
Cessa lalu memulai cerita flashbacknya bersama Kevin beberapa
jam lalu sampai mereka berakhir datang berdua dengan sangat antusias dan ekspresif.
Flashback On
Jam sembilan pagi Cessa baru terbangun dari tidur cantiknya.
Dia tampak masih menguap dan bangkit dari tempat tidur dengan malasnya.
Kemudian dia sedikit melakukan stretching untuk melemaskan otot-otot badannya
dan agar menjadi lebih segar.
Setelah selesai dengan ritualnya, Cessa kemudian memeriksa
handphonenya. Hal pertama yang dia notice adalah notifikasi panggilan tak
terjawab sebanyak dua kali dan sebuat chat dengan nama pengirim Bro Kevin.
Karena penasaran dengan isi chat tersebut, Cessa langsung membuka pesan tersebut.
‘Bangun woe dasar kebo, udah siang ini belum bangun juga
dasar cewek. Ehem, nanti siang temenin aku jenguk bos ke apartemennya. Tenang,
ada Momo juga disana, jadi jangan kemana-mana dan tunggu aku jemput, by the way
gak terima penolakan. Thanks.’ Itulah isi chat yang dikirim Kevin kepadanya.
Bukannya marah ataupun tersinggung karena dikatai, Cessa
malah merasa lucu dengan isi pesan tersebut. Dia tertawa karena membayangkan
wajah kesal Kevin yang pastinya ingin menghancurkan wajahnya karena dirinya
tidak menerima panggilan teleponnya tadi
Sudah puas tertawa, Cessa lalu menelepon Kevin. Setelah
beberapa saat, panggilannya pun dijawab dengan nada kesal dari Kevin.
“Bangun juga akhirnya. Gimana tidurnya, enak? Bisa-bisanya
anak gadis baru bangun jam segini, awas jodohmu dipatok ayam, nanti nangis. By
the way, jam sebelas aku jemput.” Sindir Kevin langsung setelah menjawab
panggilan telepon dari Cessa.
“Hahaha. Emm, yah, tidurku sangat sangat enak dan nyenyak, Kak
Kevin harus Cobain sih bangun jam segini biar ngerasain vibesnya, hehe. Ohiya,
karena hari ini sangat sangat kebetulan dengan jadwalku yang tiba-tiba kosong
melompong dan diriku pun tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengisi
kekosongan jadwal hari ini, jadi dengan berat hati, aku memutuskan untuk
menerima tawaran menarik dari Saudara Kevin yang terhormat agar aku tidak bosan
di rumah aja. By the way anyway busway nih ya, ada beberapa syarat yang harus
Kakak lakukan agar aku bisa mengumpulkan niat untuk gak ketiduran dan malah
kelupaan ntar.” Kata Cessa panjang lebar dengan satu kali tarikan napas dan
membuatnya lelah sendiri pada akhirnya.
“Hadeh, emang udah seharusnya bisa, kan udah Kakak bilang
gak nerima penolakan.” Balas Kevin sambil mengelus dahinya karena pusing dengan
kecerewetan Cessa.
“Apa lagi syaratnya? Cepet, aku sibuk.” Lanjut Kevin lagi
pada akhirnya tetap menanyakan syaratnya karena Cessa akan benar-benar lupa
nantinya mengingat jiwa keteledoran gadis itu.
“Hehe, gampang, just tiga doang. Pertama, satu jam sebelum
jemput, Kakak harus nelfon supaya aku bisa siap-siap. Kedua, setelah kakak otw
ke sini, kakak juga harus nelfon aku supaya aku gak ketiduran sambil nunggu.
Dan terakhir, beliin coklat kesukaanku di toko roti samping mall deket
restorannya Momo supaya aku happy menemani kakak. Oke, itu aja syarat dari
gadis cantik nan jelita ini, semoga bisa dipenuhi dengan baik oleh Abang Kevin
yang ganteng. Yang paling penting…” Jelas Cessa.
“Oke.” Jawab Kevin singkat lalu langsung memutuskan
panggilan telepon keduanya karena telinganya sudah cukup panas mendengar segala
ucapan tidak karuan dari mulut Cessa.
Cessa yang baru saja ingin melanjutkan ucapannya menjadi
terhenti karena panggilan telepon yang sudah dimatikan secara sepihak oleh
Kevin.
“Ya ampun, belum juga selesai ngomong, dasar otak batu.”
Rutuk Cessa yang kesal pada Kevin.
Setelahnya, Cessa tidak langsung membersihkan dirinya dan
__ADS_1
memilih untuk turun ke lantai satu rumahnya dan ke dapur untuk sarapan. Dia
akan mandi nanti saat akan pergi agar sekalian pikirnya. Padahal dia memang
tidak akan mandi jika tidak beraktivitas di luar ruangan. Prinsipnya sejak dulu
adalah jika tidak mengeluarkan keringat, maka tidak perlu mandi. Dan itu sudah
menjadi tradisi untuknya hingga sekarang. Benar-benar tradisi yang tidak patut
untuk dicontoh.
Tepat jam sepuluh Kevin menelponnya seperti permintaannya
dan mengatakan bahwa satu jam lagi dia akan menjemputnya, sehingga Cessa pun
bergegas untuk mandi dan bersiap-siap. Selesai bersiap dan sudah dikabari lagi
oleh Kevin bahwa dirinya sudah dalam perjalanan untuk menjemputnya, dia segera
turun ke ruang tamu untuk menunggu Kevin. Sebelumnya Cessa sudah meminta izin
pada orangtuanya bahwa dirinya akan pergi bersama Kevin, dan karena Papinya sudah
mengenal Kevin jadi langsung memberikan izin dan berpesan agar tidak pulang
terlalu malam.
Tidak lama kemudian, bunyi klakson mobil pun terdengar, dan
Cessa segera keluar untuk menghampiri pengemudi mobil tersebut karena dirinya
tahu itu pasti Kevin yang sudah sampai untuk menjemputnya. Kevin sudah turun dan
berniat masuk ke rumah Cessa untuk meminta izin pada orangtua gadis itu.
“Om sama tante ada?” Tanya Kevin saat berpapasan dengan
Cessa yang juga sedang keluar menghampirinya.
“Papi udah berangkat ke kantor, kalau Mami udah pergi
arisan. Aku udah izin kok tadi, kata Papi pulangnya jangan terlalu malam. So,
langsung berangkat aja.” Jawab Cessa.
“Oalah, ayo.” Balas Kevin paham.
Cessa hanya berpamitan pada supir keluarganya, lalu keduanya
pun meninggalkan kediaman Cessa dan menuju ke apartemen Cleo.
Di tengah perjalanan, keduanya mampir terlebih dahulu di
toko kue yang menjual coklat yang diinginkan Cessa. Setelah membeli coklat
tersebut, Cessa kembali ke mobil terlebih dahulu, sedangkan Kevin menuju
restoran milik Momo untuk membeli beberapa makanan untuk makan siang mereka berempat
Sambil menunggu, Cessa membuka sosial medianya agar tidak
bosan. Setelah beberapa lama, Kevin pun keluar dari restoran sambil membawa dua
totebag berisi paket makanan yang sudah dia beli lengkap dengan minumannya.
Karena wangi makanan yang dia bawa, dua anjing yang sedang
kelaparan dan duduk di depan restoran itu pun mulai mendekatinya. Kevin yang
notabennya takut pada hewan beranama anjing tersebut pun menjadi panik dan
mulai berjalan dengan cepat. Jantungnnya berpacu secepat dengan laju gerak
kakinya berjalan. Semakin anjing-anjing itu mendekat, Kevin yang sudah banjir
keringat dingin karena panik dan takut pun akhirnya berlari dengan menenteng totebag
berisi paket makanan itu dengan cepat untuk menjauhi anjing yang ternyata
bukannya berhenti tetapi malah terus mengejarnya. Acara kejar mengejar pun
terjadi. Kevin dan kedua anjing itu menjadi tontonan orang-orang yang sedang
lewat. Mereka merasa lucu dan tertawa melihat pemandangan menyedihkan itu namun
tidak ada yang berniat menolong. Bagaimana mau menolong, sedangkan
anjing-anjing yang mengejar tersebut terlihat sangat menggemaskan dan sudah
pasti anjing peliharaan yang tidak akan menggigit orang, buktinya dibiarkan berkeliaran
sendiri seperti itu. Sedangkan Kevin yang tidak tahu apapun dan sudah terlebih
dahulu takut, tidak memikirkan apapun lagi selain berlari menghindari kejaran
kedua anjing itu.
Sadar dirinya sadar ditertawakan, Kevin semakin emosi karena tidak
ada yang menolong, padahal mobil yang diparkirnya masih cukup jauh. Sampai pada
akhirnya ketika dia hampir mendekati mobilnya, sang pemilik anjing-anjing itu
pun datang dan menghentikan peliharaannya dari acara kejar mengejar itu.
Lain halnya dengan Cessa yang tertawa terbahak-bahak karena
menyaksikan adegan lucu itu sejak awal. Ditambah lagi dengan wajah Kevin yang
memerah karena panik, takut, dan marah menjadi satu, Cessa semakin terbahak-bahak
sampai memukul-mukul pintu mobil Kevin. Ya, Cessa tidak menunggu Kevin di dalam
__ADS_1
mobil tetapi menunggunya di luar mobil sambil bersandar pada body mobil.
“Hahahahaha, aduh ngakak. Kasian banget kak dikejar anjing,
hahahaha.” Ejek Cessa sambil terus tertawa setelah Kevin mendekatinya.
“Kampret, bukannya bantuin malah ngetawain.” Balas Kevin
sambil terengah-engah karena kelelahan berlari, namun dibalas dengan tawa oleh
Cessa membuatnya ingin menutup mulut gadis itu tapi ditahannya.
Sedangkan si pemilik anjing mendekat dan meminta maaf pada
Kevin karena kelalaiannya.
“Permisi Mas, maaf banget ya, saya lalai tadi sampai gak
merhatiin peliharaan saya sampai malah ngejar Masnya. Mohon maaf banget Mas ya.”
Kata orang itu sopan.
“Eh, iya, gak papa Pak. Saya emang takut banget sama anjing
jadi langsung lari aja tadi. Lain kali lebih diperhatikan lagi ya Pak, gak
semua orang gak takut sama anjing.” Balas Kevin sambil memberi nasihat pada
pemilik anjing itu.
“Baik Mas. Sekali lagi mohon maaf ya Mas, lain kali saya
akan lebih berhari-berhati. Kalau gitu, saya permisi Mas, Mbak.” Kata orang itu
lagi lalu berpamitan pada Kevin dan Cessa.
Cessa yang sudah berhenti dari tertawanya menenangkan Kevin
karena kasihan pada pria itu dengan memberinya air putih yang diambilnya di
dalam mobil Kevin.
Setelah tenang, keduanya pun melanjutkan perjalanan menuju
ke tujuan awal mereka yaitu apartemen Cleo.
Cessa terus mengejeknya sampai keduanya sampai di parkiran gedung
apartemen yang ditinggali Cleo, sedangkan Kevin sesekali membalas ejekan Cessa
karena kesal tetapi juga ikut tertawa karena merasa konyol pada dirinya
sendiri. Hari ini pasti jadi momen memalukan dan tidak akan terlupakan untuknya
dan juga Cessa tentunya yang sudah pasti akan menjadikan ini sebagai cara untuk
mengejeknya terus menerus.
Flashback Off
Begitulah behind the story keduanya yang diceritakan oleh
Cessa.
“Hahahaha, aku pasti ngakak tiap ingat kejadian tadi. Sumpah
ya Moy, andai kamu ada terus ngeliat ekspresi Kak Kevin tadi, pasti kamu juga
akan ketawa. Akhirnya aku tahu kelemahan kak Kevin, hahaha.” Kata Cessa
mengakhiri ceritanya.
Momo dan Cleo hanya tersenyum menanggapi cerita Cessa,
sedangkan Kevin memilih masa bodoh karena terlalu malu untuk mengingat kejadian
itu tetapi tetap tertawa karena tawa Cessa yang menurutnya lucu. Acara makan
siang itu berlangsung dengan tawa dan ceria karena Cessa dan Kevin.
Mereka berempat lalu menghabiskan waktu dengan mengobrol
bersama, sharing mengenai bisnis dan pekerjaan masing-masing, atau bahkan membahas
rencana liburan.
Malam harinya, setelah makan malam Kevin dan Cessa
berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing, sedangkan Momo diantar oleh
Cleo ke rumahnya.
Mereka pun menjadi semakin dekat setelah hari itu.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting
jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk
author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode berikutnya.