Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Tuan Muda Jatuh Sakit


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu sejak Cleo, Momo, Kevin, Cessa, Ery, dan Kylo menghabiskan hari bersama untuk jalan-jalan dan bersenang-senang. Banyak yang merasa iri pada Ery dan Kylo yang mendapatkan hari bersantai bersama bos besar mereka, bahkan bersama calon bos wanita mereka. Namun tidak ada yang merasa benci atau apapun karena mereka ikut bahagia saat bos mereka bahagia, mereka hanya berharap akan ada hari dimana mereka semua bisa menghabiskan waktu bersama untuk bersenang-senang atau sekedar jalan-jalan bersama.


Selama satu minggu itu Cleo sangat sibuk dengan urusan dan pekerjaannya. Selain menyelidiki Jay dan membuat rencana pencegahan, Cleo juga sibuk dengan proyek besar yang sedang dikerjakannya, dimana perusahaannya dan perusahaan Papa Alex berkolaborasi.


Proyek yang menjadikan Cleo sebagai penanggung jawab adalah proyek pembangunan real estate mewah untuk kalangan atas atau orang-orang berduit. Karena proyek itu merupakan proyek besar yang sangat penting untuk kedua perusahaan, sehingga Cleo turun langsung ke lokasi untuk melihat dan mengawasi perkembangan pembangunan proyek tersebut. Cleo akan memastikan tidak ada yang terlewat dari pengawasannya sehingga semua berjalan sesuai rencana dengan sempurna, dia tidak ingin ada kesalahan atau kegagalan sedikitpun.


“Untuk perkembangan proyek sejauh ini sudah mencapai 40%. Bangunan utama yang menjadi prioritas pembangunan saat ini, sedangkan untuk unit-unit pendukung lainnya akan dilanjutkan saat perkembangan proyek sudah mencapai 55%. Untuk akomodasi dan kebutuhan-kebutuhan lain terkait proyek, sejauh ini masih tercukupi sesuai dengan anggaran. Kesehatan para pekerja juga selalu menjadi prioritas utama kita, dan sejauh ini belum ada pekerja yang mengalami gangguan kesehatan atau keluhan lainnya. Untuk laporan dari kami sejauh ini mungkin itu saja, apa ada pertanyaan atau tanggapan dari bos?” Jelas Mandor lapangan pada Cleo yang saat itu sedang mengawasi perkembangan proyek.


“Bagus.” Balas Cleo singkat.


Cleo menganggukkan kepalanya puas dengan kinerja mandor dan pekerja lainnya yang terlibat langsung dengan proyek. Dia lalu memberi isyarat pada Kevin untuk memberikan tanggapan karena dia sedang malas berbicara panjang lebar.


Kevin yang mengerti maksud bosnya pun langsung mengambil alih obrolan dan bertanya lebih lanjut.


“Sejauh ini perkembangan di lapangan sangat baik, namun jika disesuaikan dengan timeline, seharusnya saat ini paling lambat harus sudah mencapai 60%. Namun karena cuaca yang juga cukup buruk beberapa minggu ini jadi bisa dimaklumi. Untuk bisa menyelesaikan proyek sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, apa ada saran dari Pak Mandor? Silahkan sampaikan apa saja yang ada dalam pikiran anda.” Tanggapan Kevin sekaligus bertanya balik pada mandor.


“Menurut saya sebaiknya ditambahkan lagi jumlah pekerja dan pengawas seperti mandor dan asisten lapangan, dan fasilitas pendukung lain seperti unit transportasi alat dan bahan di lapangan agar pekerjaan semakin cepat selesai, namun kendalanya adalah biaya yang harus ditambah lagi apabila menggunakan cara tersebut. Selain itu untuk mengurangi resiko kerugian terhadap bahan baku bangunan yang rusak akibat cuaca buruk, sebaiknya ditambah lagi gudang penyimpanan yang lebih luas kapasitasnya, tidak perlu menggunakan bahan kelas atas untuk membangun gudang, cukup dengan bahan biasa yang sekiranya akan tahan terhadap hujan dan panas untuk dua bulan kedepan. Itu saja saran dari saya untuk saat ini, mungkin Bos dan Pak Kevin ada tanggapan?” Jelas Pak Mandor mengutarakan pendapatnya.


Cleo dan Kevin yang mendengan penjelasan mandor itu sedikit terkejut dan cukup kagum dengan penjelasan rinci dan cerdasnya, padahal mandor itu hanya lulusan SMA namun dari kata-katanya seperti seorang sarjana sipil yang berpengalaman.


“Bagus. Kerjakan seperti itu.” Kata Cleo kepada Kevin dan mandor. Dia tidak akan mempermasalahkan terkait dana yang harus dikeluarkan lagi selagi bisa menyelesaikan proyek tepat waktu. Lagipula semua pekerja bekerja dengan sangat jujur dan tidak ditemukan kasus korupsi sehingga dana yang tersisa masih sangat cukup untuk menambah pekerja dan gfasilitas pendukung lain seperti saran pak mandor. Setelah memberi perintah itu pada Kevin, Cleo langsung meninggalkan keduanya dan kembali ke mobil.


Kevin tidak kaget lagi dengan arahan Cleo karena itulah gaya kerja bosnya. Jika ada pekerja yang cerdas dan sarannya cukup menguntungkan dan berdasar, maka Cleo akan dengan senang hati mendengarkan dan melaksanakannya sebagai bentuk apresiasinya terhadap kerja keras bawahannya. Kevin tahu pasti Cleo sudah memiliki rencana masa depan untuk kepala mandor itu karena dirinya memang memiliki potensi besar, dan mungkin saja dia akan selalu dilibatkan di proyek-proyek besar perudasahaan Cleo selanjutnya. Cleo sangat menghargai bakat dan kemampuan sehingga dia tidak akan menyia-nyiakan orang seperti pak mandor itu.


Sedangkan Pak Mandor itu kaget dengan mulut sedikit ternganga mendengar kata-kata Cleo. Dia merasa tidak percaya sarannya diterima bos dingin itu bahkan langsung diperintah untuk dikerjakan. Dalam hatinya dia sangat bahagia dan bangga pada dirinya karena berani mengatakan saran yang sudah lama dipendamnya. Dia selalu mengagumi bos besarnya yang walaupun dingin namun sangat peduli dengan pekerja kasar seperti mereka di lapangan.


“Karena bos sudah memberi perintah, nanti Pak Mandor bisa langsung menghubungi bendahara proyek untuk melaporkan biaya tambahan dengan rinciannya, secepatnya jika memungkinkan. Terima kasih banyak ya Pak untuk sarannya, bapak hebat.” Kata Kevin menyadarkan Pak Mandor yang masih berbahagia itu.


“Oh, iya, terima kasih banyak bos dan Pak Kevin sudah mendengarkan saran dari saya. Saya dan pekerja lain akan selalu bekerja keras untuk menyelesaikan proyek ini agar selesai tepat waktu.” Balas Pak Mandor dengan penuh semangat.

__ADS_1


“Oke, karena sudah tidak ada urusan lagi, saya pamit dulu, bos sudah menunggu di mobil. Minggu depan kami akan kembali untuk memeriksa perkembangan proyek. Selamat bekerja Pak, dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan.” Pamit Kevin karena tidak mau Cleo menunggu terlalu lama.


“Siap Pak Kevin. Hati-hati di jalan, dan jaga kesehatan juga Pak Kevin dan juga bos.” Balas Pak Mandor mengantar Kevin ke mobil.


Kevin segera masuk ke mobil dan melajukan mobil itu setelah membunyikan klakson pada Pak Mandor untuk menuju ke kantor. Di perjalanan Kevin menyempatkan melihat Cleo yang diam sejak tadi lewat kaca mobil. Dia mengernyitkan dahinya melihat Cleo yang nampak pucat.


“Bos, kalau sakit aku antar pulang aja, jangan memaksakan diri.” Kata Kevin pada Cleo yang sedang memejamkan mata.


“Kembali ke kantor.” Balas Cleo singkat dan tidak ingin dibantah. Dia memang sedikit sakit kepala namun merasa tidak perlu kembali ke apartemen karena masih kuat untuk kembali bekerja.


Kevin yang tidak bisa membantah lagi akhirnya hanya bisa pasrah namun selalu mengawasi bosnya itu.


Kemarin saat di lokasi proyek ketika keduanya sedang mengawas, hujan turun dengan sangat deras dan mereka bahkan tidak sempat untuk berlindung sehingga keduanya basah kuyub saat kembali ke apartemen masing-masing. Kevin yang tidak ingin sakit langsung mandi air hangat dan tidak lupa meminum obat untuk mencegah demam dan flu. Kevin tidak tahu Cleo melakukan hal yang sama atau tidak, namun setelah melihat kondisi bosnya saat ini, bisa dipastikan Cleo tidak melakukan hal yang sama. Cleo selalu tidak memperhatikan kesehatannya jika fokus pada suatu pekerjaan, dan ini adalah kelemahannya yang sangat tidak disukai oleh Kevin.


Keduanya akhirnya sampai di kantor dengan Cleo yang bersikeras bahwa dirinya baik-baik saja. Menuju ke ruangannya masing-masing, keduanya pun menyelesaikan pekerjaan mereka. Bram tidak berada di kantor karena sedang keluar kota untuk bertemu klien mewakili Cleo dan Kevin atas perintah Cleo.


Kevin yang juga sudah selesai dengan pekerjaannya langsung ke ruangan Cleo untuk memastikan keadaan bosnya. Melihat Cleo yang masih baik-baik saja walaupun sedikit pucat, dia akhirnya bisa sedikit tenang. Dia lalu mengajak Cleo untuk pulang.


Cleo tidak memintanya untuk mengantar dirinya ke kediaman utama atau kediaman Grissham, sehingga Kevin hanya mengantarnya ke apartemennya.


“Jangan lupa minum obat, cepet tidur, jangan begadang. Urusan kerjaan biar aku yang beresin, kamu fokus istirahat aja.” Pesan Kevin saat Cleo akan turun dari mobil ketika keduanya sampai di depan gedung apartemen Cleo.


“Iya cerewet. Hati-hati.” Balas Cleo yang sedikit kesal dengan kecerewetan Kevin, namun dirinya senang karena sahabatnya itu selalu perhatian padanya.


“Hahaha, bagus, anak pintar.” Kevin tertawa mendengar ucapan Cleo.


Cleo tidak menanggapi lagi dan langsung turun dan naik ke unit apartemen miliknya. Sesampainya di kamarnya, dia membersihkan diri terlebih dahulu lalu makan malam dan kemudian minum obat. Karena belum merasa ngantuk, dia akhirnya memilih untuk membaca laporan yang dikirim oleh Bram di ruang kerjanya.


Merasa puas dengan laporan dari Bram, dia akhirnya kembali ke tempat tidur dan beristirahat. Di tengah malam, Cleo terbangun karena mimpi buruk. Dalam mimpinya, Momo pergi meninggalkannya dan memilih untuk menikah dengan Jay. Dia yang putus asa lalu membunuh Jay, namun naasnya Momo memilih bunuh diri karena kematian Jay.

__ADS_1


“Ayyyyyyy… Tidakkk…!!” Teriak Cleo dan terbangun dari mimpi buruknya dengan terengah-engah. Napasnya naik turun dengan keringat dingin membanjiri tubuhnya yang membuat bajunya menjadi basah.


Setelah cukup sadar, dia merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Ketika memeriksa suhu tubuhnya, dia tersadar dirinya demam tinggi. Namun karena masih terbayang dengan mimpi buruknya, dia segera menelepon Momo tanpa mempedulikan kondisinya.


Saat itu di kamar Momo, dia terbangun karena bunyi telepon yang berisik. Momo sangat kesal karena saat itu tengah malam, siapa yang mengganggunya di jam segini. Jika tidak penting, dia bersumpah akan memberi pelajaran pada si penelpon. Namun saat melihat nama lenelpon, dia segera menjawabnya. Dia tahu pasti Cleo memiliki sesuatu hal yang penting karena menelponnya di tengah malam seperti ini, dan tidak mungkin Kokonya hanya iseng.


“Halo Koko, ada apa?” Tanya Momo to the point dengan nada khawatir pada Cleo.


Setelah beberapa saat, tidak ada yang menjawab. Cleo terdiam setelah mendengar suara Momo yang khawatir, di satu sisi dia senang karena gadisnya menjawabnya walaupun dia mengganggu tidurnya sehingga dia menjadi tenang.


“Koko? Are you okay?” Tanya Momo lagi karena Cleo masih tidak menjawabnya setelah beberapa menit. Momo menjadi sangat khawatir, jantungnya berdetak kencang karena takut sesuatu terjadi pada Kokonya.


Bruk (bunyi keras sesuatu yang jatuh)


“Koko? Jawab Momo, are you okay? Koko dimana? Momo kesana sekarang.” Kata Momo yang menjadi tambah khawatir setelah mendengar suara keras itu. Pikirannya sangat kacau.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2