itu dengan sangat mudah. Mereka benar-benar kasihan pada Mr. Ben dan orang-orang yang membantunya karena sepertinya sudah menyinggung orang yang tidak pantas disinggung. Namun melihat kejahatan-kejahatan yang dilakukan, mereka memang pantas menerima kehancuran itu.


Semua orang penasaran dengan identitas orang besar yang menghancurkan PT MC, tetapi tidak akan ada yang tahu siapa orangnya bahkan pihak kepolisian karena pihak itu sendiri tidak ingin mengekspos identitas mereka dan tetap berada di kegelapan. Ya, Cleo memang tidak berniat mengekspos identitas CM Corp. maupun dirinya dibalik kejadian ini karena menurutnya tidak penting. Dia juga tidak ingin mengeksposnya karena ini sudah melibatkan gadis kesayangannya. Dia hanya memberi isyarat kepada siapapun agar tidak mencari masalah dengan orang yang sebaiknya tidak disinggung jika tidak ingin mengalami nasib yang sama. Semua orang benar-benar kagum padanya karena berani menghancurkan PT MC yang tidak bisa dibilang kecil. Para pebisnis yang bermasalah sangat takut dan menjadi berhati-hati setelah melihat kejadian ini karena tidak mengharapkan nasib yang sama menimpa mereka.


Cleo yang sedang bekerja di kantornya hanya menatap dingin pada layar televisi di ruangannya yang menayangkan berita kehancuran PT MC. Dia tersenyum sinis pada orang-orang yang ditangkap itu.

__ADS_1


‘Itu akibat mencari masalah dengan tuan muda ini, bahkan membuat gadisku terbawa.’ Batin Cleo.


Tuan Grissham yang melihat berita itu pun langsung menghubunginya untuk memuji kinerja putranya yang selalu kejam seperti biasa. Cleo hanya tersenyum menanggapi pujian sang Papi dan meminta Papinya untuk tidak menyinggung masalah ini di depan sang Mami.


Beberapa jam berlalu saat Cleo memeriksa jam tangannya dan ternyata sudah waktunya makan siang. Dia segera meninggalkan ruangannya setelah menelpon Kevin untuk pergi makan siang di restoran milik Momo. Cleo juga mengajak sang sekertaris untuk makan bersama mereka, sehingga membuat Bram merasa bahagia karena diajak langsung oleh Cleo. Ini merupakan kejadian langka luar biasa, karena biasanya Kevin yang mengajaknya. Bram juga sudah mengetahui kejadian kehancuran PT MC yang ternyata dihancurkan oleh Bosnya karena sudah berani menyerang dirinya dan perusahaannya. Dia mengetahui itu dari Kevin tadi saat dia ke ruangan Kevin untuk melaporkan beberapa hal mengenai pekerjaannya. Dia benar-benar kagum dengan tindakan bosnya saat menghancurkan pengganggu tanpa ampun. Cara itu memang yang paling ampuh untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari.


Mereka tiba di restoran milik Momo dan duduk di tempat yang biasa mereka tempati ketika makan. Tempat itu adalah ruangan khusus Cleo yang didesain langsung oleh Momo untuk Kokonya dari awal dia membuka restoran itu. Cleo juga meminta Kevin membuka banyak lowongan pekerjaan di beberapa perusahaan cabangnya dan memprioritaskan para karyawan PT MC yang kehilangan pekerjaan akibat perbuatan bos mereka. Kevin dengan semangat mengerjakan tugas bosnya dengan dibantu oleh Bram dan Jabby. Mereka juga akan sengaja menyebarkan brosur tersebut kepada para karyawan yang kehilangan pekerjaan sehingga memudahkan mereka dalam mendapat informasi. Ketiganya merasa bangga memiliki Cleo sebagai bos mereka yang selalu memperhatikan nasib orang-orang tidak bersalah.


Setelah ketiganya selesai makan siang, Cleo meminta Kevin untuk mengantarnya kembali ke apartemen karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dia kerjakan di kantor. Sedangkan Kevin dan Bram tetap kembali ke kantor karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai.


Cleo yang sudah kembali ke apartemennya memilih untuk tidur sejenak karena merasa kepalanya sedikit sakit, mungkin karena kesibukannya beberapa waktu belakangan. Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah, Cleo langsung tidur.


Sore harinya Cleo bangun dan merasa kondisi tubuhnya menjadi lebih baik setelah beristirahat. Dia memang terlalu memaksakan diri karena tidak ingin mengecewakan kepercayaan Papa Alexnya terhadap proyek besar mereka, juga tidak ingin membuat gadis kecilnya kecewa. Cleo pun memilih berolahraga di ruang gym pribadinya di salah satu unit penthouse lantai itu. Lelah berolahraga, Cleo pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Malam harinya setelah makan malam yang diantarkan oleh petugas apartemen yang biasanya mengantarkan makanan untuk dirinya, Cleo memilih menelpon Momo karena rindu pada gadis kecilnya.


“Halo Koko, tumben nelpon Momo jam segini?” Kata Momo setelah mengangkat telpon dari Kokonya.


“Halo Ayy, hehe, gak papa, Koko lagi kangen aja sama kamu. Ayy lagi gak sibuk kan?” Tanya Cleo memastikan dirinya sedang tidak mengganggu Momo.


“Hm. Iya, Momo lagi gak ngapa-ngapain sih ini.” Jawab Momo.


“Udah Ko. Koko, PT MC hancur karena Koko kan? Apa mereka yang menyerang?” Jawab Momo sekaligus menanyakan perihal kehancuran PT MC yang membuatnya penasaran sejak tadi.


“Huh, Ayy kenapa pinter banget sih nebaknya. Iya, tua bangka itu yang nyari masalah, salah sendiri. Koko cuma ngasih sedikit pelajaran aja Ayy.” Jawab Cleo dengan nada seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya.


Momo yang mendengar itu tersenyum geli namun sudah biasa untuknya mendengar Kokonya menggunakan nada seperti itu. Cleo memang selalu bertindak manja pada Momo, hanya saja kata ‘sedikit pelajaran’ dari Cleo membuatnya tidak setuju karena itu adalah penghancuran skala besar bukan kecil lagi.


“Mereka emang pantas dapat hukuman.” Balas Momo menanggapi ucapan Cleo.


Cleo hanya tersenyum pasrah dengan respon gadisnya, padahal dia berharap dipuji oleh Momo atas tindakannya menghukum para pengganggu.


“Ayy, besok sibuk gak?” Tanya Cleo tiba-tiba setelah keduanya terdiam cukup lama.


“Gak Ko, kenapa?” Jawab Momo.


“Jalan-jalan sama Koko ya? Sejak pulang, kita belum jalan-jalan berdua. Mau ya?” Tanya Cleo dengan harapan tinggi agar Momo menyetujui permintaannya.


“Hm, boleh deh.” Jawab Momo.

__ADS_1


Cleo sangat bahagia mendengar persetujuan Momo. Dia akan memanfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan Momo sebelum dia nanti mengajak keduanya berpacaran agar gadisnya tidak direbut orang lain. Dia bukannya tidak percaya diri, namun dengan pesona gadisnya siapa yang tidak akan jatuh cinta dan berjuang untuk mendapatkannya pikirnya, sehingga dia harus segera mengikat gadisnya ke hubungan yang lebih serius walau dia sendiri tahu Momo masih ingin sukses terlebih dahulu, namun apa salahnya mencoba pikirnya. Lagian, Momo juga tidak akan membencinya atau menghindarinya jika dia mengajak keduanya berpacaran nanti, walaupun resiko ditolak cukup besar menurutnya.


“Thanks Ayy. Nanti Koko jemput besok pagi jam 10.00, oke?” Kata Cleo yang sedang berbahagia itu.


“Siap Koko. Kalau gitu udah dulu ya Ko, Momo mau ngecek laporan resto.” Balas Momo.


“Oke Ayy, good night.” Balas Cleo lagi, dan Momo langsung memutuskan panggilan telpon mereka tanpa menjawab seperti biasanya.


Cleo sangat bahagia hanya dengan membayangkan akan menghabiskan harinya besok dengan gadis yang sangat dicintainya. Dia akan membuat besok menjadi hari yang berkesan untuk keduanya, terutama Momo agar gadisnya semakin cepat jatuh cinta padanya dan yakin untuk menerimanya. Cleo memang tidak akan mengajak Momo berpacaran besok karena terlalu terburu-buru, dia hanya akan menjadikan hari esok sebagai hari yang akan semakin mendekatkan keduanya dan membuat gadisnya bahagia dengan kehadirannya, itu saja sudah cukup untuknya saat ini. Cleo juga tidak lupa menelpon Kevin untuk mengabari bahwa dirinya besok tidak akan bekerja karena ingin menghabiskan waktu bersama Momo.


“Halo bro.” Sapa Kevin setelah mengangkat telpon dari Cleo. Dia memang tidak memanggil bos saat bukan jam kerja.


“Vin, gua gak masuk kerja besok, gua mau jalan bareng Momo.” Kata Cleo.


“Wah, mantep. Ikut dong, kan gak ada kerjaan mendesak juga besok, boleh ya?” Tanya Kevin yang berharap diajak juga sehingga dia bisa sedikit bersantai dari pekerjaannya.


Cleo yang mendengar permintaan Kevin sedikit berpikir untuk menimbang dan akhirnya menyetujui karena kasihan dengan Kevin yang sudah bekerja keras.


“Ajak yang lain.” Jawab Cleo singkat namun membahagiakan di telinga Kevin.


“Asik, thanks bos ganteng kesayangan Momo cantik.” Balas Kevin dengan perasaan bahagia.


Cleo langsung memutuskan panggilan mereka sebelum Kevin bertanya lebih lanjut dan membuatnya pusing dan memilih untuk beristirahat.


Kevin yang berada di apartemennya segera menghungi Bram dan Jabby serta beberapa tangan kanan Cleo yang lain untuk membatalkan jadwal mereka besok karena akan jalan-jalan bersama bos besar mereka. Hal itu membuat semuanya heboh dan bahagia.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2