Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda
Kedatangan Tak Terduga


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi namun seorang gadis cantik masih setia dengan mimpi indahnya dan tidak terlihat ingin membuka matanya. Gadis itu adalah Momo yang masih tertidur manis akibat kelelahan dengan aktivitas yang dilakukannya kemarin. Mungkin karena dirinya jarang melakukan aktivitas di luar rumah dalam waktu lama sehingga kali ini dia merasa sangat kelelahan. Tidak ada yang berani membangunkan bahkan mengganggu tidur Nona Muda Alexandra itu, karena Tuan Alexandra sendiri sudah mengingatkan semua orang untuk tidak mengganggu putri tercintanya yang sedang beristirahat. Biarkan saja putrinya bangun sesuai keinginannya sendiri.


Nyonya Alexandra sudah menyiapkan sarapan untuk putrinya sejak tadi, namun karena putrinya belum juga bangun, jadi dia berpesan pada Mbak Naya untuk memanaskan makanan yang sudah dimasaknya ketika putrinya sudah bangun nanti. Dia tidak bisa menunggu putrinya bangun karena harus pergi arisan bersama teman-teman se-gengnya.


“Mbak Nay, ini makanannya nanti tolong dipanasin kalo Momo udah bangun ya. Saya mau pergi arisan ke rumah temen. Bilangin ke Momo, saya pulangnya nanti sore karena harus ke butik juga.” Pesan Nyonya Alexandra alias Mami Via kepada Mbak Naya.


“Siap dilaksanakan Nyonya. Hati-hati di jalan Nya.” Jawab Mbak Naya.


Mami Via lalu bergegas meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah temannya karena mereka akan mengadakan arisan hari ini. Mami Via diantar oleh supir pribadinya bernama Pak Tarmin yang sudah lama bekerja pada keluarga Alexandra dan menjadi salah satu orang kepercayaan mereka.


Sepuluh menit setelah kepergian Mami Via, sang Nona Muda akhirnya terbangun karena bunyi telpon yang teru berdering. Momo mengangkat panggilan tersebut dengan nada kesal karena membangunkannya dari tidur indahnya.


“What’s wrong?” Tanya Momo kesal setelah mengangkat panggilan telpon.


“Lu baru bangun Moy, ya ampun, sorry babe, gua gak tahu lu masih tidur. Itu, lu hari ini ada rencana?” Jawab Cessa lembut dengan sedikit menyesal setelah mendengar nada kesal Momo.


“Belum ada.” Balas Momo yang sudah bangun sepenuhnya.


“Temenin gua nyalon dong Moy, sekalian lu juga. Ayolah me time.” Ajak Cessa manja pada Momo.


“Lu sendiri dulu deh, gua capek banget, ga pengen ngapa-ngapain hari ini.” Jawab Momo


Helaan napas kecewa terdengar dari Cessa.


“Yah, okelah Moy. Kapan-kapan nyalon berdua ya.” Balas Cessa yang memaklumi sahabatnya. Dia tahu pasti karena menemani dirinya belanja kemarin yang membuat Momo sangat kelelahan. Dia merasa menyesal membuat sahabatnya kelelahan.


“Hm.” Jawab Momo langsung mematikan telpon mereka dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setengah jam kemudian Momo sudah cantik dengan pakaian rumahnya dan keluar dari kamar untuk sarapan di ruang makan. Mbak Naya yang melihat Momo turun dari tangga pun segera memanaskan makanan untuk sarapan sang Nona Muda.


“Pagi Non Momo, sarapannya masih Mbak Naya panasin sebentar. Harap menunggu Non. Sembari menunggu, biarkan Mbak Naya menyanyikan sebuah lagu untuk menghilangkan kebosanan.” Kata Mbak Naya pada Momo.


“Momo mau ke taman bentar, nanti tolong panggil aja kalau udah siap sarapannya.” Jawab Momo.


“Siap Non. Pesan diterima.” Balas Mbak Naya. Dia memang suka beercanda dengan Momo, sama halnya dengan Mang Ujang. Momo tidak pernah merasa risih karena dia nyaman dengan mereka. Paling-paling dia hanya mengabaikannya saja, atau kadang-kadang dia membalas candaan mereka.


Sepuluh menit kemudian, Mbak Naya memanggil Momo setelah menyiapkan sarapannya di meja makan. Momo pun segera menyantap hidangan yang sudah disiapkan setelah berterima kasih pada Mbak Naya yang sudah menyiapkannya. Dia juga tidak lupa mengirim pesan terima kasih kepada Maminya yang sudah memasakkan makanan kesuaannya untuk sarapan dirinya.


Setelah selesai sarapan, Momo mencuci piring bekas makannya lalu kembali ke kamar. Sudah menjadi kebiasaannya untuk mencuci piringnya sendiri setelah makan jika hanya dia sendiri yang makan. Namun jika dia makan bersama orangtuanya, Papanya akan melarangnya.

__ADS_1


Di kamar, Momo merasa bosan dan memutuskan untuk tidur lagi, namun sayang baru lima menit dia mencoba menutup matanya, dia menyadari dirinya tidak bisa tidur lagi. Sehingga dia berpikir apa yang bisa dia lakukan atau kerjakan untuk menghilangkan kejenuhannya. Dia tidak suka keramaian sehingga tidak mungkin baginya untuk keluar jalan-jalan, ingin menyetujui ajakan Cessa tadi tapi dia benar-benar tidak ingin berlama-lama di luar rumah. Lama berpikir, akhirnya dia menemukan sebuah solusi yang sangat efektif menurutnya.


Dia dengan semangat segera mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat. Momo mengenakan pakaian casual yang membuat dirinya terlihat begitu imut dan cantik dengan paduan sepatu kets putihnya. Setelah 15 menit bersiap-siap, Momo segera memanggil Mang Udin untuk mengantarnya ke tempat tujuan.


“Mang Udin, tolong anterin Momo dong. Lagi bosen di rumah.” Kata Momo pada Mang Udin yang sedang melap mobil yang biasa dipakainya untuk mengantar Momo.


“Wah, kemana Non cantik? Mang Udin siap 86 untuk mengantar Non Momo kemanapun.” Jawab Mang Ujang penuh semangat. Akhirnya dia tidak merasa seperti makan gaji buta karena tidak ada yang dia kerjakan hampir setiap hari namun selalu menerima gaji yang besar tanpa dikurangi sepeserpun. Itu karena Nonanya yang menjadi tugasnya tidak suka bepergian dan lebih suka di rumah, apalagi ini belum seminggu sejak kepulangan Nona Mudanya dari luar negeri. Dulu saat Momo masih di luar negeri, dia tetap menerima gaji walaupun tidak pernah bertugas, namun sesekali Nyonya Alexandra meminta jasanya karena dia mengeluh tidak bekerja namun tetap menerima gaji. Karena itu juga, Mang Udin sangat setia pada keluarga Alexandra.


“Ke kantor Koko, Mang. Momo pengen jalan-jalan ke sana.” Jawab Momo yang ternyata ingin pergi ke kantor Cleo untuk melihat-lihat. Dia juga sengaja tidak memberi kabar pada Cleo karena ingin mengejutkannya dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


“Oalah, siap Non. Silahkan masuk Nona cantik, calon masa depannya Den Cleo.” Ucap Mang Udin sambil membukakan pintu mobil untuk Momo.


Momo tersenyum dan berterima kasih pada Mang Udin. Mang Udin kemudian melajukan mobil meninggalkan kediaman Momo untuk menuju ke kantor milik Cleo.


Dua puluh lima menit kemudian, mereka akhirnya sampai di sebuah gedung yang sangat megah dan mewah dan terdiri dari puluhan lantai bertuliskan CM Corp. Momo yang melihat itu merasa kagum pada Cleo yang begitu hebat dan sukses di usia mudanya. Dia juga ingin mengikuti jejak Kokonya yang sudah sukses di usianya yang masih sangat muda.


“Sudah sampai dengan selamat.” Kata Mang Udin setelah menghentikan laju mobilnya.


“Terima kasih Mang Udin. Mang Udin langsung pulang aja, gak perlu nunggu Momo. Nanti Momo diantar Koko.” Ucap Momo.


“Oke Non. Titip salam buat Den Cleo dari Mang Udin yang kalah tampan 1%.” Balas Mang Udin.


Momo segera masuk ke kantor besar itu dan menuju ke meja resepsionis untuk melapor sekaligus menanyakan ruangan Cleo.


Resepsionis yang seorang wanita itu terpesona pada kecantikan dan keimutan Momo sebelum menjawab dengan ramah.


“Oh, iya ada Mba. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya petugas itu dengan sopan.


“Tolong sampaikan ke sekertarisnya, Momo ingin bertemu dengan Presdir.” Kata Momo dengan nada datar. Wajar saja, dia orang yang dingin dengan orang-orang yang tidak akrab dengannya.


Petugas itu tidak merasa tersinggung dengan nada datar Momo karena sudah terhipnotis dengan kecantikan Momo.


“Baik Mba, silahkan menunggu sebentar.” Jawab resepsionis itu.


Resepsionis itu kemudian menghubungi sekertaris Presdir yaitu Bram untuk menyampaikan pesan Momo. Bram yang mendengar nama Momo kaget dan segera memerintahkan resepsionis itu untuk segera mengantar Momo ke ruangan Presdir, dan tidak lupa berpesan agar tidak menyinggung Momo karena dia adalah calon istri Presdir mereka. Resepsionis yang mendengar perintah sekertaris Bram sangat terkejut dan bersyukur karena dia melayani tamu terhormat ini dengan sopan dan tidak menyinggungnya. Untung saja adegan di novel yang biasanya dia baca dimana ada resepsionis atau karyawan yang menyinggung seorang gadis yang ternyata adalah kekasih bosnya memiliki nasib yang tragis. Dia segera menghembuskan napas lega dan mengelus dadanya pelan. Dia lalu mengantar Momo menuju ruangan bos besar mereka.


“Mari Non, saya antar ke ruangan Pak Presdir.” Ajak resepsionis itu pada Momo.


Momo mengganggukkan kepala lalu mengikuti resepsionis itu. Setelah beberapa saat, mereka sampai di lantai tempat ruangan Presdir berada. Bram yang melihat kedatangan Momo, segera menyambut Momo dan mengantar Momo ke ruangan Presdir. Resepsionis yang telah mengantar Momo pun segera pamit untuk kembali bekerja.

__ADS_1


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk oleh Cleo, Momo segera masuk ke dalam. Bram tidak ikut masuk, karena tidak ingin mengganggu bosnya bersama gadisnya. Kevin yang kebetulan baru kembali dari toilet ingin masuk ke dalam ruangan Cleo tapi dihalang oleh Bram yang mengatakan Momo ada di dalam ruangan sehingga membuat Kevin membatalkan niatnya dan kembali ke ruangannya sendiri untuk melanjutkan pekerjaannya. Dia cukup penasaran dengan ekspresi bosnya tapi dia juga tidak memiliki keberanian untuk masuk ke dalam ruangan itu.


“Ehm, ehm.” Momo sengaja terbatuk dua kali untuk memancing perhatian Cleo yang terlihat sangat serius.


Mendengar suara yang sangat familiar dan disukainya, Cleo segera mengangkat kepalanya untuk melihat kedatangan pemilik suara indah itu. Melihat pemilik suara yang ada di hadapannya, Cleo sangat kaget dan merasa tidak percaya dengan penglihatannya. Mustahil gadis itu datang tanpa memberitahu pikirnya.


“Koko gak seneng Momo datang?” Kata Momo yang melihat Cleo yang bengong setelah melihatnya, namun dia tahu Kokonya pasti syok dengan kedatangannya yang tiba-tiba.


Cleo yang mendengar kalimat itu segera tersadar bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah nyata dan bukan haluannya saja. Dia segera mendekati gadis itu dan memeluknya dengan erat serta mencium keningnya membuat sang pemilik kening itu kaget namun kemudian tersenyum dan membalas pelukan Cleo.


“Ayy kok gak bilang-bilang mau ke sini? Kan Koko bisa jemput di bawah.” Kata Cleo.


“Kan kejutan. Tadinya emang gak ada rencana ke sini, tapi karna Momo bosen di rumah jadi kesini deh.” Jawab Momo.


Cleo lalu melepas pelukannya dan menatap lembut gadis kecil di depannya yang sangat dicintainya. Saat ini dia merasa sangat bahagia. Kedatangannya membuat moodnya membaik setelah tadi ingin mengamuk karena karyawannya yang salah dalam mengerjakan laporannya.


“Ayo duduk, Ayy mau minum apa? Atau pengen makan sesuatu?” Tanya Cleo setelah keduanya duduk di sofa ruangannya.


“Es krim.” Jawab Momo semangat.


“Baiklah tuan putri.” Jawab Cleo sambil tersenyum dan mengelus rambut Momo lembut.


Momo hanya tersenyum membalasnya. Cleo sebenarnya sudah menebak jawaban ini. Gadisnya memang menyukai es krim, sehingga dia segera meminta Bram untuk membeli es krim dengan rasa vanilla, coklat, dan strowbery untuk Momo.


“Koko lanjut kerja aja, tadi Momo liat Koko serius banget.” Kata Momo yang merasa Cleo cukup sibuk.


“Iya. Buat dirimu nyaman di sini sambil nunggu es krim Ayy. Koko tinggal bentar ya.” Balas Cleo sambil mengelus pipi Momo sebelum kembali ke mejanya.


Momo mengganggukan kepalanya dan mengambil salah satu majalah bisnis yang ada di meja depannya. Setelah beberapa saat, pintu diketuk dan Bram segera masuk setelah dipersilahkan, sambil membawa es krim dan menyerahkannya kepada Momo. Momo menerima es krim itu dan berterima kasih lalu segera menyantapnya. Cleo yang melihat Momo menikmati es krimnya dengan lahap hanya tersenyum bahagia dan melanjutkan pekerjaannya. Sesekali dia melihat ke arah Momo untuk melihat apa yang dilakukan gadis itu. Melihat pemandangan indah di depannya membuat Cleo berharap itu bisa terjadi setiap hari bahkan setiap saat. Dia selalu ingin Momo berada di dekatnya sehingga dia sangat bahagia menikmati momen-momen seperti sekarang ini.


Penasaran kelanjutannya? Pantengin terus biar ga ketinggalan update terbaru dari author.


Para readers sekalian… Jangan lupa like, comment, follow author, dan paling penting jadikan favorit karya pertama author ini sebagai bentuk dukungan kalian untuk author, agar Author menjadi makin semangat nulisnya.


.


Author ga maksa kok, seikhlasnya ajaa..


Salam hangat Author receh.. hehe

__ADS_1


.


Sampai jumpa di episode berikutnya.


__ADS_2