
Hari ini adalah hari keempat Cleo dan Kevin berada di Kota
B. Dan jadwal mereka hari ini adalah melakukan survey ke lokasi yang akan
menjadi tempat pembangunan gedung perusahaan cabang baru di kota B.
Pagi-pagi sekali Cleo sudah bangun dan saat ini dia baru
saja selesai membaca buku dan bersiap untuk berolahraga sebentar untuk
menyegarkan tubuhnya. Berbeda dengan Kevin yang masih tertidur dan belum ada
tanda-tanda akan segera bangun. Yah, wajar saja karena sekarang masih jam
setengah enam pagi, sedangkan waktu keberangkatan mereka aadalah jam sembilan pagi,
sehingga Kevin memutuskan untuk memuaskan tidurnya, bahkan dirinya mengatur
alarm di handphonenya yaitu jam delapan pagi.
Kembali ke Cleo, dimana dia sedang berolahrga sampai jam
6.20 pagi dan akhirnya memutuskan untuk berhenti dari kegiatannya. Cleo lalu
beristirahat sebentar dengan bermeditasi untuk menetralkan pernapasannya dan
menenangkan pikirannya. Setelah merasa cukup, Cleo pun segera membersihkan
dirinya sekaligus bersiap-siap dan tinggal menunggu jam keberangkatan.
Selesai membersihkan diri dan bersiap-siap, Cleo menghubungi
petugas hotel untuk mengantarkan sarapan ke kamarnya dan juga ke kamar Kevin.
Walaupun dirinya terlihat cuek, namun dia sangat peduli pada Kevin dan
orang-orang terdekatnya. Apalagi dia tahu bahwa Kevin pasti belum bangun
apalagi memesan sarapan, sehingga untuk mencegah tertundanya jam keberangkatan,
Cleo pun berinisiatif memesan makanan untuk Kevin juga.
Beberapa menit kemudian, seorang pegawai hotel datang
mengantarkan sarapan untuk Cleo dan juga Kevin. Karena mereka adalah pegawai
yang sudah biasa melayani Cleo dan bisa dipercaya, sehingga mereka memiliki
akses untuk masuk ke dalam kamar tanpa harus menunggu pintu dibukakan. Mereka
hanya akan mengetuk pintu dengan ketukan khusus sebagai kode konfirmasi.
Cleo langsung menikmati sarapannya begitu diantarkan oleh
petugas hotel. Sedangkan Kevin masih belum bangun juga, sampai ketika Cleo
selesai dengan sarapannya, dia baru akhirnya bangun dari tidur panjangnya
karena bunyi alarm dari handphonenya yang berisik dan berhasil menyadarkannya
dari dunia mimpi.
Kevin lalu melakukan sedikit peregangan pada otot-otot
tulangnya, lalu membersihkan diri dan bersiap-siap. Setelah selesai
bersiap-siap, Kevin baru menyadari bahwa sarapannya sudah diantar, dan dia tahu
pasti Cleo yang memesan itu untuknya. Dengan fakta itu, Kevin menjadi tersenyum
bahagia karena Cleo tidak pernah berubah, dirinya selalu perhatian walaupun terkesan
dingin dan tidak peduli pada sekitarnya.
Tanpa ragu-ragu, Kevin langsung menghabiskan sarapan yang
sudah diantar oleh petugas hotel itu. Selesai sarapan, jam sudah menunjukkan
pukul 08.45, sehingga dia langsung ke kamar Cleo lalu keduanya segera berangkat
menuju titik kumpul dengan para anggota tim yang sudah diatur untuk perjalanan
menuju ke lokasi yang dijadwalkan. Ada juga beberapa pria kekar yang bertugas
mengawal Cleo dan mereka merupakan anak buah Cleo di dunia bawah, alias anggota
mafia milik Cleo. Tidak ada yang tahu identitas mereka kecuali Cleo dan Kevin.
Yang orang-orang tahu, mereka hanyalah pengawal yang dibayar oleh CM Corp.
untuk menjaga bos besar.
Tepat jam sembilan, Cleo dan yang lainnya berangkat menuju
lokasi yang dituju. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan menghabiskan tiga
jam untuk benar-benar sampai pada titik lokasi tujuan. Medan yang ditempuh juga
cukup memacu adrenalin, mulai dari jalanan yang berliku tajam, sampai jalanan
bebatuan karena belum ada akses jalan, dan jalan berlumpur karena tanah yang
baru saja dibasahi oleh air hujan. Untung saja mereka melalukan segala
persiapan dengan sempurna, dan mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil
jeep sehingga semuanya masih bisa terkendali dengan baik.
Lucunya, selama perjalanan Kevin hanya tertidur karena
mengalami mabuk perjalanan. Mabuk perjalanan yang dialaminya disebabkan oleh
medan-medan yang mereka lewati sampai akhirnya Kevin tepar dan hanya bisa tidur
untuk menghindari muntah.
Di mobil yang ditempati Cleo, semuanya terlihat tidak
__ADS_1
masalah dengan hal tersebut dan suasana di dalam mobil sama tenangnya dengan
Cleo yang selalu tenang sejak awal. Benar-benar susah untuk mengganggu
ketenangan seorang Tuan Muda Grissham itu, bahkan dengan lika-liku jalan yang
mereka lewati. Tentu saja, semua orang tahu bahwa hanya satu orang yang bisa
mengganggu ketenangan pria dingin itu, siapa lagi jika bukan Nona Muda
Alexandra alias Momo, gadis kesayangannya pria dingin dan tidak berperasaan
itu.
Setelah sampai di lokasi, semua orang tidak langsung
melakukan survey, tetapi diperintahkan Cleo untuk beristirahat terlebih dahulu
dan mengumpulkan kekuatan untuk menjelajahi lokasi itu nanti. Kevin yang sudah
terbangun akhirnya bisa mengeluarkan segala hal yang sudah ditahannya sejak
dalam perjalanan tadi, yah benar, dirinya akhirnya mengeluarkan segala makanan
yang masuk ke perutnya karena mengalami mabuk perjalanan. Dia benar-benar tidak
bisa menahannya lagi dan akhirnya hanya bisa mengeluarkannya agar perasaannya
(kondisi perut) menjadi lebih baik.
Cleo sudah tidak asing lagi dengan kondisi itu karena Kevin
memang tidak bisa menahan mabuk jika melewati medan terjal seperti yang mereka
lewati. Dia cukup kasihan pada kelemahan Kevin yang satu ini.
“Kamu istirahat aja, gak perlu ikut survey langsung.”
Perintah Cleo pada Kevin dengan nada tidak ingin dibantah.
“Gak papa bos,sekarang udah enakan.” Kata Kevin mecoba
bernegosiasi.
“Tetap di mobil.” Balas Cleo dan langsung meninggalkan Kevin
dan berjalan menuju para anggota tim yang akan melakukan survey bersama
dirinya.
Cleo tidak membiarkan Kevin memaksakan diri karen melihat
wajah pucat pria itu, dan kondisi tubuhnya jelas terlihat lemah, makanya Cleo
menyuruhnya untuk beristirahat tanpa membiarkan dia bernegosiasi dengannya.
“Maaf bos.” Kata Kevin dengan nada sedih sambil menghela
napas panjang dan menatap pada punggung Cleo yang menjauh. Dia benar-benar
mentolerir rasa mabuk jika melewati medan yang terjal selama perjalanan, dan
itu adalah kelemahannya sejak dulu yang sepertinya tidak bisa berubah karena
sudah mendarah daging padanya.
Dengan begitu, Kevin hanya bisa menyaksikan kegiatan survey
dari layar laptopnya saja dengan koneksi langsung dari kamera yang dibawa salah
satu anggota tim, lalu menulis beberapa ulasan untuk dijadikan bahan
pertimbangan nanti ketika meeting. Hanya itu yang bisa dia lakukan dengan
kondisinya sekarang.
Sedangkan di sisi Cleo yang saat ini meneliti dengan serius,
merasa cukup puas dengan lokasi tersebut. Dan dia sudah memutuskan sesuatu
namun perlu membahasnya lagi dengan para petinggi perusahaannya nanti di rapat bulanan.
“Kerja bagus Giyo.” Puji Cleo pada ketua tim survey yang
juga pertama kali menemukan lokasi tersebut.
Mendengar pujian langsung dari Cleo, Gio menjadi senang dan
bertambah semangatnya.
“Ah, terima kasih banyak bos, itu sudah menjadi tugas saya
untuk menjalankan tugas dengan baik.” Kata Gio rendah hati. Dia masih muda dan
cukup tampan, namun merasa belum pantas untuk bersikap sombong hanya dengan pujian
dari bosnya, namun itu menjadi motivasi untuknya agar bekerja dengan lebih baik
lagi kedepannya dan bisa berguna untuk perusahaan yang diidamkannya sejak
dirinya masih di bangku kuliah. Apalagi dia berhasil bekerja di CM Corp. dan mendapatkan
posisinya sekarang bisa dibilang karena koneksi, sebelumnya dia berhasil
menarik perhatian saat memberikan pertanyaan pada saat seminar yang dihadiri
oleh Bram sebagai narasumber, lalu dia direkrut oleh Bram dengan persetujuan
Cleo. Itu tidak pernah dirinya lupakan, karena mimpinya setiap malam terwujud
hanya dengan pertanyaannya di seminar itu. Takdir benar-benar tidak bisa
ditebak, dan dia sangat bersyukur dengan garis takdirnya.
“Hm, kamu akan menjadi penanggung jawab proyek ini.” Kata
Cleo yang mengagetkan semua orang karena keputusannya itu.
__ADS_1
“Mohon maaf bos, sebaiknya bos pertimbangkan lagi keputusan
itu, karena saya sendiri belum memiliki cukup pengalaman dalam menghandle
proyek besar seperti ini, saya masih dalam tahap belajar.” Kata Gio menolak secara
halus perintah bosnya, dia benar-benar belum pantas memegang proyek besar ini
dengan pengalamannya.
“Sudah saya putuskan. Good luck.” Balas Cleo santai lalu
menepuk bahu Gio dan segera melanjutkan kegiatan surveynya.
“Tapi bos.. Huh, siap bos. Terima kasih sudah memberikan
saya kepercayaan.” Kata Gio pasrah karena sepertinya pendapatnya tidak akan
didengarkan oleh Cleo yang sudah memberi perintah mutlak.
Dalam hatinya dia senang karena karirnya akan semakin bagus jika
berhasil menyelesaikan proyek ini, dan dia bisa menjadi salah satu orang
kepercayaan bosnya suatu hari nanti. Dia memang selalu mengagumi Cleo dan juga
Kevin, bahkan menjadikan keduanya sebagai role modelnya di dunia industri dan
kehidupan sehari-hari.
Semua orang memandang iri pada Gio namun memberinya selamat
dan berjanji akan membantunya, mereka tidak meragukan kemampuan Gio, karena
terbukti dengan kemampuannya menghandle tim mereka hingga memiliki posisi
penting di kantor cabang pusat CM Corp. di kota B.
Kevin yang menyaksikan itu semua hanya tersenyum dan tidak
meragukan keputusan Cleo, karena sejak Bram memperkenalkan Gio, mereka sudah
bisa melihat potensi besar dalam diri anak itu. Apalagi penilaian Cleo tidak
pernah meleset.
Cleo yang sudah melanjutkan kegiatan surveynya ke lokasi
sebelah, tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan telepon dari Momo. Dirinya merasa
heran dengan itu dan segera menerima panggilan itu.
“Hallo Ayy. What happened?” Tanya Cleo setelah menjawab
panggilan telepon dari Momo.
“Koko sibuk?” Tanya balik Momo tanpa menjawab pertanyaan
Cleo.
“Gak sibuk, kenapa Ayy?” Tanya Cleo penasaran.
Orang-orang yang mendengar ucapan Cleo rasanya ingin memuntahkan
darah segar, bagaimana tidak, jelas-jelas mereka sangat sibuk sekaraang, namun
bos mereka mengatakan dirinya tidak sibuk sama sekali, mereka benar-benar
penasaran dengan identitas orang yang menelepon bos dingin itu.
“Momo mau ngomong sesuatu, tapi nanti aja deh pas Koko udah
balik.” Jawab Momo akhirnya.
“Gak bisa lewat telepon?” Tanya Cleo karena dirinya
benar-benar penasaran.
“Hm, nanti aja deh. Udah ya, Momo sibuk. Lancar-lancar
urusannya dan stay safe, bye Koko.” Kata Momo langsung memutuskan panggilan
telepon keduanya.
”Bentar dulu, Ayy. Hey, halo.” Panggil Cleo namun naas
karena panggilan telepon mereka sudah diputuskan oleh Momo secara sepihak.
Cleo benar-benar kesal karena penasaran. Perasaannya
benar-benar mudah dikacaukan oleh gadis kesayangannya, dan atmosfer sekitar
segera berubah.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1