
Jam dua pagi Cleo baru bisa tidur dengan nyenyak, sebelumnya
dia bermain dengan komputer kesayangannya sampai jam satu pagi, lalu memutuskan
kembali ke kamar untuk tidur. Namun ternyata butuh waktu satu jam sampai
akhirnya dirinya bisa tertidur.
Keesokan harinya Cleo bangun cukup siang daripada biasanya,
yaitu jam sembilan pagi. Benar-benar terlambat dibandingkan dirinya yang
biasanya selalu bangun pagi-pagi dan cenderung disiplin terhadap waktu.
Bangun dan melihat ke arah jam digital di atas meja samping
kasurnya, Cleo cukup kaget melihat jam sudah menunjuk pada angka sembilan, dan
Cleo hanya bisa menghela napas panjang. Momo benar-benar mengacaukannya kali
ini. Ini adalah pertama kalinya Cleo menjadi seperti itu, karena
sebelum-sebelumnya dirinya tidak pernah sampai sefrustasi seperti sekarang ini,
bahkan sampai bangun dengan sangat terlambat.
Setelah merasa sudah cukup sadar, Cleo akhirnya bangkit dari
kasur nyamannya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia bahkan
tidak melalukan rutinitas paginya mulai dari membaca, olahraga, dan bermeditasi
karena ingin segera bertemu dengan Momo. Dia harus segera membereskan
kegundahan hatinya sejak kemarin, karena jika tidak segera dibereskan, semuanya
akan benar-benar kacau untuk Cleo, atau akibatnya akan buruk, dirinya akan
tidak fokus terhadap pekerjaan, dan perusahaan juga akan memiliki dampak karena
masalah suasana hatinya.
Selesai mandi dan bersiap-siap, Cleo tidak menelepon atau
mengirim pesan terlebih dahulu kepada Momo dan memutuskan untuk langsung segera
ke kediaman gadisnya. Dia tidak menghubungi terlebih dahulu karena sudah bisa
menebak Momo akan ada di rumahnya sekarang, jadi daripada membuang-buang waktu
untuk sesuatu hal yang sudah bisa dipastikan, lebih baik langsung saja ke rumah
Momo. Apalagi berdasarkan pengetahuannya mengenai kebiasaan Momo, gadis itu
tidak akan keluar rumah di jam seperti ini dan akan tetap berada di rumah.
Lagipula dia juga mendapat informasi bahwa Momo tidak memiliki jadwal khusus
hari ini, sehingga bisa dipastikan gadis itu akan tetap berada di rumahnya.
Cleo segera keluar dari apartemennya dengan beberapa petugas
yang dipanggilnya untuk membantu membawa barang-barang yang dibelinya sesuai
dengan pesanan Momo saat dirinya berada di Kota B.
Sampai di parkiran, Cleo mengeluarkan beberapa lembar uang
kertas yang diketahui bergambar dollar lalu dia berikan kepada para petugas
yang membantunya.
“Maaf Tuan, tidak perlu. Itu sudah menjadi tugas kami untuk
membatu tuan muda.” Kata salah satu petugas yang terlihat paling tua usianya
dibandingkan yang lainnya.
Mendengar ucapan petugas itu, salah satu petugas yang baru
bekerja selama dua minggu ingin angkat bicara dan berniat mengambil uang
tersebut namun langsung dihentikan tindakannya oleh salah satu petugas lain
yang sudah cukup lama bekerja di apartemen tersebut dan mengenal petugas yang
menolak uang dari Cleo dengan baik. Semua orang tahu, dia adalah karyawan
terlama dan sangat setia dengan keluarga Grissham, bahkan menolak untuk naik
pangkat karena betah dengan pekerjaannya sejak awal, sehingga hanya dinaikkan
gajinya sesuai dengan jabatan yang seharusnya dia dapat, oleh karena itu semua
__ADS_1
karyawan yang bekerja di gedung apartemen keluarga Grissham khususnya di gedung
yang ditempati oleh Tuan Muda Grissham itu sangat menghargai beliau dan selalu
mengikuti arahannya.
“Ambil saja.” Balas Cleo dengan nada datar namun semua orang
tahu nada itu adalah nada yang tidak ingin dibantah.
“Baiklah, terima kasih banyak tuan muda.” Kata petugas tadi.
Petugas itu akhirnya terpaksa menerima uang dari Cleo dan mengucapkan terima
kasih pada tuan mudanya yang selalu baik pada karyawan di bawah naungan
perusahaan Grissham. Dan hanya orang yang sudah lama bekerja dan benar-benar
setia pada keluarga Grissham yang tahu fakta itu.
Dia bersyukur karena mendapat uang dari Cleo tersebut karena
benar-benar kebetulan dirinya juga sedang membutuhkan uang. Bukan berarti dia
munafik karena tadi menolak, dia memang benar-benar menolak dan tidak sedang
bermain tarik-ulur, dia juga sadar bos mudanya tidak akan sebodoh itu untuk
tidak menyadari niat orang lain. Namun di balik itu semua, dia benar-benar
bersyukur, bukannya gajinya tidak cukup, hanya saja gajinya sudah dipakai untuk
berobat putrinya yang baru selesai operasi, dan dia harus menebus obat untuk
putrinya juga untuk biaya sehari-hari mereka tentunya. Apalagi gaji tiga bulan
kedepannya sudah dia ambil karena operasi putrinya, dan dia juga mendapat
sedikit bantuan dari perusahaan untuk biaya perawatan pasca operasi untuk
putrinya.
Setelah memberikan sejumlah uang dollar pada petugas itu,
Cleo segera masuk dan meninggalkan parkiran menuju ke kediaman keluarga
Alexandra.
Petugas yang menerima uang dari Cleo segera membagikan uang
orang. Dua lembar yang diberikan Cleo adalah pecahan dollar dengan angka 1000
dan jika dirupiahkan benar-benar nilai yang sangat besar hanya dengan membantu
tuan muda mereka mengangkatkan beberapa barang. Benar-benar loyal orang-orang
dari keluarga Grissham, sama seperti rumor yang beredar, itu semua benar-benar
bukan hanya omong kosong belaka. Mereka menjadi semakin yakin dan betah bekerja
di bawah naungan Grissham Group.
“Perbaiki sikapmu jika ingin lama bekerja di sini.” Kata
petugas itu memberi peringatan pada pemuda yang baru bekerja dua minggu itu,
lalu langsung meninggalkan keempat orang lainnya untuk kembali ke tempatnya
bertugas.
“Maaf Pak, saya impulsif. Tidak akan saya ulangi lagi
kedepannya.” Jawab petugas yang hampir bertindak tidak pantas tadi. Dia
benar-benar menyesal dan berjanji akan lebih baik lagi kedepannya
“Sudah seharusnya.” Kata petugas tadi yang sudah menjauh
dari mereka berempat.
“Tuan muda benar-benar loyal. Padahal kalau liat dari
tampang datarnya, beliau keliatan seperti orang kejam, ternyata hanya orang baik
yang tersembunyi di balik wajah dingin.” Kata petugas lain yang memuji kebaikan
Cleo dan terlihat masih cukup muda.
“Itu mah udah bukan rahasia umum lagi mas, orang-orang di
keluarga Grissham emang pada loyal sama karyawannya, makanya banyak yang betah
kerja sama mereka. Gak pernah denger kan, ada karyawan yang resign, yang ada
__ADS_1
malah dipecat karena gak becus atau korupsi duit perusahaan.” Kata petugas yang
lebih tua menanggapi kalimat rekannya.
“Wes, ayo pada balik kerja sebelum ditegur sama manager,
bisa gaswat kalau kena sp.” Kata petugas lainnya lagi mengajak mereka kembali
ke tempat masing-masing.
Mereka semua lalu kembali ke tempat bertugas masing-masing
dengan perasaan bahagia karena mendapat rejeki besar di pagi hari, yang bahkan
jumlahnya beberapa kali lipat dari gaji bulanan mereka. Mereka pasti bermimpi
baik di malam sebelumnya, dan itu akan mereka pamerkan pada karyawan lain
sebagai kebanggan dan motivasi untuk lebih semangat lagi dalam bekerja. Siapa
tahu mereka akan beruntung lagi lain kali, tidak ada salahnya berkhayal kan
pikir mereka.
Meninggalkan para karyawan yang sudah kembali ke tempat
betugas masing-masing, Cleo saat ini mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang
cukup kencang karena sudah tidak sabar untuk bertemu Momo.
“Huft, tenang. Tinggal lakuin sesuai yang udah direncanain
tadi malam.” Kata Cleo menyemangati dirnya sendiri dan berusaha menenangkan
pikiran dan hatinya.
Karena ingin segera sampai ke rumah gadisnya, Cleo
menghindari titik-titik jalan yang pasti macet di jam ini dan memilih melewati
jalan lain.
Lima belas kemudian, Cleo akhirnya memasuki halaman kediaman
keluarga Alexandra, tempat tinggal gadis yang sudah membuatnya kacau. Satpam
yang bertugas menjaga gerbang langsung membuka gerbang kediaman setelah melihat
mobil Cleo yang tertangkap CCTV, dia sudah mengenali mobil milik Cleo sejak
pria itu datang pertama kali ke rumah ini dengan mobil tersebut, makanya dia
tidak ragu lagi untuk membuka gerbang kediaman. Lagipula dia masih menyayangi
pekerjaan mulianya sehingga dia tidak ingin membuat Tuan Muda Grissham yang
tampan itu menunggu dan kesal. Hanya dengan memikirkannya saja, dia sudah
sangat takut.
Mang Ujang yang melihat mobil Cleo mendekat segera
menghampirinya.
“Wah si aden kembaran gagal Mang Ujang yang ketampanannya
hanya 1 poin di atas Mang Ujang, pagi-pagi udah nyamperin si enon aja. Kangen
ya den?” Sapa Mang Ujang setelah Cleo turun dari mobil.
“Momonya ada mang?” Tanya Cleo tidak sabar.
“Harusnya ada Den. Mungkin si Non lagi di kamarnya, soalnya
tadi Mang Ujang gak lihat waktu sarapan.” Jawab Mang Ujang.
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting
jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk
author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
__ADS_1
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.