Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Cleo yang Manja


__ADS_3

Ketika tiba di ruang tamu rumah Momo, Cleo tidak melihat Momo dan hanya bertemu dengan salah satu asisten rumah tangga yang baru saja selesai membersihkan area ruang tamu. Melihat Cleo datang, asisten tersebut mempersilahkan Cleo untuk duduk lalu menawarkan minuman namun ditolak oleh Cleo, sehingga dia kembali menuju ke dapur untuk mengerjakan pekerjaan lain.


Lima menit kemudian, Momo akhirnya terlihat turun dari tangga. Cleo langsung berdiri dan berjalan ke arah Momo untuk menyambut kekasihnya. Ketika keduanya semakin dekat, Cleo dibuat terpana dengan kecantikan Momo yang menggunakan pakaian casual serba putih dengan sepatu kets berwarna pink, sangat imut. Dia selalu terpesona


setiap kali melihat Momo, bahkan jika gadis itu tidak sedang berdandan. Beda dengan Momo yang tetap terlihat tenang ketika melihat Cleo mendekat, jantungnya berdebar, namun tidak sekencang Cleo.


“Ayy.” Sapa Cleo ketika Momo berada tepat di hadapannya lalu memeluk dan mencium kening gadisnya dengan penuh kasih sayang.


Momo tersenyum dan membalas pelukan hangat Cleo lalu menutup mata menikmati perlakuan dari Cleo. Karena dia sudah terbiasa, jadinya dia tidak terlalu gugup saat mendapat perlakuan itu dari Cleo. Dia hanya merasa bahagia karena Cleo tidak pernah berubah, perhatiannya malah bertambah saat keduanya telah menjadi


sepasang kekasih.


Setelah puas memeluk gadisnya, Cleo akhirnya melepas pelukan keduanya lalu menatap tepat pada mata gadis cantiknya.


“Kita berangkat sekarang?” Tanya Cleo lembut.


“Tunggu bentar, Momo pamitan dulu sama Mbak Naya biar gak nyariin Momo nanti.” Jawab Momo.


“Iya sayang.” Balas Cleo menganggukan kepalanya.


Momo tersenyum, lalu keduanya menuju halaman belakang untuk menemui Mbak Naya. Cleo sudah mengetahui kepergian Papa Alex dan Mami Via sehingga dia tidak mencari mereka ketika datang tadi. Melihat Mbak Naya yang sedang membersihkan daun Bunga yang layu, Momo langsung memanggilnya.


“Mbak Nay.” Panggil Momo.


Mbak Naya yang mendengar panggilan nona mudanya segera berbalik dan melihat Momo dan Cleo yang sedang berjalan ke arahnya. Namun yang membuatnya salfok (salah fokus) adalah tangan Cleo yang senantiasa bertengger di pinggang Momo dengan mesra. Mbak Naya dibuat merona dengan pemandangan itu, lalu segera mendekati kedua majikannya.


“Romantis amat non sama den Cleo, hehe, jadi ngiri.” Kata Mbak Naya menggoda keduanya.


“Kan ada Mang Ujang, Mbak. Mau Momo panggilin?” Goda Momo, sedangkan Cleo hanya tersenyum menanggapi.


“Ah si non bisa aja.” Balas Mbak Naya


“Hehe. Mbak, Momo mau ke kantor Koko, mungkin pulangnya bakal malam, jadi Mbak kurangin aja porsi masakannya ya.” Kata Momo.


“Oalah, siap non.” Balas Mbak Naya lalu berbalik pada Cleo.


“Den Cleo, saya titip non Momo, tolong dijagain ya, takut ilang.” Pesan Mbak Naya namun sedikit bercanda, dia sudah tahu Momo akan selalu aman ketika bersama Kokonya.


“Siap Mbak Nay. Pasti dijagain dengan baik.” Balas Cleo sambil tersenyum menatap Momo dengan penuh cinta.


Mbak Naya tersenyum melihat itu dan berharap keduanya selalu bahagia. Dia tidak memiliki kecurigaan apapun mengenai hubungan keduanya sekarang, karena perlakuan Cleo itu sudah hal biasa untuk dilihat olehnya jadi tidak ada hal aneh yang bisa dicurigai.


Cleo dan Momo lalu meninggalkan kediaman dan menuju ke perusahaan Cleo.


“Sayang, gimana masalah restoran?” Tanya Cleo saat keduanya berada di dalam mobil dan tengah dalam perjalanan menuju kantor Cleo.


“Tinggal ekseksusinya aja, tapi masih ngatur jadwal yang pas buat kesana.” Jawab Momo.


“Ayy gak papa kehilangan dia?” Tanya Cleo.


“Gak papa Ko, dari awal Momo gak terlalu menaruh perhatian sama dia. Kesalahannya terlalu besar kali ini.” Jawab Momo.


“Hm, Koko selalu mendukungmu.” Kata Cleo sambil mengelus rambut Momo sayang dengan sebelah tangannya.


Momo tersenyum lalu mengambil tangan Cleo untuk dia genggam. Dia merasa aman dan bahagia setiap bersama Koko kesayangannya. Genggamannya membuat Cleo tersenyum dan berbalik menatap lembut pada Momo yang juga sedang menatapnya.


Cleo tidak berlama-lama menatap gadisnya karena dirinya sedang menyetir saat ini.


“Ko, Kak Kevin masih di kota B?” Tanya Momo.


“Iya sayang. Masih ada beberapa urusan yang harus diselesaiin disana, jadi dia harus tinggal beberapa hari lagi. Seharusnya besok atau lusa udah bisa balik kesini.” Jawab Cleo.

__ADS_1


“Koko bener-bener tega ninggalin Kak Kevin sendirian disana.” Kata Momo yang merasa tidak berdaya dengan sikap Cleo.


“Gak papa sayang, dia harus terbiasa.” Balas Cleo santai.


“Hmm. By the way, makasih Ko udah beliin pesanan Momo. Mang Ujang baru ngasitau Momo kemarin karena kelupaan katanya. Terus udah Momo set up juga alat-alatnya di ruang kerja Momo.” Kata Momo yang akhirnya teringat pada alat-alat yang dia minta Cleo belikan.


“Gak masalah Ayy, selama kamu suka, Koko ikut seneng.” Balas Cleo.


Momo yang merasa gemas dengan jawaban Cleo lalu mencubit pipi Cleo pelan dengan ekspresi gemas membuat Cleo terpaku sesaat lalu kembali normal dan tersenyum. Dia benar-benar harus membiasakan diri dengan perlakuan tiba-tiba Momo seperti ini kedepannya.


Keduanya pun mengobrol ringan sampai akhirnya tiba di depan gedung pencakar langit milik Cleo. Cleo tidak langsung menuju tempat parkir, namun berhenti tepat di depan pintu masuk gedung perusahaannya. Setelah itu dia turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu Momo, kemudian memberikan kunci mobilnya pada satpam untuk memarkirkan mobilnya.


Tangan Cleo selalu setia berada di pinggang ramping Momo sejak gadis itu turun dari mobil, dan itu menjadi pemandangan yang menakjubkan di mata para karyawan yang kebetulan lewat maupun yang bekerja di lantai pertama perusahaan. Mereka semua mengenali Momo dan semakin yakin dengan gossip yang beredar di kalangan mereka, bahwa Cleo dan Momo mungkin sudah bertunangan.


“Omegat, pasangan surgaku. Bos dan nona Momo benar-benar pasangan serasi.” Kata mereka yang melihat pemandangan indah itu.


“Bos perhatian banget sama nona Momo, lihat tatapan penuh cinta itu, sangat sangat membuat orang iri. Semoga mereka selalu bahagia dan terhindar dari pelakor maupun pebinor.” Kata yang lain menanggapi.


Begitulah reaksi orang-orang yang melihat mereka berdua. Namun baik Cleo maupun Momo tidak mempermasalahkan itu selagi tidak mengusik kebahagiaan mereka. Cleo malah senang karena mereka mendukung dan mendoakan hubungan keduanya, berbeda dengan Momo yang tetap tenang di segala situasi seperti itu.


Cleo dan Momo akhirnya masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan untuk menuju ke ruangan Cleo. Setelah beberapa saat, lift akhirnya terbuka. Keduanya pun berjalan menuju ruangan Cleo.


Bram yang melihat keduanya segera menyapa.


“Bos, Nona.” Sapa Bram. Bram tidak pernah memanggil nama Momo secara langsung dan hanya memanggilnya Nona karena dirinya segan pada gadis kesayangan bosnya tersebut.


“Hm.” Balas Cleo sambil menganggukan kepala.


Sedangkan Momo hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Dan Bram tidak mempermasalahkan hal itu karena dia sudah mengetahui kepribadian gadis milik bosnya itu.


Setelah itu, keduanya pun masuk ke dalam ruangan Cleo.


“Sayang mau makan siang dimana nanti?” Tanya Cleo karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas lewat.


“Oke sayang. Ayy mau makan siang apa?” Tanya Cleo lagi.


“Hmm, makanan kesukaan Koko aja.” Jawab Momo membuat Cleo tersenyum mendengarnya.


“Siap sayangku. Ayy duduk santai aja ya, Koko kerja bentar.” Kata Cleo sambil mengelus pipi Momo lembut.


Momo tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda setuju. Cleo pun berjalan menuju meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Momo duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya. Keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak ada percakapan antara mereka.


Jam sudah menunjukkan pukul 12.15 dan Cleo baru saja selesai dengan pekerjaannya. Dia sudah memberitahu Bram untuk membelikan makan siang untuk keduanya, sehingga dia hanya perlu menunggu di ruangan.


Cleo meregangkan sedikit tubuhnya karena lelah menunduk, lalu berdiri dan berjalan menuju Momo yang tengah asik dengan dunianya.


“Sayang.” Panggil Cleo.


Momo akhirnya mengangkat wajahnya untuk melihat Cleo setelah mendengar panggilannya. Dia pun tersenyum dan menyambut Cleo yang sudah duduk bersandar padanya.


“Koko capek?” Tanya Momo lembut.


“Gak, pengen recharge aja.” Jawab Cleo manja.


Momo hanya tersenyum tidak berdaya dan sedikit menggelengkan kepalanya dengan sikap manja Cleo. Sedangkan Cleo diam menikmati belaian lembut Momo pada rambutnya, dan semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Momo sambil memejamkan matanya. Dia memang perlu mengisi ulang energinya sekarang.


Beberapa saat kemudian, Bram mengetuk pintu yang langsung dipersilahkan masuk oleh Cleo. Bram lalu masuk dengan membawa totebag berisi paket makan siang untuk bos dan gadisnya. Melihat Cleo yang tengah bermanja pada Momo, Bram sedikit terkejut namun mulai membiasakan dirinya, apalagi saat melihat Momo yang terlihat santai, sehingga dia akhirnya menenangkan dirinya.


“Ini bos makan siangnya. Saya permisi.” Kata Bram.


“Terima kasih sekertaris Bram.” Balas Momo, sedangkan Cleo tidak usah ditanya lagi, dia bahkan tidak melirik atau mempedulikan kehadiran Bram dan tetap setia bersandar pada kekasihnya.

__ADS_1


Bram sudah tidak berdaya dengan kelakuan bosnya yang sedang kasmaran, sepertinya hubungan keduanya sudah menjadi lebih dekat sekarang, dan Bram hanya bisa mendoakan keduanya agar selalu bahagia, lalu segera keluar dari ruangan bosnya.


‘Semoga bos terus bahagia seperti ini.’ Batin Bram setelah keluar dari ruangan Cleo. Dia adalah salah satu saksi saat-saat terpuruk Cleo karena ketidakhadiran Momo, sehingga dia tahu perasaan Cleo saat ini.


“Koko, ayo makan dulu.” Kata Momo.


“Sayang suapin.” Pinta Cleo dengan nada manja.


“Ya udah Koko duduk yang bener dulu, Momo harus siapin dulu makanannya.” Kata Momo.


Cleo lalu menegakkan tubuhnya setelah mendengar ucapan Momo yang secara tidak langsung menyetujui permintaannya.


Momo benar-benar menyuapi Cleo dan dirinya sendiri selama acara makan siang keduanya. Dia merasa seperti sedang merawat Cleo muda yang sedang sakit, karena dulu saat sekolah Cleo hanya ingin makan jika disuapi Momo ketika dirinya sakit. Momo jadi tersenyum mengingat kenangan-kenangan itu.


“Koko manja banget sih.” Kata Momo sambil mencubit hidung Cleo pelan.


“Manja sama pacar sendiri itu sah sayangku.” Balas Cleo santai.


Momo tertawa dan menggelengkan kepalanya dengan jawaban santai Cleo. Apa kata orang-orang jika melihat pria yang mereka anggap dingin dan kejam ini sedang bermanja padanya sekarang, pasti akan menghebohkan pikir Momo.


“Ayo lihat sunset nanti sore.” Ajak Cleo.


“Boleh, Momo udah lama gak lihat sunset lagi, terakhir bareng Koko dan yang lain.” Kata Momo setuju.


“Iya sayang.” Balas Cleo.


Setelah itu, keduanya membereskan bekas makan siang mereka, lalu Cleo lanjut bekerja, sedangkan Momo memilih ke kamar pribadi Cleo untuk beristirahat.


Sore harinya keduanya benar-benar ke pantai untuk menikmati matahari terbenam. Banyak orang yang juga menikmati pemandangan indah itu selain keduanya.


“Sayang, Koko benar-benar bahagia sekarang. Jangan pernah pergi lagi ya Ayy, atau Koko bisa gila.” Kata Cleo serius sambil menatap lembut pada Momo yang juga menatapnya.


“Iya Koko, Momo gak akan kemana-mana lagi sekarang.” Balas Momo menenangkan Cleo.


“Koko sayang banget sama kamu, Ayy. Kamu satu-satunya yang boleh jadi pasangan hidup Koko.” Cleo lalu memeluk erat Momo.


Momo tidak membalas ucapan Cleo namun membalas pelukan Cleo sambil tersenyum bahagia dan memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan dan ciuman hangat Cleo pada kening dan puncak kepalanya. Mereka berdua saling meluapkan perasaannya lewat pelukan hangat di senja itu.


“Love you Koko.” Ucap Momo pelan.


“Love you more sayangku.” Balas Cleo.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2