Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
I Miss You


__ADS_3

Melihat Cleo yang sudah semakin dekat, Momo pun refleks berdiri. Tepat saat Cleo sudah di depan Momo, dia langsung menarik Momo ke pelukannya. Momo yang kaget dengan kejadian tiba-tiba itu hanya mematung dan tidak sempat melakukan apa-apa. Setelah tersadar, dia ingin mendorong Cleo namun pria itu dengan egoisnya malah semakin erat memeluk Momo. Momo yang menyadari tidak ada kesempatan untuknya melepaskan diri hanya pasrah dan membalas pelukan Cleo. Dia merindukan pria yang selalu memanjakannya ini, walaupun dia tidak pernah mengatakan atau menunjukkannya. Di balik sifat dinginnya, dia selalu merindukan Kokonya. Cleo yang menyadari Momo tidak menghindar pun merasa bahagia karena gadisnya tidak menghindarinya. Dia memejamkan matanya, menghirup aroma gadis yang sangat dirindukannya.


Mereka berdua menjadi tontonan menarik saat ini, pria yang menawan dan gadis cantik yang sama menawannya sedang berpelukan mesra, dan terlihat sedang melepas rindu satu sama lain. Kevin yang melihat bosnya begitu agresif tampak shock walaupun dia sudah menebak kejadian tersebut. Dia menikmati momen tersebut, karena sangat langka bosnya menjadi seorang yang ekpresif. Tuan dan Nyonya Alexandra serta Tuan dan Nyonya Grissham tampak tersenyum bahagia melihat dua sejoli yang sedang melepas rindu itu. Mereka sangat tahu betapa frustasinya Cleo menjalani harinya dengan kerinduannya kepada Momo. Mereka semua berharap yang terbaik untuk keduanya.


“Rindu Koko?” Bisik Cleo saat memeluk Momo.


“I miss you so bad, Ayy.” Lanjut Cleo sambil mencium puncak kepala Momo.


Momo tidak menjawab, namun terlihat rona bahagia di wajahnya. Dia hanya membenamkan kepalanya di dada bidang Kokonya untuk menjawab pertanyaan tersebut.


Namun dibalik kebahagiaan tersebut, nampak seorang pemuda yang sejak tadi memperhatikan Momo terlihat marah dan tidak puas.


‘Setelah bertahun-tahun, kalian masih terlihat baik-baik aja. Heh, sebentar lagi gua yang bakal jadi pasangan Momo. Gak ada kata kalah di kamus hidup Joy.’ Batin pemuda itu yang ternyata adalah Joy, musuh bebuyutan Cleo sejak zaman sekolah dulu, yang sudah jatuh cinta pada Momo sejak pandangan pertama.


Setelah dirasa cukup, Momo akhirnya mengakhiri sesi pelukan tiba-tiba itu yang membuat ekspresi kecewa muncul di wajah Cleo. Momo terlihat malu-malu, sedangkan Cleo terlihat salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Wah, daebak. Moy, lu bisa salting juga ternyata?” Teriak seorang gadis dengan hebohnya seperti baru saja melihat kejadian langka, yang menghancurkan momen mengharukan penuh kerinduan. Siapa lagi gadis yang mampu seperti itu selain Cessa, ya dia adalah Cessa sahabat Momo.


“Bos, santai aja. Momo gak dibawa kabur kok. Erat amat meluknya.” Tambah Kevin yang membuat semua orang tertawa dan sekaligus mencairkan suasana menegangkan yang dirasakan Momo dan Cleo.


Momo terlihat melotot pada Cessa namun dihiraukan oleh sahabatnya itu, begitupun juga dengan Kevin yang buru-buru bersembunyi di belakang Mami Clarissa untuk menghindari kata-kata kejam dari sahabat juga bosnya itu.


“Hahaha, sudah sudah. Anak muda selalu penuh semangat. Karena sudah waktunya, jadi kita akan segera memulai acara, MC silahkan ambil alih.” Kata Tuan Alexandra menghentikan keributan.


“Nah, Cleo duduk di samping Momo aja. Kevin di samping Papi.” Kata Mami Clarissa pada Cleo dan Kevin.


“Oke Mi.” Jawab Kevin yang langsung menuju kursi di samping Papi Key.


Cleo pun segera duduk sebelum menarik kursi untuk Momo duduk terlebih dahulu. Momo tersenyum ke arah Cleo yang dibalas dengan senyuman dan kedipan mata dari Cleo. Momo merasa Kokonya tidak pernah berubah dalam memberikan perhatiannya.


Sang MC kemudian mengambil alih acara dan segera memulainya. Walaupun ini acara kecil, namun tetap resmi, karena Tuan dan Nyonya Alexandra ingin yang terbaik untuk Putri semata wayang mereka.

__ADS_1


“Baik, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, dan tokoh utama kita sudah hadir di sini, maka saya selaku MC malam ini akan memulai acara ini. Pertama-tama sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu untuk mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa karena senantiasa memberikan kita Kesehatan sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat ini untuk merayakan hari yang spesial yang telah dipersiapkan dengan meriah oleh tuan rumah.” Kata sang MC memulai acara.


Di meja utama, terlihat suasana bahagia dan penuh tawa. Kevin dan Cessa yang paling banyak bicara dan membuat suasana jadi tidak membosankan.


“Mah, Momo emang ribet banget soal didandanin, tadi aja setengah jam Cessa maksa sampe akhirnya dia mau. Milih baju aja nih, Cessa harus mengeluarkan tenaga ekstra sampe akhirnya mau dia pake. Bener-bener Momo, udah ga heran sih.” Adu Cessa dengan segala keluhannya terhadap Momo.


“Sama tuh si bos, tumben banget lama berdandan tadi, biasanya lima menit selesai, tapi malam ini sampe 20 menit, rekor terlama bos.” Tambah Kevin yang sedang meledek bosnya Cleo.


“Berisik.” Jawab Cleo dan Momo bersamaan yang membuat semua menjadi tambah heboh.


“Cieeee, udah fix jodoh no debat.” Ucap Kevin yang membuat Cleo tersenyum sambil menatap Momo.


Momo hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabat Cleo dan sabahat gesreknya yang memang selalu heboh di semua suasana. Para orangtua hanya tertawa menanggapinya sambil menambahi bumbu yang membuat suasana semakin ramai di meja utama itu.


“Ayy, kamu cantik malam ini.” Kata Cleo kepada Momo saat yang lain sibuk bercanda tawa.


“Oh, thank you. Tapi Koko biasa aja, hehe.” Balas Momo sambil bercanda.


Mereka berdua pun tertawa. Keluarga yang selalu bahagia.


Kevin yang melihat Cessa, merasa akhirnya dia menenukan soulmatenya. Dia merasa melihat cermin saat melihat kelakuan Cessa, dan entah mengapa dia tertarik pada gadis manis itu.


“Ya sudah, kalian anak muda lanjut mengobrol. Papa dan Papi harus melayani para teman lama.” Ucap Papi Key kemudian segera pergi bersama Papi Alex menemui para teman lama dan rekan bisnis.


“Mami berdua juga harus menyapa teman-teman kita, kalian lanjut mengobrol saja.” Ucap Mami Via lalu segera pergi bersama Mami Clarissa.


Tinggalah Momo, Cleo, Kevin, dan Cessa di meja itu.


“Ce, bisa tolong bawa Kakak ke stand makanan? Laper banget dari tadi.” Tanya Kevin pada Cessa.


“Oh, boleh banget dong Kak, kebetulan aku juga laper lagi, hehe.” Jawab Cessa yang tahu niat asli Kevin yang ingin memberikan kesempatan berdua untuk Momo dan Cleo.

__ADS_1


Keduanya kemudian meninggalkan Momo dan Cleo. Cessa akhirnya tahu pria yang selama ini diceritakan Mbak Nay. Dia sangat kagum pada ketampanan Momo dan merasa senang karena ada pria yang begitu tulus pada sahabatnya, sehingga dia akan menjadi pendukung utama hubungan mereka. Dia akan menyingkirkan semut-semut yang ingin mendekati atau merusak hubungan keduanya. Sama halnya dengan Kevin yang sudah mengikuti hubungan keduanya sejak masa sekolah. Mereka berdua kemudian membentuk tim dengan misi utama ‘Menikahkan Sahabat’.


Setelah hanya tersisa Momo dan Cleo, banyak tamu yang mendekat untuk memberikan selamat dan juga hadiah pada Momo, sehingga Momo perlu berdiri dan menyambut mereka semua dan berterima kasih. Sebenarnya tidak ada acara salaman atau pemberian hadiah di rundown acara, namun para tamu yang berinisiatif dengan harapan mereka bisa berteman baik dengan Momo maupun keluarga Alexandra.


Acara berlangsung dengan seru dan meriah berkat MC yang luar biasa, ditambah guest yang diundang mengisi acara yaitu seorang artis yang sedang naik daun sehingga menambah kemeriahan acara. Semua tamu sangat menikmatinya. Mereka semua juga tidak lupa memberikan ucapan selamat datang atas kepulangan Momo dan memberikannya hadiah.


Setelah cukup lama berdiri karena harus meladeni para tamu yang menyelamatinya, Momo merasa lelah dan bosan. Cleo yang melihat gadisnya mulai mengeluarkan aura tidak mengenakan pun segera mengajak Momo untuk jalan-jalan ke taman belakang kediaman Alexandra.


“Capek?” Tanya Cleo pada Momo.


“Iya, bosan.” Jawab Momo sambil melihat Cleo dengan ekspresi lelah.


“Ayo ikut Koko jalan-jalan.” Kata Cleo sambil menggenggam tangan Momo lembut.


Mereka berdua kemudian menuju ke taman belakang yang dulu menjadi tempat bermain keduanya saat masih kecil. Taman itu tidak berubah karena dirawat dengan baik, dan Momo juga melarang direnovasi sehingga tidak ada perubahan tata letak hanya ada tambahan beberapa tanaman saja.


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2