Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Cleo Memasak


__ADS_3

Sinar mentari pagi yang masuk lewat celah-celah ventilasi ruangan


itu jatuh tepat di wajah cantik seorang gadis yang masih setia dalam mimpi


indahnya dan tidak terlihat tanda-tanda bahwa pemilik wajah cantik itu akan


segera membuka matanya. Gadis itu terlihat damai dalam tidurnya sehingga bahkan


suara burung-burung yang berkicau pun tidak mengganggunya. Ya, gadis cantik itu


adalah Momo yang masih tertidur dengan nyenyak padahal jam sudah menunjukkan


pukul 07.00 pagi.


Berbeda dengan Cleo yang sudah bangun sejak jam lima pagi


tadi. Saat ini Cleo yang baru selesai dengan kegiatan membaca dan bermeditasi


setelah merasa dirinya sudah dalam kondisi bugar dan tidak lagi merasa sakit


kepala.


‘Ayy udah bangun belum ya?’ Batin Cleo.


Karena penasaran, Cleo keluar dari kamarnya dan menuju ke


kamar di sebelahnya dimana tempat Momo tidur. Kamar itu memang sengaja dia


siapkan hanya untuk gadisnya seorang sehingga tepat berada di samping kamarnya.


Di dalam kamar itu juga sudah dia siapkan beberapa kebutuhan primer untuk


berjaga-jaga jika gadisnya menginap dan juga desain kamar yang sudah dia


sesuaikan dengan gaya yang Momo sukai. Tidak puas dengan itu, Cleo bahkan sudah


berencana menaruh pakaian untuk Momo di walk in closet kamar itu.


Tok, tok, tok


“Ayy, udah bangun?” Panggil Cleo pada gadis di dalam kamar


itu.


“Koko masuk ya.” Kata Cleo lagi setelah beberapa saat.


Karena tidak ada jawaban dari dalam setelah Cleo menunggu


beberapa saat, sehingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar itu yang


kebetulan tidak dikunci oleh Momo. Sebenarnya bukan kebetulan tidak dikunci


oleh Momo, hanya saja gadis itu takut jika Cleo memanggil atau membutuhkan


bantuannya di tengah malam maka bisa langsung mencarinya jika dia tidak


mendengar panggilannya saat tidur.


Melihat Momo yang masih tertidur dengan nyenyak dan wajah


cantiknya yang damai, membuat Cleo tidak bisa menahan diri untuk mendekati


gadis itu namun tidak mengganggunya. Cleo hanya duduk di kasur di samping Momo


yang masih tertidur pulas. Dia memandangi makhluk ciptaan Tuhan yang begitu


sempurna di matanya itu dengan tatapan lembut dan hangat, jenis tatapan yang


hanya dia tunjukkan pada gadis kesayangannya, bahkan pada orangtuanya saja dia


tidak akan menunjukkan tatapan hangat penuh kasih sayang itu.


‘Tidur mangap gini aja masih tetep cantik.’ Batin Cleo yang


sedang mengagumi wajah cantik Momo.


Dia tidak berani bersuara karena takut tidur cantik gadisnya


terganggu. Cleo hanya bisa mengelus lembut wajah dan rambut halus gadis itu,


lalu mengecup keningnya sebentar dan segera keluar dari kamar setelah


memperbaiki selimut yang sudah kacau balau itu untuk Momo.


Setelah keluar dari kamar Momo, Cleo kembali ke kamarnya sebentar


untuk menghubungi Kevin. Kevin yang saat itu sedang sarapan di apartemennya


dengan buru-buru menerima panggilan telepon dari Cleo yang merupakan bos


sekaligus sahabatnya.


“Halo Yo. Gimana keadaanmu, udah bisa masuk kantor?” Tanya


Kevin begitu menerima panggilan telepon dari Cleo.


“Belum bisa ngantor.” Jawab Cleo singkat.


“Istirahat aja dulu kalau gitu, urusan kantor aman, belum


ada pekerjaan yang mendesak juga. Ohiya, nanti siang aku ke apart bos. Bos mau

__ADS_1


dibawain apa?” Tanya Kevin.


“Gak perlu, ada Momo disini.” Jawab Cleo.


Kevin yang mendengar nama Momo disebut menjadi tersedak


karena kaget. Dia menjadi heboh sendiri karena tahu bahwa Momo pasti menginap


di tempat bos bucinnya itu.


“Ehem. Gini bos, pekerjaanku selesai siang ini, jadi


daripada nganggur mending aku jenguk bos ke situ, sekalian bawain makan siang


gitu.” Rayu Kevin yang sepertinya menjadi semakin berani meminta izin Cleo


semenjak acara penyambutan kepulangan Momo.


“Terserah.” Jawab Cleo pasrah dan langsung memutuskan


panggilan telepon keduanya. Cleo benar-benar menyerah jika berhadapan dengan


kekeras kepalaan Kevin jika menginginkan sesuatu sehingga mau tidak mau dia


hanya bisa menyetujui permintaan Kevin.


Kevin yang merasa sudah disetujui oleh Cleo segera menelepon


Cessa untuk mengajak gadis itu untuk pergi menjenguk Cleo bersama karena ada


Momo sehingga dia tidak akan menjadi obat nyamuk diantara kedua orang yang


diseganinya sejak dulu.


Percobaan pertama gagal karena panggilan teleponnya tidak


dijawab oleh Cessa dan membuatnya kesal setengah mati.


“Ya ampun, jangan bilang si cerewet belum bangun.” Kata


Kevin kesal karena dirinya sudah begitu bersemangat malah gadis itu yang


sepertinya belum bangun karena tidak menjawab panggilan teleponnya.


Tidak menyerah sampai disitu, Kevin mencoba sekali lagi


untuk menelepon Cessa. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit kekecewaan


karena Cessa yang tidak menjawab panggilannya lagi. Karena sudah terlanjur


dongkol pada gadis itu, Kevin akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan singkat


‘Bangun woe dasar kebo, udah siang ini belum bangun juga


dasar cewek. Ehem, nanti siang temenin aku jenguk bos ke apartemennya. Tenang,


ada Momo juga disana, jadi jangan kemana-mana dan tunggu aku jemput, by the way


gak terima penolakan. Thanks.’ Begitu isi pesan teks yang dikirim Kevin pada


Cessa.


Setelah mengirim pesan tersebut, Kevin yang sudah selesai


sarapan lalu membereskan piring dan sisa makanannya lalu bergegas ke kantor


untuk bekerja.


Berbeda dengan Cleo yang setelah menghubungi Kevin, dia lalu


ke dapur untuk menyiapkan sarapan, lebih tepatnya memasak makanan untuk sarapan


dirinya dan gadis tersayangnya. Pertama-tama Cleo menanak nasi menggunakan rice


cooker lalu menggoreng telur mata sapi. Cleo juga memanggang steak jaga-jaga


jika Momo tidak ingin makan nasi. Tidak hanya itu, Cleo juga membuat tumis woetel,


brokoli, dan jagung muda yang diberi bumbu sedemikian rupa sehingga menciptakan


bau harum yang menggugah selera. Cleo memasak semuanya dengan penuh hati-hati


dan perlahan karena tidak ingin mengecewakan gadisnya saat mencicipi masakannya


nanti.


Di kamar Momo, gadis itu akhirnya terbangun karena merasa


terganggu dengan cahaya matahari yang semakin terang menerangi wajahnya. Dia


lalu meregangkan tubuhnya dan merasa tidurnya sangat nyenyak dan nyaman kali


ini karena jarang sekali dirinya bisa tertidur nyenyak.


Setelah mencuci muka dan menggosok gigi serta merapikan


diri, Momo segera keluar untuk menuju ke dapur. Begitu membuka pintu kamar, bau


harum masakan mulai tercium di hidungnya dan langsung membuatnya merasa lapar.


Karena penasaran, Momo segera ke dapur untuk melihat makanan

__ADS_1


yang membuatnya tergugah. Momo cukup kaget karena apa yang dilihatnya saat ini,


dimana Cleo yang sedang memakai celemek dan sedang memasak. Pemandangan itu


sangat indah dan Cleo tampak sangat seksi di mata Momo.


Melihat Momo yang terdiam, Cleo akhirnya membuka suara.


“Morning Ayy, pas banget Koko udah selesai masak. Dan Ayy duduk


diam di sana, biar Koko siapin dulu sarapannya.” Kata Cleo menunjuk pada kursi


di meja makan.


“Koko kok udah masak aja, kan masih sakit. Harusnya Koko


istirahat dulu sampe bener-bener sembuh. Udah, biar Momo lanjutin masaknya.”


Kata Momo yang sedikit marah pada Cleo.


“Koko udah sembuh Ayy, udah gak demam, udah gak sakit kepala,


pokoknya udah sembuh serratus persen. Udah kamu duduk aja, udah selesai juga kok


ini.” Balas Cleo.


“Koko bisa masak?” Tanya Momo yang heran karena setahunya


Cleo bahkan tidak bisa membedakan garam dan gula, ya itu juga karena pernah ada


kejadian lucu dulu. Dia berniat membantu tapi karena Cleo sudah berkata begitu,


dia akhirnya duduk di meja makan dan menatap ragu pada makanan yang dibawa Cleo


ke meja makan.


Melihat tampilannya dan aromanya sepertinya rasanya tidak


buruk, namun siapa yang tahu apa yang akan terjadi, apalagi ada istilah ‘Don’t


judge a book by the cover’ (maap kalo salah, hehe).


“Ya terpaksa belajar masak setelah kuliah.” Jawab Cleo.


“Oh.” Balas Momo menganggukkan kepalanya paham.


Momo menerima dengan senang hati hidangan yang diberikan


Cleo dan segera menyantapnya. Suapan pertamanya, Momo tidak menyangka rasanya akan


seenak ini, kemudian dia memakannya dengan hati bahagia.


Melihat ekspresi gadisnya, Cleo akhirnya tersenyum lega dan


bahagia karena Momo terlihat menyukai masakannya.


“Sumpah, ini enak banget. Koko kok jago masak sih, tahu gini


kan Momo bisa minta dimasakin terus, hehe.” Kata Momo memuji rasa masakan Cleo.


“Syukurlah kalau kamu suka. Bilang aja nanti kalo Ayy pengen


makan sesuatu, nanti Koko masakin.” Kata Cleo.


“Siap bos, dengan senang hati.” Balas Momo semangat.


Keduanya lalu menghabiskan sarapan dengan perasaan bahagia. Selesai


makan keduanya membereskan piring dan sebagainya seperti biasa, namun kali ini


Cleo yang mencuci piring sedangkan Momo membersihkan kompor dan meja makan serta


meja dapur.


Setelah selesai dengan urusan dapur, keduanya beristirahat


sebentar di ruang tamu sambil menonton berita pagi dan mengobrol santai lalu


kemudian kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2