Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Mengunjungi Kantor Papa


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Momo berada di Indonesia, di rumah tercintanya. Besok dia harus menjemput sahabat cerewetnya, Cessa yang akan segera Kembali juga ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikannya.


Pagi-pagi sekali Momo sudah bangun dari tidurnya. Entah apa yang membuatnya bersemangat sekali hari ini sampai harus bangun pagi-pagi. Biasanya dia akan bangun siang jika sedang di rumahnya atau liburan.


Setelah mandi dan bersiap-siap, Momo segera turun ke ruang makan untuk sarapan. Di meja makan sudah ada Papa dan Mamanya yang juga sedang sarapan sebelum berangkat kerja. Memang sudah menjadi kebiasaan keluarga Alexandra untuk memulai kegiatan sehari-hari mereka dengan sarapan.


“Tumben bangun pagi sayang. Ada rencana hari ini? Sarapan dulu, mama kira kamu bangun siang jadi gak siapin bubur kesukaanmu.” Kata Mamanya sambil mengambilkan sarapan yang sudah dimasaknya.


“Terima kasih Mamaku sayang.” Jawab Momo sambil mencium pipi Mamanya.


Ya, Momo punya makanan kesukaan untuk sarapannya Ketika di rumah. Biasanya dia akan mengatakan dia akan sarapan menu tersebut kepada mamanya pada malam sebelumnya. Namun karena semalam dia sudah terlanjur tidur karena kelelahan, sehingga lupa memberitahu sang Mami untuk menyiapkan makanan kesukaannya, yaitu bubur ayam buatan Mami tercinta.


“Pah, hari ini Momo rencananya akan mampir ke kantor Papa. Papa di kantor aja kan hari ini?” Tanya Momo pada Papanya.


“Iya sayang, jam berapa datangnya?” Tanya sang Papa.


“Em, mungkin agak siangan. Aku ingin berkunjung ke suatu tempat dulu sebelum ke kantor.” Jawab Momo.


“Oke sayang. Papa tunggu.“ Kata sang Papa.


“Siap boss.” Jawab Momo.


Setelah menyelesaikan sarapannya, Momo segera berpamitan pada orangtuanya.


“Momo berangkat Pah, Mah.” Ucap Momo sambil mencium tangan dan pipi orangtuanya.


“Hati-hati sayang.” Jawab orangtuanya.


“Siap bos.” Jawab Momo.


Setelah itu, Momo segera keluar menuju garasi untuk mengambil mobilnya yang sudah dipanaskan oleh Mang Udin.


“Pagi Mang Udin, udah ready carnya?” Tanya Momo pada Mang Udin, supir pribadinya Ketika di Jakarta.


“Pagi Non, sangat ready dong Non. Siap dibawa kemana saja, hehe.” Jawab Mang Udin sambil bercanda.


“Mantap. Mang Udine mang the best, Mbak Nay aja klepek-klepek dibuatnya, hehe.” Canda balik Momo.


“Hehe, Non bisa aja, suka bener. Hati-hati di jalan Non, kalau ada tikungan jangan lupa belok, kalau ada turunan jangan lupa rem, kalau ada tanjakan jangan lupa gas terus, kalau ada lampu merah jangan lupa berhenti, kalau ada lampu kuning jangan lupa hati-hati, kalau ada rambu lalu lintas lainnya jangan lupa ditaati, kalau ada umur yang panjang bolehlah kita berjumpa lagi”. Kata Mang Udin dengan segala nasihatnya yang tidak pernah berubah sejak pertama kali menjadi supir Momo. Momo bahkan sudah hafal dengan kata-kata itu.


“Widih, siap Mang Udin Pelabuhan hatinya Mbak Nay. Momo berangkat.” Kata Momo sambil membunyikan klakson mobilnya.


Setelah keluar dari rumahnya, dia segera menuju ke toserba terdekat untuk berbelanja. Setelah 1 jam berbelanja, dia kemudian melajukan mobilnya menuju ke toko buku untuk membeli buku. Setelah dia memastikan semua yang ingin dibeli telah terbeli, selanjutnya dia menuju ke tujuan utamanya hari ini.


Sekitar tiga puluh menit perjalanan, Momo akhirnya sampai pada sebuah bangunan yang sangat asri dan ramai. Di gapura depan bangunan tertulis, ‘PANTI ASUHAN IBU KASIH’.


Ternyata tujuan awal Momo bangun pagi-pagi hari ini adalah karena ingin berkunjung ke panti asuhan yang sudah menjadi rumah keduanya ini. Alasan Momo pergi pagi-pagi karena semua anak masih ada di panti asuhan sebelum siang, karena siang hari ada beberapa anak yang punya kegiatan di luar. Selain itu, Momo juga ingin memberi kejutan kepada mereka tentang kepulangannya. Mereka semua pasti senang karena sangat merindukannya, sama seperti Momo yang juga merindukan mereka semua.


Setelah memarkirkan mobilnya, dia segera masuk ke panti asuhan. Setelah melewati halaman sebelum masuk ke ruangan utama panti, dia menyadari ada acara yang sedang berlangsung karena terdengar keramaian dan suara mc yang sedang memandu acara menggunakan mic. Momo kemudian bertanya kepada satpam yang kebetulan dari dalam tempat acara, mungkin setelah mengantar tamu.


“Permisi Pak, ini lagi ada acara ya?” Tanya Momo pada Pak satpam.

__ADS_1


“Oh iya Non, lagi ada acara ramah tamah dari salah satu penyumbang tersebar Yayasan panti asuhan disini.” Jawab sang satpam sambil mengamati Momo.


Momo yang rishi diperhatikan lantas bertanya.


“Ada apa ya Pak?” Tanya Momo.


“Eh, maaf Non. Sepertinya saya pernah lihat Non di suatu tempat tapi lupa dimana. Sebentar saya ingat-ingat dulu.” Setelah berpikir sebentar, dia akhirnya ingat.


“Non Momo ya? Saya baru ingat.” Tanya pak satpam.


“Iya Pak. Kok bisa kenal saya ya Pak?” Tanya Momo.


“Oh, foto Non dipajang di ruang tengah panti, jadi semua orang tahu itu, hanya belum bertemu langsung saja. Ternyata gak beda jauh, sama-sama cantik.” Jawab satpam.


“Oh, terima kasih Pak. Nama Bapak siapa ya?” Tanya Momo.


“Saya Tono Non. Baru setahun kerja disini. Pak Joko yang dulu udah pension, jadi saya yang menggantikan beliau. Ohiya, mari saya antar Non. Bu Intan dan anak-anak pasti senang melihat Nona.” Kata Pak Joko yang berusia sekitar 40an itu kepada Momo.


“Terima kasih Pak, bisa tolong bantu saya membawa beberapa barang?” Tanya Momo.


“Bisa Non.”


Setelah mengambil semua barang tadi di mobil, keduanya pun segera masuk untuk bertemu Bu Intan, yang diketahui sebagai Ibu Panti.


Momo disambut dengan kebahagiaan.


“Momo sayang, kenapa gak ngabarin Ibu mau kesini? Yaampun, anak gadis Ibu udah makin cantik aja ya sekarang.” Kata Ibu Intan memeluk Momo untuk melepas kerinduannya.


“Kebiasaan irit ngomong.” Kata Bu Intan lagi.


Momo hanya tersenyum menanggapinya.


“Wah, Kak Momo datang”. Teriak anak-anak panti yang mengenal Momo dan tentu saja rindu padanya.


“Kakak makin cantik aja ya, pasti Abang Cleo tambah klepek-klepek, hehe.” Kata salah satu anak panti yang Bernama Bayu. Dia yang paling akrab dengan Momo dan Cleo.


“Bocah nakal. Udah kelas berapa kamu sekarang? Malah lebih tinggi dari kakak aja kamu ini.” Kata Momo sambil memeluk adiknya itu.


“Kelas 9 kak. Kakak lama banget pulangnya.” Jawabnya manja di pelukan Momo, walau sebenarnya terlihat seperti Momo yang berada di pelukannya, karena dia lebih tinggi dibangding Momo.


Momo hanya menepuk kepalanya sebagai jawaban. Setelah berpelukan sebentar melepas kerinduan, Bayu bersama Bu Intan membantu Momo membagikan bingkisan yang dibelinya tadi. Sekaligus memberikan oleh-oleh yang dibawanya dari luar negeri.


Setelah mengobrol dan melepas rindu, Momo memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di sekitar taman panti. Dia tidak ikut melihat acara karena kurang menyukai keramaian.


Momo tidak menyadari ada yang memperhatikannya sejak kedatangannya. Dia hanya fokus menikmati suasana panti yang menurutnya menenangkan.


“Cantik sekali.” Batin orang itu yang diketahui seorang pria muda tampan.


Dia hanya memperhatikan Momo dan tidak berniat mendekat karena tahu Momo ingin sendiri, buktinya Momo menghindari keramaian tadi.


Lama dia memperhatikan Momo, setelah yakin ingin menyapa, ternyata bersamaan dengan Momo yang menerima telpon sehingga dia membatalkan lagi niatnya.

__ADS_1


Momo yang sedang santai tiba-tiba ditelpon sang Papa. Dia segera mengangkatnya.


“Halo Pah.” Sapanya pada sang Papa.


“Halo sayang. Jam berapa jadi ke kantor? Pada kebetulan ada meeting bersama klien nanti jam 3.” Tanya sang Papa.


“Oh iya Pah, ini udah mau berangkat ke kantor. Tunggu bentar Pah, Momo gak lama.” Jawab Momo sambil buru-buru untuk pamit pada Bu Intan.


“Oke sayang. Hati-hati ya.” Kata sang Papa.


“Siap bosku.” Jawab Momo.


Momo segera Kembali ke dalam aula panti untuk berpamitan. Setelah berpamitan, Momo segera menuju parkiran mobil dan berangkat menuju kantor Papanya.


“Semoga kita bertemu lagi.” Batin pria tadi yang memperhatikan Momo saat melihat Momo yang bergegas ke parkiran mobil.


Setelah 15 menit perjalanan, Momo akhirnya tiba di kantor sang Papa. Dia memutuskan untuk melewati jalur khusus agar langsung ke lantai ruangan Papanya karena agar tidak membuang waktu.


“Wah, Mbak Momo kapan datangnya. Mau letemu Bapak ya. SIalhkan Mba, langsung saja, Bapak ada du dalam ruangan.” Kata sekertaris Papanya yang dipanggil Bu Rita.


“Terima kasih Bu.” Jawab Momo.


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Momo segera masuk dan menyapa Papanya.


“Pah, maaf baru datang. Momo tadi keasikan di panti asuhan sampai lupa ma uke sini.” Kata Momo setelah mencium pipi Papanya.


“Iya sayang, gapapa. Papa mau menyiapkan berkas untuk meeting, kamu keliling aja. Nanti ditemenin Jack aja.” Kata sang papa.


“Oke papaku sayang.” Jawab Momo.


Momo kemudian berkeliling melihat-lihat kantor sang Papa ditemani oleh Bang Jack.


Setelah puas berkeliling, Momo memutuskan untuk beristirahat sebentar sebelum pulang ke rumah.


Dua jam kemudian, Momo skhirnya bangun dan memutuskan untuk pulang ke rumah setelah berpamitan pada Papanya.


Saat di lobi perusahaan, Momo tidak menyadari bahwa dia berpapasan dengan Cleo yang saat itu kebetulan baru datang untuk bertemu dengan Papa Momo, karena dia menggunakan kacamata dan tidak memperhatikan sekitar.


Cleo yang melihat Momo kaget dan berdebar-debar karena akhirnya melihat sang pujaan hati. Dia ingin menyapa tapi juga buru-buru dengan urusannya sehingga tidak sempat.


Cleo sangat terpesona dengan penampilan Momo yang menurutnya semakin cantil dan sempurna.


“Masih ada banyak waktu.” Batinnya setelah melihat Momo yang sudah keluar dari pintu lobi perusahaan.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


__ADS_2