
“Oke. Mang, tolong bawain barang-barang Momo di mobil ya.”
Kata Cleo meminta tolong. Dia memang akrab dan ramah pada orang-orang di
kediaman Momo, jadi tidak heran dia bersikap seperti itu pada Mang Ujang.
“Siap den ganteng, tugas dari den tampan akan Mang Ujang
laksanakan dengan sepenuh hati tanpa ada resiko kegagalan sedikitpun.” Kata
Mang Ujang dengan semangatnya seperti biasanya.
Cleo tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Mang Ujang
setelah memberikan kunci mobilnya lalu segera berbalik untuk masuk ke dalam
rumah itu.
Di dalam rumah, Cleo bertemu dengan Mbak Naya yang kebetulan
ingin keluar untuk berbelanja.
“Mbak Nay, orang rumah ada?” Tanya Cleo pada Mbak Naya.
Orang rumah yang dia maksud adalah Papa Alex, Mami Via, dan Momo tentunya.
“Eyy, si aden. TInggal bilang nyari Non Momo aja pake acara
kode-kodean. Untung Mbak Naya orangnya peka, jadi dengan senang hati akan
menjawab maksud tujuan pertanyaan Den ganteng. Oke, pertama-tama, Tuan udah
berangkat kerja, Nyonya juga keluar untuk arisan, dan Non Momo seharusnya di
kamarnya.” Jawab Mbak Naya yang sangat peka dengan maksud dari Cleo.
“Ah, hehe, Mbak Nay emang paling peka. Bisa tolong panggilin
Momonya?” Tanya Cleo meminta tolong.
“Bisa seratus persen dong Den. Den Cleo duduk aja dulu di
sofa, Mbak Naya panggilin dulu si Nonnya.” Jawab Mbak Naya lalu menuju ke dapur untuk meminta rekannya
membuatkan minuman untuk Cleo lalu menuju ke kamar Momo untuk memanggil nona
mudanya.
Sampai di depan pintu kamar Momo, Mbak Naya terlebih dahulu
mengetuk pintunya dan tidak langsung masuk ke dalam.
“Non Momo, ada Den Cleo di bawah.” Panggil Mbak Naya.
Setelah beberapa saat menunggu namun tidak ada jawaban, Mbak
Naya mencoba membuka pintu kamar Momo dan berniat untuk membangunkan gadis itu.
Dan ternyata pintu kamar Momo tidak dikunci sehingga dia segera masuk ke dalam.
Namun saat masuk, tidak ada Momo di dalam kamar tersebut, tempat
tidur bahkan sudah rapi sehingga menandakan sudah bangun. Melihat lampu kamar
mandi yang mati, Mbak Naya menuju ke walk in closet dan ruang kerja Momo, namun
tidak juga menemukan nona mudanya itu.
Karena tidak berhasil menemukan Momo dimanapun, dia kembali
dan memberitahu pada Cleo.
”Den Cleo, mohon maaf. Mbak Naya udah nyari si non
kemana-mana tapi gak ada. Kayaknya Non Momo udah pergi dari tadi, cumin gak ada
yang ngeliat. Den Cleo coba telepon langsung aja ke si Non, soalnya telepon
Mbak Naya gak diangkat.” Lapor Mbak Naya pada Cleo.
“Oh, iya Mbak, makasih.” Balas Cleo dengan nada kecewa.
“Ya udah, Mbak Naya tinggal dulu ya Den, mau belanja kebutuhan
dapur.” Pamit Mbak Naya.
Cleo hanya menganggukan kepala tanpa menjawab karena kehilangan
semangat.
Cleo lalu memutuskan untuk ke restoran pusat milik Momo
sebelum menghubungi gadisnya. Dengan cepat Cleo mengemudikan mobilnya menuju ke
restoran milik Momo. Namun kali ini, Cleo masih harus menelan pil pahit karena
__ADS_1
ternyata Momo tidak berada disana. Bertambahlah rasa kekecewaan Cleo.
‘Disaat penting gini malah ada aja halangan.’ Keluh Cleo
dalam hati.
Namun setelah menenangkan hatinya, Cleo membuang rasa kecewanya
itu dan memutuskan untuk menelepon Momo untuk menanyakan keberadaannya.
“Halo Koko.” Jawab Momo setelah menerima panggilan telepon
dari Cleo.
“Kamu dimana?” Tanya Cleo to the point tanpa balas menyapa
Momo.
“Momo lagi di puncak.” Jawab Momo.
“Huh, pantesan jam segini gak di rumah. Ayy sama siapa
disitu?” Tanya Cleo setelah menghembuskan napas kasar karena benar-benar tidak
bisa menebak keberadaan Momo. Pantas saja Momo sudah tidak berada di rumah,
gadis itu pasti sudah meninggalkan rumah sejak pagi buta tadi.
“Sendirian. Kenapa Ko?” Tanya Momo penasaran alasan Cleo
mencarinya di jam segini padahal pria itu seharusnya sedang bekerja di kota B
saat ini.
“Tunggu di situ, Koko kesana sekarang.” Kata Cleo tanpa
menjawab pertanyaan Momo.
“Eh, Koko kan di luar kota. Nanti aja kalau mau ketemu. Momo
bentar lagi balik kok.” Kata Momo.
“Koko udah balik kemarin, dan lagi di parkiran restoranmu
sekarang. Tadi ke rumah, tapi Ayy gak ada. Tunggu di situ, jangan kemana-mana,
Koko susul sekarang, no debat.” Jelas Cleo.
“What? Urusan Koko udah beres di sana? Pesanan Momo gimana?
“No, tunggu di situ, nanti aja bahas yang lainnya. Koko
berangkat sekarang.” Kata Cleo lalu memutuskan panggilan telepon keduanya
karena tidak ingin mendengar kekeras kepalaan gadis kesayangannya.
“Eh, halo, Koko, ih kok dimatiin.” Kata Momo kesal dan hanya
bisa menghela napas pasrah. Dia menghubungi penjaga villa untuk memberitahunya
bahwa Cleo akan datang, dan memintanya untuk mengantar Cleo ke tempatnya saat
ini jika pria itu sudah tiba nanti.
Momo memang sudah meninggalkan rumah sejak subuh tadi untuk
ke sini, dan dia hanya mengabari orangtuanya ketika dirinya sudah tiba di
villa, sehingga orangtuanya hanya bisa pasrah. Dia bahkan tidak mengabari Mbak
Naya karena lupa, dia hanya ingin menenangkan pikirannya saja.
Namun sepertinya niat awalnya tidak akan tercapai, karena
penyebab kegundahannya malah berkata ingin menyusulnya sekarang.
“Dasar si Koko.” Keluh Momo pada dirinya sendiri.
Cleo menghabiskan beberapa jam sampai akhirnya tiba di
puncak tepatnya di villa keluarga Alexandra. Penjaga villa yang melihat
kedatangannya langsung menyambutnya dan mengantarnya menuju tempat Momo berada
seperti arahan nona mudanya tadi.
Jantung Cleo berpacu dengan sangat cepat sekarang dan berbanding
terbalik dengan wajahnya yang terlihat tenang. Namun hanya dirinya sendiri yang
tahu bagaimana keadaan jantungnya sekarang.
Dari jauh, siluet Momo terlihat memasuki pandangannya.
Penjaga villa lalu mengundurkan diri setelah mengantar Cleo. Cleo tidak
__ADS_1
langsung mendekat pada Momo, dan malah terdiam di tempatnya berpijak saat ini
untuk menenangkan jantungnya. Dia merindukan gadisnya, dan juga penasaran denga
napa yang ingin disampaikan Momo di telepon saat itu. Namun terlepas dari itu
semua, dia benar-benar harus menenangkan dirinya dahulu sekarang.
Di sisi Momo, dia akhirnya menyadari kehadiran Cleo saat
tidak sengaja berbalik, lalu berjalan menghampiri pria tampan itu. Momo sama
tidak tenangnya dengan Cleo saat ini, namun dia sedikit mampu menenangkan
dirinya.
Sedangkan Cleo yang melihat Momo mendekat, tertegun dan
bertambah dag dig dug tidak karuan. Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suaranya
hanya untuk sekedar menyapa gadis cantik yang sudah berada di depannya sekarang.
“Koko cepet banget.” Kata Momo menyapa.
Namun Cleo tidak menjawab dan masih terdiam, sehingga
membuat Momo mengeluarkan suaranya lagi.
“Hei, Koko ngelamun?” Tanya Momo dan berhasil menyadarkan
Cleo.
“Hah, oh, g-gak. Ayy, itu, waktu Koko di kota B, itu, A-Ayy
pengen itu, pengen ngomong apa pas di telpon?” Tanya Cleo terbata-bata. Dari
sekian banyak kalimat yang ingin diucapkannya, malah kalimat itu yang keluar
dari mulutnya. Cleo merutuki kebodohannya saat ini.
“Hah? Koko jauh-jauh nyamperim Momo kesini karena pengen
nanya itu?” Tanya Momo tidak habis pikir dengan jalan pikiran Cleo dan tidak
menjawab pertanyaan pria di hadapannya itu.
Cleo mengangguk tanpa menjawab. Melihat Cleo yang sangat
penasaran, Momo akhirnya memutuskan untuk mengatakan segala hal yang sudah
menganggunya belakangan ini, dan dia bersyukur semuanya sepertinya akan lebih
cepat selesai, dia bahkan tidak perlu melakukan rencana konyolnya untuk membuka
topik ini, karena Cleo yang tidak terduga malah langsung memancing topik ini.
Setelah menenangkan hati dan pikirannya, Momo menghela napas panjang sebelum
akhirnya berkata.
“Koko, maaf. Sebenarnya Momo…” Ucapan Momo tergantung begitu
saja karena Cleo langsung menyambar dengan tergesa-gesa.
“Ayo pacaran.” Kata Cleo dengan napas memburu karena perasaannya
yang campur aduk dan membuat Momo menghentikan kalimatnya.
Hm, kira-kira apa jawaban Momo ya gengs? Silahkan menebak-nebak
di kolom komentar. Apakah Momo akan langsung menerima atau bahkan menolak?
Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan
update terbaru dari author.
Para readers sekalian…
Jangan lupa like, comment, follow
author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai
bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat
nulisnya.
Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..
.
Salam hangat Author receh.. hehe
.
Sampai jumpa di episode berikutnya.
__ADS_1