Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Panggilan Telepon dari Momo


__ADS_3

Hari ini adalah hari keempat Cleo dan Kevin berada di Kota


B. Dan jadwal mereka hari ini adalah melakukan survey ke lokasi yang akan


menjadi tempat pembangunan gedung perusahaan cabang baru di kota B.


Pagi-pagi sekali Cleo sudah bangun dan saat ini dia baru


saja selesai membaca buku dan bersiap untuk berolahraga sebentar untuk


menyegarkan tubuhnya. Berbeda dengan Kevin yang masih tertidur dan belum ada


tanda-tanda akan segera bangun. Yah, wajar saja karena sekarang masih jam


setengah enam pagi, sedangkan waktu keberangkatan mereka aadalah jam sembilan pagi,


sehingga Kevin memutuskan untuk memuaskan tidurnya, bahkan dirinya mengatur


alarm di handphonenya yaitu jam delapan pagi.


Kembali ke Cleo, dimana dia sedang berolahrga sampai jam


6.20 pagi dan akhirnya memutuskan untuk berhenti dari kegiatannya. Cleo lalu


beristirahat sebentar dengan bermeditasi untuk menetralkan pernapasannya dan


menenangkan pikirannya. Setelah merasa cukup, Cleo pun segera membersihkan


dirinya sekaligus bersiap-siap dan tinggal menunggu jam keberangkatan.


Selesai membersihkan diri dan bersiap-siap, Cleo menghubungi


petugas hotel untuk mengantarkan sarapan ke kamarnya dan juga ke kamar Kevin.


Walaupun dirinya terlihat cuek, namun dia sangat peduli pada Kevin dan


orang-orang terdekatnya. Apalagi dia tahu bahwa Kevin pasti belum bangun


apalagi memesan sarapan, sehingga untuk mencegah tertundanya jam keberangkatan,


Cleo pun berinisiatif memesan makanan untuk Kevin juga.


Beberapa menit kemudian, seorang pegawai hotel datang


mengantarkan sarapan untuk Cleo dan juga Kevin. Karena mereka adalah pegawai


yang sudah biasa melayani Cleo dan bisa dipercaya, sehingga mereka memiliki


akses untuk masuk ke dalam kamar tanpa harus menunggu pintu dibukakan. Mereka


hanya akan mengetuk pintu dengan ketukan khusus sebagai kode konfirmasi.


Cleo langsung menikmati sarapannya begitu diantarkan oleh


petugas hotel. Sedangkan Kevin masih belum bangun juga, sampai ketika Cleo


selesai dengan sarapannya, dia baru akhirnya bangun dari tidur panjangnya


karena bunyi alarm dari handphonenya yang berisik dan berhasil menyadarkannya


dari dunia mimpi.


Kevin lalu melakukan sedikit peregangan pada otot-otot


tulangnya, lalu membersihkan diri dan bersiap-siap. Setelah selesai


bersiap-siap, Kevin baru menyadari bahwa sarapannya sudah diantar, dan dia tahu


pasti Cleo yang memesan itu untuknya. Dengan fakta itu, Kevin menjadi tersenyum


bahagia karena Cleo tidak pernah berubah, dirinya selalu perhatian walaupun terkesan


dingin dan tidak peduli pada sekitarnya.


Tanpa ragu-ragu, Kevin langsung menghabiskan sarapan yang


sudah diantar oleh petugas hotel itu. Selesai sarapan, jam sudah menunjukkan


pukul 08.45, sehingga dia langsung ke kamar Cleo lalu keduanya segera berangkat


menuju titik kumpul dengan para anggota tim yang sudah diatur untuk perjalanan


menuju ke lokasi yang dijadwalkan. Ada juga beberapa pria kekar yang bertugas


mengawal Cleo dan mereka merupakan anak buah Cleo di dunia bawah, alias anggota


mafia milik Cleo. Tidak ada yang tahu identitas mereka kecuali Cleo dan Kevin.


Yang orang-orang tahu, mereka hanyalah pengawal yang dibayar oleh CM Corp.


untuk menjaga bos besar.


Tepat jam sembilan, Cleo dan yang lainnya berangkat menuju


lokasi yang dituju. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan menghabiskan tiga


jam untuk benar-benar sampai pada titik lokasi tujuan. Medan yang ditempuh juga


cukup memacu adrenalin, mulai dari jalanan yang berliku tajam, sampai jalanan


bebatuan karena belum ada akses jalan, dan jalan berlumpur karena tanah yang


baru saja dibasahi oleh air hujan. Untung saja mereka melalukan segala


persiapan dengan sempurna, dan mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil


jeep sehingga semuanya masih bisa terkendali dengan baik.


Lucunya, selama perjalanan Kevin hanya tertidur karena


mengalami mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan yang dialaminya disebabkan oleh


medan-medan yang mereka lewati sampai akhirnya Kevin tepar dan hanya bisa tidur


untuk menghindari muntah.


Di mobil yang ditempati Cleo, semuanya terlihat tidak

__ADS_1


masalah dengan hal tersebut dan suasana di dalam mobil sama tenangnya dengan


Cleo yang selalu tenang sejak awal. Benar-benar susah untuk mengganggu


ketenangan seorang Tuan Muda Grissham itu, bahkan dengan lika-liku jalan yang


mereka lewati. Tentu saja, semua orang tahu bahwa hanya satu orang yang bisa


mengganggu ketenangan pria dingin itu, siapa lagi jika bukan Nona Muda


Alexandra alias Momo, gadis kesayangannya pria dingin dan tidak berperasaan


itu.


Setelah sampai di lokasi, semua orang tidak langsung


melakukan survey, tetapi diperintahkan Cleo untuk beristirahat terlebih dahulu


dan mengumpulkan kekuatan untuk menjelajahi lokasi itu nanti. Kevin yang sudah


terbangun akhirnya bisa mengeluarkan segala hal yang sudah ditahannya sejak


dalam perjalanan tadi, yah benar, dirinya akhirnya mengeluarkan segala makanan


yang masuk ke perutnya karena mengalami mabuk perjalanan. Dia benar-benar tidak


bisa menahannya lagi dan akhirnya hanya bisa mengeluarkannya agar perasaannya


(kondisi perut) menjadi lebih baik.


Cleo sudah tidak asing lagi dengan kondisi itu karena Kevin


memang tidak bisa menahan mabuk jika melewati medan terjal seperti yang mereka


lewati. Dia cukup kasihan pada kelemahan Kevin yang satu ini.


“Kamu istirahat aja, gak perlu ikut survey langsung.”


Perintah Cleo pada Kevin dengan nada tidak ingin dibantah.


“Gak papa bos,sekarang udah enakan.” Kata Kevin mecoba


bernegosiasi.


“Tetap di mobil.” Balas Cleo dan langsung meninggalkan Kevin


dan berjalan menuju para anggota tim yang akan melakukan survey bersama


dirinya.


Cleo tidak membiarkan Kevin memaksakan diri karen melihat


wajah pucat pria itu, dan kondisi tubuhnya jelas terlihat lemah, makanya Cleo


menyuruhnya untuk beristirahat tanpa membiarkan dia bernegosiasi dengannya.


“Maaf bos.” Kata Kevin dengan nada sedih sambil menghela


napas panjang dan menatap pada punggung Cleo yang menjauh. Dia benar-benar


mentolerir rasa mabuk jika melewati medan yang terjal selama perjalanan, dan


itu adalah kelemahannya sejak dulu yang sepertinya tidak bisa berubah karena


sudah mendarah daging padanya.


Dengan begitu, Kevin hanya bisa menyaksikan kegiatan survey


dari layar laptopnya saja dengan koneksi langsung dari kamera yang dibawa salah


satu anggota tim, lalu menulis beberapa ulasan untuk dijadikan bahan


pertimbangan nanti ketika meeting. Hanya itu yang bisa dia lakukan dengan


kondisinya sekarang.


Sedangkan di sisi Cleo yang saat ini meneliti dengan serius,


merasa cukup puas dengan lokasi tersebut. Dan dia sudah memutuskan sesuatu


namun perlu membahasnya lagi dengan para petinggi perusahaannya nanti di rapat bulanan.


“Kerja bagus Giyo.” Puji Cleo pada ketua tim survey yang


juga pertama kali menemukan lokasi tersebut.


Mendengar pujian langsung dari Cleo, Gio menjadi senang dan


bertambah semangatnya.


“Ah, terima kasih banyak bos, itu sudah menjadi tugas saya


untuk menjalankan tugas dengan baik.” Kata Gio rendah hati. Dia masih muda dan


cukup tampan, namun merasa belum pantas untuk bersikap sombong hanya dengan pujian


dari bosnya, namun itu menjadi motivasi untuknya agar bekerja dengan lebih baik


lagi kedepannya dan bisa berguna untuk perusahaan yang diidamkannya sejak


dirinya masih di bangku kuliah. Apalagi dia berhasil bekerja di CM Corp. dan mendapatkan


posisinya sekarang bisa dibilang karena koneksi, sebelumnya dia berhasil


menarik perhatian saat memberikan pertanyaan pada saat seminar yang dihadiri


oleh Bram sebagai narasumber, lalu dia direkrut oleh Bram dengan persetujuan


Cleo. Itu tidak pernah dirinya lupakan, karena mimpinya setiap malam terwujud


hanya dengan pertanyaannya di seminar itu. Takdir benar-benar tidak bisa


ditebak, dan dia sangat bersyukur dengan garis takdirnya.


“Hm, kamu akan menjadi penanggung jawab proyek ini.” Kata


Cleo yang mengagetkan semua orang karena keputusannya itu.

__ADS_1


“Mohon maaf bos, sebaiknya bos pertimbangkan lagi keputusan


itu, karena saya sendiri belum memiliki cukup pengalaman dalam menghandle


proyek besar seperti ini, saya masih dalam tahap belajar.” Kata Gio menolak secara


halus perintah bosnya, dia benar-benar belum pantas memegang proyek besar ini


dengan pengalamannya.


“Sudah saya putuskan. Good luck.” Balas Cleo santai lalu


menepuk bahu Gio dan segera melanjutkan kegiatan surveynya.


“Tapi bos.. Huh, siap bos. Terima kasih sudah memberikan


saya kepercayaan.” Kata Gio pasrah karena sepertinya pendapatnya tidak akan


didengarkan oleh Cleo yang sudah memberi perintah mutlak.


Dalam hatinya dia senang karena karirnya akan semakin bagus jika


berhasil menyelesaikan proyek ini, dan dia bisa menjadi salah satu orang


kepercayaan bosnya suatu hari nanti. Dia memang selalu mengagumi Cleo dan juga


Kevin, bahkan menjadikan keduanya sebagai role modelnya di dunia industri dan


kehidupan sehari-hari.


Semua orang memandang iri pada Gio namun memberinya selamat


dan berjanji akan membantunya, mereka tidak meragukan kemampuan Gio, karena


terbukti dengan kemampuannya menghandle tim mereka hingga memiliki posisi


penting di kantor cabang pusat CM Corp. di kota B.


Kevin yang menyaksikan itu semua hanya tersenyum dan tidak


meragukan keputusan Cleo, karena sejak Bram memperkenalkan Gio, mereka sudah


bisa melihat potensi besar dalam diri anak itu. Apalagi penilaian Cleo tidak


pernah meleset.


Cleo yang sudah melanjutkan kegiatan surveynya ke lokasi


sebelah, tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan telepon dari Momo. Dirinya merasa


heran dengan itu dan segera menerima panggilan itu.


“Hallo Ayy. What happened?” Tanya Cleo setelah menjawab


panggilan telepon dari Momo.


“Koko sibuk?” Tanya balik Momo tanpa menjawab pertanyaan


Cleo.


“Gak sibuk, kenapa Ayy?” Tanya Cleo penasaran.


Orang-orang yang mendengar ucapan Cleo rasanya ingin memuntahkan


darah segar, bagaimana tidak, jelas-jelas mereka sangat sibuk sekaraang, namun


bos mereka mengatakan dirinya tidak sibuk sama sekali, mereka benar-benar


penasaran dengan identitas orang yang menelepon bos dingin itu.


“Momo mau ngomong sesuatu, tapi nanti aja deh pas Koko udah


balik.” Jawab Momo akhirnya.


“Gak bisa lewat telepon?” Tanya Cleo karena dirinya


benar-benar penasaran.


“Hm, nanti aja deh. Udah ya, Momo sibuk. Lancar-lancar


urusannya dan stay safe, bye Koko.” Kata Momo langsung memutuskan panggilan


telepon keduanya.


”Bentar dulu, Ayy. Hey, halo.” Panggil Cleo namun naas


karena panggilan telepon mereka sudah diputuskan oleh Momo secara sepihak.


Cleo benar-benar kesal karena penasaran. Perasaannya


benar-benar mudah dikacaukan oleh gadis kesayangannya, dan atmosfer sekitar


segera berubah.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2