Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Bertemu Seorang Pria


__ADS_3

Manager Eka lalu mempersilahkan pria itu untuk duduk.


“Silahkan duduk Pak Gerald. Ini bos saya.” Kata manager Eka sambil memperkenalkan Momo pada Gerald.


“Gerald.” Ucap Gerald sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Momo dan Cessa.


“Momo.” Balas Momo.


“Cessa. Saya hanya sahabat Momo, abaikan saja, hehe.” Balas Cessa.


Gerald hanya tersenyum menanggapinya lalu duduk setelah bersalaman dengan keduanya.


‘Namanya Momo. Nama yang cantik, secantik orangnya.’ Batin Gerald.


Manager Eka lalu meninggalkan ketiganya karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan.


“Terkait proposal yang anda berikan, saya cukup tertarik. Bisa tolong dijelaskan secara rinci mengenai isi proposal tersebut? Terima kasih.” Kata Momo memulai pembicaraan.


“Seperti yang sudah tertulis di proposal, saya berencana menambahkan gaya Eropa namun kekinian sesuai dengan gaya yang disukai para anak muda sekarang. Juga dengan menambah beberapa menu, dan menambah fasilitas seperti karaoke keluarga, event khusus yang dibintangi artis ibukota, pemberian dorprize menarik dalam periode waktu tertentu untuk pelanggan yang ada saat itu, dan tempat swafoto seperti di tempat bermain sehingga restoran ini menjadi menarik perhatian para pelanggan dan akan selalu ramai. Untuk pembagian keuntungannya, saya nemawarkan 75% untuk restoran, dan 25% untuk saya. Bagaimana menurut Momo?” Jelas Gerald secara garis besar mengenai isi proposal yang dia ajukan.


Momo mengernyitkan dahinya dengan panggilan akrab dari Gerald sebelum dia menjawab.


“Oke. Saya akan mengirim file perjanjian kontrak kepada anda. Selamat bekerjasama.” Balas Momo.


“Tidak ada pertanyaan atau tambahan?” Tanya Gerald memastikan, karena menurutnya Momo terlalu cepat menyetujui proposalnya, walaupun dia senang.


“Cukup.” Jawab Momo singkat.


‘Dingin sekali. Sepertinya akan susah kedepannya untuk dengannya.’ Batin Gerald yang merasa Momo cukup dingin terhadapnya.


“Baiklah. Untuk kedepennya, apakah boleh kita berbincang dengan bahasa yang santai dan tidak formal agar lebih akrab?” Tanya Gerald.


“Lebih nyaman seperti ini.” Jawab Momo singkat.


Gerald merasa sedih dengan jawaban Momo. Padahal dia ingin dekat dengan gadis itu, karena dia sudah tertarik dengan Momo sejak pertama kali melihat momo di panti asuhan Ibu Kasih hari itu.


“Em, kalau untuk mengobrol selain mengenai pekerjaan apakah boleh?” Tanya Gerald lagi yang sepertinya sangat ingin akrab dengan Momo.


Momo yang melihat keteguhan pria itu dan merasa tidak ada niat buruk pun akhirnya menyetujuinya.


“Baiklah.” Jawab Momo singkat. Menurutnya tidak ada salahnya juga menjadi sedikit akrab dengan klien agar bisa saling memahami satu sama lain kedepannya, sehingga mencegah adanya miss komunikasi nantinya.


“Thanks Momo. By the way, kamu emang suka sesuatu yang berbau elegan dan klasik ya?” Tanya Gerald yang mulai menggunakan bahasa santai.


“Iya.” Jawab Momo singkat. Yah, begitulah dia jika belum akrab dengan orang, dan lagi dia bukan orang yang suka berbasa basi, sehingga dia selalu menjadi pihak yang akan mengakhiri sebuah obrolan. Tentu saja, kecuali dengan Koko dan orangtua serta orang-orang terdekatnya.


“Oh, kamu emang suka bisnis kuliner atau tertarik juga di bidang lain?” Tanya Gerald lagi. Sangat berniat untuk mencari topik obrolan dengan Momo.


“Suka semua yang bisa dikerjakan.” Jawab Momo.


Cessa yang mendengar jawaban Momo yang selalu singkat menjadi gemas sendiri dengan sahabatnya yang cuek itu. Padahal di depan mereka adalah pria yang sangat tampan, tetapi diabaikan begitu saja oleh Momo. Walau dia tidak heran dengan gadis itu, karena dimatanya memang hanya Kokonya Cleo yang paling tampan, namun menurut Cessa, pria ini juga lumayan tampan untuk diabaikan. Dia merasa kasihan pada Gerald yang jelas-jelas ingin lebih dekat dan menjadi akrab dengan Momo namun malah diabaikan begitu saja.


“Hehe, jangan tersinggung ya Gerald, Momo emang sedikit cuek orangnya. Tapi dia baik banget kok, cuma kepribadiannya emang agak dingin dengan sekitarnya.” Jelas Cessa agar Gerald tidak salah paham dengan sikap Momo yang cuek.


“Oh iya, santai aja. Aku paham kok. Sebagai cewek memang harus cuek biar gak dimainin sama para buaya.” Balas Gerald dengan sedikit bercanda.


“Hehehe, iya bener.” Balas Cessa.


Tiba-tiba bunyi telpon Momo berdering. Setelah melihat nama penelpon, Momo segera pamit pada mereka untuk mengangkat telpon.


“Kalian udah lama temenan?” Tanya Gerald pada Cessa setelah Momo pergi mengangkat telpon.


“Em, bisa dibilang lama tapi ga lama-lama banget. Setidaknya kita udah saling kenal banget satu sama lain. Keluarga kita juga deket. Yah, gitu deh.” Jawab Cessa.


Mereka kemudian lanjut mengobrol sambil menunggu Momo yang masih menjawab telpon.


Di sisi lain, Momo sedang menjawan telpon yang ternyata dari Cleo.


“Halo Ko, ada apa mengapa?” Kata Momo setelah menjawab panggilan masuk tersebut.

__ADS_1


“Koko kangen. Ayy lagi di mana?” Jawab Cleo yang ternyata hanya sedang merindukan Momo sekaligus bertanya dimana gadisnya.


“Lagi jalan-jalan sambil ngecek restoran. Koko gak sibuk?” Jawab Momo.


“Gak. Rasa kangen Koko lebih penting daripada kerjaan yang bisa dikerjakan kapanpun ini.” Jawab Cleo yang membuat Kevin yang berada di sampingnya ingin memuntahkan darah segar mendengar jawaban bosnya yang sangat bertolak belakang dengan kenyataan. Jelas-jelas keduanya sangat sibuk sekarang.


‘Dasar bucin akut.’ Batin Kevin sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bos sekaligus sahabatnya yang sedang dimabuk cinta.


“Koko di kantor?” Tanya Momo yang tidak ingin membalas pernyataan Kokonya itu. Dia sudah terbiasa dengan sikap manja Kokonya itu.


“Iya Ayy, mau ke sini?” Jawab Cleo sekaligus bertanya lagi dengan antusias berharap gadisnya menjawab iya. Namun jawaban Momo selanjutnya mematahkan harapannya.


“Hari ini belum bisa Ko. Momo masih di restoran, habis ini mau belanja sama Cessa, trus nanti sekalian anter pulang Cessa ke rumahnya sekaligus nyapa Papa Mamanya Cessa.” Jawab Momo.


“Yah, padahal Koko berharap kamu ke sini biar Koko tambah semangat kerjanya.” Keluh Cleo manja.


“Koko emang harus selalu semangat dong. Ohiya, mau Momo kirimin makanan buat makan siang? Sekalian wakilin kehadiran Momo, hehe.” Tawar Momo pada Cleo.


“Boleh banget Ayy, kebetulan Koko udah laper banget. Menunya terserah pilihan Ayy aja.” Jawab Cleo semangat.


“Okedeh, nanti Momo masakin spesial buat Koko.” Balas Momo yang membuat jantung Cleo serasa ingin melompat keluar saking bahagianya. Setelah sekian lama, dia akhirnya bisa mencicipi lagi masakan gadis kecilnya.


“Wah, thank you my lovely princess.” Jawab Cleo yang membuat Momo merona mendengarnya.


“Ya sudah, Momo masak dulu. Bye Koko.” Pamit Momo.


“Hati-hati masaknya ya Ayy, jangan terluka. Bye Baobei.” Pesan Cleo romantic.


“Siap bos.” Balas Momo lalu menutup telponnya.


Cleo tersenyum melihat foto gadisnya yang menjadi wallpaper hpnya. Dia tidak sabar menikmati rasa yang sudah lama dirindukannya, masakan gadisnya.


Sedangkan Momo akhirnya kembali ke ruangan dimana Cessa dan Gerald terlihat mengobrol dan kadang saling melemparkan candaan. Melihat Momo yang kembali, Gerald akhirnya berpamitan karena ada pekerjaan yang harus dikerjakannya.


“Kalau gitu, aku pamit Momo, Cessa. Sampai ketemu lagi.” Pamit Gerald pada keduanya.


Setelah kepergian Gerald, Momo segera menuju dapur restoran untuk memasak bekal yang akan dikirimkan ke kantor Cleo.


“Ce, gua tinggal ke dapur bentar ya, mau masakin bekal buat Koko. Lu santai-santai aja di sini, atau mau jalan-jalan ke rooftop juga boleh, senyaman lu aja.” Kata Momo yang membuat Cessa kaget mendengarnya ingin memasak. Dia merasa Cleo sangat hebat karena bisa membuat sahabatnya memasak untuknya.


“Gua juga mau Moy, ya.” Pinta Cessa yang juga ingin merasakan masakan Momo.


“Hm.” Jawab Momo singkat yang membuat Cessa bahagia dan langsung memeluk Momo dengan gemas.


Setelahnya, Momo bergegas ke dapur, sedangkan Cessa memutuskan untuk jalan-jalan ke rooftop restoran. Di dapur, para chef dan koki yang melihat bos mereka merasa takut karena mengira akan dimarahi, namun mereka kaget setelah mendengar jawaban dari bos mereka yang berkata ingin meminjam dapur untuk memasak. Mereka kaget dengan sikap bosnya yang walaupun cuek namun tetep sopan pada mereka yang hanya karyawannya. Itu membuat mereka semakin menghargai Momo.


Setelah 45 menit memasak dengan dibantu Koki bernama Pak Kim yang berusia kepala empat itu, Momo lalu menyiapkan masakan tersebut ke dalam kotak untuk diantar ke kantor Cleo. Koki Kim sangat kagum dengan kemampuan memasak Momo yang seperti seorang ahli. Pantas saja bosnya membuka bisnis kuliner batinnya.


Momo memasak makanan favorit Cleo yaitu sushi dengan isi salmon dan gurita asam manis serta tumis wortel dan brokoli. Sedangkan untuk Kevin dan Cessa, dia memasakan lauk yang berbeda yaitu ayam asam manis. Untuk dirinya, sama seperti menu yang akan dikirim untuk Cleo. Ya, dia memasak kedua menu itu dengan masing-masing dua porsi.


Setelah menyiapkan dengan rapi 2 kotak dengan tulisan ‘For Koko’ dan ‘For Kak Kevin’, dia lalu meminta tolong kepada salah satu karyawan yang bertugas mengantarkan delivery untuk mengatarkan makanan tersebut ke kantor Cleo. Dia juga berpesan untuk mengantarkan langsung ke ruangan Cleo setelah melapor ke resepsionis nanti. Dia mengatakan, nanti akan ada yang mengantar dia ke ruangan Cleo.


Setelah itu, dia membawa makanannya dan Cessa ke ruangan pribadinya. Ternyata Cessa sudah kembali dari jalan-jalannya saat Momo datang. Keduanya pun segera makan siang.


“Wah, gila. Masakan lu emang ga pernah mengecewakan Moy. Sering-sering gini kek, biar gizi gua selalu terjamin.” Ucap Cessa lebay setelah memasukkan makanan yang dimasak Momo ke dalam mulutnya.


“Dah, makan yang bener.” Balas Momo.


Keduanya pun akhirnya melanjutkan makan sambil mengobrol santai.


Di kantor Cleo.


Karyawan yang bertugas mengantar makanan tadi segera masuk ke dalam gedung tinggi bertuliskan ‘CM Corp.’ tersebut. Setelah melapor ke resepsionis, dia langsung diantar menuju ruangan Presdir sesuai dengan yang dikatakan bosnya tadi. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, dia lalu segera masuk sambil membawa tas berisi kotak bekal untuk Presdir Cleo.


“Permisi Pak, saya izin mengantarkan paket delivery atas nama Bos Momo untuk Tuan Cleo.” Katanya dengan sopan.


“Oh ya, terima kasih Mas.” Jawab Kevin mewakili Cleo yang sudah jelas tidak akan mengucapkan terima kasih dan hanya menganggukkan kepala dengan ekspresi bahagia.


Setelah menerima tanda tangan dari Cleo, karyawan yang bernama Ray tersebut akhirnya berpamitan sebelum dipanggil oleh Cleo untuk diberikan tip terima kasih.

__ADS_1


“Ini sedikit tip untukmu karena mengantar bekal ini dengan selamat. Sampaikan terima kasihku untuk bosmu.” Kata Cleo sambil memberikan amplop berisi uang kepada Ray.


Ray yang melihat itu awalnya menolak karena sudah mendapat bonus dari bosnya, namun Kevin meyakinkannya sehingga dia dengan terpaksan menerima amplop tersebut dan berterima kasih kepada Cleo. Setelah itu dia pamit untuk kembali ke restoran.


‘Ayy, bekalnya udah datang. Terima kasih Bebe.’ Pesan singkat yang dikirimkan Cleo kepada Momo.


Setelah itu, dia dan Kevin pun segera menikmati makan siang tersebut. Kevin makan dengan lahap setelah memuji masakan Momo dengan heboh. Cleo hanya menggelengkan kepala dengan tingkah berlebihan Kevin. Cleo juga makan dengan hati bahagia dan begitu lahap menyantap makanan tersebut. Dia berharap bisa menikmati masakan Momo setiap hari. Mereka berdua lalu melanjutkan makan siang dengan damai.


Ray yang sudah kembali ke restoran setelah mengantarkan bekal ke kantor Cleo segera melapor kepada Momo dan tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih dari Momo, serta melaporkan bahwa dia mendapat tip dari Cleo. Momo yang melihat Ray merasa dia sangat bertanggung jawab dan tidak serakah, sehingga dia menjadi tertarik dengan kepribadian Ray. Menurut Riwayat hidupnya yang dibaca Momo, Ray ini masih sangat muda. Dia baru saja lulus SMA dan sedang berkuliah sambil bekerja, namun dia tidak pernah mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar dan karyawan dan bekerja dengan sangat baik. Momo yang merasa tertarik langsung memanggil manager Eka.


“Tolong panggil manager Eka ke ruangan saya.” Ucap Momo pada Ray.


Setelah beberapa saat, Ray kembali bersama manager Eka.


“Ada apa bos?” Tanya manager Eka dengan cemas, takut Ray dipecat karena dia merasa Ray anak yang cerdas dan tidak pernah melakukan kesalahan saat bekerja. Dia selalu menunjukkan sikap yang baik dan tidak pernah mengecewakan kepercayaan atasannya.


“Mulai besok Mba Eka jadi general manajer seluruh restoran, dan kamu Ray, ambil alih tugas Mba Eka di sini.” Kata Momo yang mengejutkan keduanya.


“Ma, maksud bos saya diangkat jadi general manager dan Ray menggantikan saya menjadi manager restoran pusat?” Tanya manager Eka dengan terbata-bata karena shock denga napa yang didengarnya.


“Ya. Sudah lama saya ingin Mba Eka menjadi general manager, hanya saja belum mendapat kandidat yang pas untuk menggantikan Mba Eka jadi manager di sini. Jadi bagaimana? Kalian keberatan?” Tanya Momo pada keduanya.


“Oh tidak bos. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang bos berikan, dan saya janji tidak akan mengecewakan bos.” Jawab Mba Eka dengan bahagia. Dia sangat bersyukur mendapatkan bos seperti Momo yang tidak terlalu memandang seseorang melalui latar belakang pendidikannya sebagai tolak ukur menjadi karyawannya.


Melihat Ray yang masih terdiam karena syok, Momo lalu bertanya lagi.


“Bagaimana dengan Ray?” Tanya Momo melihat Ray, yang membuat Ray kembali sadar setelah cukup syok denga napa yang didengarnya.


“Bos, saya masih terlalu muda dan tidak berpengalaman. Dan lagi, saya belum lulus kuliah, apakah bos yakin dengan keputusan bos?” Tanya Ray sopan karena merasa dirinya belum pantas mendapat kepercayaan bosnya tersebut.


“Kamu bisa. Mba Eka akan membimbing kamu secara langsung sampai kamuy akin bisa melakukannya sendiri. Hanya kamu yang cocok menggantikan Mba Eka.” Jawab Momo dengan yakin.


Melihat keyakinan dan kepercayaan bosnya padanya, Ray mau tidak mau menerima keputusan tersebut.


“Baiklah Bos, saya siap mengemban tugas yang bos berikan. Saya tidak bisa berjanji, tapi saya bisa pastikan tidak akan mengecewakan bos.” Jawab Ray dengan tegas yang membuat Momo menarik senyum melihatnya. Ray sangat bersyukur kerja di restoran ini. Awalnya dia sedang makan di restoran ini dan terlihat frustasi karena biaya hidupnya di kota itu sedangkan orangtuanya sedang mengalami musibah sehingga kesulitan dalam hal finansial. Mba Eka yang melihat dia mengajak ngobrol dan mengangkatnya menjadi karyawan setelah mengetahui ceritanya. Setelah 2 tahun bekerja di sini, dia sudah diberi kepercayaan besar oleh bosnya. Ray sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Momo, dia sangat mengagumi Momo yang tidak hanya cantik tapi juga baik hati. Dia berjanji akan bekerja dengan jujur dan memajukan restoran milik bosnya tersebut. Sekarang dia tidak akan kesulitan lagi membayar segala kebutuhan hidupnya dan juga bisa berbagi rezeki dengan orangtua dan adik-adiknya.


“Bagus. Mba Eka, segera kumpulkan semua karyawan, saya ingin mengumumkan berita baik ini.” Ucap Momo yang langsung dijalankan oleh manager Eka yang sebentar lagi menjadi general manager.


“Lo keren banget Moy. Ajarin gua jadi keren kek lu dong.” Kata Cessa kagum pada Momo.


“Lu juga keren.” Balas Momo singkat tapi membuat Cessa tersenyum senang karena jarang sekali dipuji Momo.


Setelah semua karyawan dikumpulkan, Momo segera mengumumkan keputusannya mengangkat manager Eka menjadi general manager untuk seluruh restoran dan Ray menjadi manager restoran pusat ini. Tidak ada yang melakukan protes ataupun merasa iri dengan keputusannya karena mereka yakin bos mereka punya penilaian sendiri, sehingga mereka dengan senang hati mengucapkan selamat kepada keduanya. Mereka tahu manager Eka dan Ray adalah orang baik dan bertanggung jawab, sehingga mereka semua menerima keputusan Momo dengan lapang dada.


Melihat semua karyawannya setuju dengan keputusannya tanpa ada yang merasa keberatan, Momo menjadi bahagia dan merasa bangga kepada Mba Eka yang menerima karyawan dengan kepribadian yang sangat baik. Semua orang saling mendukung. Itulah yang diinginkannya.


“Karena semua menerima dengan baik, gaji kalian akan dinaikan 30%. Selamat.” Ucap Momo yang menghebohkan mereka semua karena bahagia.


Mereka merasa bosnya cukup royal kepada mereka, karena gaji mereka saat ini saja sudah sangat besar menurut mereka, dan sekarang malah ditambah lagi. Mereka menjadi merasa seperti bekerja di sebuah perusahaan besar karena gaji yang mereka dapat.


Momo memberikan penghargaan tersebut karena merasa sangat berterima kasih kepasa kerja keras mereka selama ini, sehingga restorannya menjadi sangat sukses dan memiliki banyak cabang. Dia akan menjamin kesejahteraan karyawannya karena mereka sudah bekerja keras. Hari ini, semua orang berbahagia.


Setelah merasa cukup, Momo dan Cessa pun berpamitan kepada semuanya. Momo menyerahkan segala urusan kepada Mba Eka yang bisa dibilang sudah resmi menjadi seorang general manager walaupun perannya akan mulai berlaku besok. Dia mulai mengarahkan Ray tentang tugas-tugasnya menjadi seorang manager.


Momo dan Cessa yang sudah keluar dari restoran segera menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka dan melanjutkan perjalanan menuju tujuan selanjutnya.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2