
Cleo melihat jam tangannya dan ternyata sudah waktunya makan siang. Dia lalu mengajak Momo keluar untuk makan siang.
“Ayy, udah waktunya makan siang. Ayo keluar bareng Koko. Ayy mau makan dimana?” Ajak Cleo pada Momo.
Momo yang sedang asyik membaca majalah segera melihat jam dan ternyata memang sudah waktunya makan siang. Sebenarnya dia cukup malas untuk keluar ke restoran dan sebagainya untuk makan siang, sehingga dia berkata kepada Cleo tentang apa yang dipikirkannya.
“Momo males keluar Ko, boleh makan di sini aja?” Kata Momo.
“Boleh, nanti Koko minta diantarkan makanan aja ke sini.” Jawab Cleo.
“Hm, atau kita makan di kantin kantor aja Ko? Momo pengen ke sana.” Ucap Momo menanyakan pendapat Cleo.
“Ayy ga masalah emang? Disana pasti rame.” Tanya Cleo memastikan karena tahu gadisnya tidak menyukai keramaian.
“Kan ada Koko. Udah, ayo.” Jawab Momo sambil menarik tangan Cleo dengan semangat.
“Ajak kak Kevin juga ya Ko, sama sekertaris Koko, biar ga sepi.” Kata Momo setelah keduanya keluar dari ruangan.
Cleo pun menganggukkan kepala sambil tersenyum pada gadis kecilnya itu. Setelah melewati meja Bram, Cleo segera memanggilnya dan meminta Bram untuk memanggil Kevin juga. Beberapa saat kemudian, Kevin dan Bram pun bergabung, lalu mereka berempat pun menuju ke kantin kantor. Momo dan Cleo berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan, sedangkan Kevin dan Bram dengan setia mengikuti keduanya dari belakang.
“Moy, bisa-bisanya kamu ngajak Cleo makan di kantin kantor. Bakal bikin heboh satu perusahaan sih ini. Habis ini pasti muncul headline di grup karyawan ‘Bos Besar Akhirnya Memasuki Kantin untuk Makan Siang. Suatu Kejadian Langka Telah Terjadi’, hahaha.” Kata Kevin dengan ekspresi dan nada bak seorang pembawa berita gosip. Kevin tidak menggunakan bahasa santai (lu, gua) kepada Momo karena cukup segan dengan Momo walaupun mereka cukup dekat.
“Sesekali kak. Aku penasaran sama menu kantin.” Jawab Momo.
“Tenang, menu kantin kantor sini gak bakal mengecewakan. Ada menu makanan favorit bos juga disana.” Balas Kevin.
“Wih, mantep.” Balas Momo lagi.
Cleo tidak ikut dalam percakapan keduanya dan hanya menjadi pendengar sama seperti Bram. Ketika mereka keluar dari lift bersama, mereka berempat langsung menjadi pusat perhatian para karyawan yang juga menuju kantin kantor. Mereka sangat terkejut melihat Presdir dingin mereka yang dengan santai menggandeng tangan seorang gadis yang sangat cantik dan imut. Di belakang keduanya ada asisten Kevin dan sekertaris Bram yang setia mengikuti Presdir dan gadis yang digandengnya. Mereka bahkan lebih terkejut lagi melihat bos besar mereka yang selalu tersenyum lembut saat melihat gadis di sampingnya. Benar-benar kejadian langka yang mendebarkan hati semuanya.
Mereka sangat penasaran dengan identitas gadis yang digandeng oleh bos besar mereka itu. Tapi mereka tahu, gadis itu pasti orang penting bagi sang bos melihat perlakuan yang diberikan bos besar pada gadis itu. Yang lebih membuat mereka syok adalah, tujuan bos besar ternyata sama dengan mereka. Mereka segera memberi jalan pada rombongan bos besar mereka sambil membungkukan badan menyapa para petinggi tersebut. Kevin dan Bram membalas sapaan mereka, namun tidak dengan Cleo dan Momo yang hanya fokus pada tujuan mereka.
Kantin itu memiliki sistem seperti kantin sekolah elit dimana para karyawan akan mengantri setelah menunjukkan kartu identitas karyawan. Mereka bebas mengambil apapun sebanyak apapun. Makanan di kantin juga sangat enak sehingga tidak ada yang memesan makan dari luar untuk makan siang, kecuali malam jika mereka lembur karena kantin hanya buka dari pagi untuk sarapan sampai siang untuk makan siang saja. Jika ingin membeli cemilan atau yang lainnya, tersedia juga koperasi kantor yang mirip supermarket mini di samping kantin. Para karyawan sangat puas dengan fasilitas kantor mereka sehingga mereka tidak akan mengeluh dengan segala pekerjaan yang diberikan bos besar mereka. Itu cukup setimpal dengan gaji dan fasilitas yang mereka dapat.
Cleo memiliki ruangan khusus di kantin walaupun tidak pernah digunakan dan baru pertama kali ini akhirnya terpakai, namun ruangan tersebut selalu dijaga kebersihannya. Mereka pun segera menuju ke ruangan tersebut, sedangkan Kevin terlebih dahulu memesan menu yang ingin mereka makan lalu menyusul ketiganya.
Setelah menunggu beberapa saat, koki pun datang dengan membawa berbagai hidangan mewah dan makanan favorit Presdir. Setelah meletakkan semua hidangan ke meja, sang koki segera mengundurkan diri dan membiarkan keempatnya makan dengan damai.
__ADS_1
Momo yang melihat makanan yang tersaji segera menyantapnya dengan lahap namun elegan karena sudah lapar. Cleo juga segera makan sambil memotong daging untuk gadisnya, sehingga Momo tidak perlu repot-repot memotong daging dan tinggal memakannya saja. Sesekali Momo menyuapi Cleo saat melihat Kokonya hanya sibuk memotong daging untuknya tanpa menyantap makanannya. Karena merasa daging yang sudah dipotong Kokonya sudah cukup banyak, Momo segera menghentikan Cleo dari kegiatan memotongnya dan memintanya untuk makan bagiannya juga, dan Cleo segera menuruti permintaannya.
Kevin dan Bram yang melihat pemandangan romantis itu merasa takjub pada Momo yang bisa dengan santainya memerintah Cleo dan bahkan membuat bos kejam itu repot-repot mengiriskan daging untuknya. Di masa depan, mereka tidak akan mencari masalah atau menyinggung gadis itu agar aman dari amukan bos besar mereka yang kejam dan dingin itu.
Acara makan siang keempatnya berjalan dengan damai. Cleo yang jarang sekali menghabiskan makannya, siang ini terlihat makan cukup banyak dan menghabiskannya karena disuapi Momo dan juga memang diminta untuk menghabiskan makanannya oleh Momo. Kevin senang melihat itu, karena sahabatnya itu sangat jarang makan banyak dan teratur, sehingga melihatnya yang makan dengan lahap seperti itu membuat dia tersenyum bahagia. Dia berharap sahabatnya akan selalu seperti itu. Selama ini dia cukup kasihan pada Cleo yang hanya menghabiskan hari-harinya ke dalam pekerjaan dan urusan dunia bawahnya tanpa memikirkan kebahagiaannya. Namun setelah kedatangan Momo, sahabatnya menjadi lebih hidup dan bahagia. Dia berharap kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya. Di hatinya, mereka sama pentingnya dengan keluarganya, dia akan melindungi mereka semua yang berharga baginya.
“Gimana Moy makanannya?” Tanya Kevin pada Momo setelah mereka selesai makan.
“Mantep kak.” Jawab Momo.
“Jelas dong, syukurlah kalo kamu suka. By the way, ini Bram sekertaris bos salah satu orang kepercayaan Papi Key tapi diambil sama si bos.” Kata Kevin sambil memperkenalkan Bram pada Momo.
Bram yang mendengar namanya disebut segera memperkenalkan dirinya lagi pada Momo.
“Saya Bram, sekertaris Bos.” Kata Bram sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Momo.
“Momo.” Balas Momo dan menyambut jabatan tangan Bram.
Cleo hanya tersenyum melihat itu dan malah sibuk merapikan anak rambut Momo yang dirasanya mengganggu penglihatannya. Kevin yang melihat kelakuan bosnya hanya bisa geleng-geleng kepala dan mulai terbiasa sejak acara penyambutan Momo tempo hari.
Kevin kembali ke ruangannya, Bram kembali ke mejanya, lalu Cleo dan Momo kembali ke ruangan Cleo.
“Ayy duduk dulu ya, Koko lanjut kerja. Masih banyak berkas yang harus Koko selesaikan hari ini. Ayy gak papa kan?” Kata Cleo pada Momo. Dia ingin mengantar gadis itu pulang, tapi dia sendiri tidak rela gadis itu meninggalkannya.
“Iya Koko. Semangat kerjanya.” Balas Momo yang membuat Cleo tersenyum dan mengelus kepala gadis itu.
Cleo kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan serius. Sedangkan Momo memilih untuk menonton video idol kesukaannya namun tidak mengganggu Cleo karena dia menggunakan earphone. Sepuluh menit kemudian, Momo merasa mengantuk dan tidak bisa lagi menahan kantuknya, sehingga dia tertidur begitu saja di sofa dengan video yang masih terputar di layar hpnya.
Cleo yang penasaran denga napa yang dilakukan gadis itu, menoleh dan melihat Momo yang tertidur dengan layar hpnya yang menyala.
‘Ketiduran?’ Batinnya setelah melihat Momo. Dia merasa lucu dan segera mendekat ke arah Momo lalu menggendong gadis itu menuju kamar pribadinya yang ada di ruangan itu untuk membiarkan gadis itu tidur di kamarnya.
Setelah meletakkan dagis itu ke tempat tidur dengan pelan dan berhati-hati, Cleo lalu menutup tubuh gadisnya dengan selimut dan menyalakan AC agar gadisnya tidak kepanasan. Setelah menyesuaikan suhu AC, dia kembali melihat wajah cantik gadis kecilnya, mengusap rambutnya lalu pipinya.
‘Bahkan tidurnya juga selalu cantik.’ Batinnya lagi yang merasa gadisnya tidak pernah terlihat buruk di segala suasana.
Dia kemudian mencium kening Momo dengan lembut dan lama sambil memejamkan matanya. Dalam hatinya dia berharap selalu dekat dengan gadis itu dan melihanya setiap saat. Tidak ada yang bisa membuatnya sebahagia ini selain gadis kecil di depannya. Gadis itu yang sudah mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka dan bahkan menempati seluruh ruang hatinya, sehingga tidak ada lagi tempat sedikitpun untuk orang lainsebelum akhirnya kembali ke ruangannya untuk lanjut menyelesaikan pekerjaannya dan membiarkan gadisnya tidur dengan nyaman. Gadis itu yang membuat dia rela menahan rindu dan menjadi orang yang cukup sabar untuk menanti kepulangannya. Gadis itu yang tahu semua rahasia hidupnya yang tidak semua orang tahu itu. Gadisnya yang selalu ingin dia lindungi dan bahagiakan. Gadisnya yang akan menjadi satu-satunya pendamping hidupnya. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil gadis itu, membuatnya menangis, atau membuatnya marah, atau dia hanya akan menghancurkan orang itu tanpa belas kasihan. Tidak ada yang lebih berharga selain gadis kecilnya.
__ADS_1
Setelah puas memandang Momo, dia kemudian meninggalkan gadis itu untuk melanjutkan pekerjaannya, membiarkan gadisnya tidur dengan nyaman.
Setengah jam kemudian, Kevin masuk ke dalam ruangan dengan membawa beberapa berkas yang telah diperiksanya untuk ditanda tangani oleh Cleo setelah dipersilahkan masuk oleh bosnya. Ketika masuk ke ruangan itu, dia tidak melihat Momo.
“Ini bos berkas yang sudah saya periksa, silahkan periksa lagi sebelum ditanda tangani.” Kata Kevin sambil menyerahkan berkas yang dibawanya kepada Cleo.
Cleo lalu menerimanya dan memerika satu persatu berkas tersebut. Bukannya dia tidak percaya pada kemampuan Kevin, hanya saja dia memiliki beberapa poin penting yang belum dipahami Kevin sehingga dia perlu memeriksanya sendiri.
“Momo udah pulang, bos?” Tanya Kevin yang tidak melihat keberadaan Momo.
“Tidur.” Jawab Cleo singkat namun bisa dipahami oleh Kevin.
“Bos, dua hari ini ada yang coba nyelidikin perusahaan tapi langsung dicegah sama tim IT. Keknya orang yang mau menjatuhkan bos. Identitasnya masih diselidiki karna dia pakai jasa peretas.” Lapor Kevin pada Cleo terkait orang yang berusaha menyerang keamanan perusahaan.
“Cari masalah. Hancurkan aja kalau udah ketahuan.” Balas Cleo sambil tersenyum sinis. Matanya menampakkan tatapan dingin dan kejam yang menusuk, aura dingin keluar dari tubuhnya membuat Kevin bergidik ngeri melihat ekspresi bosnya. Seseorang sudah menyinggung harimau yang sedang tidur. Dia merasa kasihan pada nasib orang yang sebentar lagi akan dihancurkan oleh Cleo dengan kejam. Namun mereka sendiri yang mencari masalah dengan orang kejam ini.
“Siap bos. Saya juga sudah menghubungi Jabby untuk menyelidiki orang itu.” Jawab Kevin.
Cleo hanya menganggukan kepala dan melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak terlalu memikirkan orang itu karena percaya pada kemampuan orang-orang kepercayaannya. Dia akan memberikan hukuman berharga untuk orang itu jika sudah tertangkap nanti. Dia sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini, karena sudah sereing terjadi dan merupakan hal wajar di dunia bisnis. Namun sepertinya orang yang mencari masalah ini adalah orang baru karena berani menyinggung CM Corp. yang pemiliknya adalah anak dari Tuan Grissham. Jika orang-orang lama, mereka tidak akan berani menyinggung keluarga Grissham karena sudah tahu akan konsekuensi yang didapat jika menyinggung keluarga kejam ini.
‘Benar-benar susah hidup tenang.’ Batin Cleo kesal.
Kevin segera kembali ke ruangannya setelah melaporkan hal tersebut dan mendapat tanda tangan dari Cleo untuk berkas-berkas yang dibawanya tadi. Dia juga menunggu kabar dari Jabby agar segera menghukum orang yang berani mengusik ketenangan sahabat rasa saudaranya itu.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.
.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1