
Hari ini adalah hari yang sangat dinantikan Cleo, hari dimana dia akan bertatap muka dengan gadis kecilnya. Dia sudah mempersiapkan sebuah hadiah spesial sebagai ucapan selamat datang Kembali sekaligus hadiah melepas rindu yang selama ini membelenggunya.
Pagi hari yang cerah, Cleo terlihat begitu bersemangat untuk menjalani hari ini. Setelah bangun tadi, dia membaca buku terlebih dahulu, hal yang sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu.
Ketika jam menunjukkan pukul 6.30, dia segera mandi dan bersiap-siap menuju kantornya. Cleo saat ini tidak bekerja di kantor Papinya karena dia memegang perusahaannya sendiri. Dia hanya akan membantu sang Papi Ketika dibutuhkan. Dia akan mengambil alih perusahaan Papinya nanti jika sang Papi sudah pensiun.
Ketika Cleo turun menuju ruang makan untuk sarapan, ternyata sang asisten yang tidak lain adalah Kevin sudah datang untuk menjemputnya. Dia pun menyapa mereka.
“Pagi Pi, Mami, Vin.” Sapa Cleo sambil menarik kursi untuk duduk dan sarapan.
“Pagi sayang, ini sarapannya udah Mami masakin spesial buat kesayangan Mami.” Jawab Mami sambil memberikan makanan yang dimasaknya untuk putra tercintanya.
“Pagi sayang.” Jawab Papi sambil menganggukan kepala.
“Pagi bro, semangat amat lu. Ga sabar ketemu pujaan hati?” Jawab Kevin dengan sedikit candaan.
“Thanks Mom.” Jawab Cleo kepada Maminya, dan hanya menggelengkan kepala merespon candaan Kevin.
Mereka pun memulai sarapan dengan tenang. Tidak ada yang bersuara saat makan, karena itu sudah menjadi tradisi keluarga Grissham, kecuali jika ada acara keluarga atau acara besar lainnya, mereka biasa mengobrol untuk mempererat hubungan keluarga.
Selesai makan, mereka tidak langsung pergi ke tujuan masing-masing, karena sang Papi membuka percakapan.
“Vin, nanti malam ikut Papi, Mami, dan Cleo ke rumah keluarga Alexandra. Nona Muda Alexandra baru pulang dari studinya kemarin lusa, dan hari ini ada acara kecil untuk menyambut kepulangannya.” Kata Papi kepada Kevin.
“Siap Pi, kemarin udah dikasitau sama Cleo. Kevin juga udah kosongin jadwal Cleo untuk malam ini.” Jawab Kevin.
“Good job. Nanti kamu berangkat bareng Cleo aja, Papi dan Mami akan berangkat duluan.” Kata sang Papi.
“Oke Pi.” Jawab Kevin.
“Ya sudah, Cleo sama Kevin berangkat dulu Pi, Mi.” Pamit Cleo sambil mencium tangan kedua orangtuanya.
“Kita berangkat Pi, Mi.” Pamit Kevin juga sambil mencium tangan Papi dan Mami Cleo.
“Hati-hati. Jangan sampai terlambat nanti malam ya.” Ucap sang Mami.
“Iya Mi / Siap Mi.” Jawab Cleo dan Kevin bersamaan.
Mereka pun segera keluar mengambil mobil, lalu berangkat menuju kantor pusat CM Corp. tempat keduanya bekerja.
Lima menit setelah kepergian keduanya, Tuan Grissham juga pamit untuk pergi bekerja.
“Papi berangkat Mi.” Pamit Tuan Key pada Istrinya sambil mencium kening istrinya sayang.
“Hati-hati Pi.” Jawab sang istri lalu mengantar suaminya ke depan rumah.
Kembali ke Cleo dan Kevin.
Setelah 15 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di kantor tempat mereka bekerja. Kantor Cleo sangat besar, Gedung kantor saja sangat luas dan tinggi sekitar 30an lantai.
Semua pegawai dan karyawan yang berpapasan dengan kedua orang tersebut pasti menyapa dengan sopan. Mereka memanggil Cleo dengan panggilan Presdir, lalu Kevin dengan panggilan Pak Kevin. Cleo hanya sedikit menganggguk Ketika disapa namun tidak memberikan senyum, yang ada hanya wajah dingin yang membuat siapa saja takut menatapnya, namun hari ini mereka merasa aura Bos besar mereka sedikit lebih baik dari biasanya. Mereka tidak tau apa yang terjadi, namun mereka berharap Presdir mereka akan begitu setiap hari agar mereka tidak begitu merasa sesak Ketika berpapasan dengan sang Presdir.
Kevin saja yang akan membalas sapaan mereka dengan ceria, untuk menghilangkan kekecewaan mereka terhadap sang Presdir, walaupun semua karyawan tidak mempermasalahkan kepribadian bos mereka itu. Mereka malah bersyukur bisa bekerja di CM Corp., perusahaan yang benar-benar menjamin kesejahteraan dan masa depan karyawannya.
Ketika keduanya sampai di ruangan kerja masing-masing, Bram sudah menyediakan kopi hangat untuk mereka. Walaupun Kevin hanya seorang asisten Cleo, namun dia adalah orang kepercayaan Cleo dan juga bos ka edua perusahaan CM Corp. Itu dikatakan langsung oleh Keivn, sehingga semua orang sangat menghargai Kevin, apalagi Kevin juga merupakan sahabat sang Presdir dan juga sudah dianggap anak sendiri oleh Tuan dan Nyonya Grissham. Semua orang yang bekerja di CM Corp, Grissham Group, dan Alexandra Group tau fakta tersebut, sehingga tidak ada yang berani tidak menghormati Kevin atau merendahkannya.
Tok, tok, tok.
Suara pintu ruangan Cleo yang diketuk dari luar. Setelah dipersilahkan masuk oleh Cleo, orang tersebut yang ternyata adalah Bram pun masuk untuk membacakan jadwal Cleo hari ini. Walaupun jadwal Cleo dipersiapkan oleh Kevin, namun Bram yang memiliki tugas untuk menyampaikannya kepada Cleo.
“Pagi Bos, jadwal Bos hari ini yaitu, jam 09.00 meeting bersama para direktur dan manajer, lalu jam 11 evaluasi departemen design, lalu jam 12.00-13.00 istirahat dan makan siang. Pukul 13.00-15.00 meeting bersama Klien dari Dubai di restoran Moy Resto, lalu jam 16.00 sampai selesai bos bisa menyelesaikan pekerjaan di kantor seperti menandatangi proposal dan lain-lain. Untuk mala mini, tidak ada jadwal.” Lapor Bram kepada Cleo.
“Siapkan berkas untuk meeting hari ini. Kamu dan Kevin akan ikut bersamaku.” Jawab Cleo.
“Baik bos. Kalau begitu, saya ijin melanjutkan pekerjaan saya.” Pamit Bram dan segera keluar dari ruangan Cleo dengan perasaan bahagia, karena jarang sekali dia diijinkan ikut meeting bersama klien besar bosnya.
Mungkin bosnya berpikir sekarang dia sudah layak untuk mengikuti meeting besar untuk menjadi pengalaman belajarnya di lapangan. Ya, itu benar. Karena Cleo kadang kasihan kepada Kevin yang seperti tidak punya waktu pribadi karena selalu mengikutinya kemanapun, walaupun itu keinginannya sendiri.
Waktu berlalu, semua pekerjaan hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Mereka juga berhasil menandatangani perjanjian Kerjasama bersama perusahaan Dubai untuk proyek besar bersama Papa Alex. Tidak sia-sia Cleo bekerja keras selama beberapa waktu belakangan, karena hasilnya sesuai harapannya.
Jam menunjukkan pukul 18.00, sudah waktunya Cleo pulang untuk bersiap-siap menuju kediaman Alexandra. Dia dengan semangat mengajak Kevin untuk segera pulang dan bersiap-siap menuju rumah gadisnya.
“Kita ke rumah gua, lu siap-siap di sana aja. Baju lu juga banyak di kamar lu. Kemarin udah ditambahin lagi sama Mami.” Kata Cleo kepada Kevin.
__ADS_1
“Widih, mantep emang si Mami. Tau aja anak bungsunya butuh baju baru.” Jawab Kevin senang. Itulah salah satu alasan terbesar dia sangat menyayangi Cleo dan keluarga Grissham. Cleo tidak pernah cemburu atau iri terhadap kasih sayang Papi dan Maminya kepada Kevin. Mereka semua sangat tulus kepadanya dan juga keluarganya.
Setelah 20 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di kediaman keluarga Grissham. Tuan dan Nyonya Grissham sudah berangkat sejak tadi ke kediaman Alexandra. Mereka berdua akan menyusul seperti yang sudah dibicarakan tadi pagi setelah sarapan.
Di kediaman Momo.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30, Momo dan keluarga bersiap-siap untuk merayakan kepulangannya dengan acara kecil-kecilan yang hanya dihadiri orang-orang terdekat.
Di kamar Momo terjadi kegaduhan yang disebabkan oleh soerang gadis yang tampak sangat heboh.
“Moy, cepet dong mandinya, gua udah siap menjadikan lu ratu tercantik dan termenawan malam ini.” Kata gadis itu dengan hebohnya, di depannya sudah ada berbagai macam alat make up dari berbagai merek ternama dunia.
“Ribut.” Jawab Momo singkat kepada gadis itu setelah keluar dari kamar mandi.
Momo segera ditarik untuk duduk di depan meja rias. Dia pusing begitu melihat banyaknya jenis alat make up yang memenuhi penglihatannya. Dia hanya menghembuskan nafas kasar sambil memejamkan mata menikmati dirias oleh gadis yang sangat heboh sejak tadi.
Setelah 20 menit, diapun selesai dirias.
“Wah gila, Moy lu cantik banget. Padahal gua sengaja make up in lu tipis-tipis takut ditabok kalo ketebelan, hehe. Gua jadi MUA lu aja ya. Gajinya liburan ke dubai tiap minggu aja cukup.” Kata gadis itu menatap kagum pada Momo.
“Kenapa ga digerai aja rambut gua?” Tanya Momo. Dia selalu mengagumi gadis yang meriasnya ini, karena riasannya tidak pernah mengecewakan.
“No, itu terlalu biasa, udah paling perfect gini. Sana pake baju lu, gua mo dandan juga.” Kata gadis itu lalu lanjut merias dirinya.
Setelah beberapa saat,
“Ce, bantuin gua.” Panggil Momo kepada gadis itu yang ternyata adalah Cessa.
Setelah Momo menjemputnya tadi sore di bandara, mereka berdua menuju kediaman Cessa sebentar untuk menyapa dan meminta izin untuk menginap di rumah Momo. Orangtua Cessa tentu saja setuju. Lalu mereka pun menuju kediaman Alexandra. Pertama kali masuk kediaman Momo, Cessa terkagum-kagum dengan design rumah Momo. Dia juga disiapkan kamar sendiri di rumah itu oleh Nyonya Alexandra karena sudah dianggap anak sendiri oleh Tuan dan Nyonya Alexandra.
“Bener-bener emang lu ya. Makanya Moy, jadi cewe yang feminism banget napa. Lu cantik-cantik, baju beginian aja lu bingung makenya.” Kata Cessa yang sudah tidak heran lagi dengan keanehan sabahatnya itu.
Setelah selesai, Cessa menatap tanpa berkedip karena terpesona oleh kecantikan sahabatnya. Sampai suara Momo mengagetkannya.
“Bengong, ga siap-siap gua tinggal.” Kata Momo mengembalikan kewarasan sang sahabat.
“Hah, heh, oh, iya gua lupa. Lu ngapa cantik bet dah. Gua aja pangling, gimana cowok-cowok ya. Pingsan kali.” Kata Cessa sambil geleng-geleng kepala.
Dia kemudain Kembali menuju meja rias dan lanjut merias dirinya.
Saat keduanya turun dari tangga, semua mata tertuju pada dua keindahan itu, yang di depan dengan kecantikan dan keanggunan paripurna itu, lalu diikut oleh gadis cantik yang juga menawan. Mereka terkagum-kagum kepada kecantikan Momo. Bahkan para gadis menatap iri pada kecantikan Momo.
“Gila, cantik banget.” Kata salah satu pemuda seumuran Momo yang diundang ke acara karena ayahnya kolega sang Papa dengan kagum tanpa berkedip.
“Kamu selalu cantik dari dulu.” Batin seorang pemuda tampan yang sepertinya mengenal Momo. Dia melihat Momo dengan tatapan penuh kagum dan kerinduan.
“Hahaha, Putrimu memang sangat cantik.” Kata seorang pria paruhbaya kepada Tuan Alexandra.
“Terima kasih pujiannya, Tuan Bima.” Jawab Tuan Alexandra kepada pria tersebut yang merupakan salah satu rekan bisnis yang diundangnya.
‘Aku harus menjodohkannya dengan Putraku agar bisnis keluarga kami semakin maju.’ Batin Tuan Bima.
Momo dan Cessa berjalan menuju Nyonya Alexandra untuk bergabung. Mereka mengabaikan semua tatapan memuja itu, karena sudah terbiasa.
“Mi.” Sapa keduanya sambil mencium Pipi Mami Via. Via adalah nama asli Nyonya Alexandra.
“Anak Mami cantik-cantik banget sih. Harus dikandangin nih, biar ga diambil orang.” Puji sang Mami dengan sedikit bercanda.
“Mami bisa aja, kalo dikandangin nanti ngamuk Moynya. Tau aja kan Mi, galak.” Jawab Cessa menanggapi candaan Mami Via dengan mengecilkan suaranya pada kata-kata terakhrinya berharap tidak didengar Momo. Namun Momo yang telinganya setajam silet itu tentu saja mendengarnya.
Momo hanya menggelengkan kepala menanggapi keduanya tanpa banyak bicara.
“Sayang, ayo ikut Mami menyapa Mami Clarrisa dan Papi Key.” Ajak sang Mami sambil menggandeng tangan Momo cantiknya dengan bangga.
“Mi, Cessa ga ikut dulu ya, mau nyari makan dulu, laper hehe.” Kata Cessa.
“Hm, memang tukang makan kamu ya, ga berubah. Ya udah, makan yang banyak, nanti ikut ke meja utama ya Ce.” Balas sang Mami.
“Hehe, siap Mi.” Jawab Cessa sembil melalukan gaya hormat layaknya seorang prajurit.
Momo dan sang Mami hanya tersenyum melihat kelakuannya.
“Pi, Mi.” Sapa Cessa sambil mencium tangan kedua orang yang ternyata Tuan dan Nyonya Grissham.
__ADS_1
“Hallo sayangku. Yaampun, anak gadis Mami cantik banget sih. Mami miss you so much sayangku.” Jawab Mami Clarissa mencium pipi Momo dan memeluknya dengan penuh kerinduan. Dia menatap kagum wajah Momo yang selalu cantik dan bertambah cantik.
“Anak gadis Papi selalu cantik seperti biasa.” Kata Papi Key memeluk Momo anak gadisnya.
Momo memeluk mereka dengan erat dan penuh kerinduan.
“Momo juga merindukan kalian.” Jawab Momo.
Momo tampak mencari sesuatu namun tidak menemukannya. Wajahnya tampak sedikit kecewa, dan dia menghembuskan nafas kecewa. Wajahnya pun berubah sedikit murung. Mami Clarissa yang peka terhadap Momo pun akhirnya membuka suara yang membuat Momo sedikit salah tingkah.
“Kokomu nanti menyusul setelah pulang dari kantor. Kangen banget ya?” Kata Mami Clarissa menggoda anak gadisnya itu.
“Hm, pantesan dandan, ternyata mau nyambut Kokonya toh. Anak gadis Mami udah gede ternyata.” Kata Mami Via ikut menggoda putri satu-satunya itu.
“Hah, oh, eh, engga, Mami ih.” Momo salah tingkah. Telinga dan pipinya memerah karena malu.
‘Dasar Ibu-ibu. Peka banget jadi orang’ Batin Momo sambil menggaruk kepalanya gugup karena salah tinggkah.
Papa Jun (nama asli Tuan Alexandra) dan Papi Key hanya tertawa melihat Momo yang salah tingkah. Mereka kemudian mengobrol dengan penuh tawa. Momo tampak sering melihat ke arah pintu masuk seperti menunggu kedatangan seseorang.
Seorang pemuda yang selalu memperhatikannya sejak tadi pun ikut melihat ke arah yang dilihat Momo.
‘Siapa yang kamu tunggu?’ Batin pemuda tampan itu penuh tanya dan sedikit tidak nyaman di hatinya.
Kembali ke Cleo dan Kevin.
Setelah bersiap-siap sekitar 20 menit, keduanya segera berangkat menuju kediaman Alexandra.
Cleo tampak tampan mengenakan pakian semi formal berwarna hitamnya, lalu Kevin sangat menawan dengan pakaian casualnya namun tetap terlihat berwibawa.
“Wih, cakep banget lu bos. Gua gak ada apa-apanya di samping lu. Gua jamin, Momo bakal klepek-klepek liat ketampanan lu.” Ucap Kevin penuh kekaguman terhadap ketampanan sahabatnya.
“Dah, nyetir yang bener.” Jawab Cleo sambil sedikit tersenyum. Dia cukup gugup dengan respon Momo nanti saat melihatnya. Apakah mereka berdua akan canggung saat bertemu, atau akan seperti dulu. Entahlah, Cleo hanya berharap Momo tidak terlalu canggung dengannya walaupun sudah lama mereka tidak pernah berhubungan lagi.
Setelah 25 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di kediaman Alexandra yang sudah tampak ramai. Mereka kemudain turun tepat di depan rumah megah itu dan membiarkan satpam keluarga yang memarkirkan mobil mereka.
“Wah, calon suami idaman Non Momo, si tuan muda tampan Cleo, emang ganteng dan memukau. Gaada tandingannya.” Sapa Mang Udin yang mendapat tugas memarkirkan mobil para tamu.
“Mang Udin bisa aja. Cleo kan jadi malu, tapi boong.” Jawab Cleo membalas sapaan dan candaan Mang Udin.
Kevin ternganga melihat bos dinginnya yang ternyata bisa bercanda, namun tidak berani menegur takut mendapat ‘hadiah istimewa’ dari bosnya itu.
“Den, jangan pangling yan anti liat Non Momo, cantik banget soalnya, seperti bidadari turun dari surga tepat di hatiku, eaaa.” Kata Mang Udin yang berakhir dengan nyanyian.
“Aman Mang, Cleo udah siapin mental baja nih. Ya udah, Cleo sama Kevin masuk dulu ya Mang. Titip mobil.” Pamit Cleo.
“Siap Den ganteng.” Jawab Mang Udin.
Keduanya pun memasuki kediaman Alexandra dan menuju tempat acara. Begitu keduanya masuk, semua mata tertuju pada ketampanan dan kegagahan keduanya. Terutama para gadis yang menggila melihat ketampanan Cleo dan Kevin, khususnya Cleo.
Saat Cleo melihat pujaan hatinya dari belakang, jantungnya berdegup kencang sehingga memperlambat jalannya yang malah membuatnya terlihat seperti seorang pangeran yang berjalan di tengah-tengah aula kerajaan.
Momo yang merasa heran dengan kebisingan para gadispun akhirnya menoleh untuk melihat apa yang terjadi. Begitu menoleh, tatapannya jatuh pada seorang pria tampan dengan wajah yang sangat familiar di matanya yang juga menatapnya. Jantungnya berdetak dengan kencang sama kencangnya dengan Cleo, seolah-olah mereka saling menyahuti. Waktu seakan berhenti saat Cleo dengan Langkah yakin menuju arah gadisnya duduk dengan penuh kerinduan yang mendalam.
‘Koko.’ Batin Momo. Dia merindukan pria ini walaupun dia tidak pernah menyebutnya.
‘Ayy.’ Batin Cleo sambil berjalan menuju Momo. Semesta tau seberapa rindunya dia pada gadisnya itu.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.
.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.