
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore, sehingga Cleo memutuskan untuk pulang karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa diselesaikan. Diapun membereskan mejanya lalu mematikan computer kerjanya. Setelah selesai membereskan mejanya, Cleo lalu menuju ke kamar pribadinya untuk membangunkan Momo.
Saat membuka pintu kamar tersebut, tatapannya jatuh pada gadis kecil yang sedang tidur dengan nyenyak dan tidak terlihat adanya keinginan untuk membuka matanya. Cleo yang melihat itu tersenyum lalu memutuskan untuk membiarkan gadis itu tidur sedikit lebih lama lagi, sedangkan dia memilih membaca buku di sofa kamar tersebut.
Setengah jam kemudian, Momo akhirnya terbangun dan merasa tubuhnya menjadi lebih segar setelah lama beristirahat. Dia segera melihat jam dan sangat kaget karena ternyata sudah tujuh malam.
‘Lama banget gua tidur.’ Batin Momo yang terkejut pada dirinya sendiri.
Melihat ke sekeliling, dia menyadari dia ada di dalam kamar yang diduganya sebagai kamar pribadi milik Cleo karena tidak mungkin dia dibawa Cleo ke rumahnya atau ke apartemennya. Setelah tatapannya jatuh ke sofa di dalam kamar tersebut, dia akhirnya melihat Cleo yang sedang membaca buku dengan tenang. Lama dia menatap wajah tampan Kokonya. Dia mengangumi mata indah itu, hidung mancung itu, bibir tipis itu, rambut indahnya yang ditata dengan sangat indah sehingga menambah ketampanannya, duduknya yang tegap, dan auranya yang dominan. Tidak salah Cleo selalu menjadi pria idaman dimanapun dia berada sejak sekolah dulu sampai sekarang. Dengan kesempurnaan pria itu, Momo kadang bingung karena dia tidak memiliki kekasih dan malah betah dengan kesendiriannya. Jangankan memiliki kekasih, dia bahkan tidak ingin dekat dengan gadis maupun wanita lain selain Momo dan kedua Maminya. Tidak ada juga gadis yang berani mendekati dirinya yang dingin seperti es batu itu.
“Koko.” Panggil Momo setelah puas menatap wajah tampan itu sambil mendekat ke arah Cleo.
“Hei, Ayy udah bangun. Pulang sekarang?” Tanya Cleo karena sebentar lagi akan gelap.
“Iya. Koko nunggu lama ya? Maaf Momo kelamaan tidurnya.” Kata Momo yang merasa bersalah karena membuat Kokonya menunggunya padahal jam kerja sudah selesai sejak tadi dan Cleo seharusnya sudah kembali ke rumahnya. Dia kadang merasa Kokonya terlalu memanjakannya, hari ini saja Kokonya membiarkannya tidur dengan tenang tanpa berniat membangunkannya.
“No, it’s ok Ayy. Ayo pulang.” Jawab Cleo lalu mengambil jas yang dilepasnya tadi sambil menggenggam tangan Momo.
Momo tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu membalas genggaman tangan Cleo. Keduanya segera keluar dari ruangan itu untuk kembali ke rumah. Cleo terlebih dahulu akan mengantar Momo ke rumahnya lalu kembali ke apartemennya sendiri. Ya, Cleo memutuskan untuk tinggal di apartemen yang lebih dekat dengan kantornya karena kesibukannya yang semakin banyak belakangan ini. Namun dia juga sering kembali ke rumahnya jika pekerjaannya tidak terlalu banyak. Kedua orangtuanya juga tidak mempermasalahkan keputusan putra kesayangan mereka dan selalu mendukungnya.
Setelah sampai di lobi perusahaan yang sudah sepi penghuni, ternyata Kevin ada di situ dan dengan setia menunggu bosnya. Melihat keduanya, Kevin segera menghampiri mereka untuk pulang bersama, namun jawaban Cleo membuatnya ingin menghajar orang.
“Bos, ke apartemen atau ke rumah Momo?” Tanya Kevin pada Cleo.
“Apartemen?” Momo bertanya setelah mendengar kata apartemen karena setahunya Cleo tinggal dengan Papi Key dan Mami Via di kediaman mereka, kenapa Kevin menyebutkan apartemen pikirnya.
“Koko tinggal di apartemen biar deket sama kantor, karna belakangan ini lagi sibuk banget. Sesekali aja Koko pulang ke rumah.” Jelas Cleo pada Momo membuat Momo menganggukkan kepalanya mengerti.
“Kunci mobil.” Balas Cleo sambil mengulurkan tangannya meminta kunci mobilnya pada Kevin.
Kevin pun dengan polos memberikan kunci mobil itu pada Cleo tanpa tahu nasibnya setelah memberikan kunci mobil itu.
“Lu pulang sendiri.” Lanjut Cleo yang langsung meninggalkan Kevin yang terpaku mendengar ucapan bosnya sambil bergandengan tangan dengan Momo.
Momo merasa lucu dan kasihan pada Kevin namun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya mengikuti Cleo tanpa banyak bertanya lagi.
Kevin yang ditinggalkan segera tersadar dan mengejar keduanya.
“Tega banget lu bos ninggalin asisten ganteng ini. Untung gua selalu bawa kunci mobil kantor buat jaga-jaga.” Keluh Kevin setelah berhasil mengejar keduanya.
Ketiganya pun berjalan bersama menuju parkiran khusus untuk mengambil mobil masing-masing.
Cleo segera membuka pintu mobil untuk Momo lalu kemudian ikut masuk dan duduk di kursi kemudi. Kevin juga sudah berada di dalam mobil dinas kantor yang memang dipersiapkan khusus untuk Presdir untuk jaga-jaga jika kendaraan biasanya mogok dan sebagainya.
Cleo segera mengemudikan mobilnya meninggalkan kantor dengan Kevin yang mengikuti keduanya dari belakang. Kevin tidak berniat kembali ke apartemennya terlebih dahulu karena khawatir pada Cleo, sahabatnya itu baru saja diteror sehingga dia tidak bisa meninggalkannya sendirian. Walaupun dia percaya pada kemampuan Cleo, tetapi tetap saja sebagai sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri, dia tidak bisa tidak khawatir. Dia juga punya firasat buruk sehingga memutuskan untuk selalu di dekat sahabatnya itu.
Di mobil Cleo dan Momo, keduanya terlihat mengobrol dan saling bercanda selama perjalanan. Ketika melewati jalan yang cukup sepi, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang menggunakan topeng bak penjahat di film-film. Cleo segera menghentikan laju mobilnya dan menggertakan gigi dengan kesal. Aura dingin langsung menguar dari tubuhnya dengan ekspresi marah yang kejam. Dia menatap kesal ke arah semut-semut pengganggu itu dan tersenyum sinis. Ekspresinya sangat menakutkan. Momo yang melihat Kokonya dalam mode berbahaya tidak merasa takut karena sudah terbiasa dengan ekspresi itu. Lapigula Momo tahu identitas lain Kokonya karena dirinya pernah dibawa ke markas besar milik Cleo dan diperkenalkan disana kepada semua bawahan Cleo. Namun mafia milik Cleo tidak seperti kelompok mafia pada umumnya. Mafia milik Kokonya tidak melakukan pembunuhan, tidak menyerang untuk perebutan kekuasaan. Pekerjaan mereka adalah membantu negara, menggagalkan transaksi ilegal, dan semacamnya. Sebagai ketua, Cleo tidak turun langsung dalam setiap misi mereka karena mempercayakan semua pada tangan kanannya, dia hanya sebagai ketua untuk mengarahkan tanpa bekerja langsung sehingga tidak ada yang tau identitasnya sebagai ketua mafia, kecuali Papinya, Momo, dan Kevin. Bahkan sang Mami tidak diberitahu.
Ekspresi Momo sangat tenang di situasi ini. Mereka berdua pernah diserang oleh lawan bisnis Papi Key saat keduanya masih di bangku sekolah, namun mereka bisa mengatasinya karena keduanya bisa beladiri dan juga dibantu para penjaga keluarga Grissham. Momo malah merasa nasib para penjahat di depan mereka saat ini akan berakhir buruk karena berani berurusan dengan singa di sampingnya. Dia hanya menggelengkan kepala dengan ekspresi tenang. Tidak seperti Kevin di belakang mereka yang panik dan kesal di saat bersamaan, dia segera memberi sinyal kepada orang-orang di markas untuk segera datang membantu lalu keluar dari mobil dengan kerennya untuk menghadapi para semut tidak tahu malu itu.
“Siapa kalian? Malam-malam gini bukannya istirahat malah ngalangin jalan orang, udah pada bosan hidup?!” Teriak Kevin dengan kesal pada sekumpulan penjahat berjumlah sepuluh orang dengan badan kekar itu.
“Ah, banyak omong kau. Habisi mereka.” Kata salah satu penjahat yang sepertinya ketua kelompok itu dan memberi perintah untuk menyerang.
__ADS_1
“Cuih, orang-orang gak guna.” Ejek Kevin bersiap menerima serangan mereka.
Lima diantara mereka lalu segera menyerang Kevin secara bersamaan sedangkan lima lainnya menunggu Cleo keluar dari mobil untuk menyerangnya. Kevin yang pandai beladiri bisa menghindar dengan baik dari serangan kelima orang itu, dan merasa orang-orang ini tidak cukup kuat untuk menumbangkannya. Dia malah bertarung dengan semangat dan menganggap dirinya seperti sedang berolahraga untuk mengeluarkan keringat. Kelima orang itu sangat kesal dan menjadi marah karena Kevin bisa menghindari serangan mereka dan membalas mereka dengan kejam. Mereka lalu meningkatkan serangan dengan membabi buta.
Cleo yang melihat Kevin sudah keluar dan diserang pun memutuskan untuk ikut keluar setelah memberi perintah pada Momo untuk tetap di dalam mobil.
“Ayy, tetap di mobil dan jangan keluar. Koko dan Kevin akan selesaikan ini dengan cepat, oke.” Perintah Cleo pada Momo sambil menggenggam tangan Momo dan mengelus pipi gadis itu sebelum keluar untuk membantu Kevin.
Momo tersenyum dan menganggukkan kepalanya membuat Cleo ikut tersenyum dan segera keluar dari mobil untuk menghabisi para semut tidak berguna itu.
Cleo keluar dengan keren sambil mengendurkan dasi lalu menatap bengis pada lima orang lainnya yang juga menatapnya dan bersiap menyerang. Cleo hanya tersenyum sinis pada mereka. Melihat ekspresi Cleo yang mengejek, mereka segera maju dan menyerang secara bersamaan dan membabi buta. Mereka ingat orang yang membayar mereka mengatakan untuk membunuh Cleo lalu membuang mayatnya di laut untuk menghilangkan jejak. Mereka tidak tahu saja nasib buruk yang akan menimpa mereka karena berani menyinggung singa itu.
Pertarungan pun terjadi. Cleo dengan santai menghindari serangan mereka dan membalas mereka dengan tendangan mematikan. Lima menit kemudian sepuluh orang itu jatuh dan tidak bisa bangun lagi dengan kondisi yang memprihatinkan. Sang ketua sangat marah dan malu dengan keadaan mereka lalu memanggil bala bantuan yang ternyata bersembunyi dan menunggu perintah.
Setelah itu, keluarlah dua puluh orang lainnya yang sepertinya lebih kuat dari sepuluh orang yang sudah tumbang itu.
“Hahahaha, kalian berdua gak akan bisa menang melawan mereka. Hahaha. Bunuh mereka berdua.” Kata si ketua sambil tertawa pada bawahannya. Dia akan menerima banyak bayaran setelah membunuh kedua orang ini pikirnya dengan bahagia.
“Gak tahu malu.” Balas Kevin sambil memberi ekspresi mengejek pada para penjahat itu.
Melihat ekspresi mengejek Kevin, mereka dengan marah lalu menyerang Cleo dan Kevin secara bersamaan. Kemampuan mereka tidak buruk dan membuat Kevin kewalahan, namun tidak dengan Cleo yang terlihat sangat santai dan bisa menghindari serangan mereka dengan baik. Namun keadaan menjadi semakin buruk karena mereka menggunakan senjata tajam.
Momo yang melihat pertarungan tidak seimbang itu tanpa berpikir panjang langsung keluar untuk membantu Cleo dan Kevin.
Dia keluar dan langsung menendang salah satu penjahat yang ingin menyerang Cleo dari belakang. Orang itu terpental sejauh dua meter setelah menerima serangan Momo lalu terbatuk sambil menahan sakit. Dia melihat marah pada Momo yang terlihat seperti seorang gadis lemah lembut padahal memiliki kekuatan luar biasa. Para penjahat lain melihat ngeri pada Momo yang berhasil membuat rekan mereka sekarat dengan sekali tendangan. Bahkan Kevin sangat kaget melihat kemampuan Momo. Dia tidak berharap gadis itu sekuat ini, dia tidak akan mencari masalah dengannya di masa depan pikirnya.
‘Monster.’ Pikir mereka dalam hati.
“Mereka curang.” Jawab Momo dengan ekspresi serius sambil menatap dingin pada para penjahat itu.
“Koko bisa atasi ini Ayy.” Balas Cleo yang melihat kemarahan gadis itu.
“Kak Kevin udah kecapen tuh.” Balas Momo sambil melirik kasihan pada Kevin yang terlihat kelelahan dengan lebam di wajahnya.
Cleo hanya menghembuskan napasnya kasar mendengar ucapan Momo dan tidak bisa mengelaknya. Dia akhirnya membiarkan Momo membantu mereka.
Dengan adanya Momo, Cleo dan Kevin merasa sangat terbantu. Para penjahat kembali menyerang ketiganya dengan membabi buta, namun mereka bertiga bisa menghindari serangan itu dan balik menyerang mereka. Sepuluh menit kemudian, semua penjahat itu tumbang dengan kondisi yang memprihatinkan. Kevin mengejek mereka setelah melihat kondisi mereka dan memberikan jempol pada Momo yang sangat memukau.
“Bangun lu semua, kata mau bunuh kita berdua. Berdiri aja lu gabisa. Penjahat apaan lu.” Ejek Kevin yang sangat kesal pada mereka karena berhasil membuat wajahnya bengkak akibat terkena pukulan salah satu penjahat.
Tidak lama setelah itu, para bawahan Cleo di dunia bawah datang untuk membantu walaupun sangat terlambat karena para penjahat sudah ditumbangkan. Mereka membungkukkan badan pada Cleo, Momo, dan Kevin lalu meminta maaf atas keterlambatan mereka. Jabby yang melihat Momo berkeringat merasa menyesal datang terlambat karena tidak bisa menonton penampilan gadis itu saat bertarung. Dia sangat mengagumi kemampuan beladiri gadis pujaan bosnya itu.
“Maaf bos, kita terlambat.” Kata Jabby dan beberapa bawahan lainnya.
“Bereskan.” Jawab Cleo singkat.
Mendengar perintah sang bos, Jabby langsung memerintahkan orang-orangnya untuk menangkap para penjahat itu dan membawa mereka ke markas untuk diinterogasi, sedangkan dirinya membantu Kevin yang terlihat kelelahan.
“Kasian bangett muka ganteng lu. Sorry telat, kita udah ngebut banget tadi.” Ucap Gabby pada Kevin. Mereka memang cukup akrab sehingga menggunakan bahasa santai saat mengobrol.
“Sialan lu.” Balas Kevin.
Jabby lalu membantu Kevin masuk ke dalam mobil untuk mengantarnya pulang karena kondisi Kevin yang tidak memungkinkan untuk menyetir sendiri. Kevin dengan senang hati menerima bantuan dari Jabby.
__ADS_1
Sedangkan Cleo segera memastikan kondisi gadis kecilnya.
“Ayy, maaf.” Ucap Cleo setelah memastikan kondisi gadis itu baik-baik saja tanpa lecet sedikitpun.
“Gak papa Ko. Ayo pulang, Momo laper.” Jawab Momo menenangkan Kokonya.
Cleo yang mendengar ucapan Momo malah tambah merasa bersalah karena membuat gadisnya kelaparan. Sekarang dia harus ekstra melindungi Momo, karena Momo sudah terlibat secara tidak langsung pada masalahnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kesayangannya.
Cleo segera meraih tubuh Momo dan memeluknya erat. Dia memejamkan matanya untuk menghilangkan segala beban pikirannya yang membuatnya lelah. Momo merasakan suasana hati Cleo yang buruk pun membalas pelukan kokonya sambil menepuk-nepuk punggungnya lembut.
Setelah puas memeluk Momo, Cleo melepaskan pelukannya dan memutuskan untuk segera mengantar Momo.
“Ayo pulang.” Kata Cleo sambil membuka pintu mobil untuk Momo lalu dia pun segera masuk ke mobil.
Para bawahan dengan setia mengikuti mengikuti mobil Cleo dari belakang untuk mengawal bos mereka.
“Ayy, malasah ini..” Ucap Cleo yang langsung dipotong oleh Momo.
“Tenang aja Ko, Momo gak akan cerita ke siapapun.” Balas Momo yang tahu apa yang akan diucapkan Cleo.
“Terima kasih Ayy.” Jawab Cleo sambil tersenyum dan mengelus rambut Momo dengan sayang.
Cleo merasa bahagia karena Momo selalu mengerti dirinya. Untung saja gadis itu tidak memiliki luka akibat pertarungan tadi, atau dia akan sangat membenci dirinya sendiri karena menyebabkan gadis kesayangannya terluka karena kelalaiannya yang kurang waspada. Padahal siapa yang bisa menduga musibah datang, memang dasar tuan muda bucin.
Lima belas menit kemudian, mereka sampai di depan kediaman Momo. Mobil Kevin dan para bawahan menunggu di luar dan tidak masuk ke area kediaman karena akan menimbulkan kecurigaan. Mereka dengan setia menunggu Cleo mengantar Momo terlebih dahulu.
“Ayy, Koko gak singgah ya. Koko harus menyelidiki masalah ini.” Ucap Cleo.
“Iya. Koko jangan kelamaan begadangnya ya.” Pesan Momo.
“Siap tuan putri. Ayy juga gak boleh begadang, jangan lupa rendam tangan Ayy pake air hangat supaya gak bengkak.” Balas Cleo.
“Siap pak komandan. Koko juga.” Jawab Cleo dan bertingkah layaknya seorang prajurit.
Cleo tersenyum melihatnya lalu memeluk dan mencium puncak Momo lagi sebelum kembali ke apartemennya.
“Koko hati-hati pulangnya. Kabari Momo kalau udah nyampe.” Kata Momo setelah turun dari mobil.
“Siap bos.” Jawab Cleo dan segera melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Alexandra untuk kembali ke apartemennya dan menyelidiki dalang di balik penyerangan tadi.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1