
Sinar mentari pagi yang masuk lewat celah-celah ventilasi ruangan
itu jatuh tepat di wajah cantik seorang gadis yang masih setia dalam mimpi
indahnya dan tidak terlihat tanda-tanda bahwa pemilik wajah cantik itu akan
segera membuka matanya. Gadis itu terlihat damai dalam tidurnya sehingga bahkan
suara burung-burung yang berkicau pun tidak mengganggunya. Ya, gadis cantik itu
adalah Momo yang masih tertidur dengan nyenyak padahal jam sudah menunjukkan
pukul 07.00 pagi.
Berbeda dengan Cleo yang sudah bangun sejak jam lima pagi
tadi. Saat ini Cleo yang baru selesai dengan kegiatan membaca dan bermeditasi
setelah merasa dirinya sudah dalam kondisi bugar dan tidak lagi merasa sakit
kepala.
‘Ayy udah bangun belum ya?’ Batin Cleo.
Karena penasaran, Cleo keluar dari kamarnya dan menuju ke
kamar di sebelahnya dimana tempat Momo tidur. Kamar itu memang sengaja dia
siapkan hanya untuk gadisnya seorang sehingga tepat berada di samping kamarnya.
Di dalam kamar itu juga sudah dia siapkan beberapa kebutuhan primer untuk
berjaga-jaga jika gadisnya menginap dan juga desain kamar yang sudah dia
sesuaikan dengan gaya yang Momo sukai. Tidak puas dengan itu, Cleo bahkan sudah
berencana menaruh pakaian untuk Momo di walk in closet kamar itu.
Tok, tok, tok
“Ayy, udah bangun?” Panggil Cleo pada gadis di dalam kamar
itu.
“Koko masuk ya.” Kata Cleo lagi setelah beberapa saat.
Karena tidak ada jawaban dari dalam setelah Cleo menunggu
beberapa saat, sehingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar itu yang
kebetulan tidak dikunci oleh Momo. Sebenarnya bukan kebetulan tidak dikunci
oleh Momo, hanya saja gadis itu takut jika Cleo memanggil atau membutuhkan
bantuannya di tengah malam maka bisa langsung mencarinya jika dia tidak
mendengar panggilannya saat tidur.
Melihat Momo yang masih tertidur dengan nyenyak dan wajah
cantiknya yang damai, membuat Cleo tidak bisa menahan diri untuk mendekati
gadis itu namun tidak mengganggunya. Cleo hanya duduk di kasur di samping Momo
yang masih tertidur pulas. Dia memandangi makhluk ciptaan Tuhan yang begitu
sempurna di matanya itu dengan tatapan lembut dan hangat, jenis tatapan yang
hanya dia tunjukkan pada gadis kesayangannya, bahkan pada orangtuanya saja dia
tidak akan menunjukkan tatapan hangat penuh kasih sayang itu.
‘Tidur mangap gini aja masih tetep cantik.’ Batin Cleo yang
sedang mengagumi wajah cantik Momo.
Dia tidak berani bersuara karena takut tidur cantik gadisnya
terganggu. Cleo hanya bisa mengelus lembut wajah dan rambut halus gadis itu,
lalu mengecup keningnya sebentar dan segera keluar dari kamar setelah
memperbaiki selimut yang sudah kacau balau itu untuk Momo.
Setelah keluar dari kamar Momo, Cleo kembali ke kamarnya sebentar
untuk menghubungi Kevin. Kevin yang saat itu sedang sarapan di apartemennya
dengan buru-buru menerima panggilan telepon dari Cleo yang merupakan bos
sekaligus sahabatnya.
“Halo Yo. Gimana keadaanmu, udah bisa masuk kantor?” Tanya
Kevin begitu menerima panggilan telepon dari Cleo.
“Belum bisa ngantor.” Jawab Cleo singkat.
“Istirahat aja dulu kalau gitu, urusan kantor aman, belum
ada pekerjaan yang mendesak juga. Ohiya, nanti siang aku ke apart bos. Bos mau
__ADS_1
dibawain apa?” Tanya Kevin.
“Gak perlu, ada Momo disini.” Jawab Cleo.
Kevin yang mendengar nama Momo disebut menjadi tersedak
karena kaget. Dia menjadi heboh sendiri karena tahu bahwa Momo pasti menginap
di tempat bos bucinnya itu.
“Ehem. Gini bos, pekerjaanku selesai siang ini, jadi
daripada nganggur mending aku jenguk bos ke situ, sekalian bawain makan siang
gitu.” Rayu Kevin yang sepertinya menjadi semakin berani meminta izin Cleo
semenjak acara penyambutan kepulangan Momo.
“Terserah.” Jawab Cleo pasrah dan langsung memutuskan
panggilan telepon keduanya. Cleo benar-benar menyerah jika berhadapan dengan
kekeras kepalaan Kevin jika menginginkan sesuatu sehingga mau tidak mau dia
hanya bisa menyetujui permintaan Kevin.
Kevin yang merasa sudah disetujui oleh Cleo segera menelepon
Cessa untuk mengajak gadis itu untuk pergi menjenguk Cleo bersama karena ada
Momo sehingga dia tidak akan menjadi obat nyamuk diantara kedua orang yang
diseganinya sejak dulu.
Percobaan pertama gagal karena panggilan teleponnya tidak
dijawab oleh Cessa dan membuatnya kesal setengah mati.
“Ya ampun, jangan bilang si cerewet belum bangun.” Kata
Kevin kesal karena dirinya sudah begitu bersemangat malah gadis itu yang
sepertinya belum bangun karena tidak menjawab panggilan teleponnya.
Tidak menyerah sampai disitu, Kevin mencoba sekali lagi
untuk menelepon Cessa. Namun lagi-lagi dia harus menelan pil pahit kekecewaan
karena Cessa yang tidak menjawab panggilannya lagi. Karena sudah terlanjur
dongkol pada gadis itu, Kevin akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan singkat
‘Bangun woe dasar kebo, udah siang ini belum bangun juga
dasar cewek. Ehem, nanti siang temenin aku jenguk bos ke apartemennya. Tenang,
ada Momo juga disana, jadi jangan kemana-mana dan tunggu aku jemput, by the way
gak terima penolakan. Thanks.’ Begitu isi pesan teks yang dikirim Kevin pada
Cessa.
Setelah mengirim pesan tersebut, Kevin yang sudah selesai
sarapan lalu membereskan piring dan sisa makanannya lalu bergegas ke kantor
untuk bekerja.
Berbeda dengan Cleo yang setelah menghubungi Kevin, dia lalu
ke dapur untuk menyiapkan sarapan, lebih tepatnya memasak makanan untuk sarapan
dirinya dan gadis tersayangnya. Pertama-tama Cleo menanak nasi menggunakan rice
cooker lalu menggoreng telur mata sapi. Cleo juga memanggang steak jaga-jaga
jika Momo tidak ingin makan nasi. Tidak hanya itu, Cleo juga membuat tumis woetel,
brokoli, dan jagung muda yang diberi bumbu sedemikian rupa sehingga menciptakan
bau harum yang menggugah selera. Cleo memasak semuanya dengan penuh hati-hati
dan perlahan karena tidak ingin mengecewakan gadisnya saat mencicipi masakannya
nanti.
Di kamar Momo, gadis itu akhirnya terbangun karena merasa
terganggu dengan cahaya matahari yang semakin terang menerangi wajahnya. Dia
lalu meregangkan tubuhnya dan merasa tidurnya sangat nyenyak dan nyaman kali
ini karena jarang sekali dirinya bisa tertidur nyenyak.
Setelah mencuci muka dan menggosok gigi serta merapikan
diri, Momo segera keluar untuk menuju ke dapur. Begitu membuka pintu kamar, bau
harum masakan mulai tercium di hidungnya dan langsung membuatnya merasa lapar.
Karena penasaran, Momo segera ke dapur untuk melihat makanan
__ADS_1
yang membuatnya tergugah. Momo cukup kaget karena apa yang dilihatnya saat ini,
dimana Cleo yang sedang memakai celemek dan sedang memasak. Pemandangan itu
sangat indah dan Cleo tampak sangat seksi di mata Momo.
Melihat Momo yang terdiam, Cleo akhirnya membuka suara.
“Morning Ayy, pas banget Koko udah selesai masak. Dan Ayy duduk
diam di sana, biar Koko siapin dulu sarapannya.” Kata Cleo menunjuk pada kursi
di meja makan.
“Koko kok udah masak aja, kan masih sakit. Harusnya Koko
istirahat dulu sampe bener-bener sembuh. Udah, biar Momo lanjutin masaknya.”
Kata Momo yang sedikit marah pada Cleo.
“Koko udah sembuh Ayy, udah gak demam, udah gak sakit kepala,
pokoknya udah sembuh serratus persen. Udah kamu duduk aja, udah selesai juga kok
ini.” Balas Cleo.
“Koko bisa masak?” Tanya Momo yang heran karena setahunya
Cleo bahkan tidak bisa membedakan garam dan gula, ya itu juga karena pernah ada
kejadian lucu dulu. Dia berniat membantu tapi karena Cleo sudah berkata begitu,
dia akhirnya duduk di meja makan dan menatap ragu pada makanan yang dibawa Cleo
ke meja makan.
Melihat tampilannya dan aromanya sepertinya rasanya tidak
buruk, namun siapa yang tahu apa yang akan terjadi, apalagi ada istilah ‘Don’t
judge a book by the cover’ (maap kalo salah, hehe).
“Ya terpaksa belajar masak setelah kuliah.” Jawab Cleo.
“Oh.” Balas Momo menganggukkan kepalanya paham.
Momo menerima dengan senang hati hidangan yang diberikan
Cleo dan segera menyantapnya. Suapan pertamanya, Momo tidak menyangka rasanya akan
seenak ini, kemudian dia memakannya dengan hati bahagia.
Melihat ekspresi gadisnya, Cleo akhirnya tersenyum lega dan
bahagia karena Momo terlihat menyukai masakannya.
“Sumpah, ini enak banget. Koko kok jago masak sih, tahu gini
kan Momo bisa minta dimasakin terus, hehe.” Kata Momo memuji rasa masakan Cleo.
“Syukurlah kalau kamu suka. Bilang aja nanti kalo Ayy pengen
makan sesuatu, nanti Koko masakin.” Kata Cleo.
“Siap bos, dengan senang hati.” Balas Momo semangat.
Keduanya lalu menghabiskan sarapan dengan perasaan bahagia. Selesai
makan keduanya membereskan piring dan sebagainya seperti biasa, namun kali ini
Cleo yang mencuci piring sedangkan Momo membersihkan kompor dan meja makan serta
meja dapur.
Setelah selesai dengan urusan dapur, keduanya beristirahat
sebentar di ruang tamu sambil menonton berita pagi dan mengobrol santai lalu
kemudian kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1