Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Menginap 1


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan Cleo akhirnya


terbangun lebih dahulu. Dia mengucek matanya sebentar lalu menatap gadis yang


masih tertidur dengan nyaman di pangkuannya tanpa ada tanda-tanda akan


terbangun. Cleo tersenyum dan mengelus lembut rambut halus gadisnya dengan


penuh kasih sayang. Dia terus menatap wajah gadisnya tanpa sedetikpun


memalingkan wajahnya dari wajah cantik itu, seolah-olah pemilik wajah cantik


itu akan menghilang dari pandangannya jika dia memalingkan pandangannya. Gadis


itu benar-benar telah mencuri seluruh perhatiannya.


Setengah jam kemudian, mata cantik itu akhirnya mulai menunjukkan


tanda-tanda akan terbuka. Momo merasa tidur siangnya ini adalah yang paling


lama dan nyaman yang dirasanya setelah sekian lama. Dia sepertinya tidak ingin


bangun dari tidur nyamannya, namun dia segera menyadari ada yang salah dengan


posisi tidurnya. Di depan wajahnya tercium aroma maskulin yang sangat nyaman


dihidungnya, lalu terasa seperti bertekstur dan berbentuk yang tertutup sebuah


kain. Setelah dirasanya cukup sadar, dia akhirnya benar-benar membuka matanya.


Hal pertama yang dilihat Momo adalah tampilan perut seseorang,


apalagi tangannya yang memeluk perut itu dengan erat. Momo sangat kaget dan


terpaku sesaat, jantungnya berdetak dengan kencang karena syok dan sedikit


takut. Pikirannya mulai liar dan dia bahkan lupa saat ini dia berada di


apartemen Cleo.


“Udah bangun? Kalau masih ngantuk tidur lagi aja.” Suara


tenang dan hangat itu menyadarkan Momo dari lamunannya.


Momo segera melihat wajah pemilik suara itu yang sedang


tersenyum hangat padanya dan seketika hatinya menjadi tenang. Momo menjadi


canggung dan refleks bangkit dari posisi berbaringnya lalu terbatuk dengan


canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat Cleo tersenyum


geli dengan tindakan gadis kecilnya.


“Uhuk, uhuk. Kenapa Koko gak bangunin Momo? Kan Koko masih


sakit malah mangku Momo, maaf.” Kata Momo dengan wajah semerah tomat karena


malu dan merasa bersalah juga canggung karena posisi tidurnya barusan.


“Ayy kelihatan capek banget jadi Koko gak enak mau bangunin.


Lagian Koko udah mendingan kok, jadi jangan merasa bersalah” Kata Cleo menenangkan


Momo.


Cleo tersenyum dan mengelus wajah Momo untuk menenangkannya


dan itu berhasil membuat Momo tersenyum lega.


“Ya udah, Koko tinggal mandi bentar ya. Ayy boleh ngapain


aja disini, senyamanmu aja ya.” Kata Cleo sambil berdiri.


“Iya Ko.” Balas Momo tersenyum.


Cleo mengelus rambut Momo sebentar lalu meninggalkan


gadisnya untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri. Sementara itu Momo


membuka handponenya untuk memeriksa email. Dia memilah-milah email yang


dirasanya penting dan segera membuka dan memeriksanya.


Di kamar Cleo, setelah dirinya membersihkan diri, dia lalu


mengambil handphonenya dan menelepon manager butik milik Maminya yang tidak

__ADS_1


jauh dari gedung apartemen yang ditinggalinya.


“Halo Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?” Tanya manager setelah


menjawab telpon dari Cleo. Dia berkeringat dingin karena sangat takut dirinya


dipecat atau semacamnya karena jarang sekali Cleo menelepon dirinya.


“Antarkan satu set pakaian casual juga pakaian dalam wanita ke


apartemen saya segera, ukuran Momo.” Jawab Cleo lalu langsung memutuskan


panggilan tanpa menunggu jawaban dari manager itu.


Manager itu tertegun sejenak mendengar perintah Tuan Muda Grissham


itu karena nada datar dan dingin yang tidak ingin dibantah itu. Lalu manager


itu mengelus dadanya lega karena putra bosnya bukan memecatnya. Dia segera


menyiapkan pakaian wanita dengan ukuran yang sesuai dengan pesan sang tuan


muda. Manager itu mengenal Momo karena dia sudah lama bekerja untuk keluarga


Grissham dan sangat menghormati mereka dan orang-orang yang dekat dengan


keluarga Grissham.


Manager itu menyiapkan pesanan Cleo sambil tersenyum karena


merasa Cleo yang dingin dan kejam itu ternyata bisa seperhatian itu pada


seorang gadis yang emang diketahui sangat dicintai Cleo. Setelah membungkus


beberapa set pakaian lengkap dengan pakaian dalam wanita, manager itu lalu


memanggil salah satu karyawan untuk mengantarkan ke apartemen Cleo.


Kembali ke Cleo, setelah menelepon manager butik untuk


mengantarkan pakaian wanita, Cleo segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang


tamu tempat Momo berada. Melihat gadis itu yang begitu serius pada layar handphonenya


membuat Cleo tersenyum dan berjalan mendekati sofa tempat Momo duduk kemudian


ikut duduk di sampingnya. Lama Cleo memperhatikan Momo dalam diam dan tampaknya


dan memecah keheningan di antara keduanya.


“Mau pake laptop Koko?” Tanya Cleo dengan suara lembut


seperti biasanya dia berbiacara pada Momo.


“Gak usah Ko, bentar lagi Momo pulang kok.” Jawab Momo


sambil tersenyum pada Cleo.


Cleo yang baru ingin mengatakan sesuatu terhalang oleh


dering telepon milik Momo. Setelah melihat nama penelepon, Momo segera menjawab


panggilan tersebut dengan santai.


“Halo Mi, ada apa?” Tanya Momo pada penelepon yang ternyata


adalah sang Mami.


“Halo sayang, kamu masih di apartemen Kokomu?” Tanya balik


Mami bukannya menjawab pertanyaan Momo membuat Momo menghela napas kasar.


“Iya Mi, bentar lagi Momo pulang, ini masih ngerjain kerjaan


dikit.” Jawab Momo.


“Oalah, syukurlah. Kamu jangan pulang dulu, Mami Cla tadi


nelpon Mami minta tolong kamu nemenin Kokomu dulu si situ malam ini soalnya


Mami Cla ada urusan jadi gak bisa nemenin Kokomu, kasian masih sakit katanya.


Kamu juga kan tadi pagi buru-buru banget nyamperin Kokomu yang sakit. Ohiya,


gimana keadaan Kokomu sekarang, udah mendingan?” Kata Mami Via panjang lebar.


Momo mengernyit heran dengan ucapan panjang lebar Maminya

__ADS_1


apalagi menyuruhnya menginap untuk menjaga Cleo, namun karena itu adalah


permintaan dari Mami Cla (Mami Clarissa) sehingga dia hanya bisa menurut


walaupun sebenarnya dirinya cukup keberatan.


“Koko udah mendingan, dan kayaknya gak perlu buat Momo temenin


disini. Lagian Momo masih ada kerjaan yang harus Momo selesaikan malam ini,


laptop Momo aja disitu Mi.” Balas Momo.


“Eh, gak boleh gitu. Pokoknya malam ini kamu temenin Kokomu


disitu. Nanti kalo tiba-tiba Kokomu kenapa-kenapa trus gak ada yang nemenin


gimana, udah nginep aja disitu, jagain Kokomu. Dah, Mami sibuk jadi mami matiin


telponnya, bye sayangku, muach.” Kata Mami Via dan langsung memutuskan


panggilan telepon mereka.


“Eh, halo Mi. Ya ampun.” Momo menghela napas kasar lalu berbalik


melihat Cleo yang daritadi memperhatikannya dalam diam.


Melihat wajah Cleo yang masih pucat dan terlihat lemah,


akhirnya Momo memutuskan untuk menginap karena khawatir apabila kata-kata sang


Mami tadi benar-benar terjadi. Momo akhirnya tersenyum pada Cleo yang


sepertinya mendengar percakapannya dan sang Mami, karena terlihat dari raut


wajahnya yang seperti merasa bersalah.


“Ayy kalau mau pulang gak papa, Koko udah enakan kok


sekarang.” Kata Cleo karena merasa bersalah pada Momo yang sepertinya tidak


ingin menginap.


“Gak kok, Momo nginap aja malam ini, takutnya Koko demam


lagi trus gak ada yang jagain, trus tiba-tiba terjadi hal-hal yang gak


diinginkan, trus nanti Momo makin ngerasa bersalah gimana. Makanya bener kata


Mami, mending Momo nginep aja disini malam ini trus pulang besok.” Balas Momo


tersenyum lembut untuk menenangkan Cleo.


Cleo akhirnya tersenyum bahagia mendengar ucapan Momo


walaupun agak dongkol dengan kalimat ambigu dari Momo.


“Hal-hal yang gak diinginkan gimana? Ayy ngarep Koko koit?” Tanya


Cleo bercanda karena ingin mengganggu Momo.


“Ih, sembarangan kalau ngomong. Omongan itu doa Koko, jadi


kita harus ngomong yang baik-baik aja, gak boleh ngomong yang buruk-buruk.” Kata


Momo melotot pada Cleo karena kesal dan malah membuatnya terlihat menggemaskan


di mata Cleo.


“Iya deh tuan putri.” Balas Cleo lembut.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2