Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Gadis Kesayangan Tuan Muda


__ADS_3

MASIH FLASHBACK


Beberapa tahun kemudian, seorang remaja laki-laki yang sangat tampan berusia 15 tahun sedang duduk di dalam mobilnya yang sedang dikendarai oleh supirnya. Dia sedang dalam perjalanan menjemput seseorang untuk berangkat ke sekolah bersama.


Ini merupakan kegiatan rutin yang wajib dilakukannya beberapa tahun belakangan. Setelah beberap saata, mobil tersebut tiba dan memasuki sebuah rumah mewah bak istana yang mereka sebut mansion.


Setelah sang supir memarkirkan mobil, dia pun turun dan langsung memasuki rumah tersebut. Semua pelayan dan pekerja di rumah tersebut menunduk hormat saat pria tersebut melewati mereka.


“Hai Boy, seperti biasa, your Baby masih bersiap-siap di kamarnya. Ayo langsung ke meja makan kita sarapan terlebih dahulu.” Kata seorang Wanita paruh baya yang masih sangat cantik di usianya.


“Morning Mom, it’s ok. Cleo juga sudah lapar, hehe.” Kata anak laki-laki tersebut yang ternyata adalah Sang Tuan Muda Grissham, Cleo Grissham yang sudah remaja.


“Mami sampai lupa mengucapkan selamat pagi, hehe. Maklumlah faktor usia.” Jawab Wanita tersebut yang mana adalah Ibu dari Nona Muda Alexndra sambil tertawa.


Cleo hanya menggelengkan kepalanya melihat sang Mami yang sama saja dengan Momynya. Dia menjadi bingung apakah semua Ibu memang bersikap seperti itu.


“Morning epribadehhh!!!!!!!! Orang cantik menyapa kalian semua. Semoga hari kita semua menyenangkan.” Teriak seorang remaja perempuan cantik dengan seragamnya sehingga membuatnya terlihat semakin imut, sambil menuruni tangga dan berjalan menuju ke meja makan karena dia sudah ditunggu.


Dia belum menyadari kehadiran Kokonya.


“Ekhm, ekhm.” Cleo dengan sengaja batuk agar ternotice.


“Ups.” Momo refleks menutup mulutnya dengan malu-malu.


“Eh, ada Koko, udah lama ya Eo?” Lanjutnya dengan ekspresi masih malu-malu.


“Sini, sarapan.” Cleo menariknya untuk duduk disampingnya.


Mereka pun akhirnya melanjutkan sarapan dengan tenang. Setelahnya, mereka pun berangkat ke sekolah.


“Bye Mami, kami berangkat.” Pamit Momo setelah mencium tangan Maminya.


“Bye Mom.” Pamit Cleo juga setelah mencium tangan Mami.


“Hati-hati ya, semangat belajarnya anak-anak Mami.” Jawab sang Mami.


Mereka akhirnya berangkat diantar oleh supir Cleo. Setelah lama berpikir, Momo pun memberanikan diri untuk bertanya pada Cleo.


“Eo, hari ini latihan?” Tanyanya pada Cleo.


“Temani Koko.” Jawab Cleo singkat.


“Emm, Momo tidak ikut Koko boleh? Momo harus menyelesaikan beberapa urusan di rumah.”


Kata Momo dengan wajah memelas yang membuatnya semakin terlihat imut.


Seketika raut wajah Cleo langsung berubah suram. Padahal itu adalah hari terakhir latihannya sekaligus pemantapan sebelum bertanding.


Mendengar Momo yang tidak bisa menemaninya, dia menjadi tidak bersemangat. Dia tidak bisa meminta izin karena akan ada pembina dan kepala sekolah yang akan langsung mengawasi latihan mereka.


Setidaknya dia masih bisa menghargai gurunya yang baik.


Melihat raut wajah Cleo yang berubah suram, Momo menyesali perkataannya tadi. Dia sangat tahu bagaimana Kokonya jika tidak dia temani. Tetapi urusannya juga tidak kalah penting.


Momo pun hanya menyandarkan kepalanya di bahu Cleo.

__ADS_1


“Aku ngantuk, tidur sebentar boleh?” Tanya Momo sambil memejamkan matanya.


Cleo hanya mengelus rambut Momo dan menggenggam tangannya.


Sang supir yang merasakan kemuraman majikannya pun hanya menggelengkan kepalanya. Dia senang melihat kedekatan kedua majikannya dan berharap keduanya berjodoh.


“Ayy, bangun kita sudah sampai. “ Kata Cleo membangunkan Momo dengan lembut sambil mengelus pipi gadisnya.


Momo pun akhirnya bangun karena mereka sudah tiba di sekolah. Setelah merapikan rambutnya, keduanya pun segera turun dari mobil.


Mereka menjadi pusat perhatian para siswa SMA Internasional Grissham, dengan visual yang dimiliki keduanya membuat semua orang menjadi terpana. Banyak yang menyukai keduanya tapi tidak dihiraukan karena mereka kebanyakan hanya ingin nebeng popularitas saja.


Keduanya pun berjalan menuju kelas masing-masing dengan Momo yang diantar terlebih dahulu.


Sore harinya setelah bunyi lonceng pertanda waktu belajar telah usai, Cleo langsung menuju lapangan untuk Latihan basket. Ya, Cleo merupakan kapten basket di sekolahnya. Dia tidak menjemput Momo karena Momo bilang langsung pulang dijemput supir pribadinya.


Setelah berganti pakaian dengan pakaian basketnya, Cleo pun memulai Latihan bersama teman-temannya. Dia sangat tidak bersemangat, membuat yang lain terheran-heran.


“C’mon bro, semangat. Bagaimana kami akan semangat kalau kaptennya saja loyo seperti ini.” Kata Kevin sahabatnya yang sudah berteman sejak SMP. Orangtua mereka juga berteman baik.


Cleo hanya mengangguk tanpa menjawab perkataan sahabatnya.


Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyodorkan air minum untuk Cleo yang sedang duduk sambil menunduk.


“Hallo akak ganteng, mau jadi pacarku?” Kata seorang gadis yang suaranya familiar di telinga Cleo.


Cleo dengan cepat mendongakkan wajahnya dan bertemu pandang dengan seorang gadis cantik yang menjadi primadona sekolah tersebut. Senyumnya mengembang saat melihat wajah gadis itu.


“Airnya tidak diambil?” Kata gadis itu lagi yang ternyata adalah Momo. Dia tidak jadi pulang untuk menyelesaikan urusannya karena pada awalnya dia hanya ingin mengerjai Koko tampannya itu.


“Urusannya bagaimana?” Tanya Cleo.


“Bohong, hehe.” Jawab Momo sambil meledek Yeyonya.


Cleo hanya tersenyum dan mengusap rambut gadisnya.


Diapun melanjutkan latihannya dengan semangat bersama teman-temannya. Sejak itu, semua orang menjadi sadar seberapa pentingnya Momo di hidupnya. Mereka ikut bahagia melihat keduanya walaupun ada saja yang tidak suka melihat kedekatan keduanya.


Setelah selesai Latihan mereka pun akhirnya pulang. Momo terlebih dahulu diantar oleh Cleo.


Keesokan harinya adalah hari pertandingan Cleo melawan SMA Mardhiyata yang sudah menjadi rival mereka sejak dahulu. Dengan Cleo yang disemangati oleh Momo, merekapun memenangkan pertandingan tersebut.


Kapten lawan Bernama Joy sangat menyukai Momo sejak pertama kali melihatnya. Dia berencana mengejarnya.


“Selamat pacar Momo, muahhhhh.” Kata Momo pada Cleo sambil memeluk Kokonya di tengah lapangan sesaat setelah peluit Panjang menandakan kemenangan mereka.


Cleo yang kaget segera menangkap Momo yang melompat ke pelukannya. Momo tidak sadar dengan tindakannya karena terlalu bahagia. Mendengar panggilan Momo kepadanya dengan sebutan Pacar walaupun hanya spontanitas namun tetap saja dia bahagia. Dia pun memeluk Momo dengan erat sambil mengecup pucuk rambut Momo.


Semua orang yang melihat pemandangan tersebut bersiul bahagia karena sangat jarang melihat Si Manusia Es mencair.


Joy yang juga melihat keduanya kaget dan tidak menyangka ternyata musuhnya juga menjadi saingan cintanya. Dia mengepalkan tangannya karena cemburu dengan keberuntungan Cleo.


“Sudah puas memeluknya?” Bisik Cleo pada Momo karena melihat mereka menjadi pusat perhatian. Dia sangat tau Momo akan sangat malu saat sadar.


Seketika Momo pun tersadar. Dia mengangkat sedikit kepalanya untuk mengintip suasana sekitar. Cleo hanya tersenyum melihat kelakuan gadisnya sambil masih terus memeluknya.

__ADS_1


“Kokooo.” Rengek Momo yang merasa begitu malu karena menjadi pusat perhatian semua orang.


Momo hanya mendekatkan kepalanya bersembunyi di ceruk leher Cleo. Dia tidak peduli dengan keringat Cleo yang baru selesai melakukan pertandingan. Dia terlalu malu untuk berpura-pura tidak terjadi apapun.


Cleo akhirnya berjalan menuju tempat istirahat sambil terus menggendong Momo yang masih menyembunyikan wajahnya. Dia sangat menikmati momen tersebut. Sangat jarang Momonya bertindak manja padanya setelah mereka remaja.


“Turun?” Tanya Cleo pada Momo yang masih tidak ingin mengangkat wajahnya.


Momo hanya menggelengkan kepalanya dan mengeratkan pelukannya pada Cleo. Dia merasa ingin tenggelam dan menghilang saja dari dunia ini.


“Koko keringatan Ayy, biarkan Koko mandi dulu, hmm?” Tanya Cleo lembut pada Momo.


“No Koko, nanti saja di rumah mandinya. Momo malu.” Jawabnya pelan.


“Ikut Koko ke ruang ganti ya?” Tanya Cleo lagi.


Momo hanya menganggukan kepalanya. Dengan terus menggendong Momo, Cleo pun berjalan menuju ke ruang ganti bersama teman-temannya. Dia tidak menuju ruang ganti sekolah, tapi berjalan menuju ruang pribadinya di sekolah tersebut.


Sesampainya di ruangan Cleo pun menurunkan Momo di sofa ruangan tersebut.


“Tunggu sebentar ya.” Kata Cleo pada Momo sambil mengusap pipi Momo.


Momo menganggukan kepalanya tanpa menjawab. Sembari menunggu Cleo berganti pakaian, Momo menuju meja di ruangan tersebut dan mengambil topi milik Cleo.


“Ayo pulang.” Ajak Cleo pada Momo.


Dia tidak akan mengungkit kejadian tadi karena tau Momonya akan marah padanya.


Keduanya pun keluar dari ruangan sambil bergandengan tangan untuk pulang. Momo menggunakan topi Cleo untuk menutupi wajahnya yang memerah karena malu.


Joy yang ternyata belum pulang dan melihat pemandangan tersebut merasa kesal dan berjanji akan terus berjuang mendekati pujaan hatinya. Dia tidak ingin kalah lagi. Tapi siapa yang tahu kedepannya akan seperti apa.


Sejak hari itu, Momo menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak. Dia tidak ingin lagi gegabah dan menjadi malu sendiri.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


.


.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar agar menjadi makin semangat nulisnya.


.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.


.

__ADS_1


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2