Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Bertemu


__ADS_3

“Oke. Mang, tolong bawain barang-barang Momo di mobil ya.”


Kata Cleo meminta tolong. Dia memang akrab dan ramah pada orang-orang di


kediaman Momo, jadi tidak heran dia bersikap seperti itu pada Mang Ujang.


“Siap den ganteng, tugas dari den tampan akan Mang Ujang


laksanakan dengan sepenuh hati tanpa ada resiko kegagalan sedikitpun.” Kata


Mang Ujang dengan semangatnya seperti biasanya.


Cleo tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Mang Ujang


setelah memberikan kunci mobilnya lalu segera berbalik untuk masuk ke dalam


rumah itu.


Di dalam rumah, Cleo bertemu dengan Mbak Naya yang kebetulan


ingin keluar untuk berbelanja.


“Mbak Nay, orang rumah ada?” Tanya Cleo pada Mbak Naya.


Orang rumah yang dia maksud adalah Papa Alex, Mami Via, dan Momo tentunya.


“Eyy, si aden. TInggal bilang nyari Non Momo aja pake acara


kode-kodean. Untung Mbak Naya orangnya peka, jadi dengan senang hati akan


menjawab maksud tujuan pertanyaan Den ganteng. Oke, pertama-tama, Tuan udah


berangkat kerja, Nyonya juga keluar untuk arisan, dan Non Momo seharusnya di


kamarnya.” Jawab Mbak Naya yang sangat peka dengan maksud dari Cleo.


“Ah, hehe, Mbak Nay emang paling peka. Bisa tolong panggilin


Momonya?” Tanya Cleo meminta tolong.


“Bisa seratus persen dong Den. Den Cleo duduk aja dulu di


sofa, Mbak Naya panggilin dulu si Nonnya.” Jawab Mbak Naya lalu  menuju ke dapur untuk meminta rekannya


membuatkan minuman untuk Cleo lalu menuju ke kamar Momo untuk memanggil nona


mudanya.


Sampai di depan pintu kamar Momo, Mbak Naya terlebih dahulu


mengetuk pintunya dan tidak langsung masuk ke dalam.


“Non Momo, ada Den Cleo di bawah.” Panggil Mbak Naya.


Setelah beberapa saat menunggu namun tidak ada jawaban, Mbak


Naya mencoba membuka pintu kamar Momo dan berniat untuk membangunkan gadis itu.


Dan ternyata pintu kamar Momo tidak dikunci sehingga dia segera masuk ke dalam.


Namun saat masuk, tidak ada Momo di dalam kamar tersebut, tempat


tidur bahkan sudah rapi sehingga menandakan sudah bangun. Melihat lampu kamar


mandi yang mati, Mbak Naya menuju ke walk in closet dan ruang kerja Momo, namun


tidak juga menemukan nona mudanya itu.


Karena tidak berhasil menemukan Momo dimanapun, dia kembali


dan memberitahu pada Cleo.


”Den Cleo, mohon maaf. Mbak Naya udah nyari si non


kemana-mana tapi gak ada. Kayaknya Non Momo udah pergi dari tadi, cumin gak ada


yang ngeliat. Den Cleo coba telepon langsung aja ke si Non, soalnya telepon


Mbak Naya gak diangkat.” Lapor Mbak Naya pada Cleo.


“Oh, iya Mbak, makasih.” Balas Cleo dengan nada kecewa.


“Ya udah, Mbak Naya tinggal dulu ya Den, mau belanja kebutuhan


dapur.” Pamit Mbak Naya.


Cleo hanya menganggukan kepala tanpa menjawab karena kehilangan


semangat.


Cleo lalu memutuskan untuk ke restoran pusat milik Momo


sebelum menghubungi gadisnya. Dengan cepat Cleo mengemudikan mobilnya menuju ke


restoran milik Momo. Namun kali ini, Cleo masih harus menelan pil pahit karena

__ADS_1


ternyata Momo tidak berada disana. Bertambahlah rasa kekecewaan Cleo.


‘Disaat penting gini malah ada aja halangan.’ Keluh Cleo


dalam hati.


Namun setelah menenangkan hatinya, Cleo membuang rasa kecewanya


itu dan memutuskan untuk menelepon Momo untuk menanyakan keberadaannya.


“Halo Koko.” Jawab Momo setelah menerima panggilan telepon


dari Cleo.


“Kamu dimana?” Tanya Cleo to the point tanpa balas menyapa


Momo.


“Momo lagi di puncak.” Jawab Momo.


“Huh, pantesan jam segini gak di rumah. Ayy sama siapa


disitu?” Tanya Cleo setelah menghembuskan napas kasar karena benar-benar tidak


bisa menebak keberadaan Momo. Pantas saja Momo sudah tidak berada di rumah,


gadis itu pasti sudah meninggalkan rumah sejak pagi buta tadi.


“Sendirian. Kenapa Ko?” Tanya Momo penasaran alasan Cleo


mencarinya di jam segini padahal pria itu seharusnya sedang bekerja di kota B


saat ini.


“Tunggu di situ, Koko kesana sekarang.” Kata Cleo tanpa


menjawab pertanyaan Momo.


“Eh, Koko kan di luar kota. Nanti aja kalau mau ketemu. Momo


bentar lagi balik kok.” Kata Momo.


“Koko udah balik kemarin, dan lagi di parkiran restoranmu


sekarang. Tadi ke rumah, tapi Ayy gak ada. Tunggu di situ, jangan kemana-mana,


Koko susul sekarang, no debat.” Jelas Cleo.


“What? Urusan Koko udah beres di sana? Pesanan Momo gimana?


“No, tunggu di situ, nanti aja bahas yang lainnya. Koko


berangkat sekarang.” Kata Cleo lalu memutuskan panggilan telepon keduanya


karena tidak ingin mendengar kekeras kepalaan gadis kesayangannya.


“Eh, halo, Koko, ih kok dimatiin.” Kata Momo kesal dan hanya


bisa menghela napas pasrah. Dia menghubungi penjaga villa untuk memberitahunya


bahwa Cleo akan datang, dan memintanya untuk mengantar Cleo ke tempatnya saat


ini jika pria itu sudah tiba nanti.


Momo memang sudah meninggalkan rumah sejak subuh tadi untuk


ke sini, dan dia hanya mengabari orangtuanya ketika dirinya sudah tiba di


villa, sehingga orangtuanya hanya bisa pasrah. Dia bahkan tidak mengabari Mbak


Naya karena lupa, dia hanya ingin menenangkan pikirannya saja.


Namun sepertinya niat awalnya tidak akan tercapai, karena


penyebab kegundahannya malah berkata ingin menyusulnya sekarang.


“Dasar si Koko.” Keluh Momo pada dirinya sendiri.


Cleo menghabiskan beberapa jam sampai akhirnya tiba di


puncak tepatnya di villa keluarga Alexandra. Penjaga villa yang melihat


kedatangannya langsung menyambutnya dan mengantarnya menuju tempat Momo berada


seperti arahan nona mudanya tadi.


Jantung Cleo berpacu dengan sangat cepat sekarang dan berbanding


terbalik dengan wajahnya yang terlihat tenang. Namun hanya dirinya sendiri yang


tahu bagaimana keadaan jantungnya sekarang.


Dari jauh, siluet Momo terlihat memasuki pandangannya.


Penjaga villa lalu mengundurkan diri setelah mengantar Cleo. Cleo tidak

__ADS_1


langsung mendekat pada Momo, dan malah terdiam di tempatnya berpijak saat ini


untuk menenangkan jantungnya. Dia merindukan gadisnya, dan juga penasaran denga


napa yang ingin disampaikan Momo di telepon saat itu. Namun terlepas dari itu


semua, dia benar-benar harus menenangkan dirinya dahulu sekarang.


Di sisi Momo, dia akhirnya menyadari kehadiran Cleo saat


tidak sengaja berbalik, lalu berjalan menghampiri pria tampan itu. Momo sama


tidak tenangnya dengan Cleo saat ini, namun dia sedikit mampu menenangkan


dirinya.


Sedangkan Cleo yang melihat Momo mendekat, tertegun dan


bertambah dag dig dug tidak karuan. Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suaranya


hanya untuk sekedar menyapa gadis cantik yang sudah berada di depannya sekarang.


“Koko cepet banget.” Kata Momo menyapa.


Namun Cleo tidak menjawab dan masih terdiam, sehingga


membuat Momo mengeluarkan suaranya lagi.


“Hei, Koko ngelamun?” Tanya Momo dan berhasil menyadarkan


Cleo.


“Hah, oh, g-gak. Ayy, itu, waktu Koko di kota B, itu, A-Ayy


pengen itu, pengen ngomong apa pas di telpon?” Tanya Cleo terbata-bata. Dari


sekian banyak kalimat yang ingin diucapkannya, malah kalimat itu yang keluar


dari mulutnya. Cleo merutuki kebodohannya saat ini.


“Hah? Koko jauh-jauh nyamperim Momo kesini karena pengen


nanya itu?” Tanya Momo tidak habis pikir dengan jalan pikiran Cleo dan tidak


menjawab pertanyaan pria di hadapannya itu.


Cleo mengangguk tanpa menjawab. Melihat Cleo yang sangat


penasaran, Momo akhirnya memutuskan untuk mengatakan segala hal yang sudah


menganggunya belakangan ini, dan dia bersyukur semuanya sepertinya akan lebih


cepat selesai, dia bahkan tidak perlu melakukan rencana konyolnya untuk membuka


topik ini, karena Cleo yang tidak terduga malah langsung memancing topik ini.


Setelah menenangkan hati dan pikirannya, Momo menghela napas panjang sebelum


akhirnya berkata.


“Koko, maaf. Sebenarnya Momo…” Ucapan Momo tergantung begitu


saja karena Cleo langsung menyambar dengan tergesa-gesa.


“Ayo pacaran.” Kata Cleo dengan napas memburu karena perasaannya


yang campur aduk dan membuat Momo menghentikan kalimatnya.


Hm, kira-kira apa jawaban Momo ya gengs? Silahkan menebak-nebak


di kolom komentar. Apakah Momo akan langsung menerima atau bahkan menolak?


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan


update terbaru dari author.


Para readers sekalian…


Jangan lupa like, comment, follow


author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai


bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat


nulisnya.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


.


Salam hangat Author receh.. hehe


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2