Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Momo Dimana


__ADS_3

Jam dua pagi Cleo baru bisa tidur dengan nyenyak, sebelumnya


dia bermain dengan komputer kesayangannya sampai jam satu pagi, lalu memutuskan


kembali ke kamar untuk tidur. Namun ternyata butuh waktu satu jam sampai


akhirnya dirinya bisa tertidur.


Keesokan harinya Cleo bangun cukup siang daripada biasanya,


yaitu jam sembilan pagi. Benar-benar terlambat dibandingkan dirinya yang


biasanya selalu bangun pagi-pagi dan cenderung disiplin terhadap waktu.


Bangun dan melihat ke arah jam digital di atas meja samping


kasurnya, Cleo cukup kaget melihat jam sudah menunjuk pada angka sembilan, dan


Cleo hanya bisa menghela napas panjang. Momo benar-benar mengacaukannya kali


ini. Ini adalah pertama kalinya Cleo menjadi seperti itu, karena


sebelum-sebelumnya dirinya tidak pernah sampai sefrustasi seperti sekarang ini,


bahkan sampai bangun dengan sangat terlambat.


Setelah merasa sudah cukup sadar, Cleo akhirnya bangkit dari


kasur nyamannya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia bahkan


tidak melalukan rutinitas paginya mulai dari membaca, olahraga, dan bermeditasi


karena ingin segera bertemu dengan Momo. Dia harus segera membereskan


kegundahan hatinya sejak kemarin, karena jika tidak segera dibereskan, semuanya


akan benar-benar kacau untuk Cleo, atau akibatnya akan buruk, dirinya akan


tidak fokus terhadap pekerjaan, dan perusahaan juga akan memiliki dampak karena


masalah suasana hatinya.


Selesai mandi dan bersiap-siap, Cleo tidak menelepon atau


mengirim pesan terlebih dahulu kepada Momo dan memutuskan untuk langsung segera


ke kediaman gadisnya. Dia tidak menghubungi terlebih dahulu karena sudah bisa


menebak Momo akan ada di rumahnya sekarang, jadi daripada membuang-buang waktu


untuk sesuatu hal yang sudah bisa dipastikan, lebih baik langsung saja ke rumah


Momo. Apalagi berdasarkan pengetahuannya mengenai kebiasaan Momo, gadis itu


tidak akan keluar rumah di jam seperti ini dan akan tetap berada di rumah.


Lagipula dia juga mendapat informasi bahwa Momo tidak memiliki jadwal khusus


hari ini, sehingga bisa dipastikan gadis itu akan tetap berada di rumahnya.


Cleo segera keluar dari apartemennya dengan beberapa petugas


yang dipanggilnya untuk membantu membawa barang-barang yang dibelinya sesuai


dengan pesanan Momo saat dirinya berada di Kota B.


Sampai di parkiran, Cleo mengeluarkan beberapa lembar uang


kertas yang diketahui bergambar dollar lalu dia berikan kepada para petugas


yang membantunya.


“Maaf Tuan, tidak perlu. Itu sudah menjadi tugas kami untuk


membatu tuan muda.” Kata salah satu petugas yang terlihat paling tua usianya


dibandingkan yang lainnya.


Mendengar ucapan petugas itu, salah satu petugas yang baru


bekerja selama dua minggu ingin angkat bicara dan berniat mengambil uang


tersebut namun langsung dihentikan tindakannya oleh salah satu petugas lain


yang sudah cukup lama bekerja di apartemen tersebut dan mengenal petugas yang


menolak uang dari Cleo dengan baik. Semua orang tahu, dia adalah karyawan


terlama dan sangat setia dengan keluarga Grissham, bahkan menolak untuk naik


pangkat karena betah dengan pekerjaannya sejak awal, sehingga hanya dinaikkan


gajinya sesuai dengan jabatan yang seharusnya dia dapat, oleh karena itu semua

__ADS_1


karyawan yang bekerja di gedung apartemen keluarga Grissham khususnya di gedung


yang ditempati oleh Tuan Muda Grissham itu sangat menghargai beliau dan selalu


mengikuti arahannya.


“Ambil saja.” Balas Cleo dengan nada datar namun semua orang


tahu nada itu adalah nada yang tidak ingin dibantah.


“Baiklah, terima kasih banyak tuan muda.” Kata petugas tadi.


Petugas itu akhirnya terpaksa menerima uang dari Cleo dan mengucapkan terima


kasih pada tuan mudanya yang selalu baik pada karyawan di bawah naungan


perusahaan Grissham. Dan hanya orang yang sudah lama bekerja dan benar-benar


setia pada keluarga Grissham yang tahu fakta itu.


Dia bersyukur karena mendapat uang dari Cleo tersebut karena


benar-benar kebetulan dirinya juga sedang membutuhkan uang. Bukan berarti dia


munafik karena tadi menolak, dia memang benar-benar menolak dan tidak sedang


bermain tarik-ulur, dia juga sadar bos mudanya tidak akan sebodoh itu untuk


tidak menyadari niat orang lain. Namun di balik itu semua, dia benar-benar


bersyukur, bukannya gajinya tidak cukup, hanya saja gajinya sudah dipakai untuk


berobat putrinya yang baru selesai operasi, dan dia harus menebus obat untuk


putrinya juga untuk biaya sehari-hari mereka tentunya. Apalagi gaji tiga bulan


kedepannya sudah dia ambil karena operasi putrinya, dan dia juga mendapat


sedikit bantuan dari perusahaan untuk biaya perawatan pasca operasi untuk


putrinya.


Setelah memberikan sejumlah uang dollar pada petugas itu,


Cleo segera masuk dan meninggalkan parkiran menuju ke kediaman keluarga


Alexandra.


Petugas yang menerima uang dari Cleo segera membagikan uang


orang. Dua lembar yang diberikan Cleo adalah pecahan dollar dengan angka 1000


dan jika dirupiahkan benar-benar nilai yang sangat besar hanya dengan membantu


tuan muda mereka mengangkatkan beberapa barang. Benar-benar loyal orang-orang


dari keluarga Grissham, sama seperti rumor yang beredar, itu semua benar-benar


bukan hanya omong kosong belaka. Mereka menjadi semakin yakin dan betah bekerja


di bawah naungan Grissham Group.


“Perbaiki sikapmu jika ingin lama bekerja di sini.” Kata


petugas itu memberi peringatan pada pemuda yang baru bekerja dua minggu itu,


lalu langsung meninggalkan keempat orang lainnya untuk kembali ke tempatnya


bertugas.


“Maaf Pak, saya impulsif. Tidak akan saya ulangi lagi


kedepannya.” Jawab petugas yang hampir bertindak tidak pantas tadi. Dia


benar-benar menyesal dan berjanji akan lebih baik lagi kedepannya


“Sudah seharusnya.” Kata petugas tadi yang sudah menjauh


dari mereka berempat.


“Tuan muda benar-benar loyal. Padahal kalau liat dari


tampang datarnya, beliau keliatan seperti orang kejam, ternyata hanya orang baik


yang tersembunyi di balik wajah dingin.” Kata petugas lain yang memuji kebaikan


Cleo dan terlihat masih cukup muda.


“Itu mah udah bukan rahasia umum lagi mas, orang-orang di


keluarga Grissham emang pada loyal sama karyawannya, makanya banyak yang betah


kerja sama mereka. Gak pernah denger kan, ada karyawan yang resign, yang ada

__ADS_1


malah dipecat karena gak becus atau korupsi duit perusahaan.” Kata petugas yang


lebih tua menanggapi kalimat rekannya.


“Wes, ayo pada balik kerja sebelum ditegur sama manager,


bisa gaswat kalau kena sp.” Kata petugas lainnya lagi mengajak mereka kembali


ke tempat masing-masing.


Mereka semua lalu kembali ke tempat bertugas masing-masing


dengan perasaan bahagia karena mendapat rejeki besar di pagi hari, yang bahkan


jumlahnya beberapa kali lipat dari gaji bulanan mereka. Mereka pasti bermimpi


baik di malam sebelumnya, dan itu akan mereka pamerkan pada karyawan lain


sebagai kebanggan dan motivasi untuk lebih semangat lagi dalam bekerja. Siapa


tahu mereka akan beruntung lagi lain kali, tidak ada salahnya berkhayal kan


pikir mereka.


Meninggalkan para karyawan yang sudah kembali ke tempat


betugas masing-masing, Cleo saat ini mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang


cukup kencang karena sudah tidak sabar untuk bertemu Momo.


“Huft, tenang. Tinggal lakuin sesuai yang udah direncanain


tadi malam.” Kata Cleo menyemangati dirnya sendiri dan berusaha menenangkan


pikiran dan hatinya.


Karena ingin segera sampai ke rumah gadisnya, Cleo


menghindari titik-titik jalan yang pasti macet di jam ini dan memilih melewati


jalan lain.


Lima belas kemudian, Cleo akhirnya memasuki halaman kediaman


keluarga Alexandra, tempat tinggal gadis yang sudah membuatnya kacau. Satpam


yang bertugas menjaga gerbang langsung membuka gerbang kediaman setelah melihat


mobil Cleo yang tertangkap CCTV, dia sudah mengenali mobil milik Cleo sejak


pria itu datang pertama kali ke rumah ini dengan mobil tersebut, makanya dia


tidak ragu lagi untuk membuka gerbang kediaman. Lagipula dia masih menyayangi


pekerjaan mulianya sehingga dia tidak ingin membuat Tuan Muda Grissham yang


tampan itu menunggu dan kesal. Hanya dengan memikirkannya saja, dia sudah


sangat takut.


Mang Ujang yang melihat mobil Cleo mendekat segera


menghampirinya.


“Wah si aden kembaran gagal Mang Ujang yang ketampanannya


hanya 1 poin di atas Mang Ujang, pagi-pagi udah nyamperin si enon aja. Kangen


ya den?” Sapa Mang Ujang setelah Cleo turun dari mobil.


“Momonya ada mang?” Tanya Cleo tidak sabar.


“Harusnya ada Den. Mungkin si Non lagi di kamarnya, soalnya


tadi Mang Ujang gak lihat waktu sarapan.” Jawab Mang Ujang.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting


jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk


author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2