
Jam sudah menunjukkan pukul empat sore dan Cleo akhirnya
terbangun lebih dahulu. Dia mengucek matanya sebentar lalu menatap gadis yang
masih tertidur dengan nyaman di pangkuannya tanpa ada tanda-tanda akan
terbangun. Cleo tersenyum dan mengelus lembut rambut halus gadisnya dengan
penuh kasih sayang. Dia terus menatap wajah gadisnya tanpa sedetikpun
memalingkan wajahnya dari wajah cantik itu, seolah-olah pemilik wajah cantik
itu akan menghilang dari pandangannya jika dia memalingkan pandangannya. Gadis
itu benar-benar telah mencuri seluruh perhatiannya.
Setengah jam kemudian, mata cantik itu akhirnya mulai menunjukkan
tanda-tanda akan terbuka. Momo merasa tidur siangnya ini adalah yang paling
lama dan nyaman yang dirasanya setelah sekian lama. Dia sepertinya tidak ingin
bangun dari tidur nyamannya, namun dia segera menyadari ada yang salah dengan
posisi tidurnya. Di depan wajahnya tercium aroma maskulin yang sangat nyaman
dihidungnya, lalu terasa seperti bertekstur dan berbentuk yang tertutup sebuah
kain. Setelah dirasanya cukup sadar, dia akhirnya benar-benar membuka matanya.
Hal pertama yang dilihat Momo adalah tampilan perut seseorang,
apalagi tangannya yang memeluk perut itu dengan erat. Momo sangat kaget dan
terpaku sesaat, jantungnya berdetak dengan kencang karena syok dan sedikit
takut. Pikirannya mulai liar dan dia bahkan lupa saat ini dia berada di
apartemen Cleo.
“Udah bangun? Kalau masih ngantuk tidur lagi aja.” Suara
tenang dan hangat itu menyadarkan Momo dari lamunannya.
Momo segera melihat wajah pemilik suara itu yang sedang
tersenyum hangat padanya dan seketika hatinya menjadi tenang. Momo menjadi
canggung dan refleks bangkit dari posisi berbaringnya lalu terbatuk dengan
canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat Cleo tersenyum
geli dengan tindakan gadis kecilnya.
“Uhuk, uhuk. Kenapa Koko gak bangunin Momo? Kan Koko masih
sakit malah mangku Momo, maaf.” Kata Momo dengan wajah semerah tomat karena
malu dan merasa bersalah juga canggung karena posisi tidurnya barusan.
“Ayy kelihatan capek banget jadi Koko gak enak mau bangunin.
Lagian Koko udah mendingan kok, jadi jangan merasa bersalah” Kata Cleo menenangkan
Momo.
Cleo tersenyum dan mengelus wajah Momo untuk menenangkannya
dan itu berhasil membuat Momo tersenyum lega.
“Ya udah, Koko tinggal mandi bentar ya. Ayy boleh ngapain
aja disini, senyamanmu aja ya.” Kata Cleo sambil berdiri.
“Iya Ko.” Balas Momo tersenyum.
Cleo mengelus rambut Momo sebentar lalu meninggalkan
gadisnya untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri. Sementara itu Momo
membuka handponenya untuk memeriksa email. Dia memilah-milah email yang
dirasanya penting dan segera membuka dan memeriksanya.
Di kamar Cleo, setelah dirinya membersihkan diri, dia lalu
mengambil handphonenya dan menelepon manager butik milik Maminya yang tidak
__ADS_1
jauh dari gedung apartemen yang ditinggalinya.
“Halo Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?” Tanya manager setelah
menjawab telpon dari Cleo. Dia berkeringat dingin karena sangat takut dirinya
dipecat atau semacamnya karena jarang sekali Cleo menelepon dirinya.
“Antarkan satu set pakaian casual juga pakaian dalam wanita ke
apartemen saya segera, ukuran Momo.” Jawab Cleo lalu langsung memutuskan
panggilan tanpa menunggu jawaban dari manager itu.
Manager itu tertegun sejenak mendengar perintah Tuan Muda Grissham
itu karena nada datar dan dingin yang tidak ingin dibantah itu. Lalu manager
itu mengelus dadanya lega karena putra bosnya bukan memecatnya. Dia segera
menyiapkan pakaian wanita dengan ukuran yang sesuai dengan pesan sang tuan
muda. Manager itu mengenal Momo karena dia sudah lama bekerja untuk keluarga
Grissham dan sangat menghormati mereka dan orang-orang yang dekat dengan
keluarga Grissham.
Manager itu menyiapkan pesanan Cleo sambil tersenyum karena
merasa Cleo yang dingin dan kejam itu ternyata bisa seperhatian itu pada
seorang gadis yang emang diketahui sangat dicintai Cleo. Setelah membungkus
beberapa set pakaian lengkap dengan pakaian dalam wanita, manager itu lalu
memanggil salah satu karyawan untuk mengantarkan ke apartemen Cleo.
Kembali ke Cleo, setelah menelepon manager butik untuk
mengantarkan pakaian wanita, Cleo segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang
tamu tempat Momo berada. Melihat gadis itu yang begitu serius pada layar handphonenya
membuat Cleo tersenyum dan berjalan mendekati sofa tempat Momo duduk kemudian
ikut duduk di sampingnya. Lama Cleo memperhatikan Momo dalam diam dan tampaknya
dan memecah keheningan di antara keduanya.
“Mau pake laptop Koko?” Tanya Cleo dengan suara lembut
seperti biasanya dia berbiacara pada Momo.
“Gak usah Ko, bentar lagi Momo pulang kok.” Jawab Momo
sambil tersenyum pada Cleo.
Cleo yang baru ingin mengatakan sesuatu terhalang oleh
dering telepon milik Momo. Setelah melihat nama penelepon, Momo segera menjawab
panggilan tersebut dengan santai.
“Halo Mi, ada apa?” Tanya Momo pada penelepon yang ternyata
adalah sang Mami.
“Halo sayang, kamu masih di apartemen Kokomu?” Tanya balik
Mami bukannya menjawab pertanyaan Momo membuat Momo menghela napas kasar.
“Iya Mi, bentar lagi Momo pulang, ini masih ngerjain kerjaan
dikit.” Jawab Momo.
“Oalah, syukurlah. Kamu jangan pulang dulu, Mami Cla tadi
nelpon Mami minta tolong kamu nemenin Kokomu dulu si situ malam ini soalnya
Mami Cla ada urusan jadi gak bisa nemenin Kokomu, kasian masih sakit katanya.
Kamu juga kan tadi pagi buru-buru banget nyamperin Kokomu yang sakit. Ohiya,
gimana keadaan Kokomu sekarang, udah mendingan?” Kata Mami Via panjang lebar.
Momo mengernyit heran dengan ucapan panjang lebar Maminya
__ADS_1
apalagi menyuruhnya menginap untuk menjaga Cleo, namun karena itu adalah
permintaan dari Mami Cla (Mami Clarissa) sehingga dia hanya bisa menurut
walaupun sebenarnya dirinya cukup keberatan.
“Koko udah mendingan, dan kayaknya gak perlu buat Momo temenin
disini. Lagian Momo masih ada kerjaan yang harus Momo selesaikan malam ini,
laptop Momo aja disitu Mi.” Balas Momo.
“Eh, gak boleh gitu. Pokoknya malam ini kamu temenin Kokomu
disitu. Nanti kalo tiba-tiba Kokomu kenapa-kenapa trus gak ada yang nemenin
gimana, udah nginep aja disitu, jagain Kokomu. Dah, Mami sibuk jadi mami matiin
telponnya, bye sayangku, muach.” Kata Mami Via dan langsung memutuskan
panggilan telepon mereka.
“Eh, halo Mi. Ya ampun.” Momo menghela napas kasar lalu berbalik
melihat Cleo yang daritadi memperhatikannya dalam diam.
Melihat wajah Cleo yang masih pucat dan terlihat lemah,
akhirnya Momo memutuskan untuk menginap karena khawatir apabila kata-kata sang
Mami tadi benar-benar terjadi. Momo akhirnya tersenyum pada Cleo yang
sepertinya mendengar percakapannya dan sang Mami, karena terlihat dari raut
wajahnya yang seperti merasa bersalah.
“Ayy kalau mau pulang gak papa, Koko udah enakan kok
sekarang.” Kata Cleo karena merasa bersalah pada Momo yang sepertinya tidak
ingin menginap.
“Gak kok, Momo nginap aja malam ini, takutnya Koko demam
lagi trus gak ada yang jagain, trus tiba-tiba terjadi hal-hal yang gak
diinginkan, trus nanti Momo makin ngerasa bersalah gimana. Makanya bener kata
Mami, mending Momo nginep aja disini malam ini trus pulang besok.” Balas Momo
tersenyum lembut untuk menenangkan Cleo.
Cleo akhirnya tersenyum bahagia mendengar ucapan Momo
walaupun agak dongkol dengan kalimat ambigu dari Momo.
“Hal-hal yang gak diinginkan gimana? Ayy ngarep Koko koit?” Tanya
Cleo bercanda karena ingin mengganggu Momo.
“Ih, sembarangan kalau ngomong. Omongan itu doa Koko, jadi
kita harus ngomong yang baik-baik aja, gak boleh ngomong yang buruk-buruk.” Kata
Momo melotot pada Cleo karena kesal dan malah membuatnya terlihat menggemaskan
di mata Cleo.
“Iya deh tuan putri.” Balas Cleo lembut.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.