Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Behind The Story Kevin & Cessa


__ADS_3

Cessa lalu memulai cerita flashbacknya bersama Kevin beberapa


jam lalu sampai mereka berakhir datang berdua dengan sangat antusias dan ekspresif.


Flashback On


Jam sembilan pagi Cessa baru terbangun dari tidur cantiknya.


Dia tampak masih menguap dan bangkit dari tempat tidur dengan malasnya.


Kemudian dia sedikit melakukan stretching untuk melemaskan otot-otot badannya


dan agar menjadi lebih segar.


Setelah selesai dengan ritualnya, Cessa kemudian memeriksa


handphonenya. Hal pertama yang dia notice adalah notifikasi panggilan tak


terjawab sebanyak dua kali dan sebuat chat dengan nama pengirim Bro Kevin.


Karena penasaran dengan isi chat tersebut, Cessa langsung membuka pesan tersebut.


‘Bangun woe dasar kebo, udah siang ini belum bangun juga


dasar cewek. Ehem, nanti siang temenin aku jenguk bos ke apartemennya. Tenang,


ada Momo juga disana, jadi jangan kemana-mana dan tunggu aku jemput, by the way


gak terima penolakan. Thanks.’ Itulah isi chat yang dikirim Kevin kepadanya.


Bukannya marah ataupun tersinggung karena dikatai, Cessa


malah merasa lucu dengan isi pesan tersebut. Dia tertawa karena membayangkan


wajah kesal Kevin yang pastinya ingin menghancurkan wajahnya karena dirinya


tidak menerima panggilan teleponnya tadi


Sudah puas tertawa, Cessa lalu menelepon Kevin. Setelah


beberapa saat, panggilannya pun dijawab dengan nada kesal dari Kevin.


“Bangun juga akhirnya. Gimana tidurnya, enak? Bisa-bisanya


anak gadis baru bangun jam segini, awas jodohmu dipatok ayam, nanti nangis. By


the way, jam sebelas aku jemput.” Sindir Kevin langsung setelah menjawab


panggilan telepon dari Cessa.


“Hahaha. Emm, yah, tidurku sangat sangat enak dan nyenyak, Kak


Kevin harus Cobain sih bangun jam segini biar ngerasain vibesnya, hehe. Ohiya,


karena hari ini sangat sangat kebetulan dengan jadwalku yang tiba-tiba kosong


melompong dan diriku pun tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengisi


kekosongan jadwal hari ini, jadi dengan berat hati, aku memutuskan untuk


menerima tawaran menarik dari Saudara Kevin yang terhormat agar aku tidak bosan


di rumah aja. By the way anyway busway nih ya, ada beberapa syarat yang harus


Kakak lakukan agar aku bisa mengumpulkan niat untuk gak ketiduran dan malah


kelupaan ntar.” Kata Cessa panjang lebar dengan satu kali tarikan napas dan


membuatnya lelah sendiri pada akhirnya.


“Hadeh, emang udah seharusnya bisa, kan udah Kakak bilang


gak nerima penolakan.” Balas Kevin sambil mengelus dahinya karena pusing dengan


kecerewetan Cessa.


“Apa lagi syaratnya? Cepet, aku sibuk.” Lanjut Kevin lagi


pada akhirnya tetap menanyakan syaratnya karena Cessa akan benar-benar lupa


nantinya mengingat jiwa keteledoran gadis itu.


“Hehe, gampang, just tiga doang. Pertama, satu jam sebelum


jemput, Kakak harus nelfon supaya aku bisa siap-siap. Kedua, setelah kakak otw


ke sini, kakak juga harus nelfon aku supaya aku gak ketiduran sambil nunggu.


Dan terakhir, beliin coklat kesukaanku di toko roti samping mall deket


restorannya Momo supaya aku happy menemani kakak. Oke, itu aja syarat dari


gadis cantik nan jelita ini, semoga bisa dipenuhi dengan baik oleh Abang Kevin


yang ganteng. Yang paling penting…” Jelas Cessa.


“Oke.” Jawab Kevin singkat lalu langsung memutuskan


panggilan telepon keduanya karena telinganya sudah cukup panas mendengar segala


ucapan tidak karuan dari mulut Cessa.


Cessa yang baru saja ingin melanjutkan ucapannya menjadi


terhenti karena panggilan telepon yang sudah dimatikan secara sepihak oleh


Kevin.


“Ya ampun, belum juga selesai ngomong, dasar otak batu.”


Rutuk Cessa yang kesal pada Kevin.


Setelahnya, Cessa tidak langsung membersihkan dirinya dan

__ADS_1


memilih untuk turun ke lantai satu rumahnya dan ke dapur untuk sarapan. Dia


akan mandi nanti saat akan pergi agar sekalian pikirnya. Padahal dia memang


tidak akan mandi jika tidak beraktivitas di luar ruangan. Prinsipnya sejak dulu


adalah jika tidak mengeluarkan keringat, maka tidak perlu mandi. Dan itu sudah


menjadi tradisi untuknya hingga sekarang. Benar-benar tradisi yang tidak patut


untuk dicontoh.


Tepat jam sepuluh Kevin menelponnya seperti permintaannya


dan mengatakan bahwa satu jam lagi dia akan menjemputnya, sehingga Cessa pun


bergegas untuk mandi dan bersiap-siap. Selesai bersiap dan sudah dikabari lagi


oleh Kevin bahwa dirinya sudah dalam perjalanan untuk menjemputnya, dia segera


turun ke ruang tamu untuk menunggu Kevin. Sebelumnya Cessa sudah meminta izin


pada orangtuanya bahwa dirinya akan pergi bersama Kevin, dan karena Papinya sudah


mengenal Kevin jadi langsung memberikan izin dan berpesan agar tidak pulang


terlalu malam.


Tidak lama kemudian, bunyi klakson mobil pun terdengar, dan


Cessa segera keluar untuk menghampiri pengemudi mobil tersebut karena dirinya


tahu itu pasti Kevin yang sudah sampai untuk menjemputnya. Kevin sudah turun dan


berniat masuk ke rumah Cessa untuk meminta izin pada orangtua gadis itu.


“Om sama tante ada?” Tanya Kevin saat berpapasan dengan


Cessa yang juga sedang keluar menghampirinya.


“Papi udah berangkat ke kantor, kalau Mami udah pergi


arisan. Aku udah izin kok tadi, kata Papi pulangnya jangan terlalu malam. So,


langsung berangkat aja.” Jawab Cessa.


“Oalah, ayo.” Balas Kevin paham.


Cessa hanya berpamitan pada supir keluarganya, lalu keduanya


pun meninggalkan kediaman Cessa dan menuju ke apartemen Cleo.


Di tengah perjalanan, keduanya mampir terlebih dahulu di


toko kue yang menjual coklat yang diinginkan Cessa. Setelah membeli coklat


tersebut, Cessa kembali ke mobil terlebih dahulu, sedangkan Kevin menuju


restoran milik Momo untuk membeli beberapa makanan untuk makan siang mereka berempat


Sambil menunggu, Cessa membuka sosial medianya agar tidak


bosan. Setelah beberapa lama, Kevin pun keluar dari restoran sambil membawa dua


totebag berisi paket makanan yang sudah dia beli lengkap dengan minumannya.


Karena wangi makanan yang dia bawa, dua anjing yang sedang


kelaparan dan duduk di depan restoran itu pun mulai mendekatinya. Kevin yang


notabennya takut pada hewan beranama anjing tersebut pun menjadi panik dan


mulai berjalan dengan cepat. Jantungnnya berpacu secepat dengan laju gerak


kakinya berjalan. Semakin anjing-anjing itu mendekat, Kevin yang sudah banjir


keringat dingin karena panik dan takut pun akhirnya berlari dengan menenteng totebag


berisi paket makanan itu dengan cepat untuk menjauhi anjing yang ternyata


bukannya berhenti tetapi malah terus mengejarnya. Acara kejar mengejar pun


terjadi. Kevin dan kedua anjing itu menjadi tontonan orang-orang yang sedang


lewat. Mereka merasa lucu dan tertawa melihat pemandangan menyedihkan itu namun


tidak ada yang berniat menolong. Bagaimana mau menolong, sedangkan


anjing-anjing yang mengejar tersebut terlihat sangat menggemaskan dan sudah


pasti anjing peliharaan yang tidak akan menggigit orang, buktinya dibiarkan berkeliaran


sendiri seperti itu. Sedangkan Kevin yang tidak tahu apapun dan sudah terlebih


dahulu takut, tidak memikirkan apapun lagi selain berlari menghindari kejaran


kedua anjing itu.


Sadar dirinya sadar ditertawakan, Kevin semakin emosi karena tidak


ada yang menolong, padahal mobil yang diparkirnya masih cukup jauh. Sampai pada


akhirnya ketika dia hampir mendekati mobilnya, sang pemilik anjing-anjing itu


pun datang dan menghentikan peliharaannya dari acara kejar mengejar itu.


Lain halnya dengan Cessa yang tertawa terbahak-bahak karena


menyaksikan adegan lucu itu sejak awal. Ditambah lagi dengan wajah Kevin yang


memerah karena panik, takut, dan marah menjadi satu, Cessa semakin terbahak-bahak


sampai memukul-mukul pintu mobil Kevin. Ya, Cessa tidak menunggu Kevin di dalam

__ADS_1


mobil tetapi menunggunya di luar mobil sambil bersandar pada body mobil.


“Hahahahaha, aduh ngakak. Kasian banget kak dikejar anjing,


hahahaha.” Ejek Cessa sambil terus tertawa setelah Kevin mendekatinya.


“Kampret, bukannya bantuin malah ngetawain.” Balas Kevin


sambil terengah-engah karena kelelahan berlari, namun dibalas dengan tawa oleh


Cessa membuatnya ingin menutup mulut gadis itu tapi ditahannya.


Sedangkan si pemilik anjing mendekat dan meminta maaf pada


Kevin karena kelalaiannya.


“Permisi Mas, maaf banget ya, saya lalai tadi sampai gak


merhatiin peliharaan saya sampai malah ngejar Masnya. Mohon maaf banget Mas ya.”


Kata orang itu sopan.


“Eh, iya, gak papa Pak. Saya emang takut banget sama anjing


jadi langsung lari aja tadi. Lain kali lebih diperhatikan lagi ya Pak, gak


semua orang gak takut sama anjing.” Balas Kevin sambil memberi nasihat pada


pemilik anjing itu.


“Baik Mas. Sekali lagi mohon maaf ya Mas, lain kali saya


akan lebih berhari-berhati. Kalau gitu, saya permisi Mas, Mbak.” Kata orang itu


lagi lalu berpamitan pada Kevin dan Cessa.


Cessa yang sudah berhenti dari tertawanya menenangkan Kevin


karena kasihan pada pria itu dengan memberinya air putih yang diambilnya di


dalam mobil Kevin.


Setelah tenang, keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju


ke tujuan awal mereka yaitu apartemen Cleo.


Cessa terus mengejeknya sampai keduanya sampai di parkiran gedung


apartemen yang ditinggali Cleo, sedangkan Kevin sesekali membalas ejekan Cessa


karena kesal tetapi juga ikut tertawa karena merasa konyol pada dirinya


sendiri. Hari ini pasti jadi momen memalukan dan tidak akan terlupakan untuknya


dan juga Cessa tentunya yang sudah pasti akan menjadikan ini sebagai cara untuk


mengejeknya terus menerus.


Flashback Off


Begitulah behind the story keduanya yang diceritakan oleh


Cessa.


“Hahahaha, aku pasti ngakak tiap ingat kejadian tadi. Sumpah


ya Moy, andai kamu ada terus ngeliat ekspresi Kak Kevin tadi, pasti kamu juga


akan ketawa. Akhirnya aku tahu kelemahan kak Kevin, hahaha.” Kata Cessa


mengakhiri ceritanya.


Momo dan Cleo hanya tersenyum menanggapi cerita Cessa,


sedangkan Kevin memilih masa bodoh karena terlalu malu untuk mengingat kejadian


itu tetapi tetap tertawa karena tawa Cessa yang menurutnya lucu. Acara makan


siang itu berlangsung dengan tawa dan ceria karena Cessa dan Kevin.


Mereka berempat lalu menghabiskan waktu dengan mengobrol


bersama, sharing mengenai bisnis dan pekerjaan masing-masing, atau bahkan membahas


rencana liburan.


Malam harinya, setelah makan malam Kevin dan Cessa


berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing, sedangkan Momo diantar oleh


Cleo ke rumahnya.


Mereka pun menjadi semakin dekat setelah hari itu.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting


jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk


author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2