Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Mengunjungi Restoran


__ADS_3

Keesokan harinya Momo bangun lebih pagi dari biasanya. Setelah bermeditasi sebentar, dia menuju kamar Cessa untuk membangunkan gadis itu. Hari ini mereka berencana untuk mengunjungi kantor Kevin untuk tujuan mencari designer yang cocok.


“Ce, bangun. Atau gua tinggal.” Kata Momo membangunkan Cessa yang masih nyaman dengan kasurnya.


Cessa yang mendengar ancaman Momo langsung bangun dan menuju kamar mandi. Tentu saja, itu bukan sekedar ancaman saja, jadi dia segera bangun dan bersiap-siap.


Momo pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap. Dua puluh menit kemudian, keduanya selesai bersiap-siap dan bersama-sama turun menuju ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi menuju tempat tujuan hari ini.


“Morning Pah,Mi.” Sapa keduanya lalu bergabung untuk sarapan.


“Morning gadis-gadis. Pagi-pagi udah pada rapi, mau ke mana nih?” Tanya Mami Via yang melihat keduanya sudah rapi pagi-pagi sekali.


“Ke kantor kak Kevin Mi. Mau nyari-nyari arsitek buat design bakal resort di Bali.” Jawab Momo menjelaskan rencana keduanya.


“Papa dengar banyak arsitek ternama di bawah naungan perusahaan si Kevin. Sudah banyak karya mereka yang diapresiasi. Semoga kamu bisa ketemu yang cocok dengan konsep yang sudah kamu siapkan. Papa siap membantu apa saja nanti.” Ucap sang Papa.


“Iya Pah. Momo udah dengar juga dari Koko. Semoga dapat yang cocok supaya Momo bisa lanjut ke proyek lainnya.” Balas Momo.


“Papa bangga sama kamu, sayang. Memang putri Alexandra.” Ucap sang Papa dengan bangga kepada Momo putri tercintanya.


“Semua berkat doa dan dukungan Papa dan Mami. Oh iya, hari ini Momo bakal terlambat pulang, karena masih mau ngecek restoran sekalian nanti ngantar Cessa ke rumahnya.” Kata Momo meminta izin untuk pulang sedikit terlambat karena jadwalnya cukup padat hari ini.


“Iya sayang. Hati-hati di jalan. Segera kabari kalau ada apa-apa.” Ucap sang Papa.


“Kalau sampai kemaleman banget, nginap aja di rumah Cessa, atau minta jemput Mang Ujang, jangan sampai nyetir sendiri malem-malem, bahaya.” Nasihat sang Mami pada anak gadisnya.


“Siap Mamiku cantik.” Balas Momo.


“Ya sudah Papa berangkat duluan ya, ada meeting penting pagi ini.” Pamit sang Papa sambil mencium pipi istri dan anaknya.


“Hati-hati Pah.” Jawab ketiganya. Mami Via lalu mengantar suaminya ke depan rumah untuk berangkat kerja.


Sepuluh menit kemudian, Momo dan Cessa pun berpamitan pada Mami Via.


“Mi, Momo dan Cessa juga berangkat ya, takut ngantri nanti kalau kesiangan.” Pamit Momo dan Cessa sambil mencium tangan sang Mami.


“Hati-hati ya sayang, ingat pesan Papa dan Mami, oke.” Balas sang Mami.


“Siap laksanakan Nyonya.” Jawab Momo dan Cessa.

__ADS_1


Keduanya pun segera menuju ke halaman depan untuk mengambil mobil yang sudah disiapkan oleh Mang Ujang. Kali ini Cessa yang menyetir karena Momo sedang malas untuk menyetir. Setelah meninggalkan kediaman, keduanya segera menuju ke tujuan pertama mereka hari ini, yaitu kantor Kevin.


Dua puluh menit kemudian, keduanya sampai di sebuah bangunan dengan plang bertuliskan ‘KV Design’ dan segera masuk ke dalamnya setelah memarkirkan mobil mereka. Ternyata mereka telah ditunggu oleh manager kantor tersebut atas arahan Kevin. Mereka langsung diantar menuju ruangan tempat para arsitek bekerja.


Setelah mengobrol dengan beberapa arsitek, ternyata mereka belum menemukan yang cocok. Sampai pada seorang pria muda yang terlihat manis namun baru saja lulus, mereka menemukan kecocokan. Mereka langsung membahas kerjasama dan akan menandatangi kontrak kerjasama kemudian. Arsitek tersebut seorang pria mudah yang baru saja lulus dari pendidikan S2nya bernama Arnold. Selain karena rancangan dadakannya cocok dengan konsep yang direncanakan Momo, dia juga cukup kompeten dan memiliki potensi sehingga Momo langsung menyukainya dan mengajak kerjasama.


“Selamat bekerjasama.” Ucap Momo sambil menjabat tangan pemuda manis itu.


“Terima kasih banyak atas kepercayaan Mba Momo. Saya tidak akan mengecewakan kepercayaan yang diberikan. Mohon bimbingannya.” Balas Arnold dengan hati penuh kebahagiaan. Dia tidak menyangka akan langsung mendapat klien yang mempercayakan sebuah proyek besar kepadanya. Dia merasa sangat bersyukur dipertemukan dengan Momo dan Cessa yang ternyata langsung mempercayakan sebuah proyek setelah melihat rancangannya.


Satu jam lamanya Cessa dan Momo berada di kantor Kevin sampai akhirnya terlihat meninggalkan kantor tersebut setelah menemukan arsitek yang cocok dengan konsep yang Momo rencanakan. Proyek tersebut merupakan proyek pertama Momo yang collab bersama Cessa, dan Momo dengan senang hati membiarkan sahabatnya ikut mengerjakan proyek tersebut karena merasa Cessa berkompeten.


Setelah meninggalkan kantor Kevin, keduanya lalu menuju ke restoran pusat milik Momo. Restoran tersebut Momo beri nama ‘ AM’Resto ’ yang merupakan singkatan nama dan marganya. Petugas satpam yang melihat kedatangan bosnya langsung mengabari manager untuk menyambut sang bos. Manager yang mendengar hal tersebut kaget dan senang karena akhirnya bosnya menyempatkan waktu untuk mengunjungi restoran padahal kemarin baru saja menggelar acara di rumahnya. Para karyawan lama dan baru yang penasaran dengan sosok bos mereka sangat antusias menanti bos mereka. Ketika Momo dan Cessa masuk, semua orang terpana dan terpesona pada kecantikan Momo, bahkan para pelanggan yang sedang makan pun menghentikan acara makannya karena terpesona dengan aura dan kecantikan Momo. Cessa juga tidak kalah menarik, namun masih kalah cantik dan beraura dari Momo, tetapi dia yang selalu menikmati momen-momen menjadi pusat perhatian seperti ini, dasar narsis.


Semua karyawan menyapa bosnya yang berjalan bersama manajer restoran. Momo hanya menganggukan kepala sebagai balasan. Mereka semua sudah tahu kepribadian Momo karena selalu diberitahukan oleh sang manager sehingga mereka tidak akan merasa Momo sosok yang sombong.


Momo dan Cessa lalu diantar ke ruangan khusus Momo oleh manager yang diketahui bernama Eka. Eka merupakan salah satu orang kepercayaan Momo. Mereka bertemu secara tidak sengaja, lalu Momo menawarkan dia untuk menjadi manager restorannya.


“Mohon maaf Bos sambutannya sangat kurang karena kedatangan Mba Momo yang sedikit mendadak.” Kata Eka meminta maaf karena sambutan mereka yang menurutnya terlalu sederhana.


“Iya, gak papa.” Jawab Momo. Dia lebih suka seperti ini daripada disambut dengan heboh, makanya dia sengaja datang tanpa memberitahukan Eka terlebih dahulu. Sebenarnya Momo melarang mereka memanggilnya bos karena kurang nyaman, namun mereka bersikeras untuk menghormati bos mereka, sehingga Momo tidak mempermasalahkan itu lagi.


Momo menganggukan kepala sebagai jawaban. Setelah beberapa saat, manager Eka kembali dengan sebuah file proposal yang dibawanya.


“Ini bos proposalnya.” Kata Eka sambil memberikan proposal yang dibawanya kepada Momo.


Momo menerima proposal tersebut dan merasa tertarik dengan penawaran yang ada dalam proposal tersebut. Rancangan kerjasama yang tertulis juga menarik perhatiannya. Entah mengapa Momo merasa orang yang mengajak kerjasama ini memiliki ketertarikan bisnis yang mirip dengannya.


“Setujui proposalnya dan undang beliau untuk penandatanganan kontrak secepatnya.” Ucap Momo setelah merasa yakin pada keputusannya.


Manager Eka cukup kaget pada respon Momo, karena menurutnya bosnya itu sangat pemilih dalam menerima klien yang mengajak kerjasama. Namun dia percaya dengan penglihatan bosnya, buktinya restoran bosnya sangat berkembang dan sudah memiliki cabang di seluruh provinsi dan kota.


“Orangnya kebetulan ada di sini sekarang, apakah bos ingin bertemu? Saya akan memanggil beliau jika bos ingin bertemu.” Tanya manager Eka.


“Oh, boleh.” Jawab Momo singkat.


Sambil menunggu manager Eka memanggil orang tersebut, Cessa memulai obrolan.


“Moy, arsitek tadi cakep banget. Imut banget. Lu kok bisa langsung percayain proyek itu ke dia?” Tanya Cessa memulai obrolan. Dia heran kenapa sahabatnya langsung mengajak kerjasama pada pria yang baru lulus kuliah. Tapi dia percaya dengan penilaian sahabatnya yang sudah seperti cenayang itu.

__ADS_1


“Anaknya kompeten. Masa depannya bagus.” Jawab Momo penuh misteri.


“Iya, rancangan dadakannya tadi juga keren banget sih, langsung pas sama konsep kita. Emang berbakat sih.” Balas Cessa sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


“Lu kapan mulai kerja di kantor Papa Jun?” Tanya Cessa lagi.


“Minggu depan.” Jawab Momo.


“Keren banget lu bisa yakinin Papa Jun buat jadi karyawan junior dulu, ga langsung jadi direktur. Gua malah disuruh bokap jadi manager di kantornya. Menurut lu gua bisa ga ya ngemban tugas dari bokap? Lu tau sendiri gua masih kekanak-kanakan gini.” Tanya Cessa meminta pendapat sahabatnya.


“Papa emang selalu ngebebasin gua. Tapi lu pasti bisa, ada gua yang siap bantu lu kapanpun.” Jawab Momo.


Cessa terharu mendengar jawaban sahabatnya. Ini yang membuat dia menyayangi Momo, karena Momo selalu mendukungnya dan selalu paling mengerti dirinya, walaupun sahabatnya itu terkesan cuek. Hanya dia yang tahu bagaimana perhatiannya sahabatnya itu padanya.


“Lu emang the best Moy, paling bisa nenangin gua. Jangan tinggalin gua ya kalo udah jadian ama Ko Cleo.” Balas Cessa haru.


“Tergantung.” Balas Momo singkat.


“Gua ga rela sahabat gua diambil Ko Cleo. Pasti waktu berdua kita jadi terbatas.” Keluh Cessa yang hanya diabaikan oleh Momo.


Setelah beberapa saat, manager Eka kembali bersama seorang pria muda yang tampan dan gagah. Wajahnya putih bersih, memiliki mata yang tajam, hidung mancung, dan sepertinya bukan orang Indonesia asli.


Cessa tampak terpesona dengan ketampanan pria itu, berbeda dengan Momo yang terlihat biasa saja. Menurutnya hanya Kokonya yang mampu membuatnya terpesona sejauh ini.


Pria tampan itu begitu kaget saat melihat Momo. Dia tidak menyangka calon kliennya adalah gadis yang pernah ditemui di panti asuhan beberapa waktu lalu.


‘Dia? Secepat ini ketemu lagi? Ini jelas takdir.’ Batin pria tampan itu yang masih terpesona dan kaget setelah melihat Momo.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2